
“OOOHH… jadi kamu udah kenal deket sama Kak Bira?” Cinay surprise.
Kekira asyik makan keripik kentang. “Kami sahabat dari kecil.”
“Trus kalian nggak saling kenal waktu pertama ketemu lagi?”
“Ya gimana mau kenal sih, Nay. Nih aku tunjukin sama kamu ya.”
Kekira mengeluarkan selembar foto dari dompetnya.
Cinay tertawa. “Ini Kak Bira?”
“He-eh. Ini foto waktu aku pindah ke Yogya. Aku aja nggak ngenalin, dia jadi tinggi gitu badannya.”
Di foto itu Kekira kecil merangkul Akbi yang badannya bulet banget.
“Iya ya, kamu waktu kecil lucu banget.”
“Untung dia bisa inget aku.”
“Pantes aja kamu ngotot minta nomornya.”
“Soalnya kalo ngomong langsung takutnya dia nggak percaya, Nay.”
“Cieeee… lagi berbunga-bunga nih, Kekira…” Cinay menyenggol bahu Kekira, jahil.
Kekira malu. “Kami cuma sahabat kok.”
Muncul Siska, wakil mahasiswa jurusan Sastra. “Eh kalian berdua mau ikutan kemping di Gunung Salak?”
“Eh boleh tuh. Kapan?” Cinay antusias.
“Tanggal 6. Kempingnya 3 hari 2 malam. Hampir semua ikut. Kalian ikutan juga kan? Ini daftar bawaan sama rundown acaranya.”
“Makasih ya, Sis.”
Begitu Siska pergi, Kekira ikut membaca kertas dari Siska.
“Kamu ikutan kan, Ki?”
“Kayaknya Bunda nggak ngijinin.” Kekira ragu.
“Yah ikutan dong… aku ikut kalo kamu ikut pokoknya,” rayu Cinay.
Kekira tersenyum kecil. “Aku coba minta ijin sama Bunda ya.”
“Asiiikkk…”
__ADS_1
“Halo, Manis…”
Mereka menoleh.
“Akbi?” Kekira malu. “Apaan sih manggil-manggil manis? Emangnya aku kucing.”
Cinay senyum-senyum.
“Lagi pada ngobrolin apa sih?” Akbi duduk di samping Kekira.
“Dihh mau tau aja urusan cewek,” sahut Kekira.
“Eh kamu adiknya Reno kan?” Akbi pernah bertemu Cinay waktu ke rumah Reno.
“Iya, Kak. Eh Ki, aku ke perpus dulu ya mau balikin buku.” Cinay beranjak sambil mengedipkan mata.
“Lho Nay, kok pergi sih?”
Begitu Cinay pergi, Akbi mengambil kertas di tangan Kekira.
“Apaan nih?”
“Acara kemping kampus. Cinay ngajakin, tapi aku nggak yakin Bunda ngijinin.”
“Wajar lah Bunda cemas sama kamu.”
Kekira meliriknya. “Kamu sendiri ikut?”
“Beneran?”
“Iya. Ntar aku bantu ijin sama Bunda. Aku yang jagain kamu di sana.”
Kekira tersenyum manis. “Makasih ya.. akhirnya aku bisa ngerasain kemping di alam terbuka. Bunda kan nggak pernah ijinin karena…” ia terdiam.
“Karena apa?” Akbi menatapnya yang menunduk. “Karena anemia kamu?”
Kepala Kekira berputar cepat. “Kamu tau?”
Akbi mencubit pipi Kekira gemas. “Kita kan sahabat. Bunda yang cerita, makanya minta aku bener-bener jagain kamu.”
“Bunda bocor banget ah,” Kekira cemberut.
“Itu kan karena Bunda sayang banget sama kamu, Adinda Kekira…”
Akbi mengambil bungkus keripik. “Bagi dong! Dihh kok abis?”
“Udah abis dari tadi. Kamu telat sih datengnya.”
__ADS_1
“Punya lagi nggak? Laper nih belum makan.”
“Eh ni aku bawa sandwich buatan Bunda. Tadi Bunda juga titip bawain buat kamu.”
Kekira mengeluarkan kotak makanan.
Mata Akbi berbinar. “Wah pasti enak banget nih sandwich Bunda.”
“Nih makan.”
“Suapin dong, biar romantis.”
“Iiihh si gendut manja banget sih…” Kekira geli tapi tak urung disuapinya juga Akbi.
“Hmm…” Akbi mengacungkan jempol. “Asli enak! Kamu juga makan ya? Nih aku suapin..”
Jadilah Kekira dan Akbi pusat perhatian siang itu karena asik suap-suapan kayak pengantin baru.
Tapi itu memang biasa karena mereka sudah akrab sejak kecil.
***
Hanya saja jadi gosip heboh yang menggemparkan kampus.
Karena pertama dalam sejarah Akbira Fardinan bisa sehangat itu sama cewek.
Padahal udah dua tahun menjadi mahasiswa di sini boro-boro manis, ngeliat cewek aja mukanya garang banget.
Sampai ada gosip kalau Akbi itu homo.
Soalnya cewek-cewek yang PDKT sama dia tercatat bukan cewek biasa.
Yang udah disebutin nih ya, si Trixie, cewek cantik yang bohay keturunan Jerman-Jawa (ibunya Jawa, bapaknya Jerman) yang jadi incaran banyak cowok, ditolak mentah-mentah sama Akbi. Semua sampai berpikir si Akbi udah sinting nolak cewek secantik Trixie.
Selain itu ada Sheira, model video klip yang siap memulai karir sebagai pemain film. Udah lama Sheira naksir sama Akbi. Malahan demi melancarkan aksinya, Sheira mengundangnya ke acara jumpa fans.
Waktu itu Akbi nurut saja datang karena Sheira terus memaksa. Eh Akbi malah dipaksa naik ke atas panggung dan diperkenalkan sebagai pacarnya Sheira. Berita mereka sampe masuk TV.
Yang makin hot beritanya, Akbi malah bentak-bentak Sheira di depan umum, dan bilang nggak akan pernah mau jadi pacarnya. Walhasil Sheira malu abis sampai ngumpet dari publik.
Dan masih ada beberapa lagi yang menolak disebutkan karena kepalang malu setelah mencoba peruntungan nembak Akbi tapi ditolak dengan cara memalukan.
Makanya heran dengan sosok Kekira yang BEDA banget sama cewek-cewek yang PDKT sama Akbi.
Sampai pada berpikir, mungkin tipe cewek seperti Kekira yang Akbi suka. Berjilbab, manis, anggun, sopan, nggak banyak tingkah juga.
Sejak ada Kekira pun Akbi jadi rajin main ke gedung Sastra. Trixie yang ge-er mengira dirinya yang dicari. Begitu tahu adik kelasnya yang ditemui Akbi, Trixie kecewa berat-rat-rat-rat.
__ADS_1
Tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena semua berpikir, Akbi memang sudah menentukan pilihan.
***