Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Will You Marry Me?


__ADS_3

Waktu terus berputar dan akhirnya hari pernikahan Dharma dan Linda pun tiba. Pagi menjelang siang di akhir pekan itu lah acara resepsi pernikahan mereka diselenggarakan. Resepsi itu diadakan di salah satu hotel mewah di kota mereka.


Intan berangkat bersama Dika, Setya dan Tasya. Sedangkan Ifa tentu saja bersama Bayu, Rehan dan Tania. Oh ya, Rehan juga sudah resmi jadian dengan Tania saat wisuda kelulusan mereka di kampus. Yah, hubungan mereka masih terbilang baru.


Mereka segera berangkat dan bertemu di pintu masuk aula pernikahan. Aula hotel itu sudah disulap menjadi sangat cantik dan terlihat mewah.



Intan dan para gadis lainnya berjalan memasuki aula dengan mata berbinar. Tentu saja bagi seorang wanita, mereka pasti juga mendambakan hal yang sama. Membayangkan saja sudah membuat mereka bersamangat.


Kenangan pernikahan yang tak akan mereka lupakan sampai akhir hidup mereka. Di hari itu, mereka akan menjadi ratu sehari dengan duduk di pelaminan bersama orang tercinta dan keluarga.



"Wah, dekorasinya sangat indah!" Gumam Ifa melihat sekeliling.


"Kamu menginginkan pesta pernikahan yang sepeti ini juga?" Bisik Bayu di telinga Ifa.


"Tentu saja. Semua gadis pasti menginginkan pesta pernikahan seperti ini. Yah, walaupun tak terlalu megah, tapi tetap bisa menjadi ratu sehari.. Wahhh.. Itu pasti sangat menyenangkan!" Seru Ifa antusias.


"Maka aku akan mewujudkannya. Aku akan buatkan resepsi pernikahan yang mewah untukmu. Sampai kamu tak akan pernah melupakannya seumur hidupmu." Ucap Bayu dengan suara dan tatapan lembut pada Ifa. Ifa sampai terdiam dan seakan terhipnotis dengan perkataan Bayu.


"Kak Bayu, apa'an sih?! Becanda mulu!" Seru Ifa sambil memukul pelan dada Bayu. Kemudian, Ifa meninggalkan Bayu dan bergabung dengan yang lain yang sedang menyapa beberapa teman lama.


"Haaahhh.. Kenapa aku dikira becanda?! Padahal aku sangat serius mengatakannya. Apakah, wajahku ini memang gak cocok dengan wajah serius ya?" Keluh Bayu sambil memegang keningnya dan menggelengkan-gelengkan kepalanya bingung.


Mereka semua menikmati acara dengan menyantap makanan yang sudah disediakan, ditemani alunan musik yang lembut. Di sana juga begitu banyak mereka bertemu dengan taman lama dari SMA, jadi sekaligus mereka reuni bercengkrama saling bertegur sapa. Tak terkecuali, banyak juga yang menatap keadaan Setya yang masih duduk di kursi roda.


Pandangan mencibir, kasihan, dan macam-macam pandangan lain bisa Setya dan Intan lihat di sorot mata orang-orang itu.


Tapi, kini Setya sudah kebal dan tak memperdulikan hal itu lagi. Waktu tiga tahun semenjak dia menggunakan kursi roda bukanlah waktu yang singkat untuk membuatnya terbiasa dengan tatapan seperti itu. Karna, baginya kualitas manusia tak bisa dilihat dari kondisi fisiknya. Lagipula, disampingnya ada Intan yang tak pernah sekalipun mengeluh atau meninggalkannya hanya karna kondisinya. Wanita tebaik yang dikirimkan Tuhan untuknya.


"Kak Setya tunggu disini gak apa-apa kan? Intan mau menyapa Dharma dan Linda dulu." Tanya Intan pada Setya.


"Pergilah. Aku gak apa-apa." Jawab Setya dengan senyuman diwajahnya.


"Ok. Aku akan segera kembali." Seru Intan sambil berlalu meninggalkan Setya. Setya menatap Intan dengan penuh cinta yang semakin menjauh darinya, tak lupa senyum manis selalu terukir di sudut bibirnya.


Intan naik ke atas pelaminan bersama Ifa dan beberapa teman lain. Disana terlihat Dharma dan Linda sedang duduk bersanding dengan wajah berseri. Aura mereka hari itu sangat berbeda dengan hari lainnya. Jelas sekali kebahagiaan terpancar dari mereka. Senyuman juga tak pernah lepas dari wajah mereka.


"Pak ketu, Linda selamat yaaa.. Semoga pernikahan kalian langgeng selamanya. Dan juga bisa cepat dapat momongan." Ucap Intan saat menyalami Dharma dan Linda secara bergantian.


"Terima kasih, Intan. Kamu dan kak Setya cepat menyusul. Nanti anak-anak kita bisa jadi teman seangkatan seperti kita dulu." Jawab Linda menyarankan.


"Hahaha. Baiklah, akan kami pikirkan." Ucap Intan dengan tawa sambil membayangkan perkataan Linda menjadi kenyataan.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan lempar bunga pengantin. Bagi yang belum menikah, mereka segera berdiri di depan pelaminan. Tentu saja Intan dan yang lain tak menyia-nyiakan momen itu.


"Kita lempar sekarang yaa.. 1 ... 2 ... 3 ...!!" Seru mc acara dan ... Bayu lah yang mendapatkan buket bunga pengantin itu. Semua terkejut dan tersenyum melihatnya.

__ADS_1


Bayu tersenyum dan menatap Ifa. Perlahan dia berjalan mendekati Ifa dengan pandangan yang tak lepas dari Ifa. Sampai ketika dia di depan Ifa, Bayu berlutut di depan Ifa sambil mengulurkan buket bunga itu. Ifa dan semua yang ada disana terlihat sangat terkejut.


"Kak Bayu ..?"


"Ifa ... Tak terasa supuluh 10 tahun kita bersama. Waktu yang sudah ku lewati bersamamu mengukir banyak kenangan indah yang menjadi bagian dari kehidupanku ... Hari ini aku serius mengatakan padamu, bukan hanya 10 tahun tapi aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersamamu ... Ifa, will you marry me?" Tanya Bayu dengan kesungguhan di matanya.


Ifa sangat terharu mendengar ucapan Bayu, matanya berkaca-kaca. Dia tak menyangka akan mendapatkan lamaran dari Bayu hari itu. Bahkan, Intan dan yang lain juga bisa merasakan ketulusan dan kesungguhan dari perkataan Bayu.


"Terima!"


"Terima!"


"Terima!"


Semua tamu undangan dan yang ada disana menyoraki Ifa untuk menerima lamaran Bayu. Tak terkecuali Intan. Dia juga sangat bersemangat agar Ifa menerima lamaran Bayu.


"Yes, of course." Jawab Ifa dengan senyum diwajahnya. Bayu segera bangkit dan langsung memeluk Ifa.


"Thank you ... Thank you, very much!!" Ucap Bayu senang. Kemudian, ia mengangkat Ifa dan memutarnya sekilas.


"Yey! Congretulation!"


"Selamat!!"


Semua tamu undangan menyoraki dengan bahagia, melihat pasangan yang akan segera menyusul mempelai yang sedang berbahagia hari itu. Bayu menurunkan Ifa dan mengambil kotak cincin dari saku jasnya. Dia mengambil cincin di kotak itu dan memakaikannya pada Ifa. Setelah itu, Bayu mencium tangan Ifa dengan sayang. Ifa juga memakaikan cincin di jari tangan Bayu juga.



...****************...


"Tadi itu sangat romantis.. Hah, Tasya juga ikut terharu mendengar lamaran kak Bayu." Imbuh Tasya tak kalah antusias.


Setya dan Dika hanya diam dan mendengarkan obrolan dua wanita kesayangan mereka itu. Sampai saat Tasya melontarkan pertanyaan pada Setya.


"Kak Setya, kapan mau melamar kak Intan lagi? Karir kalian sudah sukses. Umur kalian juga sudah cukup untuk menikah." Tanya Tasya dengan polosnya.


Intan sampai terkejut dengan pertanyaan Tasya, bebeda dengan Setya yang terlihat biasa saja, malah dia tanggapi dengan senyum kecil diwajahnya.


Kak Setya begitu tenang dan tak terkejut. Apakah kak Setya masih belum ada keinginan untuk melamarku lagi?


Apa karna penolakanku waktu itu, membuat kak Setya enggan melamarku lagi?


Intan melirik Setya di sampingnya yang terlihat begitu tenang. Intan menghela nafas sedih membayangkan apa yang dia pikirkan adalah sebuah kenyataan. Setya juga melirik Intan yang terlihat sedih. Bukannya merasa bersalah, Setya malah tersenyum melihatnya.


Hm, apa ya yang direncanakan Setya?🙄


...****************...


Malam hari di rumah Ifa.

__ADS_1


Setelah melamar Ifa dipernikahan Dharma dan Linda sebelumnya. Malam harinya, Bayu mengajak kedua orang tuanya ke rumah Ifa untuk membicarakan pernikahan mereka.


"Assalamu'alikum." Ucap Bayu dan keluarganya.


"Wa'alaikum salam. Silahkan masuk.." Sahut mama Ifa dengan ramah.


Mama Ifa sudah mengetahui lamaran Bayu, karna tadi saat Bayu mengantar Ifa pulang, Bayu sudah memberitahunya. Dan lamaran itu akan diperkuat dengan pertemuan keluarga. Sekaligus untuk menentukan tanggal pernikahannya.


"Akhirnya, setelah sekian purnama anak-anak kita akan bersatu dalam sebuah keluarga. Kita harus adakan pesta pernikahan yang meriah!" Seru mama Bayu antusias.


"Ma, untuk konsep pernikahannya biarkan Ifa saja yang memilih yaa. Bayu ingin mewujudkan pesta pernikahan sesuai keinginan Ifa." Ucap Bayu sambil menatap lembut ke arah Ifa.


"Oh, tentu saja. Tak masalah. Pokoknya, Ifa sayang. Kamu jangan memikirkan harganya. Kalau kamu suka, langsung bilang saja ke Bayu yaa.. Pokoknya pernikahan kalian harus meriah!" Seru mama Bayu mengingatkan.


"Baik tante ... Tapi, bagaimana kalau Ifa buat kak Bayu bangkrut?" Tanya Ifa bingung. Walaupun, mama Bayu mengatakan seperti itu, dia tetap merasa tak enak hati.


"Kalau dia bangkrut, dia harus kerja lebih giat lagi saja. Membahagikan kamu yang akan jadi istrinya adalah kewajibannya. Dan itu adalah hak kamu sayang." Ucap mama Bayu santai.


"Tapi ..."


"Mama benar. Membuat kamu bahagia adalah kewajibanku." Ucap Bayu dengan lembut.


Mama Ifa yang mendengar percakapan itu merasa sangat senang. Karna, putri satu-satunya bisa mendapatkan calon suami dan mertua yang sangat baik dan sangat menyayanginya. Mama Ifa juga berdo'a agar Ifa tak merasakan kegagalan rumah tangga sepertinya dulu.


"Mama kenapa diam aja?" Tanya Ifa bingung.


"Gak apa-apa sayang. Mama hanya senang kamu bisa mendapatkan calon suami seperti Bayu dan mertua yang baik dan sayang sama kamu. Mama harap, kamu gak akan mengalami hal yang mama alami dulu. Mama selalu mendo'akan yang terbaik untukmu, sayang." Ucap mama sembari mengusap kepala Ifa dengan penuh kasih sayang. Ifa merasa terharu dengan perkataan sang mama. Dia juga merasa sangat beruntung.


"Tenang saja, mom. Ifa sudah kami anggap seperti putri kami sendiri. Kami gak akan membiarkan Ifa bersedih." Ucap mama Bayu meyakinkan.


"Dan kami akan pastikan, kalau Bayu juga tak akan mengkhianati Ifa. Kami akan pastikan dia akan selalu membahagiakan Ifa." Imbuh papa serius.


"Terima kasih pak-bu. Saya titipkan putri saya pada kalian. Tolong jaga dan sayangi dia seperti anak kalian sendiri. Dia adalah permata dalam kehidupan saya." Ucap mama dengan senyuman diwajahnya.


"Tentu saja." Jawab mama Bayu dan diangguki juga oleh papa Bayu.


Ifa menghambur ke pelukan sang mama. Masih seperti ini, tapi dia sudah sedih saat membayangkan harus meninggalkan mamanya.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


...'Kebahagiaan itu selalu beriringan dengan pengorbanan. Jika ingin mendapatkan kebahagiaan yang besar, kita harus siap mengorbankan sesuatu yang besar pula'...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2