Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Kenyataan tak seindah harapan


__ADS_3

Setelah perundingan antara kedua keluarga, para orang tua sepakat untuk melakukan acara pertunangan tepat setelah Setya dan Intan menyelesaikan ujian akhir semester mereka. Acara pertunangan itu akan dihadiri oleh keluarga dan teman dekat saja. Keluarga Ifa dan Bayu juga diundang.


Tania, juga mendapat undangan karna dia teman dekat Tasya. Lalu, Intan juga mengundang pasangan Linda-Dharma, Toni-Putri, Robby dan tak lupa Bunga. Kalau dari teman barunya, dia mengundang Anisa dan Alex. Yah, walaupun dia sempat ada masalah dengan Alex, tapi karena Alex kakak Bunga, dan juga Alex sudah berubah, maka Intan memutuskan untuk mengundangnya.


...****************...


"Akhirnya, ujian sudah selesai. Huffttt.... Lelahnya." Seru Ifa dengan nada ceria.


"Kamu sudah berusaha keras, hasilnya pasti bagus." Ucap Bayu lembut sembari mengusap kepala Ifa dengan sayang.


"Tentu saja. Aku sudah latihan begitu lama. Saat praktek juga aku bernyanyi dengan sepenuh hati. Pasti bagus. Aku yakin!" Seru Ifa sembari mengepalkan tangan si udara dengan percaya diri. Bayu, Intan dan Setya yang melihat itupun tersenyum kecil.


"Bagaimana, dengan ujianmu?" Tanya Setya pada Intan.


"Cukup memuaskan juga. Aku bisa menjawab dan mempresentasikan dengan baik." Jawab Intan dengan mata berbinar.


"Wah, kamu sekarang gak gugup lagi kalau harus presentasi di depan umum, Tan?" Tanya Ifa antusias.


"Hm, awalnya masih begitu. Tapi, ketika aku gugup aku meyakinkan pada diriku sendiri dan juga berusaha membayangkan kalau aku sedang mengajar muridku nanti. Dan, yah itu berhasil." Jawab Intan dengan senyum lebar.


"Kamu hebat tuan putri. Perubahanmu begitu besar dari pertama kali aku mengenalmu. Kamu semakin dewasa seiring berjalannya waktu." Ucap Setya lembut.


"Ku rasa semua orang akan bertambah dewasa seiring dengan permasalahan hidup yang mereka hadapi." Jawab Intan dengan senyum kecil. Setya juga tersenyum membalas Intan. Dia ingin mengusap kepala Intan seperti biasanya, tapi dia tak bisa melakukan itu.


"Btw, Tan. Akhir pekan nanti kan sudah hari pertunanganmu. Kamu sudah memilih pakaian yang harus dikenakan belum?" Tanya Ifa penasaran.


"Belum sih. Mau berbelanja bersama?" Tanya Intan menawarkan.


"Boleh. Sekarang aja yuk! Aku mau refresh nih." Usul Ifa.


"Boleh saja." Jawab Intan santai.


"Baiklah, ayo!" Seru Ifa sembari bangkit dari duduknya dan menggandeng lengan Intan untuk segera pergi.


"Eits! Kalian berdua gak perlu ikut. Kami hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja!" Seru Ifa menoleh pada Bayu dan Setya yang juga akan mengikuti mereka.


"Kenapa sayang? Kok gitu?!" Tanya Bayu heran.


"Gak ada alasan khusus sih. Aku lagi pengen jalan berdua saja dengan Intan. Sudah lama kami tak menghabiskan waktu bersama. Jadi, tolong berikan waktu untuk kami, ok?!"


"Aku juga ingin memberi kejutan pada kak Setya. Kak Setya baru bisa melihat penampilanku ketika acara pertunangan nanti." Ucap Intan dengan senyum diwajahnya.


"Hm, baiklah ... Tapi, kami akan tetap mengantar jemput kalian ke mall." Ucap Setya dengab tegas.


"Antar aja, tapi gak usah dijemput. Setelah mengantar kami, kak Setya dan kak Bayu pulang saja." Jawab Ifa dengan tegas.


"Huh! Baiklah, iya." Jawab Bayu dengan helaan nafas pasrah.


Akhirnya, Setya dan Bayu pun mengantar Intan dan Ifa ke mall untuk berbelanja. Tapi, hanya sampai parkiran saja. Intan dan Ifa gak memperbolehkan Setya dan Bayu ikut masuk. Karna, kalau ikut masuk berarti sama saja mereka jalan bareng.


"Sudah ya, kakak-kakak tampan. Tolong biarkan kami sendiri. Kami ingin menghabiskan waktu berdua, seperti sebelum berpacaran dengan kalian." Ucap Ifa dengan senyum manis. Intan sendiri tersenyum geli melihat ekspresi wajah Setya dan Bayu yang terlihat cemberut.


"Baiklah. Tapi, hati-hati ya. Sesampainya kalian sampai rumah harus kabari kami." Ucap Setya dengan tegas.


"Iyaa." Jawab Intan dan Ifa serempak.


"Selamat menikmati hari tanpa pacar!" Seru Bayu dengan penuh penekanan.


Setelah itu dia memalingkan muka seakan kesal. Ifa sama sekali gak memperdulikan itu dan memilih berjalan masuk ke mall bersama Intan.


"Huh! Dia benar-benar mengabaikanku! Dia bersungguh-sungguh ingin menikmati hari tanpa pacar tampannya ini?!" Serh Bayu menatap kepergian Ifa yang terlihat senang.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja. Mereka juga punya kehidupan sendiri. Selama dihati mereka masih ada kita, itu bukan masalah." Jawab Setya dengan senyum diwajahnya.


"Haih, yang baru baikan nih kata-katanya bijak banget. Kau takut Intan akan menjauh lagi darimu, karna kau terlalu posesif kan?" Tebak Bayu sambil menatap Setya penuh selidik.


"Yah, jujur bisa dibilang begitu. Aku gak ingin membuatnya tertekan lagi. Aku gak mau kehilangan Intan. Sudah cukup pertengakaran kami kemarin. Aku gak mau lagi." Jawab Setya sambil menatap kepergian Intan dengan tatapan sendu. Bayu tak bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa menepuk-nepuk bahu Setya, seakan memberinya kekuatan.


Di dalam mall, Intan dan Ifa sudah berjalan bersama menyusuri berbagai toko pakaian disana. Tapi, belum ada satupun toko yang mampu menarik mereka untuk singgah.


"Fa, kamu sungguh hanya ingin berjalan berdua denganku saja? Biasanya kan kamu selalu ingin menempel pada kak Bayu?" Tanya Intan bingung.


"Yah, itu alasan lain sih. Sebenarnya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu ... Ehm, entah kenapa walaupun kamu sudah berbaikan dengan kak Setya, tapi hubungan kalian terlihat tak sehangat dulu. Apalagi, kamu. Aku gak pernah lagi melihatmu bermanja dengan kak Setya seperti dulu ... Yah, jujur itu mengganggu pikiranku. Kalian kan mau bertunangan.. Hm, apa kamu gak cinta lagi dengan kak Setya?" Tanya Ifa dengan hati-hati.


Intan menghentikan langkahnya, lalu dia bersandar dipagar pembatas sembari melihat orang berlalu lalang di lantai bawah mall yang terlihat dengan jelas.


"Ternyata kamu menyadarinya ... Bukan kamu saja yang merasakan itu. Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi, itu bukan karna aku gak mencintai kak Setya. Aku masih sangat mencintai kak Setya. Sangat! ... Tapi, kamu tahu kan ketika sebuah kaca retak, dia gak akan kembali seperti semula. Keretakan itu pasti akan meninggalkan bekas ... Aku memang sudah memaafkan kak Setya, tapi untuk langsung kembali seperti sebelumnya, aku masih perlu waktu juga. Dan mungkin lebih lama lagi dari sebelumnya ... Walapun begitu, aku yakin kak Setya gak akan meninggalkan aku. Seperti sebelumnya, kak Setya akan mengeluarkanku dari kegelapan ini." Jawab Intan dengan senyum kecil. Ekspresi wajahnya terlihat sangat lembut.


"Aku berharap hubungan kalian akan cepat kembali seperti semula. Apalagi, kesalahan kak Setya ini bukan karna dia tak mencintaimu, tapi justru karna sangat mencintaimu, sampai dia tak sadar sudah menyakitimu." Ucap Ifa sambil memeluk Intan untuk menenangkan sahabatnya itu.


"Makasih ya Fa. Kamu sudah selalu ada untukku. Dulu maupun sekarang." Ucap Intan dengan senyum tulus.


"Tentu saja. Bukan hanya untuk dulu dan sekarang, bahkan nanti aku akan selalu ada untukmu bersandar ... Jadi ... Traktir aku sebagai rasa terima kasih." Seru Ifa dengan mata berbinar .


"Dasar perusak suasana!" Gerutu Intan kesal. Tapi, dia tetap tersenyum.


"Hahahaha. Sengaja tahu."


Setelah itu mereka pun kembali melanjutkan jalan-jalan mereka. Membeli baju, makan bahkan menonton bioskop.


...****************...


Hari pertunangan.


"Kak Setya, ayo cepat kita berangkat nanti kita terlambat." Seru Tasya sambil memasuki kamar Setya. Setya baru saja berganti pakaian.



"Huh! Yang buat lama nanti juga kamu, bukan aku. Kamu kan masih perlu ke salon dulu." Ucap Setya sambil merapakin kembali jasnya.


"Mangkannya, ayo berangkat sekarang!" Seru Tasya sambil menarik tangan Setya agar segera berangkat. Mereka menuruni anak tangga dan berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Papa dan mama nanti langsung saja ke tempat acara. Aku dan Tasya akan menyusul setelah mengambil cincin tunangan dan mengantar Tasya selesai ke salon." Ucap Setya berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Baiklah. Hati-hati di jalan dan jangan sampai terlambat." Ucap mama memperingatkan.


"Baik ma." Jawab Setya dan Tasya serentak.


Kemudian, mereka segera menuju ke mall untuk melakukan keperluan mereka masing-masing. Tasya langsung ke salon langganannya dan sang mama. Sedangkan Setya langsung ke bagian perhiasan untuk mengambil cincin pertunangannya. Setya tersenyum melihat hasil jadinya. Ukirannya begitu indah. Setelah memberi tip pada sang pegawai, Setya segera menyusul sang adik yang masih berdandan di salon.


"Kamu masih lama?" Tanya Setya yang melihat Tasya baru duduk di kursi salon.


"Ini baru mau mulai kak. Tenang saja, sebentar kok. Masih jam segini juga." Jawab Tasya santai. Setya, hanya bisa pasrah dan memilih duduk dan membaca majalah untuk menunggu sang adik.


Di tempat lain, tamu undangan satu-persatu sudah mulai datang. Kafe tempat acara pertunangan Intan sudah disulap menjadi indah sekali. Dengan dekoran berbagai macam bunga menghiasi seluruh isi kafe.


"Waahh.. Kak Intan sangat cantik!" Seru Putri dan Bunga yang baru saja datang.



"Hehe. Makasih. Kalian, juga sama cantiknya kok." Jawab Intan dengan senyum diwajahnya.


"Tapi dimana kak Setya? Kami belum melihatnya." Tanya Bunga penasaran.

__ADS_1


"Kak Setya masih mengambil cincin pertunangan dan masih menunggu Tasya di salon. Sebentar lagi mereka pasti akan sampai."


Akhirnya, Intan menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan teman-temannya karna, sudah lama juga mereka tak bertemu.


"Oh, diluar hujan. Untung saja acaranya di dalam ruangan. Jadi, kita gak kebasahan." Ucap Ifa melihat hujan yang deras dibalik jendela kafe. Intan yang juga melihat itu pun mendekati para orang tua untuk menanyakan kabar Setya.


"Om-tante, apa belum ada kabar dari kak Setya dan Tasya? Di luar sedang hujan deras. Intan sedikit khawatir." Ucap Intan yang memang jelas terlihat sedang cemas. Bahasa tubuhnya terlihat tak tenang.


"Terakhir kali mereka bilang baru akan meninggalkan mall. Kamu coba telpon Tasya saja, untuk bertanya." Ucap tante lembut. Akhirnya, Intan pun menurutinya.


Setya dan Tasya sendiri saat ini sedang dalam perjalanan untuk menuju ke kafe tempat acara pertunangan. Mereka memang memilih kafe di ujung kota, untuk mencari pemandangan yang masih asri. Mereka tahu kalau Setya dan Intan lebih suka suasana yang masih asri seperti itu.


"Tuh kan kita terlambat, gara-gara kamu lama sekali." Gerutu Setya disepanjang perjalanan.


"Maaf ... Tasya juga gak nyangka kalau akan jadi selama itu." Jawab Tasya sambil menunduk sedih.


"Sudahlah, sudah terlanjur juga ... Apa kamu mau melihat cincin pertunangan kakak?" Tanya Setya mengalihkan suasana.


"Mau!" Jawab Tasya cepat dengan wajah berbinar.


Setya segera mengambil kotak cincin di saku jasnya dan memberikannya pada Tasya. Tasya membuka kotak cincin itu dan matanya langsung berbinar melihatnya. Begitu Indah.


..Alwayas with you..


"Wah, ada tulisannya juga, Cantik sekali." Seru Tasya dengan antusias.


"Tentu saja. Itu juga seperti do'a dan harapanku pada Intan. Agar hubungan kami selalu bersama, selamanya." Jawab Setya dengan senyum diwajajahnya. Tasya juga ikut tersenyum mendengar penjelasan Setya.


Kring ... Kring ... Kring


Suara ponsel Tasya berbunyi begitu nyaring. Tasya segera memasukkan cincin Setya ke dalam tasnya, setelah itu ia baru mengambil ponselnya dan terlihat nama Intan disana.


"Kak Intan?" Gumam Tasya sebelum mengangkat telponnya.


"Hallo, Tasya. Kamu dimana sekarang?" Tanya Intan setelah panggilannya diangkat.


"Kami masih di jalan kak. Maafkan Tasya ya, karna berdandan terlalu lama." Ucap Tasya merasa bersalah.


"Enggak masalah kok, kalian hati-hati saja ya di jalan. Gak perlu terburu-buru. Kami semua menunggu kok disini ..."


"Kak Setya awas!" Pekik Tasya dan ...


Brakkkk!!!!!!!


"Tasya?! Hallo, Tasya?! Tasya ada apa?! Hallo?!"


Seru Intan dengan panik setelah mendengar teriakan Tasya dan suara benturan yang sangat keras. Setelah itu telponpun terputus. Seketika kaki Intan terasa lemas sampai ia hampir terjatuh. Untung ayah dengan sigap menangkapnya.


"Sayang ada apa?!" Tanya ayah khawatir. Begitupun yang lain mulai mengelilingi Intan.


"Hikss ... Ka-Kak Se-Setya!! ... Hikss ... Sepertinya kecelakaan! ... Huhuhu ... Ayah bagaimana ini?! Kak Setya?! Kak Setya!!" Seru Intan dalam pelukan sang ayah.


Seketika semua orang disanapun terdiam dan sama terkejutnya. Mama Setya juga terlihat sangat terkejut, hingga lemas seperti Intan. Untung sang suami dengan sigap menopang tubuhnya. Dika juga sangat terkejut, mendengar kabar itu karna Tasya juga ada disana.


Kak Setya!!!


Tasya!!!


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2