Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Hadiah Terindah


__ADS_3

Hari ulang tahun Intan pun tiba. Kejutan yang disiapkan Setya untuk Intan juga sudah beres. Malam itu dihadapan semua keluarga dan teman-teman dekatnya, Setya akan memberikan hadiah terindah yang tak akan pernah Intan lupa.


Intan sendiri selama di sekolah, sudah mendapatkan banyak sekali kejutan dari murid-muridnya. Kue ulang tahun, hadiah sudah banyak Intan dapatkan. Bahkan, rekan-rekan sesama guru juga merencanakan akan merayakan ulang tahun Intan bersama sepulang kerja. Untung saja Dika mencegah itu, karna dia sudah tau kejutan yang disiapkan oleh Setya untuk Intan.


"Bu Intan, untuk merayakan ulang tahun anda, bagaimana jika malam ini kita adakan makan malam bersama?" Usul pak Aris, guru matematika di sekolahnya.


Dan sepertinya, pak Aris ini sedikit memiliki perasaan untuk Intan. Walaupun, status Intan di sekolah sudah tersebar kalau dia sudah memiliki tunangan, tapi karna Setya tak pernah menunjukkan dirinya, beberapa orang meragukan berita itu, termasuk pak Aris.


"Bo ..."


"Maaf, tapi sepertinya bu Intan gak bisa. Dia sudah ada janji acara." Sela Dika menghentikan perkataan Intan yang akan menyetujui ajakan para guru.


"Apa benar bu Intan?" Tanya bu Leni, guru gerografi di sekolah itu.


Intan juga bingung sebenarnya. Karna, dia sama sekali gak dikasih tau tentang perayaan ulang tahunnya oleh Setya ataupun keluarganya. Dia menatap Dika dengan penuh tanya. Dikapun memberikan tatapan yang seoalah-olah Intan harus mengikuti apa yang dia katakan. Akhirnya mau gak mau, Intanpun mengiyakan ucapan Dika.


"Iya bu Leni, maaf saya sudah ada janji acara debgan keluarga saya. Mungkin besok saja saya akan metraktir anda semua." Jawab Intan pada akhirnya.


"Sayang sekali. Tapi, tidak apa-apa. Kami tunggu acaranya besok ya bu Intan." Ucap bu Leni.


"Iyaa .."


Setelah itu, Intan dan Dika pun pulang ke rumah.


"Dika, kenapa kamu tadi gak ngebolehin aku makan malam bersama mereka? Aku kan gak ada acara hari ini." Seru Intan sambil terlihat murung.


"Kata siapa? Kan masih ada aku. Aku mau makan malam bersama kak Intan." Jawab Dika santai.


"Apakah kamu sehat? Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?" Tanya Intan bingung.


"Sudahlah. Pokoknya ikuti saja aku. Nanti aku akan ajak kakak makan malam. Jadi, dandan yang cantik." Seru Dika tak mau bantahan.


"Hanya makan malam bersamamu, kenapa aku harus dandan dengan cantik?" Tanya Intan dengan heran.


"Duh, kakak bisa gak sih gak bawel?! Uda deh, ikutin aja perkataan Dika, kalau gak mau menyesalinya seumur hidup!" Seru Dika mulai kesal karna Intan terus saja membantah.


"Aneh!" Gerutu Intan tak kalah kesal.


...****************...


Malam harinya, setelah bersiap Dika membawa Intan ke tempat acara. Ayah dan bunda sudah menunggu disana. Tapi, tentu saja Intan tak mengetahuinya. Yang diketahui Intan mereka ada kondangan kenalan mereka.


"Kita mau kemana sih?!" Tanya Intan penasaran.


"Bentar lagi juga sampai. Jadi jangan bawel dan lihat saja sendiri nanti." Seru Dika yang sudah lelah dengan pertanyaan Intan yang tiada habisnya daritadi. Intan hanya mendengus kesal mendengar jawaban sang adik.


Tak bersalang lama, mereka sampai di kafe tempat acara akan dilakukan. Intan menatap sekitar dan tak terlihat hal yang mencurigakan. Parkiran juga ramai. Sampai saat Intan masuk ke kafe, ternyata keluarga dan orang-orang terdekatnya sudah disana dan langsung menyambut Intan dengan ucapan selamat ulang tahun.


"Happy Birthday, Intan!!" Seru mereka serempak. Intan terlihat sangat terkejut juga bahagia.


"Terima kasih, semua." Ucap Intan dengan senyum lebar, sembari mendekati mereka.


"Kak Intan, pakai ini." Seru Tasya sambil memakaikan tiara bunga pada Intan.


"Kenapa aku harus memakainya?" Tanya Intan bingung.


"Karna, pemeran utama dari acara malam ini adalah kakak. Kak Intan adalah putri utama dari acara ini." Jawab Tasya dengan senyum lebar.


"Wah, terima kasih ... Tapi ... Dimana, kak Setya? Apa dia tak datang?" Tanya Intan bingung sambil melihat sekitarnya yang tak terlihat ada Setya.


"Setya, masih ada pekerjaan. Ada proyek baru yang om serahkan padanya. Mungkin, dia akan datang terlambat." Bohong papa. Karna, nyatanya Setya sudah ada disana. Di suatu tempat di kafe itu. Dan dia akan muncul saat waktu yang tepat.


"Oh, begitu.." Jawab Intan sedikit kecewa. Tapi, dia tak ingin menunjukkannya dan tetap terlihat bahagia demi keluarga dan orang-orang yang menyayanginya.


Acarapun dilanjutkan dengan tiup lilin. Sebelum meniup lilinnya, Intan menyelipkan do'a disana.


Aku berharap semua keluargaku bisa selalu bahagiaa..


Aku dan kak Setya juga selalu bisa bersama..

__ADS_1


Ah, andai kak Setya juga disini ..?


"Apakah kamu merindukanku?"


Intan membuka matanya, karna mendengar suara Setya. Dia mengederkan pandangannya mencari sosok Setya. Tapi, dia tak menemukannya.


"Mau bertemu denganku?" Tanya Setya sekali lagi. Ternyata, suara Setya keluar dari pengeras suara. Intan bingung harus bagaimana untuk menjawab pertanyaan Setya.


"Jika kamu ingin bertemu denganku, keluarlah dan ikuti jalan setapak di taman, dia akan mengantarkanmu padaku ..." Ucap Setya lagi.


Intan melihat ke arah taman kafe yang ternyata sudah di hias dengann sangat cantik dengan bunga dan balon-balon disana. Intan menatap kedua orang tuanya, seakan meminta izin.


"Pergilah sayang.." Ucap bunda memberi izin yag diangguki juga oleh sang ayah.


Intanpun mengikuti arahan Setya dan berjalan menyusuri jalan setapak itu. Setiap.langkahnya, jantungnya berdebar sangat kencang. Dia menatap lurus ke depannya, masih kosong belum ada Setya. Namun, tiba-tiba suara musik mulai mengalun dan disusul dengan suara merdu Setya.


...----------------...


...🎶Dengarkanlah, wanita pujaanku...


...Malam ini akan kusampaikan...


...Hasrat suci kepadamu, dewiku...


...Dengarkanlah kesungguhan ini...


...Aku ingin mempersuntingmu...


...'Tuk yang pertama dan terakhir🎶...


...----------------...


Intan menghentikan langkahnya. Matanya membulat lebar karna tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Bukan hanya terkejut dengan lagu yang dinyanyikan Setya, tapi juga terkejut dengan keadaan saat ini yang sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan lekat penuh cinta padanya.


Bukan hanya Intan, tapi semua orang termasuk orang tua Setya juga terlihat terkejut. Mereka tak menyangka kalau putra mereka sudah bisa berjalan sekarang. Setya, memang belum mengatakan pada siapapun tentang kondisinya. Dia ingin memberikan kejutan untuk semuanya. Dan hal itu berhasil, semua merasa senang juga haru melihat keadaan Setya saat itu.


Setelah kejadian tertusuknya Intan waktu itu, benar-benar membakar semangat Setya untuk sembuh. Dia berlatih lebih giat untuk bisa berjalan lagi. Dan akhirnya, dia berhasil.


Setya berhenti di tengah jalan dan mengulurkan tangannya agar Intan mendekat ke arahnya. Intanpun mendekat ke arah Setya dengan mata berkaca-kaca. Setya masih melanjutkan lagunya.


...----------------...


...🎶Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur...


...'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta...


...Satu keyakinan hatiku ini...


...Akulah yang terbaik untukmu🎶...


...----------------...


"Intan, maaf sudah membuatmu menunggu lama ... Sekarang, dengarkanlah perasaanku ... Malam ini akan ku sampaikan perasaanku padamu ..."


...----------------...


...🎶Dengarkanlah, wanita impianku...


...Malam ini akan kusampaikan...


...Janji suci, satu untuk selamanya...


...Dengarkanlah kesungguhan ini...


...Aku ingin mempersuntingmu...


...'Tuk yang pertama dan terakhir...


...Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur...

__ADS_1


...'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta...


...Satu keyakinan hatiku ini...


...Akulah yang terbaik untukmu...


...Akulah yang terbaik untukmu ...🎶...


...----------------...


Setya kembali meneruskan lagunya diiringi dengan layar yang menunjukkan keebersamaan Intan dan Setya selama ini.


Mulai dari kenangan mereka di perpustakaan ...



Di pantai ..



Dan msih banyak momen-momen bahagia mereka.



Intan merasa sangat terharu dengan kejutan yang diberikan Setya ini. Ia tak menyangka, di hari ulang tahunnya kali ini, dia akan mendapatkan kejutan luar biasa dari Setya seperti ini.


"Kak Setya ..."


Setya meraih tangan Intan dan menggenggamnya dengan lembut. Dia menatap kedua mata Intan dengan penuh kehangatan.


"Intan, terima kasih karna sudah datang dalam hidupku dan mengisi hari-hariku dengan kenangan indah cinta kita ...


Hampir 10 tahun kita bersama. Kita sudah melewati banyak momen bersama mulai dari senang, sedih, marah bahkan rasa putus asa. Tapi, semua itu telah mengajarkan kita tentang kesetiaan, kejujuran dan cinta yang sebenarnya ...


Terima kasih sudah menungguku selama satu tahun saat aku terbaring tak berdaya ...


Terima kasih karna sudah menerimaku apa adanya saat aku tak sempurna. Kamu, selalu berdiri di sampingku dan menguatkanku ...


Hari ini aku sampaikan padamu, tuan putriku ...


Aku ingin menikahimu ...


Bukan, hanya karna aku ingin memilikimu, tapi karna aku sudah yakin kalau kamu adalah wanita terbaik yang dikirimkan Tuhan padaku ...


Intan, maukah kamu menikah denganku?


Maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu denganku Dan menjadi ibu dari anak-anakku?"


Setya menatap lurus pada Intan. Mata mereka bertemu. Jelas sekali tak ada keraguan di kedua mata Setya. Setiap perkataannya adalah isi dari hatinya.


"Ya aku mau!"


Jawab Intan dengan air mata bahagia. Sudah tak dapat lagi ia jelaskan bagaimana perasannya saat itu, yang jelas dan pasti dia. Bahagia.


Prok ... Prok ... Prok ...


Suara tepuk tangan bergemuruh menembus langit malam, saat Intan memberikan jawabannya pada Setya. Keluarga dan semua orang-orang terdekat mereka juga menangis haru melihat lamaran Setya pada Intan.


"Terima kasih, tuan putriku sayang ..." Ucap Setya lembut sambil menghapus air mata Intan. Intanpun berhambur ke pelukan Setya dengan senyuman diwajahnya.



Sungguh, hari itu dan malam itu, adalah ulang tahun yang tak akan pernah Intan lupa seumur hidupnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2