Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Perdebatan Pra nikah..


__ADS_3

3 bulan telah berlalu setelah lamaran Bayu. Kedua keluarga sepakat untuk mengadakan pesta pernikahan pada akhir tahun. Sehingga, persiapan pernikahan meriah yang diinginkan oleh mama Bayu bisa disiapkan lebih lama dan maksimal.


Di kala weekend Bayu dan Ifa selalu menyisihkan waktu untuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Tentu saja itu bukan hal mudah. Tak jarang pilihan-pilihan mereka bertentangan. Itulah yang membuat proses memilihnya menjadi lebih lama. Keributan kecil kadang terjadi, yah ini hal memang biasanya terjadi sebelum pernikahan.


"Bu Intan, di gerbang ada yang mencari ibu. Katanya dia ingin bertemu bu Intan sebentar." Ucap salah satu siswa Intan. Intan yang tengah mengoreksi hasil pekerjaan murid-muridnya pun jadi bingung, siapa yang mencarinya saat jam kerja seperti ini.


"Baik, ibu akan kesana. Terima kasih yaa.." Ucap Intan dengan senyum ramah.


Intan memang terkenal sebagai guru yang ramah. Intan tak pernah memarahi murid-muridnya dengan kata-kata kasar atu membentaknya. Mangkannya, Intan berhasil menjadi salah satu guru favorit di sekolahnya.


Intan segera pergi ke gerbang sekolah untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata dia adalah Ifa. Intan sangat terkejut melihat Ifa datang di jam kerja seperti ini.


"Ifa, ada apa? Kenapa kamu mencariku di jam kerja seperti ini?" Tanya Intan bingung.


"Intan! Sepertinya aku gagal nikah deh!" Seru Ifa yang langsung memeluk Intan.


"Hei-hei tunggu dulu! Apa yang kamu katakan itu? Kenapa tiba-tiba begitu?" Tanya Intan bingung.


"Ehm, kamu gak lagi sibuk? Maaf aku bingung harus kemana dan tau-tau aku sudah sampai disini." Ucap Ifa dengan menunduk sedih.


"Setelah ini aku memang gak ada kelas. Tapi, ini masih jam kerja jadi aku gak bisa keluar sekolah. Bagaimana, jika kita ke taman belakang saja. Disana pasti sepi, karna sekarang sedang jam pelajaran?" Ucap Intan menyarankan.


"Baiklah." Jawab Ifa menurut.


Akhirnya, mereka berdua pun berjalan ke taman belakang. Terkadang di perjalanan ada satu atau dua siswa yang sedang ada di luar kelas tak lupa menyapa Intan. Dan dengan ramahnya, Intan membalas sapaan mereka dengan senyum manis diwajahnya.


"Wow, memang bukan hanya rumor saja ya, kamu memang cukup terkenal diantara murid-muridmu." Goda Ifa sambil menyikut pelan lengan Intan.


"Haha. Bukan begitu. Hanya saja aku memposisikan diri sebagai kakak mereka, daripada menjadi seorang guru. Dengan begitu, mereka tak terlalu takut untuk mengekspresikan diri mereka. Mereka itu unik dengan karakter mereka masing-masing. Dan aku ingin berteman dengan semua karakter itu, dan bersama-sama membimbing mereka untuk menjadi sukses. Itu prinsipku." Ucap Intan dengan wajah berseri-seri. Jelas sekali terlihat, kalau Intan sangat menyukai pekerjaannya.


Ifa hanya tersenyum menanggapi perkataan Intan. Ia pun juga merasakan hal yang sama jika harus membicarakan pekerjaannya.


"Ok. Sekerang katakan padaku, kenapa tiba-tiba kamu berkata akan gagal nikah. Apa yang sudah terjadi antara kamu dan kak Bayu? Kalian bertengkar?" Tanya Intan penuh selidik.


"Hm, iya. Kami berdebat lagi." Jawab Ifa sambil menunduk sedih.


"Kali ini karna apa lagi?" Tanya Intan tak habis pikir. Memang beberapa bulan ini Ifa sering curhat padanya tentang perdebatannya dengan Bayu. Entah karna tempat pesta pernikahan, model undangan, jumlah tamu, dan masih banyak lagi.


"Kali ini karna konsep untuk dekorasi ruangannya. Aku gak masalah kalau meriah. Tapi, aku gak mau yang terlalu berlebihan. Tapi, kak Bayu bersikeras ingin yang mewah. Katanya dia ingin memberikan yang terbaik untukku. Kenapa dia gak berpikir, kalau dia ingin yang terbaik untukku kenapa dia gak tanya pendapatku dan malah memaksakan pendapatnya?! Ah, aku lelah!" Seru Ifa dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


Intan hanya bisa menghela nafas kasar mendengar keluhan Ifa. Sudah bisa Intan tebak, kalau alasan kali ini juga sama dengan sebelumnya. Pasti karna, kesalahpahaman.


"Haaahh.. Ifa ini bukan yang pertama kali aku mendengar keluhan tentang perdebatanmu dengan kak Bayu. Dan semua itu pasti karna hal yang sama ... Perdebatan itu terjadi, karna kalian sama-sama keras kepala dan gak ada yang mau mengalah. Baik kamu atau kak Bayu sama-sama merasa paling benar. Kalian gak mau mencoba saling memahami dan mencoba mencari jalan tengah dari permasalahan kalian itu."


"....."


"Kamu diam saja pasti juga sudah tau kan, kesalahan kalian dimana? ... Disini bukan soal benar atau salah, tapi soal saling memahami. Kalian sebentar lagi akan menikah dan hidup bersama. Kalau masalah sepele seperti itu saja sudah membuat kalian berpisah, bagaimana nanti kalian akan menghadapi masalah berumah tangga?!" Tanya Intan dengan serius.


"Kamu benar.." Jawab Ifa lirih.


"Maaf kalau kata-kataku sedikit keras padamu. Ini juga untuk kebaikanmu dengan kak Bayu nanti. Cobalah untuk duduk dan membicarakannya baik-baik dengan kak Bayu. Jangan hanya selalu minta dimengerti, tapi coba untuk mengerti kak Bayu juga. Aku yakin, nanti kalian pasti akan menemukan jalan tengahnya." Ucap Intan lembut.


"Yaahhh."


"Tunggulah disini dan redakan emosimu dulu. Sebentar lagi jam pulang sekolah. Aku akan mengantarmu pulang." Seru Ifa sambil bangkit dari duduknya. Ifapun mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, Intan pergi meninggalkan Ifa dan kembali ke ruang guru.


"Hahh, kenapa aku merasa jadi biro konsultasi pernikahan. Padahal, aku sendiri juga belum menikah, bahkan belum dilamar." Gumam Intan sambil mendengus kesal.


Selama tiga bulan terakhir, Setya memang sama sekali gak pernah mengungkit tentang pernikahan atau lamaran pada Intan. Seakan, Setya sama sekali gak peduli tentang itu. Sebenarnya, Intan ingin mencoba bertanya, tapi dia gak berani. Karna, bagaimanapun dia sendirilah yang menolak lamaran Setya sebelumnya.


Sepulang kerja, Intan megantar Ifa pulang bersama Dika. Oh ya, Dika juga diterima menjadi guru olah raga di sekolah yang sama dengan Intan. Hanya saja tak semua orang tau kalau Intan dan Dika adalah adik-kakak. Jika, begitu nanti pasti ada anggapan kalau Intan membantu Dika untuk masuk kesana. Padahal, Dika diterima juga karna kemampuannya.


"Pergilah dan selesaikan masalah kalian. Bicarakan dengan baik-baik dan cobalah untuk saling mengerti. Ingat, kalian akan menjadi satu setelah menikah nanti. Aku do'akan yang terbaik untuk kalian." Ucap Intan dengan senyuman diwajahnya.


"Iya, terima kasih Tan. Sudah mau mendengarkan dan memberikan aku saran. Kamu memang sahabat terbaik yang aku miliki." Ucap Ifa sambil memeluk Intan dengan erat.


"Sama-sama, memang itulah gunanya seorang sahabat." Jawab Intan dengan senyuman.


Setelah itu Ifa segera turun dari mobil Intan dan berjalan mendekati Bayu di teras rumahnya yang memainkan ponselnya dengan wajah tak tenang.


"Kak Bayu.." Panggil Ifa pelan. Bayu segera mendongak dan melihat Ifa. Jelas sekali ekspresi lega tergambar diwajahnya.


"Ifa?! Kamu kemana saja sih?! Kamu tahu aku sangat mencemaskanmu!! Aku takut ada apa-apa dengnmu!" Seru Bayu yang langsung berlari memeluk Ifa.


"Maafkan aku ..." Ucap Ifa lirih dalam dekapan Bayu.


"Tidak-tidak! Aku yang salah! Jadi, aku yang harus minta maaf. Gak seharusnya aku memaksakan keinginanku sendiri. Padahal, aku sudah mengatakan padamu, akan mengabulkan pesta pernikahan sesuai impianmu. Tapi, tanpa sadar aku terus memaksakan keinginanku. Maaf.." Ucap Bayu yang menyadari kesalahannya. Dia menatap Ifa sambil menelangkup wajah Ifa.


"Aku juga salah. Seharusnya aku gak lagsung marah-marah dan mencoba mengerti apa keinginan kak Bayu. Padalah, Ifa tahu kalau kak Bayu selalu menginginkan yang terbaik untuk Ifa. Maafkan Ifa yaa.." Ucap Ifa dengan mata memelas pada Bayu.

__ADS_1


"Tentu saja sayang." Jawab Bayu dengan senyuman diwajahnya.


"Sekarang kita harus saling mengutarakan keinginan kita dan mencoba untuk saling memahami. Jangan karna hal ini kita berdebat teruss.." Pinta Ifa dengan wajah penuh harap.


"Iyaa.. Tentu saja." Jawab Bayu sambil kembali memeluk Ifa.


...****************...


Disisi lain, Setya sendiri belakangan ini sangat sibuk menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Intan. Dia memesan kafe yang memiliki outdoor cukup luas. Setya ingin memberikan pesta ulang tahun yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.


Karna, pesta ulang tahun kali ini berbeda dengan ulang tahun-ulang tahun yang sebelumnya. Setya ingin memberikan hadiah yang tak akan pernah Intan lupakan seumur hidupnya. Hadiah itu adalah lamaran dari Setya. Yah, Setya akan melamar Intan tepat di hari ulang tahunnya.


Setya tahu kalau Intan sebenarnya juga menginginkan lamaran darinya, apalagi setelah melihat Bayu yang melamar Ifa. Tapi, Setya masih memilih waktu yang tepat. Agar kenangan lamaran itu bisa menjadi kenangan indah dan tak akan pernah Intan lupa.


Setya sadar saat melihat lamaran Bayu sebelumnya. Kalau wanita itu ingin sesuatu yang romantis, karna wanita ingin dirinya dianggap spesial oleh kekasihnya. Setya mengingat bagaimana ia melamar Intan sebelumnya. Bahkan, lamaran itu juga karna suatu masalah. Tentu saja Intan menolaknya waktu itu. Tapi, kali ini Setya akan jamin kalau Intan tak akan menolaknya lagi.


Bagaimana kejutan lamaran Setya untuk Intan ya?🤭


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


QnA time >>


Semuanya, author pengen tanya nih.. Enaknya cerita Intan dan Setya berhenti sampai di pernikahan aja ato ada yg request sampe ke kehidupan setelah menikah?


a. Berhenti di pernikahan


b. Lanjut setelah pernikahan


Tolong di pilih ya semua. Terima kasih😁🙏


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2