
"Hikss.. Hikss.."
"I-Intan sayang.. Ma-Maafkan aku.. Aku ..." Ucap Setya yang sudah sepenuhnya sadar.
Setya merasa bersalah luar biasa pada Intan. Intan segera bangkit dari posisinya. Setya akan menyentuhnya, tapi Intan menghindar dari Setya.
"Pergi.!! Jangan dekati aku!"
Seru Intan marah dengan derai air mata dan tubuh yang masih gemetar. Bukan hanya teringat akan Irhas, tapi Intan juga sangat kecewa dengan perbuatan Setya. Dia juga sangat sedih karna Setya tak mempercayainya. Setya tertegun mendengar perkataan Intan. Hatinya terasa sakit, mendengar itu. Tapi, memang semua ini kesalahannya.
"Sayang.. Aku salah.. Tapi, tolong jangan tinggalkan aku!" Pinta Setya dengan nada putus asa. Dia berusaha meraih Intan, tapi Intan menepis dengan keras tangan Setya.
"Aku kecewa pada kak Setya!" Seru Intan sembari mengambil barang-barangnya dan berlari meninggalkan Setya.
"Intan!! Arghh!! ... Apa yang kau lakukan Setya!! Kau gak ada bedanya dengan binatang! Dasar brengsek kau Setya!" Teriak Setya emosi, dia mengumpat pada dirinya sendiri.
Kesalahannya kali ini sangat besar. Dia sudah menyakiti Intan dengan sangat parah. Setya mengingat wajah Intan yang penuh dengan air mata, begitu juga tubuhnya yang gemetar. Setya, seakan teringat saat kejadian Irhas dulu.
"Sial.!! Aku pasti mengingatkan Intan akan kenangan buruk dengan pria brengsek itu! Ah, aku juga sama brengseknya! ... Intan akan baik-baik aja kan?! Enggak, dia harus baik-baik saja! Jika, terjadi sesuatu padanya aku gak akan memaafkan diriku sendiri.!!" Seru Setya sambil berlari mengejar Intan. Setya mulai panik dengan keadaan Intan saat ini.
Sebelumnya, Intan segera berlari keluar dari rumah Setya. Dia terlihat sangat kacau dengan wajah sembab dan rambut berantakan. Tubuhnya masih gemetar ketakutan, mengingat perlakuan Setya padanya barusan.
"Dia bukan kak Setya! Kak Setya yang ku kenal gak seperti itu!" Gumam Intan disela isak tangisnya. Pikirannya masih kacau saat itu.
"Intan!" Panggil Setya yang berlari ke arahnya. Intan terlihat ketakutan juga panik. Untung saja saat itu ada taxi yag melintas. Dengan cepat Intan menghentikan taxi itu dan masuk ke dalam.
"Intan! Jangan pergi. Dengarkan aku dulu! Maafka aku!" Seru Setya sambil menggedor kaca taxi agar Intan mau keluar untuk menemuinya.
"Tolong, cepat jalan pak!" Pinta Intan pada sopir taxi yang terlihat kebingungan dengan keadaan saat itu. Tapi melihat keadaan Intan, sang sopir pun segera melajukan taxinya meninggalkan Setya. Intan melihat sekilas Setya dari kaca spion.
"Hikss ... Hikss ..."
Intan kembali menangis dengan buruk. Dia ketakutan, tapi lebih dari itu. Hatinya terasa sangat sakit mengingat apa yang Setya lakukan. Untuk pertama kalinya, Setya tak mempercayainya. Rasa kecewa, marah, sedih dan takut bercampur menjadi satu. Dan Intan hanya bisa menangis mengingat itu semua.
"Mbak, apa kita laporkan saja pria tadi? Sepertinya dia sudah menyakiti mbaknya. Mbak gak apa-apa kan?" Tanya sopir taxi sopan. Dia, melihat keadaan Intan yang sangat kacau dari spion.
"Terima kasih pak ... Tapi, enggak perlu. Kami hanya bertengkar saja." Jawab Intan dengan senyum dipaksakan.
Walau aku kecewa dengan kak Setya ... Tapi, aku juga gak mau melaporkannya ... Atau bahkan memberitahu ayah. Aku takut, kalau memberitahu ayah. Hubunganku dan kak Setya akan benar-benar berakhir. Aku masih gak mau itu!! ... Tapi, aku juga gatau harus bagaimana sekarang?!
"Baiklah kalau begitu. Kalau boleh tahu, kita mau kemana ini mbak? Tadi, mbaknya belom kasih tahu kita mau kemana." Tanya supir taxi bingung.
__ADS_1
"Oh iya maaf pak ... Ehm, tolong antarkan saya ke kompleks perumahan X aja ya pak."
Intan gak berani pulang dengan keadaan seperti itu. Pasti orang tuanya akan sangat khawatir. Apalagi sang ayah. Akhirnya, dia memutuskan untuk ke rumah Ifa. Saat itu, Ifa juga baru saja sampai di rumah diantar oleh Bayu.
"Kak Bayu, masuk dulu. Aku buatkan minum." Ucap Ifa sambil menggandeng manja lengan Bayu.
"Ada siapa di rumah?" Tanya Bayu memastikan.
"Mama masih kerja, kan kakak tahu kalau pulangnya malam. Rehan, paling sebentar lagi pulang. Ada apa?", Tanya Ifa bingung.
"Gak apa-apa. Kalau begitu, aku menunggu di ruang tamu saja." Jawab Bayu lembut sembari mengusap kepala Ifa dengan sayang.
Ifa tersenyum kecil mendengar ucapan Bayu. Dia tahu, Bayu hanya akan masuk lebih dalam kalau ada orang lain di rumah Ifa. Setelah itu, Ifa segera menuju ke dapur dan membuatkan minuman untuk Bayu.
"Nih, aku buatin jus buah naga. Kebetulan, mama beli banyak kemarin. Oh ya, ini juga cobain cookies buatanku, aku kemarin iseng buat. Kalau enak, aku mau berikan ke tante." Ucap Ifa dengan antusias.
"Baiklah, aku akan mencobanya." Ucap Bayu sembari mengambil satu buah cookies di dalam toples. Setelah mencicipnya Bayu terdiam beberapa saat dengan alis mengerut.
"Gimana rasanya? Gak enak ya? Kenapa wajah kakak seperti itu?" Tanya Ifa penuh harap. Dia memang belum mencobanya sendiri. Karna, terlalu takut dengan rasanya.
"Hm, aneh sekali.. Ini beneran kamu yang buat?"!Tanya Bayu dengan menatap Ifa yang melihatnya penuh harap disebelahnya.
"Iya, aku membuatnya sendiri. Ada apa? Apakah rasanya benar-benar parah?" Tanya Ifa sambil mencoba sendiri cookies buatanya.
"Emang enak kok. Siapa yang bilang gak enak. Kan aku cuman bilang aneh, padahal buatan pertama tapi uda seenak ini." Jawab Bayu dengan senyum diwajahnya.
"Ih, kak Bayu ngeselin! Awas yaa.." Seru Ifa sambil menggelitiki Bayu.
"Hahaha. Ampun! Ampun! Maafkan aku! Hahaha." Seru Bayu yang merasa geli.
"Aku gak akan maafkan kakak! Rasakan ini." Seru Ifa yang masih terus menggelitki Bayu. Tapi, gerakannya terhenti saat melihat Intan berdiri di depan pintu rumahnya dengan penampilan yang kacau.
"Intan? Ada apa?" Tanya Ifa yang segera berjalan mendekati Intan. Bayu juga melihat kedatangan Intan dengan heran.
"Ifa ... Hikss ... Hikss ... Huaaaa!!"
Tangis Intan kembali pecah. Dia segera memeluk Ifa dan menumpahkan semua yang ia pendam tadi. Ifa sangat terkejut saat melihat kondisi Intan saat itu. Begitu juga Bayu, dia juga segera bangkit dari duduknya karna bingung dengan kondisi Intan saat itu.
"Intan ada apa? Apa terjadi sesuatu? Kenapa penampilanmu begini? Katakan padaku!!" Seru Ifa yang sangat khawatir.
"Apa Setya tahu keadaanmu? Aku akan bilang padanya kalau kamu disini, ya?" Ucap Bayu yang akan menghubungi Setya.
__ADS_1
"Jangan! Jangan menghubunginya! Jangan kasih tahu aku disini, ku mohon! ... Dia ... Dia bukan kak Setya! Kak Setya gak seperti itu! Huhuhuhu.." Seru Intan sambil merampas ponsel Bayu.
Setelah itu tubuhnya merosot dan dia jatuh terduduk. Bayu dan Ifa sangat terkejut melihat itu. Mereka memang gatau apa masalahnya, tapi mereka yakin kondisi Intan saat itu pasti ada hubungannya dengan Setya.
"Intan ada apa sebenarnya? Bukan kak Setya gimana? ... Ceritakan padaku ya?" Pinta Ifa yang ikut duduk dan memeluk Intan lagi.
Akhirnya Intan pun menurut pada Ifa. Ifa membawa Intan ke meja makannya, disana Ifa memberikan minum pada Intan agar lebih tenang. Setelah keadaan Intan cukup tenang, dia pun mulai menceritakan kejadiannya pada Ifa. Bayu juga ikut mendengarkan dari kejauhan.
"Haahh! Kak Setya sungguh melakukan itu?!" Seru Ifa tak percaya. Dia juga merasa sangat terkejut setelah mendengar cerita Intan. Intan hanya mengangguk dengan lemah. Ifa menatap Bayu seakan meminta pendapat.
"Setya, dia ... Mungkin kehilangan kendalinya tadi. Bukan karna dia bermaksud jahat. Tapi, karna dia merasa khawatir kehilanganmu, Tan ... Sebenarnya, akhir-akhir ini Setya sangat cemas akan hubunganmu dengan si masa lalumu itu. Tapi, dia gak mengatakannya padamu dan memilih memendamnya sendiri. Dia gak ingin membuatmu khawatir juga. Ku rasa tadi, perasaan yang dia pendam akhirnya meledak." Ucap Bayu menjelaskan apa yang dia tahu.
"Tapi, bukankah perilaku kak Setya sudah keterlaluan? Apa kak Bayu juga akan melakukan itu padaku, kalau saja aku yang ada diposisi Intan?" Tanya Ifa denga nada tajam.
"Ehm, sebenarnya aku gak bisa langsung menjawab tidak Ifa. Aku gak ada diposisi Setya, jadi aku gatau apa yang dia rasakan. Lalu, apa saja dorongan yang membuat dia seperti itu. Tapi aku yakin ada alasannya. Karna, kalian juga tau kan bagaimana karakter Setya selama ini?"
Ifa terdiam mendengar penjelasan Bayu. Bayu benar, mereka memang gak bisa langsung menghakimi Setya. Karna, mereka gatau keseluruhan kisahnya dan bagaimana perasaan Setya saat itu. Intan sendiri masih diam saja, Ifa yakin saat ini Intan masih sangat syok dengan sisi lain Setya. Bahkan, tadi Intan mengatakan itu bukan Setya.
"Bagaimanapun keadaannya, harusnya dia gak melakukan itu pada kak Intan!!"
Bayu, Ifa dan Intan segera menoleh ke sumber suara. Mereka terkejut saat melihat Dika, Rehan, Tasya dan Tania ada disana.
"Dika..?" Gumam Intan pelan. Intan bisa melihat Dika yang penuh emosi saat itu.
.
.
.
Bersambung..
(Chapter selanjutnya update jam 17.00 WIB ya)
...----------------...
'Mini Dialog'
Setya : "Thor, aku gak terima! Kenapa dichapter ini aku merasa jadi cowok brengsek banget ya?! Padahal aslinya kan aku tuh baik dan beneran cinta sama Intan. Aku gak bakalan nyakitin dia!π Saat itu aja aku hilang kendali gara-gara kekhawatiran yang menumpuk padanya, dan itu juga karnamu thor!π‘... Pokoknya, aku gak terima nama baikku kamu rusak thor!"π€
Author : "Duh bawel banget sih! Iya-iya, ini salahku. Salahkan aja aku!π ... Tuh, uda ku sampaikan ke reader juga. Jadi jangan marah-marah teruss!"π
__ADS_1
>> Jangan hujat Setya terlalu dalam ya guys, ntar aku diomelin terusπ΅<<
...----------------...