Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Aku milikmu dan kamu milikku


__ADS_3

Resto itu segera menjadi ramai dengan decak kagum dan bisik-bisik dari teman-teman Intan. Mereka semua seperti tidak percaya dan cukup terkejut, bahwa pemuda tampan itu adalah pacar Intan. Bahkan, Amir sendiri sampai tidak bisa berkata-kata karna terlalu terkejut. Intan menggenggam tangan Setya dengan kuat.


"Ayo kita pergi, dari sini." Ucap Intan pelan. Setya pun mengangguk mengerti.


"Permisi semuanya. Aku akan membawa pacarku pergi dari sini, kalian bisa melanjutkan makan-makannya." Ucap Setya penuh kharisma.


"Tunggu!" Seru Nurul menghentikan langkah Setya dan Intan yang akan pergi.


"Intan, aku gak menyangka kalau kamu seperti ini. Bukannya dulu kamu menolak Amir dan mengatakan, kalau kamu gak memandang fisik seseorang? Tapi, kelihatannya kamu memang mencari pria tampan saja. Kamu sama saja dengan gadis-gadis penggoda diluar sana!" Sindir Nurul yang masih tak menerima kekalahannya. Ia tersenyum sinis saat melihat Intan diam saja.


"Kau tak punya hak untuk menilai pacarku! Dia tidak menggodaku sama sekali, tapi memang aku yang terpesona dengannya. Aku menyukai dan mengejarnya lebih dulu. Aku menyukai apapun tentangnya, parasnya, kepribadiannya, semua. Aku sangat mengenalnya dan mempercayainya. Dan lagi aku juga sangat tidak suka melihat orang lain berbicara buruk tentangnya!"


Setya menjelaskan perasaannya pada Intan dengan sangat lembut dan menatap Intan penuh cinta. Namun, diakhir ucapanya dia menatap tajam Nurul.


"Tapi, dia benar-benar penggoda. Banyak pria yang mendekatinya. Dia terus saja menebar pesona pada semua pria!" Seru Nurul masih tak mau kalah.


"Tentu saja banyak yang mendekatinya. Siapapun pasti tau mana orang yang layak dicintai dan tidak. Lagian sebanyak apapun pria yang medekatinya, aku yakin dimatanya hanya ada aku. Dia berada disampingku saja aku sudah sangat bersyukur." Jawab Setya dengan penuh penekanan. Perkataan Setya berhasil membuatn Nurul bungkam.


"Aku sangat menyesal melihatmu tak berubah selama ini. Kamu masih sangat suka membandingkan hidupmu dengan orang lain. Kalau kamu seperti itu terus, sampai kapanpun kamu gak bakalan bahagia. Tapi itu pilihanmu, terserah saja jika kamu ingin menghabiskan hidupmu untuk mengurusi hidup orang lain." Ucap Intan dingin. Lalu, ia segera pergi meninggalkan resto.


"Oppa! Ayuk, kita pergi juga!" Ajak Ifa sembari memeluk lengan Bayu dengan manja.


"Oppa? Dia?" Tanya salah satu temannya.


"Oh ya, aku lupa memperkenalkan. Ini pacarku." Ucap Ifa dengan senyum lebar. Nurul semakin geram dibuatnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kalau matamu lepas, pacarmu juga akan lari lho ... Hm, tapi melihatmu yang seperti ini aku juga tak yakin pacarmu tetap bersamamu." Ucap Ifa dengan nada mengejek. Setelah itu dia melenggang pergi meninggalkan Nurul yang masih membatu.


Nurul segera melihat Alex. Karna, terlalu bersemangat menjelekkan Intan, ia lupa dengan keberadaan Alex. Padahal, dimata Alex dirinya adalah gadis lugu dan lembut.


"Sa-Sayang ..." Panggil Nurul berusaha menyentuh tangan Alex.


"Jangan panggil aku seperti itu lagi. Mulai hari ini kita sudah berakhir. Aku sama sekali gak tertarik dengan gadia licik sepertimu." Ucap Alex tajam, kemudian pergi meninggalkan Nurul.


Seketika Nurul menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya. Nurul menunduk malu melihat tatapan teman-temannya pada dirinya.


Lagi-lagi aku kalah dari Intan!!


...****************...


Intan dan yang lainnya pergi ke kafe lain di mall itu untuk membeli ice cream dan menghabiskan waktu bersama.


"Haha. Aku sangattt puas melihat ekspresi kekalahannya itu!" Ucap Ifa sambil tertawa puas. Intan juga tersenyum dibuatnya.


"Yah. Itu pilihannya sendiri. Dia sama sekali tidak berubah." Ucap Intan dengan menggelengkan kepala, ia sangat menyesali perbuatan Nurul yang belum berubah juga.


"Dia gadis yang dulu menghasut teman-teman pria kelasmu untuk membully kamu bukan?" Tanya Setya memastikan.


"Iya, kakak benar. Kakak tahu hal itu juga?" Tanya Intan tak percaya.


"Tentu saja. Tidak ada yang tidak ku ketahui tentang kamu." Jawab Setya dengan senyuman menggoda.


"Apa'an sih kak. Berhenti menggodaku!" Seru Intan malu.


"Aku senang melihat wajahmu yang tersipu, itu membuatku ikut senang juga." Ucap Setya sambil terus memandangi Intan. Ifa dan Bayu yang melihat itu hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Tapi, aku akui kak Setya memang keren. Padahal, aku sudah tau kalau memang kak Setya sudah lama menyukai Intan. Tapi, mendengar ini lagi, aku masih gak habis pikir. Kenapa kakak selama ini hanya diam saja dan gak mencoba mendekati Intan?! Masa SMPnya terbuang sia-sia karna satu pria yang gak peka sama sekali dengannya!" Seru Ifa kesal mengingat cinta pertama Intan dulu.


"Itu juga yang aku sesali. Andai saja dulu aku lebih berani, Intan tak akan terluka sampai akhir seperti itu ... Dulu aku gak berani mendekatinya, karna aku bukan siapa-siapa. Aku memang sengaja tak menonjolkan diri dan acuh dengan sekitarku. Aku juga berpikir, kalaupun aku mendekatinya, aku yakin Intan akan menolakku seperti laki-laki lainnya. Karna, dihatinya saat itu hanya ada satu pria dan itu adalah cinta pertamanya." Ucap Setya menjelaskan.


"Tapi, saat ini yang ada dihati Intan cuman ada kakak saja. Terima kasih karna sudah mencintai Intan selama ini. Memperhatikan Intan dan menolong Intan tanpa Intan ketahui ... Jika, dipikir-pikir dari dulu aku tanpa sadar sudah bergantung pada kakak." Ucap Intan dengan senyum lembut.


"Ok, kita sudahi topik ini. Apa kalian, gak ingin bertanya bagaimana ujian kami tadi?" Seru Bayu mengganti topik, agar suasana mellow segera pergi.


"Enggak." Jawab Intan dan Ifa bersamaan.


"Kenapa?" Tanya Bayu heran.


Intan dan Ifa saling menatap dulu sebelum menjawab pertanyaan Bayu.


"Karna kami percaya pada kalian.." Ifa


"Kami yakin, kalian sudah melakukan yang terbaik.." Intan

__ADS_1


Setya dan Bayu pun tersenyum senang mendengar jawaban mereka. Karna, tanpa sadar kepercayaan yang diberikan Intan dan Ifa sudah membuat mereka lebih percaya diri.


"Ehm, untuk merayakan hari terakhir ujian kak Bayu dan kak Setya kita pergi ke karaoke saja." Usul Ifa dengan mata berninar.


"Boleh." Jawab Bayu sepakat.


"Aku sih gak masalah. Bagaimana, tuan putri?" Tanya Setya pada Intan.


"Aku ikut saja deh. Tapi, aku gak mau nyanyi ya." Ucap Intan memperingati diawal.


"Haish, ke karaoke tuh wajib nyanyi. Lagian, kenapa sih kamu selalu susah kalau disuruh nyanyi? Padahal suaramu tuh bagus!" Seru Ifa tak habis pikir.


Intan sejauh ini hanya akan menyanyi jika mereka berdua atau kalau keadaan terpaksa. Diluar itu Intan benar-benar menolak jika harus bernyanyi.


"Benar. Aku belum pernah mendengar kamu bernyanyi. Aku juga penasaran bagaimana suaramu." Ucap Setya sambil menatap Intan penuh harap.


"Aku malu!" Seru Intan dengan wajah memerah.


"Enggak masalah. Kami tidak akan tertawa jika suaramu buruk kok." Ucap Bayu santai.


"Suara Intan bagus kok. Dia saja yang gak percaya diri." Imbuh Ifa menimpali.


Semua kini menatap Intan, menunggu keputusan dari Intan. Akhirnya, mau tidak mau Intan mengabulkan permintaan mereka.


Saat mereka hendak pergi, segerombolan muda-mudi memasuki kafe itu. Mereka adalah senior mereka di SMP dulu. Teman-teman sekelas cinta pertama Intan.


Setya merangkul bahu Intan dan menuntunnya keluar dari kafe menyusul langkah Bayu dan Ifa yang sudah keluar lebih dulu.


"Bukankah itu Intan?" Tanya Tufail menatap Intan yang mulai pergi meninggalkan kafe.


"Intan?! Mana?!" Seru teman didepannya yang membelakangi arah keluarnya Intan. Ia segera menoleh mencari keberadaan Intan, tapi sayang sekali Intan sudah tak terlihat.


"Kau masih mencarinya? Kau mau menemuinya?" Tanya Tufail heran. Pria itu tak mejawab dan hanya diam sambil menunduk.


Ya! Aku sangat ingin menemuinya lagi ... Ucap hati pria itu yang tak lain adalah Bagas, cinta pertama Intan.


...****************...


Intan sendiri segera meninggalkan mall dan menuju tempat karaoke yang diketahui oleh Ifa. mereka memesan ruangan dengan durasi 2 jam.


Setelah itu meraka menikmati waktu mereka untuk bersenang-senang disana. Intan dan Ifa juga meminta Setya dan Bayu untuk berduet menyanyikan lagu dari smash lengkap dengan gerakannya.


Musik berputar dan Bayu memulai nyanyiannya..


...🎶Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu...


...Selalu peluh pun menetes setiap dekat kamu...


...Kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku...


...Selalu diriku malu tiap kau puji aku🎶...


Lalu Setya menyusul di bait kedua..


...🎶Kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku...


...Selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku...


...Kenapa otakku beku tiap memikirkanmu...


...Selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta🎶...


Setya dan Bayu bernyanyi bersama sambil mengajak Intan dan Ifa ikut menari bersama mereka..


...🎶You know me so well (You know me so well)...


...Girl I need you (Girl I need you)...


...Girl I love you (Girl I love you)...


...Girl I heart you...


...I know you so well (I know you so well)...

__ADS_1


...Girl I need you (Girl I need you)...


...Girl I love you (Girl I love you)...


...Girl I heart you🎶...


Bayu menyanyikan baitnya sembari mengingat momen awal jadian bersama Ifa yang tanpa perencanaan sebelumnya. Dan dia sangat bahagia, karna Ifa juga menerimanya.


...🎶Tahukah kamu saat kita pertama jumpa...


...Hatiku berkata padamu ada yang berbeda...


...Tahukah sejak kita sering jalan bersama...


...*Tiap jam menit detikku hanya ingin berdua***🎶**...


Setyapun juga mengingat saat yang sama. Cinta sepihaknya selama 3 tahun akhirnya terbalas saat Intan menerima perasaannya saat itu.


...🎶Tahukah kamu ku takkan pernah lupa...


...Saat kau bilang kau punya rasa yang sama...


...Ku tak menyangka aku bahagia ingin ku peluk dunia...


...*Kau izinkan aku tuk dapat rasakan cinta***🎶**...


Mereka sangat menikmati momen bersama itu dengan senyuman. Sampai saat putaran terakhir, Ifa dan Setya menagih Intan untuk bernyanyi. Akhirnya, mau tidak mau Intan pun menurutinya.


Intan memilih lagu 'Adu Rayu' dari Glenn Fredly, Tulus, dan Yovie Widianto.


...🎶Aku ingin dirimu...


...Yang menjadi milikku...


...Bersamaku mulai hari ini...


...Hilang ruang untuk cinta yang lain...


...Separuh jalan pernah dilewati...


...Meski ada kecewa...


...Aku yang dulu tak begitu lagi...


...Takkan ku ulangi...


...Jangan duluan kau berpaling...


...Beri ku kesempatan...


...Aku ingin dirimu...


...Tetap jadi milikku...


...Bersama ku mulai hari baru...


...Hilang ruang untuk cinta yang lain...


...Lupakan dia pergi denganku...


...Lupakanlah ragu denganku🎶...


Dari lagunya itu, Intan ingin menyampaikan pada Setya. Bahwa, dihatinya saat ini hanyalah ada dia seorang. Sudah tak ada tempat lagi untuk cinta pertamanya. Semua itu sudah masa lalu yang mulai memudar. Dan kini Intan memang sudah siap untuk menjalani hari-hari esoknya hanya bersama Setya.


Setya yang mendengar itu bisa memahami maksud Intan. Dia tersenyum hangat ke arah Intan. Ifa dan Bayu juga tersenyum mendengar nyanyian Intan. Mereka juga bisa merasakan pesan yang ingin diungkapkan oleh Intan.


Aku milikmu dan kamu milikku ... Setya-Intan


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2