Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Hilang kendali


__ADS_3

Note :


Sebelum membaca, ada sedikit pesan dari author. Semua kejadian yang ada disini hanya karangan saja ya..


Kalau ada yang buruk jangan ditiru!


Siapkan emosi saat baca chapter ini. Maaf kalau sedikit mengecewakan🙏


...----------------...


Setelah mengantar Intan sebelumnya, Setya gak bisa tenang dan memutuskan untuk menunggu Intan di kafe yang tak jauh dari sanggar baca itu. Saat hujan mulai turun, Setya mencoba menghubungi Intan untuk menanyakan apakah sudah selesai atau belum. Tapi, gak ada jawaban dari Intan. Karena, waktu itu Intan sedang membantu mengamankan buku agar tak kehujanan.


Setya merasa semakin tak tenang. Perasaan takut dan cemas mulai menguasai dirinya. Akhirnya, Setya memutuskan untuk kembali ke sanggar baca dan menemui Intan secara langsung. Tapi, tak disangka saat ia tiba disana, Setya malah melihat Intan tengah memeluk Bagas dengan sangat erat. Kekhawatiran yang ia sembunyikan selama ini, seakan mulai merayap kepermukaan dan menjadi amarah.


"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya Setya dengan nada dingin dan sorot mata penuh amarah.


Setya bisa melihat Intan terkejut dengan kedatangannya. Dan dia juga melihat Intan langsung melepas pelukannya dari Bagas. Melihat itu Setya mengepalkan tangan kuat, berusaha menahan amarah yang mengusai dirinya.


"Ka-Kak Setya.. Ini bukan seperti yang kakak kira!" Ucap Intan yang merasa bersalah. Dia berusaha menjelaskan pada Setya, tapi ia hanya melihat kemarahan dari sorot mata Setya saat ini.


Bagaimana ini?! Apa kak Setya salah paham?!


Setya gak menjawab dan langsung menarik tangan Intan menjauh dari Bagas. Setya melihat jaket Bagas yang menggantung dibahu Intan. Dia mengambilnya lalu melemparkannya pada Bagas dengan keras. Intan sampai tersentak melihat itu.


"Kita pergi sekarang. Surveynya sudah selesai kan?" Tanya Setya dengan nada dingin. Intan mengangguk mengiyakan.


Intan cukup terkejut melihat Setya seperti itu. Ini kali pertamanya Setya berkata dengan nada dingin padanya. Intan cukup ketakutan dan merasa sangat bersalah. Dia sungguh gak bermaksud memeluk Bagas. Itu gerak reflek tubuhnya untuk mencari perlindungan karna sedang ketakutan.


Setya menggenggam tangan Intan dan menuntunnya ke mobil. Setya masih sama membukakan pintu mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk Intan. Tapi, bedanya Setya hanya diam dan auranya terasa sangat dingin. Berbeda dengan Setya yang biasanya. Setelah itu Setya juga masuk ke dalam mobil. Dia melepas jaketnya dan memakainnya ke Intan menjadi selimut. Kemudian, Setya mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan sanggar baca.


"Lho, temannya kemana? Saya sudah buatkan dua mie cup untuk kalian." Tanya ketua sanggar yang baru saja datang dengan nampan berisi mie cup dengan uap mengepul.


"Dia sudah dijemput jadi pulang lebih dulu." Jawab Bagas dengan senyum sopan.


Bagas mengingat sorot mata Setya tadi. Entah, kenapa dia merasa senang. Ia merasa sebentar lagi Intan akan kembali padanya.


Di dalam mobil, Intan masih diam dan gak mengatakan apapun. Dia beberapa kali melirik ke arah Setya yang tetap fokus mengemudi. Namun, jelas sekali terlihat rahang Setya masih mengeras, tanda dia masih emosi.


Bagaimana ini?! Kak Setya terlihat sangat marah. Aku memang bodoh! Kenapa aku bisa memeluk pria itu?! Huh! Bagaimana ini, apakah kak Setya membenciku sekarang?! ... Gumam Intan dalam hati. Dia memainkan kedua tangannya di balik jaket Setya dengan gugup.


Sampai, saat Setya membelokkan mobilnya ke arah kompleks rumahnya.


"Kak Setya, kenapa ke rumah kakak? Langsung saja antar aku pulang.." Ucap Intan pelan.


"Kamu basah kuyup. Kalau terlalu lama akan masuk angin. Jalanan cukup padat sekarang, jadi ke rumah aku dulu dan ganti baju. Nanti aku akan mengantarmu pulang." Ucap Setya dengan pelan. Nada bicaranya sudah tak sedingin sebelumnya. Intan hanya bisa menurut. Dia gak berani membantah.


Setelah masuk ke halaman rumah, Setya membukakan pintu mobil untuk Intan. Lalu, dia merangkul bahu Intan dan menuntunnya memasuki rumah. Rumah Setya tampak sepi hari itu. Biasanya, tante akan langsung menyambutnya saat mereka baru datang.


"Tante kemana?" Tanya Intan bingung.

__ADS_1


"Orang tuaku sedang keluar kota untuk menghadiri acara keluarga." Jawab Setya dan masih menuntun Intan menuju lantai dua.


Berarti, hanya ada kami di rumah ini?!


Intan merasa gugup, saat tahu kalau dirinya hanya berdua saja dengan Setya saat itu. Apalagi, dengan Setya yang masih marah seperti saat ini. Setya akan mengajak Intan ke kamarnya, tapi Intan menolak.


"Ehm, aku akan menunggu disini saja." Ucap Intan sambil duduk di sofa ruang tengah lantai dua.


"Baiklah. Aku akan mengambil baju ganti untukmu. Tunggu disini sebentar." Ucap Setya sembari masuk ke dalam kamar. Gak berselang lama Setya pun keluar membawa baju ganti untuk Intan.


"Ini baju paling kecil yang aku punya. Kamu bisa mengganti pakaian di dalam, aku akan menunggu disini."


"Iyaa.. Makasih.."


Intan segera memasuki kamar Setya dan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Intan sudah mengenakan pakaian yang diberikan Setya, walaupun Setya mengatakan ukurannya kecil, tetap saja itu kebesaran untuk Intan. Intan menatap wajahnya di cermin.


"Aku harus menjelaskan yang sebenarnya pada kak Setya. Aku gak bisa biarin kesalah pahaman ini berlarut-larut." Seru Intan penuh tekad. Setelah itu ia pun keluar dari kamar mandi dan mendekati Setya yang duduk termenung sendiri di ruang tengah.


"Kak Setyaa..." Panggil Intan pelan. Setya pun menoleh menatap Intan.


Intan melihat ada senyum samar di wajah Setya. Setya menarik tangan Intan dengan lembut untuk duduk disampingnya.


"Ternyata masih kebesaran ya.. Padahal ini baju terkecil ku." Ucap Setya sambil membantu Intan menggulung lengan bajunya yang membuat tangan Intan tak terlihat.


"Kak Setya..."


Intanpun menurut dan membelakangi Setya. Setya dengan telaten mngeringkan rambut Intan yang basah dengan menggunakan handuk.


"Maaf.." Ucap Setya lirih. Intan tertegun mendengar ucapan Setya yang sangat lirih itu.


"Kenapa kak Setya minta maaf?! Harusnya yang minta maaf itu aku. Maaf, aku reflek memeluknya tadi. Aku terlalu takut, karna tiba-tiba ada cicak yang jatuh dibahuku. Karna, terlalu kaget dan takut, aku tanpa sadar memeluknya. Maafkan aku.." Ucap Intan menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Setya.


Intan menatap dalam ke mata Setya, agar Setya bisa melihatnya kalau dia sedang berkata jujur saat ini. Setya menghela nafas panjang, saat mendengar penjelasan Intan. Dia sedikit merasa lega, setelah tahu kejadian yang sebenarnya. Tapi, kekhawatiran belum sepenuhnya menghilang dari hatinya.


"Iya, aku tahu.. Menghadaplah kesana, aku belum selesai mengeringkan rambutmu." Ucap Setya dengan senyum lembut. Intanpun menurut, ia mengira kalau Setya sudah gak marah dan salah paham lagi. Dia yakin, kalau Setya mempercayainya.


"Apa saja yang kalian lakukan tadi, kenapa bisa basah kuyup begini?" Tanya Setya disela aktivitasnya mengeringkan rambut Intan.


"Oh, itu. Ada ruangan yang atapnya bocor. Kami membantu untuk menyelamatkan buku-buku disana agar gak kehujanan. Tapi, sebagai gantinya kami yang harus kehujanan. Penampilanku begitu buruk kan? Aku merasa seperti kucing masuk selokan ya. Hehehe." Jawab Intan santai.


"Oh begitu. Dan dia sangat memanfaatkan keadaan dengan memberikan jaketnya padamu.." Ucap Setya pelan, wajahnya kembali menujukkan ketidak sukaan saat mengingat kejadian tadi.


"Dia kan selalu memanfaatkan kedaan kak. Aku sudah menolaknya tadi, tapi dia bersih keras untuk meminjamkannya padaku ... Sebelum itu dia juga mengungkit masa lalu kami lagi. Dengan mengingat kebersamaan kami disaat hujan ... Kalau kakak gak datang tadi, mungkin dia akan mengingatkan pada masa lalu lagi. Dulu waktu SMP aku juga pernah kejatuhan cicak. Dan sama aku reflek memeluknya, tapi karna dia gak siap, akhirnya aku malah jatuh menimpanya ..." Jelas Intan menceritakan kejadian tadi dan masa lalunya pada Setya.


Intan ingin Setya mengetahui hal-hal yang mungkin belum Setya ketahui. Ia gak ingin ada yang disembunyikan dari Setya. Hal sekecil apapun itu. Tapi, tanpa Intan tahu Setya semakin merasa buruk mendengar cerita Intan. Apalagi Intan yang menggunakan kata ganti 'kami' untuk dirinya dan Bagas. Lalu, Setya juga kembali teringat bagaimana Intan memeluk pria itu, gak hanya berhenti disana, Setya juga semakin merasa kesal saat membayangkan Intan jatuh diatas tubuh Bagas.


Setya juga kembali mengingat perkataan Bagas pada Intan, kalau dia gak akan menyerah sampai Intan belum sah jadi milik siapapun. Setya gak bisa membayangkan lagi, apa yang akan dilakukan Bagas lagi pada Intan. Perasaan khawatir yang menumpuk dalam hatinya, seketika meluap.


"Kak Setya??" Tanya Intan saat merasakan gerakan Setya yang mengeringkan rambutnya terhenti.

__ADS_1


Setya terdiam, saat itu ia gak sengaja menyingkap rambut Intan hingga menunjukkan leher jenjang Intan. Entah apa yang merasuki Setya, dia pun mendekati Intan dan mencium dengan keras leher Intan hingga meninggalkan bekas disana.


"Ahhh! Kak Setya, apa yang kamu lakukan?!" Pekik Intan yang terkejut dengan tindakan Setya itu. Setya tak menjawab, justru dengan cepat dia menarik wajah Intan dan menciumnya dengan paksa.


"Ehmm!! K-Kak!!" Seru Intan disela ciuman Setya.


Intan sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Setya. Setya tak pernah menciumnya seperti ini. Intan merasa ada yang gak beres dengan Setya. Dia berusaha melepaskan ciuman Setya dan memukuli dada Setya. Dia juga hampir kehabisan nafas, karna ciuman Setya itu.


"K-Kak Setya! Le-Lepaskan ak-aku!" Seru Intan. Akhirnya ciuman Setya terlepas. Dia menatap Setya dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang kakak lakukan?! Kenapa kak Setya begini?!" Tanya Intan meminta penjelasan.


"Aku gak suka! Aku gak suka kamu dekat dengan pria itu! Aku gak suka kamu menggunakan kata 'kami' untuk kata ganti kalian, seakan kalian memiliki hubungan dekat dan aku orang asing! Aku gak suka mendengar masa lalumu dengannya! Aku juga gak suka kamu memeluk pria lain!" Seru Setya mengeluarkan semua yang dia rasakan.


"Kak Setya, kenapa begini? Kakak kan tahu aku gak sengaja selalu ingin dekat dengannya. Kami kebetulan selalu satu kelompok. Aku menggunakan kata 'kami' karna kakak melarangku menyebut namanya. Aku juga gak sengaja memeluknya, itu karna aku ketakutan!" Jawab Intan berusaha menjelaskan.


"Tapi, kalian terlihat semakin dekat. Aku melihatmu gak terlalu risih lagi berada didekatnya. Bahkan, kamu juga dengan santai membicarakan masa lalumu dengannya! Aku gak suka!" Seru Setya tak suka. Saat ini emosi sedang menguasai dirinya. Setya kembali mencium Intan dengan paksa.


"Kak! Le-Lepaskan aku!" Seru Intan yang berusaha memberontak perlakuan Setya.


Setya terlalu emosi hingga tak mendengar ucapan Intan. Bahkan, tanpa sadar ia mendorong Intan hingga Intan terbaring di sofa dan Setya ada diatasnya. Intan masih berusaha memberontak. Dia memukuli tubuh Setya dengan keras. Intan tahu saat ini yang ada didepannya bukan lagi Setya yang dia kenal. Tanpa, sadar ingatan akan Irhas muncul kembali dalam ingatannya. Tubuh Intanpun mulai gemetar ketakutan.


Setya yang masih dikendalikan oleh emosinya masih mencium Intan dengan paksa. Perlahan ciuamannya turun ke leher Intan. Dia masih hilang kendali, sampai ia mendengar isak tangis dari bibir Intan. Setya pun menatap Intan yang sedang menangis dengan tubuh gemetar. Melihat air mata Intan, Setyapun akhirnya sadar. Dia segera bangkit dari atas tubuh Intan.


"Hikss.. Hikss.."


"I-Intan sayang.. Ma-Maafkan aku.. Aku ..." Ucap Setya yang sudah sepenuhnya sadar.


Setya merasa bersalah luar biasa pada Intan. Intan segera bangkit dari posisinya. Setya akan menyentuhnya, tapi Intan menghindar dari Setya.


"Pergi.!! Jangan dekati aku!"


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


'Mini Dialog'


Setya : "Thor, kamu ada dendam apa padaku sih?! Sekarang, pasti banyak yang kecewa padaku. Aku yang selama ini selalu membanggakan diri untuk melindungi Intan, sekarang justru aku yang menyakitinya! Huh, pasti akan banyak yang menghujatku"😓


Author : "Iya, maaf-maaf.. Gak ada maksud kok. Kamu kan juga manusia (manusia karangan. haha😂), salah sekali-kali gpp lah, hehe😁✌️ Aku paham rasa kecewamu, hanya karna takut kehilangan Intan itu kok. Reader juga kan?"🙄


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2