Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Terkabulnya do'a Bayu


__ADS_3

Prok ... Prok ... Prok


Gemuruh tepuk tangan dan air mata haru terdengar dari semua tamu undangan yang datang setelah ayah menyelesaikan nyanyiannya. Intan berlari ke ayah dan memeluknya dengan erat.


"Terima kasih ayah, Intan sayang ayah ... Intan akan selalu jadi putri kecil ayah, kapanpun itu." Ucap Intan dan pelukan sang ayah.


"Ayah juga akan selalu jadi ayahnya Intan. Ayah juga sayang sama Intan." Jawab ayah sambil membalas pelukan sang putri. Ayah mencium puncak kepala Intan dengan sayang.


"Ayah mau berdansa dengan Intan?" Tanya Intan pada sang ayah.


"Dengan senang hati sayang." Jawab ayah dengan senyum diwajahnya.


Ayah dan Intan pun memulai dansa pertama mereka. Semua orang menatapnya dengan haru. Sampai saat lagu habis, ayah menuntun Intan mendekati Setya. Ayah meraih tangan Setya dan menyatukannya dengan Intan.


"Setya, sekarang ayah pasrahkan putri ayah padamu. Tolong jaga dia baik-baik. Selalu buat dia bahagia." Pesan ayah pada Setya.


"Tentu ayah." Jawab Setya dengan senyum di wajahnya. Intan tak bisa menahan tangisnya dan kembali memeluk sang ayah.


"Jangan menangis sayang. Hari ini hari bahagia Intan. Jadi tersenyum lah." Ucap ayah sambil mengusap air mata Intan. Intan mengangguk mengerti. Setya pun mendekati Intan dan memeluk bahunya.


"Pergilah bersama suamimu sayang." Ucap ayah lembut.


Intan pun mengangguk dan bergandengan bersama Setya ke tengah panggung untuk berdansa bersama. Ayah mengawasi Setya dan Intan dari jauh dengan senyum hangat. Bunda mendekati ayah dan memeluk lengannya.


"Kamu hebat sayang. Kamu adalah ayah terbaik untuk anak-anak." Puji bunda dengan senyuman diwajahnya.


"Kamu juga ibu terbaik bagi mereka." Ucap ayah dengan semyum lembut.


"Ayah.. Apa boleh Ifa berdansa dengan ayah juga?" Tanya Ifa yang mendekati ayah untuk menghiburnya.


"Tentu saja sayang. Ayo." Jawab ayah dengan senyuman.


"Tante mau berdansa dengan Bayu?" Tanya Bayu mendekati bunda.


"Haha. Sebuah kehormatan untuk tante, bisa berdansa dengan laki-laki tampan sepertimu, Bayu." Jawab bunda menggoda.


"Hahaha. Tante bisa saja deh."


Akhirnya, satu persatu tamu undangan mulai berdansa mengikuti Intan dan Setya. Intan tersenyum melihat sang ayah yang juga tersenyum.


"Kamu pasti sangat bahagia, bisa memiliki ayah seperti itu ya sayang?" Puji Setya dengan senyum lembut.


"Tentu saja. Ayah adalah ayah terbaik sedunia bagi Intan." Jawab Intan dengan bangga.


"Iya aku setuju. Jelas sekali kalau ayah sangat menyayangimu. Aku bahkan masih terkejut saat melihat ayah berhasil merelakanmu. Aku gak bisa bayangin ada diposisi ayah ... Bahkan, sekarang aku sudah banyak berpikir, bagaimana kalau anak kita nanti perempuan. Apakah bisa aku menjadi ayah terbaik seperti ayah? Aku juga takut, aku takkan bisa melepaskannya." Ucap Setya dengan senyum kecil.


"Kita masih belum tahu anak kita nanti laki-laki atau perempuan kak. Tapi, baik laki-laki atau perempuan. Aku yakin, kalau kamu akan jadi ayah terbaik untuk anak-anak kita nanti." Ucap Intan dengan senyuman diwajahnya.


"Iya sayang. Baik laki-laki atau perempuan aku akan memastikan kebahagiaan mereka juga ... Cup!" Ucap Setya lembut sembari mencium bibir Intan sekilas.


"Kak Setya, ih! Disini banyak orang!" Seru Intan merasa malu. Bisa dilihat beberapa tamu undangan yang tersenyum malu melihat Setya yang mencium Intan.


"Memang kenapa? Sudah halal juga, ayah juga gak bakal marah ke aku ... Aku sudah menunggu selama 4 tahun untuk bisa menciummu lagi sayang. Sekarang, aku akan menciummu sepuasku. Setiap hari. Hehe." Ucap Setya dengan nada menggoda.


"Ih, kak Setya! Ya masak mau setiap hari sih?!"


"Kenapa memangnya. Gak ada yang melarang, tuh. Pokoknya setiap hari aku minta cium."


"Duh, iya-iya deh. Suka-suka kak Setya!" Seru Intan supaya topik itu segera selesai. Beberapa orang yang berdansa dekat mereka sudah menahan geli menahan obrolan pengantin baru itu.


"Makasih sayang. Muach ... Oh ya sayang, kamu gak lagi kedatangan tamu kan?" Tanya Setya memastikan setelah mencium sekilas pipi Intan.

__ADS_1


"Eng-Enggak ..."


"Yess!!" Seru Setya senang. Intan sampai malu melihatnya. Dan sekarang, dia menjadi gugup.


"Bersiaplah sayang, aku akan memakanmu nanti." Bisik Setya pada Intan dengan nada menggoda. Intan sampai tersipu mendengarnya.


Apa yang mau dilakukan kak Setya?!


Tanpa ada yang menyadari, dari kejauhan Bagas mengamati pesta pernikahan Intan dan Setya. Bagas memang gak diundang, tapi dia juga tahu kalau hari itu hari pernikahan Intan. Mangkannya dia datang walau dari kejauhan.


"Kamu terlihat sangat bahagia Intan. Sekarang, aku akan benar-benar menyerah untukmu. Kamu sudah memberikan akhir yang sama seperti diriku dulu. Penolakan ... Sekarang aku mengerti, rasanya penyesalan saat sudah kehilangan. Kesalahanku telah menyia-nyiakanmu dulu. Andai dulu aku tak menolakmu, mungkin senyum itu akan hanya tertuju padaku ... Semua sudah berkahir sekarang. Kamu sudah berbahagia bersama lelaki pilihanmu dan dia sangat mencintaimu. Ku harap kalian bisa selalu bahagia. Intan selamat tinggal .." Ucap Bagas dengan terus menatap Intan yang terlihat sangat bahagia malam itu.


Bagas sudah merelakan Intan, semanjak perkataan ayah Intan di rumah sakit waktu itu, Bagas menjadi tahu kalau dirinya tak bisa masuk dalam hubungan Intan dan Setya. Dan jalan satu-satunya adalah melepaskan perasaannya pada Intan.


...****************...


Malam semakin larut dan para tamu undangan mulai meninggalkan acara. Keluarga besar juga sudah akan meninggalkan tempat acara. Setya menatap Bayu dengan senyum kemanangan.


"Kenapa kau terus menatap dan tersenyum seperti itu padaku?!" Tanya Bayu heran.


"Gak apa-apa." Jawab Setya santai.


"Jangan bahagia dulu. Liat aja nanti. Siapa tahu do'aku akan terkabul." Seru Bayu sambil memutar bola matanya jengah. Setya mengabaikan itu dan tetap tersenyum.


"Kalian besok pagi jadi langsung ke bandara?" Tanya ayah memastikan pada Intan dan Setya.


"Iya ayah. Jadi, disini saja kami berpamitan. Ayah dan semuanya gak perlu lagi mengantarkan kami besok. Kami akan mengabari lewat telpon saja." Jawab Setya dengan senyuman.


"Baiklah kalau begitu. Kalian semua hati-hati ya. Jangan lupa selalu kabari kami walaupun kalian sedang ingin berdua saja." Ucap ayah mengingatkan pada kedua pengantin baru itu.


"Baik ayah!"


Setelah memberikan wejangan, akhirnya semua mulai meninggalkan Intan dan Setya sendiri. Pengantin baru itu segera menuju ke kamar hotel yang sudah dipesan sebelumnya.


"Mandi bersama yuk?" Bisik Setya di telinga Intan. Hal itu langsung membuatnya merinding. Intan berbalik menatap Setya dan dengan cepat dia mencium pipi Setya.


"Gak mau! Aku mau mandi sendiri." Seru Intan sambil berlari masuk ke kamar mandi, saat Setya melepaskan pelukannya karna ciuman dari Intan sebelumnya.


"Sayang kamu curang!" Seru Setya dari luar kamar mandi. Intan terkeleh geli di dalam kamar mandi mendengar keluhan suaminya.


Dasar kak Setya! Dia jadi liar sekali.


Setya menunggu Intan di luar kamar mandi dengan tak sabar. Dia terus mondar-mandir di depan kamar mandi. Suara air shower di dalam kamar mandi membuatnya semakin tak tenang.


"Sayang, kamu masih lama?" Tanya Setya sambil menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"Iya sebantar." Jawab Intan kesal. Pasalnya, Setya berulang kali bertanya hal yang sama sepeti itu.


Akhirnya, Intan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi dan rambut basah. Setya, sampai terpana melihatnya. Ini pertama kali Setya melihat penampilan Intan yang seperti itu. Melihat Setya yang terus menatapnya, membuat Intan menjadi gugup.


"Aku bantu keringin rambutmu dulu. Sini .." Panggil Setya yang menyuruh Intan duduk disampingnya di tepi ranjang. Intan menurut dan duduk disamping Setya.


"Menghadaplah kesana." Perintah Setya sekai lagi. Intanpun menurut dan membelakangi Setya.


Kemudian, perlahan Setya mengambik handuk dari tangan Intan dan mengeringkan rambut panjang istrinya dengan lembut. Bisa Setya lihat leher jenjang Intan. Setya menelan salivanya dengan susah payah.


"Sayang, kamu sangat harum." Ucap Setya lembut ditengkuk Intan. Intan sampai terjingkut karna kaget. Intan bisa merasakan nafas Setya di tengkuknya.


"Aahh.. Kak Setya .." Pekik Intan saat Setya mencium lehernya dengan keras. Sama seperti dulu. Tapi, entah kali ini Intan tak merasa takut.


Setya membalikkan tubuh Intan untuk menghadapnya, perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Intan. Intan tak menghindar sampai bibir mereka menyatu. Intan bisa merasakan ciuman Setya yang sangat lembut. Berbeda dengan ciuman Setya terakhir kali. Ciuman kali ini membuat Intan merasa sangat dicintai.

__ADS_1


"Aku mandi dulu yaa.. Tunggu aku .." Ucap Setya lembut sambil menatap Intan. Setya juga ingin terlihat keren dan wangi dihadapan Intan. Intan mengangguk mengiyakan.


Setelah itu, Setya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket seharian. Sesekali dia bersenandung riang. Senyum terus terukir dibibirnya. Setelah selesai dia menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh. Baru setelah itu dia keluar dari kamar mandi.


"Sayang aku dat ... ang."


Ucapan Setya terhenti saat melihat Intan sudah tertidur diatas ranjang. Setya segera mendekati Intan.


"Sayang? Kamu sudah tidur? Kamu gak lagi bercanda kan?" Tanya Setya dengan menggoyangkan tubuh sang istri dengan pelan.


Perlahan Intan membuka matanya dengan susah payah. Menunjukkan kalau Intan memang sangat lelah dan mengantuk.


"Mmmm.. Kak Setya sudah selesai mandinya? Gumam Intan setengah sadar. Melihat itu Setya jadi tidak tega untuk membangunkan Intan. Akhirnya, Setya mengalah dan membenarkan posisi tidur sang istri dan menyelimutinya. Lalu, Setya juga ikut berbaring di sebelah Intan sambil terus memandangi wajah Intan yang sudah terlelap.


"Kalau kamu begini, mana tega aku bangunin kamu untuk memakanmu sayang? Hmmm.. Kali ini aku akan membiarkanmu. Tapi, gak ada esok hari lagi." Ucap Setya sambil membelai wajah Intan yang sama sekali tak terbangun dengan sentuhan Intan.


"Good Night, my wife.." Ucap Setya kemudian mencium kening Intan dengan sayang. Dia juga membawa Intan ke dalam pelukannya.


Bayu kau pasti senang. Do'amu terkabul


Flashback On


"Hallo, ada apa? Aku gak menyangka akan mendapatkan telpon darimu sekarang." Tanya Setya setelah mengangkat panggilan dari Bayu.


"Aku menelponmu juga karna terpaksa. Kau pernah membelikan keperluan Intan saat dia kedatangan tamu gak?" Tanya Bayu tanpa basa-basi.


"Kenapa kau bertanya itu padaku saat ini? Apa jangan-jangan istrimu lagi kedatangan tamu ya? Hahahahaha." Ejek Setya dengan tertawa puas.


"Berhenti mengejekku. Katakan saja kau pernah membelikan untuk Intan tidak?! Ifa memintaku membelikan keperluannya. Tapi, ini aku sangat bingung sekarang. Begitu banyak model dan merk. Aku harus beli yang mana?!" Tanya Bayu bingung sambil menatap rak berisi keperluan sang istri.


"Hahahahaha. Maaf-maaf. Aku tak bisa menahan tawaku. Aku gatau soal begitu juga. Intan tak pernah menyuruhku membelikan keperluannya padaku. Dia selalu siap sedia dimanapun berada. Baginya, keperluan seperti itu gak pantas kalau kita yang beliin. Waktu itu sih karna status kita masih pacaran. Itu privisi wanita katanya." Jawab Intan mengingat perilaku Intan yang selalu berhati-hati dengan hal seperti itu.


Walaupun pacaran Intan masih memberikan batas apa yag pantas dan tidak pantas dalam hubungannya saat itu. Bagi Intan, status pacaran masih belum pantas untuk merepotkan pria membelikan keperluan semecam itu. Walaupun itu terlihat romantis.


"Ehm, Intan benar juga sih. Tapi, aku harus giman dong ini?" Tanya Bayu bingung.


"Ya, telpon aja istrimu. Tanya dia biasa pakai yang mana. Daripada kau terus bingung. Membelikan semuanya juga nanti mubazir, karna gak kepakek. Setahuku setiap wanita itu beda, kecocokannya. Yah, aku pernah denger obrolan Tasya dan mama sekilas sih." Jawab Setya dengan santai.


"Baiklah, kalau gitu. kau benar. Aku akan menelpon Ifa saja. Gak guna aku menghubungimu."


"Ada gunanya kok. Aku bisa meledekmu! Hahahaha" Seru Setya dengan tawa puas.


"Dasar! Aku do'ain besok kau juga akan gagal." Seru Bayu, kemudian langsung menutup telponnya.


Flashback Off


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Info :


Gaess, maaf ya mulai besok "Cinta Terbaik" Updatenya berubah lagi. Sehari satu chapter aja. Soalnya, author lagi sibuk persiapan KKN. Jadi, waktu menulis juga gak banyak.. Maaf yaa..


Author akan tetap usahakan, kalo ada waktu lebih author akan double up.

__ADS_1


Minta pengertiannya ya gaess. Makasih🙏


...----------------...


__ADS_2