Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Kak Setya sangat mengenalku, maka dari itu dia memilihku.


__ADS_3

Waktu terus berputar. Kebaranian Intan akhirnya membuahkan hasil. Dia sudah berhasil membungkam mulut gadis-gadis yang mengatakannya tak pantas bersama Setya. Ya, walau masih ada beberapa tapi, kini gadis-gadis itu seperti mulai menerima keadaan bahwa Setya dan Bayu memang sudah memiliki kekasih.


Hari itu pelajaran olah raga yang kebetulan adalah kelas renang. Tak perlu menunggu akhir pekan atau menyewa kolam renang. Karna, sekolah mereka sendiri memiliki kolan renang untuk kelas renang.


Setelah berganti pakaian mereka segera kembali berbaris di tepi kolam renang untuk melakukan pemanasan.


"Wah, Indah memang sangat cantik. Dia terlihat seksi dengan pakaian renang itu." Bisik teman-teman lelaki kelasnya.


"Benar. Kak Indah memang sangat cantik. Pantaslah jadi primadona sekolah." Timpal teman lelaki kelasnya.


"Lihat disana pacar Setya dan Bayu. Wajahnya lumayan sih, tapi body nya masih kalah jauh lah dengan Indah." Bisik teman lelaki Indah lagi. Ifa cukup emosi mendengar itu, sedangkan Intan acuh tak acuh.


"Apa yang barusan kau katakan tentang kekasihku, huh?!" Seru Bayu marah. Dia juga mendegar bisikan teman sekelasnya pada Intan dan Ifa. Dia tak terima.


Setya, sendiri sebenarnya marah namun, dia memilih diam karna dia melihat Intan sangat acuh terhadap perkataan itu. Ia melihat itu adalah sikap dewasanya Intan yang tak mau mengambil pusing omongan orang, sehingga membuat dirinya merasa tidak terlalu penting untuk mengurusi orang-orang yang hanya memandang fisik saja seperti itu. Setya, akan baru bertindak jika perkataan mereka sudah lebih keterlaluan lagi.


"Aku hanya mengatakan fakta!" Seru Tufail membela diri.


Keributan itu tentu saja diketahui oleh Ifa dan Intan, bahkan menjadi tontonan para murid yang ada disana. Setya berusaha melerai Bayu yang terlihat marah dan ingin menghajar Tufail.


"Bay, hentikan. Sekarang sedang pelajaran, guru akan segera datang." Seru Setya menasehati.


"Kak Bayu, hentikan aku tidak apa-apa." Ucap Ifa sambil memegangi tangan Bayu yang ingin menghajar Tufail itu.


Rini yang melihat Bayu yang sangat memperhatikan Ifa, bahkan rela terancam akan mencemari nama baiknya dengan bertengkar demi Ifa, membuatnya merasa sangat geram.


"Tapi, dia sudah mengatakan hal buruk tentangmu dan Intan ... Setya apakah kau diam saja saat ada yang menjelekkan kekasihmu?!" Seru Bayu tak habis pikir dengan Setya yang terlihat acuh.


"Benar, kenapa Setya diam saja ya? Apakah Setya tidak benar-benar menyukai intan?"


"Kalau aku jadi kak Setya jelas aku lebih memilih kak Indah lah. Lebih seksi sebagai wanita."


Semua orang mulai berbisik-bisik yang tidak-tidak tentang hubungan Setya dan Intan. Setya, hampir tersulut emosi. Namun, Intan mencegahnya dengan menggenggam tangannya.


"Kak Setya diam bukan berarti dia acuh terhadapku. Dia hanya tidak ingin berurusan dengan orang-orang yang hanya melihat fisik saja. Kak Setya sangat mengenalku, maka dari itu dia memilihku ... Seberapa baiknya antara aku dan kak Indah, kak Setya lah yang menentukannya. Tapi, karna kak Setya lebih memilihku bukankah berarti kak Setya memandangku lebih baik ... Lagian, kak Setya juga pasti tahu, aku bukan tipe yang akan mengumbar diriku didepan banyak orang seperti ini." Seru Intan tegas.


Perkataan Intan berhasil membungkam semua yang ada disana. Bahkan, Indah lebih merasa terhina lagi. Secara tidak langsung Intan telah mengatakan kalau dirinya adalah wanita rendahan yang mengumbar diri didepan banyak orang.


Bayu tersenyum mengejek ke arah Tufail. Ia merasa puas dengan jawaban Intan yang juga berhasil membela Ifa. Akhirnya, ia tak jadi menghajar Tufail. Sedangkan Setya tersenyum bangga pada Intan. Sekarang, dia tak lagi takut bersuara didepan umum jika ada yang mengusiknya. Toni pun ikut tersenyum melihat perubahan Intan.


"Intan terlihat lebih keren sekarang." Puji Linda yang melihat keberanian Intan.


"Ya, karna kini dia memiliki tekad yang kuat untuk berubah. Aku pun begitu." Ucap Dharma sambil menatap Linda.


"Ada apa ini? Kenapa tidak berbaris untuk melakukan pemanasan?" Tanya guru olah raga yang baru saja datang.

__ADS_1


Melihat guru olah raga yang sudah datang, otomatis membuat para murid segera kembali ke barisan untuk melakukan pemanasan.


Setelah peregangan, guru olah raga meminta mereka untuk lari keliling kolam renang. Pertama para siswa dulu kemudian disusul oleh para siswi.


"Karna kau sudah membuatku malu, aku akan membuatmu lebih malu lagi.!!" Gumam Indah sambil menatap Intan tajam.


Saat berlari keliling kolam renang, perlahan Indah mendekati Intan dan pada saat tidak ada yang melihat Indah dengan saja menyenggol tubuh Intan hingga membuat Intan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke kolam renang. Namun, Intan tak jatuh seorang diri sebelum jatuh ia menarik tangan Indah hingga membuat Indah juga ikut terjatuh.


Byurrr ..


"Tolong!!" Teriak Indah meminta pertolongan karna dia tak bisa berenang.


Semua orang terkejut melihat ada yang terjatuh ke kolam renang.


"Intan!!" Seru Setya khawatir karna menyadari bahwa yang terjatuh adalah Intan.


Setya bergegas akan menceburkan diri ke dalam kolam, namun ditahan oleh Bayu.


"Apa sih Bay, aku mau menyelamatkan Intan. Jangan halangi aku!" Teriak Setya marah.


"Lihatlah!!" Ucap Bayu datar sambil menggerakkan dagunya ke arah kolam.


Disana terlihat Intan yang menatap Indah dengan bingung karna terus berteriak minta tolong. Kolam itu tidak dalam hanya sebatas dada ketika Intan berdiri. Maka dari itu dia kebingungan melihat Indah yang terus berteriak.


"Kak Indah tidak apa-apa?" Tanya Intan mendekati Indah.


"Tenanglah kak! Kolam ini tidak dalam. Coba kakak berdiri dengan tenang." Ucap Intan pelan.


Indah berusaha menapakkan kakinya ke dasar kolam dan benar kakinya sampai didasar dan dia bisa berdiri dengan tegak.


"Hahahaha. Konyol sekali."


"Itu sangat memalukan!!"


Dia menatap sekeliling dan melihat semua teman kelasnya juga teman kelas Intan yang sedang menertawakannya. Ia menoleh pada Intan yang juga menahan senyum geli. Indah sangat malu, ia merutuki kebodohannya sendiri kenapa bisa lupa bahwa kolam renang di sekolahnya tidak dalam.


"Indah, ini bisa jadi pelajaran buat kamu dan kita semua. Pelajaran dasar dari berenang adalah tenang. Jangan terbawa panik dulu, karna ketika panik kita tidak akan bisa berpikir dengan jernih." Ucap guru olah raga, sedangkan Indah masih menunduk karna malu.


Intan sudah berjalan ke tepi untuk keluar dari kolam. Setya dengan sigap menbantunya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Setya khawatir.


"Iya, aku tidak apa-apa." Jawab Intan dengan senyuman.


...****************...

__ADS_1


Setelah pelajaran olah raga selesai yang bertepatan dengan jam istirahat. Setya-Intan , Bayu-Ifa segera menuju ke kantin untuk makan bersama.


"Haha. Itu tadi sangat lucu. Konyol sekali. Hahahaha." Ucap Ifa yang masih belum bisa berhenti tertawa mengingat apa yang terjadi saat pelajaran olah raga sebelumnya.


"Sudah. Berhentilah tertawa. Kau akan tersedak nanti. Ku rasa itu pembelajaran yang bagus untuk kak Indah karna berbuat jahat." Ucap Intan menasehati.


"Berbuat jahat? Apa maksudnya?" Tanya Setya yang terlihat bingung.


"Hm ... Tidak apa-apa kok." Ucap Intan berbohong.


"Intan? Kamu menyembunyikan sesuatu? Tolong katakan padaku." Pinta Setya dengan lembut. Akhirnya, Intan luluh dan memberitahu Setya kebenarannya.


"Hmm ... Sebenarnya, tadi kak Indah sengaja menyenggolku supaya aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke kolam. Aku menyadarinya, sehingga sebelum aku terjatuh aku menarik kak Indah agar ikut terjatuh bersamaku." Ucap Intan pelan. Dia menatap Setya untuk melihat reaksinya.


"Kenapa baru mengatakannya sekarang?! Kalau aku tahu itu sengaja aku pasti akan ..."


"Sudah kak. Tenanglah. Aku kan tidak apa-apa sekarang. Lagian, kak Indah juga sudah mendapatkan hukumannya. Memangnya kak Setya mau memukul wanita?" Tanya Intan menggoda.


"Aku akan memberi peringatan padanya. Tapi, gak menutup kemungkinan aku akan memukul wanita jika dia berani mengusik orang yang ku sayang." Jawab Setya tegas.


"Tapi, kalau kakak memukul wanita. Kakak akan dihina." Ucap Intan khawatir.


"Tidak masalah. Karna, hal yang paling penting bagiku adalah melindungi orang yang ku sayang." Ucap Setya lembut sembari membelai lembut pipi Intan.


"Apa kakak sudah mendengarnya? Mulai sekarang jangan pernah ganggu Intan lagi atau kakak akan di habisi oleh kak Setya." Seru Ifa pada Indah yang kebetulan berdiri tak jauh dibelakang Setya.


Indah yang malu karna menjadi tontonan disana pun memilih meninggalkan kantin dengan kesal diikuti Rini dibelakangnya.


Intan menatap kepergian Indah dengan sendu. Ia sedikit merasa tidak enak dengan Indah. Karna, ia rasa hukuman di kolam renang tadi sudah cukup. Enggak seharusnya dipermalukan didepan umum seperti ini lagi. Intan bisa mengerti rasanya, pasti sangat tidak nyaman.


"Kenapa?" Tanya Setya khawatir yang melihat Intan menunduk sembari mengaduk semangkok bakso dihadapannya.


"Tidak. Aku hanya merasa sedikit tak enak pada kak Indah. Aku tau rasanya dipandang rendah dan dikucilkan oleh orang-orang." Ucap Intan pelan.


"Dia pasti tidak apa-apa. Lagian, hukuman itu berasal dari kebodohannya sendiri, kamu tidak melakukan apapun." Ucap Setya menenangkan Intan.


"Tenanglah. Indah itu mentalnya kuat, harga dirinya juga tinggi. Dia pasti punya banyak cara untuk memulihkan nama baiknya." Tambah Bayu.


"Aku tadi sudah memujimu keren, jangan rusak pujianku dengan perasaan bersalah seperti itu dong." Seru Ifa gemas.


Intan tak menjawab dan hanya tersenyum kecil. Benar yang dikatakan Setya, dia tidak melakukan apapun dan hukuman itu didapatkan karna kebodohan Indah sendiri. Tapi, hati kecilnya masih terasa terganggu. Susah memang menjadi orang baik.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2