Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Apa yang harus ku lakukan kalau kamu pindah?


__ADS_3

Kegiatan Tengah Semester telah usai dengan sangat manis. Membentuk potongan kenangan yang indah. Dan kenangan itu tak kan terhapus dengan mudah.


Liburan tengah semester pun tiba. Momen yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh semua murid. Dimana, mereka bisa sejenak istirahat dari rutinitas sekolah, seperti bangun pagi dan berkutat dengan tugas. Semua menyambut liburan dengan sukacita. Perencanaan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan selama liburan juga sudah tersusun rapi.


Begitu pun juga dengan dua couple kita. Intan-Setya dan Ifa-Bayu😁✌️


Hari itu mereka merencanakan untuk kembali melakukan double date. Kebetulan hari itu ada film yang ingin ditonton oleh Ifa, sehingga dia mengajak semuanya untuk keluar bersama. Apalagi, kakinya yang terkilir kini sudah sembuh. Jadi, Ifa ingin merayakannya dengan jalan-jalan.


Selama ini Ifa hanya bisa menghabiskan waktu di rumah ditemani Bayu. Ya, setiap hari Bayu selalu ke rumah Ifa, menggantikan posisi mama Ifa untuk menjaga Ifa. Dan Bayu sangat menikmati itu.


Intan dan Setya sendiri juga tidak keberatan dengan usulan Ifa untuk double date. Selama ini Intan juga banyak menghabiskan waktu di rumah untuk belajar memasak dari sang bunda. Setiap hari Setya juga datang berkunjung ke rumah Intan untuk mencicipi dan menilai masakan Intan.


"Sudah siap?" Tanya Setya saat Intan mendekatinya.


"Sudah!" Jawab Intan antusias.


"Om-tante, Kami berangkat dulu ya." Pamit Setya pada orang tua Intan.


"Iya, hati-hati. Jangan pulang terlalu malam ya." Ucap bunda lembut, sedangkan ayah hanya diam saja, namun juga tidak menolak. Dasar ayah, gengsinya masih saja sangat tinggi. Hehe.


"Assalamu'alaikum." Ucap Setya dan Intan bersamaan saat meninggalkan rumahnya.


Setelah itu Setya dan Intan segera berangkat menuju mall tempat mereka akan menonton bioskop.


Bersamaan dengan itu, Ifa juga tengah menunggu Bayu, sembari memainkan ponselnya. Ifa terlihat serius, sampai ia tak menyadari kedatangan Bayu.


"Hai cantik, boleh kenalan?" Ucap Bayu menggoda.


"Maaf mengecewakan. Saya sudah punya pacar, sebentar lagi dia juga akan datang menjemput." Jawab Ifa cuek tanpa melihat orang yang mengajaknya bicara, sehingga ia tak menyadari bahwa orang itu adalah Bayu. Bayu tersenyum puas mendengar jawaban Ifa.


"Setampan apa pacar mu itu cantik? Apakah lebih tampan dariku?" Goda Bayu lagi.


Ifa yang mulai merasa kesal dan terganggu, akhirnya menatap orang yang terus bertanya padanya. Ia cukup terkejut, karna itu adalah Bayu. Ifa juga cukup terpesona dengan penampilan Bayu saat itu.



"Ehm, sepertinya kalian sama tampan." Jawab Ifa dengan menatap Bayu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bayu tersenyum mendengar jawaban Ifa.


"Sudah lama menunggu?" Tanya Bayu lembut.


"Ya ... Lama sekali, sampai ada yang menggoda ku beberapa kali." Jawab Ifa menggoda.


"Benarkah? Hm, sepertinya aku harus menyembunyikanmu disuatu tempat agar tak ada yang menggodamu lagi. Kamu terlalu cantik sampai membuat orang tak tahan untuk menggodamu." Seru Bayu sambil memegang kedua pipi Ifa, hingga membuatnya tersipu.


"Sudahlah kak, jangan menggombal terus. Intan dan kak Setya mungkin sudah menunggu kita." Ucap Ifa mengalihkan pembicaraan, agar Bayu berhenti menggodanya.


"Baiklah cantik. Kita berangkat!" Jawab Bayu dengan senyum lebarnya.


Setelah itu mereka pun segera berangkat juga menuju mall tempat janjian mereka. Di sana Intan dan Setya sudah sampai lebih dulu, tapi karna Ifa mengatakan bahwa sebentar lagi dirinya akan sampai, akhirnya Intan memutuskan untuk menunggu Ifa di dekat pintu masuk.

__ADS_1


Sesekali Intan mencuri pandang pada Setya di sebelahnya. Berapa kali pun ia menatap Setya, ia masih gak menyangka kalau pria tampan disampingnya itu adalah kekasihnya. Intan tersenyum menatap Setya.



"Kenapa terus menatapku, hmm?" Tanya Setya yang sadar bahwa Intan terus memperhatikannya.


"Kakak tampan." Jawab Intan dengan wajah bersemu merah. Setya tersenyum geli mendengar jawaban Intan. Akhirnya, Setya mencondongkan tubuhnya ke arah Intan.


"Kalau mau menatapku, katakan saja. Seperti ini lebih puas kan?" Ucap Setya di depan wajah Intan.


Intan menatap Setya yang tepat di depannya. Jantungnya berdebar kencang melihat Setya sedekat ini padanya. Perlahan Intan mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Setya. Sedangkan, Setya terus tersenyum memandang Intan. Dia sendiri juga tak bosan menatap wajah Intan.


"Hei, kalian mau ngapain di tempat umum begini?!" Seru Ifa yang baru saja tiba bersama Bayu.


Intan Segera menarik tangannya dari wajah Setya. Setya juga kembali menegakkan tubuhnya.


"Memangnya apa yang kami lakukan?" Tanya Setya santai.


"Kalian seperti akan ..."


"Sudahlah, karna semua sudah datang kita langsung masuk saja, supaya dapat kursi yang enak nanti." Ucap Intan memotong perkataan Ifa. Ia tidak ingin memperpanjang perdebatan konyol itu. Sebenarnya ia juga malu memabahas kejadian tadi.


"Baiklah, benar juga yang kamu katakan." Jawab Ifa menyetujui.



Akhirnya, mereka segera menuju ke bioskop tempat mereka akan menonton film. Karna, masih ada waktu sebelum film diputar, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dulu.


"Mau makan apa?" Tanya Bayu lembut pada Ifa.


"Aku lagi ingin makanan Korea nih. Gimana?" Tanya Ifa dengan tatapan penuh harap.


"Ok, aku setuju." Jawab Intan dengan senyuman. Akhirnya, Bayu dan Setya tentu saja ikut menyetujui saran itu.


Mereka segera menuju restoran Korea di dalam mall itu. Mereka memesan menu yang ingin mereka makan. Tak berselang lama, akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang. Ifa dengan semangat segera memakan makanannya dengan lahap. Bayu hanya bisa tersenyum dan sesekali membersihkan sudut bibir Ifa.


"Oh ya, rencana libur tahun baru kalian apa?" Tanya Ifa disela aktivitas makannya.


"Hm, di rumah aja sepertinya." Jawab Intan tak yakin.


"Aku bisa ke rumahmu waktu tahun baru." Jawab Bayu dengan senyuman.


"Gimana, kalau kalian semua ikut aku dan keluargaku ke villa kami? Keluargaku selalu pergi ke villa di puncak tiap tahun baru. Rencananya mereka mengajak Intan dan keluarganya. Tapi, kalau kalian mau ikut itu gak masalah." Ucap Setya dengan senyuman.


"Kak Setya serius? Kakak belum mengatakannya padaku?" Tanya Intan bingung.


"Rencananya nanti sepulang dari sini, aku ingin langsung menyampaikan pada orang tuamu. Tapi, karna kita lagi membahas ini sekalian saja aku katakan." Jawab Setya lembut.


"Apa boleh kalau kami bergabung?" Tanya Bayu memastikan.

__ADS_1


"Tentu saja. Villa kami cukup besar, kalau kalian ikut pun masih ada kamar kok." Jawab Setya yakin.


"Wah, asyiikk! Aku mau kak!" Seru Ifa antusias. Intan juga tersenyum senang membayangkan liburan itu.


Tapi, entah kenapa Intan sedikit cemas dan masih belum berani untuk bertemu dengan orang tuanya Setya. Apalagi, ucapan sang ayah untuk menawarkan pindah sekolah. Ia juga masih memikirkan itu. Jujur, mungkin dia akan kembali teringat kalau melihat tempat kejadian waktu itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Setya yang melihat Intan terlihat melamun. Ekspresi wajahnya juga terlihat berubah.


"Ehm.. Sebenarnya, aku sedang memikirkan untuk pindah sekolah." Jawab Intan dengan kepala tertunduk. Tentu saja perkataan Intan itu membuat semua yang ada disana terkejut. Apalagi Ifa dan Setya.


"Kamu serius?" Tanya Setya dengan menatap Intan dalam.


"Iya, ayah yang menawarkan itu. Karna, ayah takut kalau aku akan kembali teringat kejadian itu." Jawab Intan dengan kepala tertunduk. Ia tak berani menatap mata Setya.


"Tan, jangan pindah!! Jangan tinggalkan aku!!" Seru Ifa yang mulai berkaca-kaca. Sungguh Ifa sama sekali gak mau kalau Intan pindah.


"Aku masih memikirkannya ... Sudahlah jangan menangis. Kita harus segera menghabiskan makanan ini, karna filmnya akan segera dimulai." Seru Intan mengalihkan pembicaraan.


"Kalau gitu kami akan membuatmu berpikir untuk tidak akan pindah!!" Seru Ifa sebelum dia melanjutkan makan. Intan tersenyum kecil dibuatnya.


Sedangkan, Setya masih menatap Intan dengan cemas. Dia gak mau jauh dari Intan, tapi dia juga gak berhak memaksa Intan tinggal, kalau Intan akhirnya tersiksa. Intan menoleh pada Setya yang masih menatapnya.


"Ada apa?" Tanya Intan dengan senyuman.


"Suapi aku!" Ucap Setya mengalihkan suasana agar kembali seperti semula. Intan tersenyum geli melihat sikap manja Setya. Tapi, ia tetap menyuapi Setya dengan senang hati.


Bayu menatap Setya disuapi oleh Intan pun juga jadi ingin disuapi oleh Ifa. Ia menatap Ifa disebelahnya yang makan dengan lahap. Bayu tersenyum kecil, dia tak jadi meminta disuapi. Ia tak tega menganggu makan Ifa.


"Aaa.." Seru Ifa menyodorkan makanan didepan mulut Bayu. Bayu cukup terkejut dengan tindakan Ifa.


"Kalau kakak juga mau disuapi, bilang saja. Ok?" Ucap Ifa dengan senyum menggoda. Bayu merasa malu, karna sudah terpergok oleh Ifa. Akhirnya, semua pun tertawa dan melupakan sejenak pembahasan kepindahan Intan.


Setelah makan, mereka segera menuju ke bioskop karna film akan segera dimulai. Sebelum masuk ke bioskop, Bayu dan Setya mengantri untuk membeli minuman. Sedangkan Ifa dan Intan menunggu mereka dengan santai. Beberapa kali Bayu menoleh menatap Ifa. Dari jauh, ia melihat Ifa yang terlihat sangat menawan. Ia takut, kalau Ifa tiba-tiba didekati oleh pria lain.



Setelah membeli minuman mereka segera masuk dan menuju kursi yang mereka pesan. Genre film yang akan mereka lihat adalah comedy-romance. Sehingga, Intan bisa melihat dengan santai. Selama film diputar Intan bersandar di bahu Setya dengan sebelah tangan yang terus digenggam oleh Setya.


Sebenarnya, Setya saat itu tak terlalu menikmati filmnya. Karna, pikirannya masih tertuju pada kepindahan Intan. Ia menggenggam tangan Intan dengan erat, seakan ia takut kehilangan Intan. Beberapa kali ia mencium puncak kepala Intan mencoba mengusir kekhawatiran dipikarannya saat ini.


Apa yang harus ku lakukan kalau kamu pindah?


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2