
Setelah selesai bersih-bersih, mereka segera berkumpul di meja makan untuk makan siang. Karna, Ifa sebelumnya ikut membantu menata meja makan kini dia sudah duduk disana duluan menunggu yang lain datang.
Bayu dengan langkah cepat mendekati Ifa dan duduk disampingnya. Ifa menoleh pada Bayu yang tersenyum ke arahnya. Ifa yang masih kesal, entah kenapa tak bisa menahan senyumnya saat melihat Bayu tersenyum seperti itu padanya.
Tasya yang melihat itu pun terlihat kesal. Akhirnya, dia juga berinisiatif untuk duduk disamping Bayu juga. Intan dan Setya saling tatap melihat itu. Mereka sama-sama cemas apa yang akan terjadi nanti, saat Tasya mengetahui hubungan Bayu dan Ifa.
"Silahkan duduk tuan putri." Ucap Setya lembut, sembari menarikkan kursi untuk Intan duduk.
Setya sama sekali tidak merasa malu bahkan ketika kedua orang tua mereka berkumpul. Sedangkan Intan tentu saja yang tersipu malu melihat tingkah Setya. Walaupun, dia senang karna Setya memperhatikannya, tapi kalau perhatiannya didepan keluarga besar seperti ini, Intan pun merasa malu.
"Maafkan kelakuan putraku yang alay itu ya Mid. Dia sepertinya benar-benar sudah tergila-gila pada putrimu." Ucap papa Setya yang merasa malu dengan sikap Setya.
"Benar. Dia terlalu tergila-gila pada putriku. Tapi, bukan berarti aku akan memberikan putriku degan mudah pada putramu ya, Wan." Jawab ayah dengan menatap tajam pada Setya.
"Papa dan om sekarang saling memanggil dengan nama?" Tanya Setya bingung. Ia lebih tertarik dengan panggilan papanya dan ayah Intan yang terdengar lebih akrab daripada kritikan mereka tentang sikap manisnya pada Intan.
"Ya, kami memutuskan utuk memanggil nama. Ternyata kami dulu teman satu angkatan saat SMP. Kami saja yang tidak terlalu kenal waktu itu." Seru papa Setya antusias, mengingat hubungannya dengan ayah Intan. Tadi, mereka cukup lama bernostalgia jaman SMP dan dari sanalah mereka berdua jadi lebih akrab. Setya dan Intan pun saling menatap dan tersenyum senang.
"Sudah-sudah. Ayuk, mulai makan saja." Seru mama menengahi.
Para Istri dengan sigap mengambilkan makanan untuk suami mereka. Intan juga dengan perhatian mengambilkan beberapa lauk untuk Setya. Begitupun Setya, ia juga dengan perhatian mengambilkan lauk untuk Intan. Ayah Intan terlihat cemburu saat putrinya lebih memperhatikan pria lain daripada dirinya. Melihat wajah sang ayah yang terlihat cemburu, Intan pun mengambilkan lauk juga untuk sang ayah.
"Ayah makan yang banyak juga ya." Ucap Intan dengan senyum manis menenangkan ayahnya. Perlakuan kecil Intan itu berhasil membuat sang ayah kembali tersenyum. Bunda hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap kekanakan suaminya kalau menyangkut Intan.
"Kamu suka udang bukan? Nih.. Makan yang banyak." Ucap Bayu lembut sambil mengambilkan lauk favorit Ifa. Ifa pun tersenyum senang dibuatnya.
"Terima kasih." Ucap Ifa senang.
Tasya yang melihat perhatian Bayu pada Ifa pun merasa kesal. Ia tak habis akal, ia juga dengan perhatian mengambilkan Bayu makanan.
"Kak Bayu, juga harus makan sayur biar sehat." Ucap Tasya dengan senyuman manisnya.
"Tasya, kak Bayu tidak suka kacang." Seru Ifa yang kemudian mengambil sayur kacang dari piring Bayu.
"Maaf ya Tasya. Aku bisa mengambil makananku sendiri kok. Lebih baik kamu makan yang banyak saja ya." Ucap Bayu pelan, agar tidak melukai Tasya, tapi tetap menjaga perasaan Ifa.
__ADS_1
Tasya pun merasa malu sekaligus sedih. Ia tak mengetahui apapun tentang Bayu. Walaupun, Bayu sering main di rumahnya bersama Setya, namun dia tidak cukup dekat dengan Bayu. Dika yang duduk di depan Tasya pun diam-diam memperhatikannya.
Setelah selesai makan siang, mereka memutuskan untuk beristirahat agar malam harinya bisa lebih segar. Mungkin, karna setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sebelumnya, membuat tubuh mereka lelah dan bisa beristirahat dengan cepat.
Sore harinya setelah mandi, Ifa mendapatkan pesan dari Bayu yang meminta Ifa untuk mengenakan sweater pasangan yang mereka beli di mall waktu itu. Dengan senang hati tentu saja Ifa memakainya.
Dengan begini, aku bisa menjaga kak Bayu dari Tasya.. Ifa
Ifa pun bergegas mengenakan sweater pasangannya. Tasya, belum curiga sama sekali dengan sweater yang dikenakan Ifa, karna sweater itu baru terlihat cuople jika dikenakan secara bersama.
Setelah selesai berganti pakaian, para gadis segera turun untuk membatu kedua ibu yang sibuk menyiapkan untuk acara penyambutan tahun baru nanti malam. Tak lama kemudian, para pria juga menyusul turun. Bayu mendekati Ifa yang sibuk menyusun sayur-sayuran untuk dibakar nanti. Ia duduk disamping Ifa dan membantunya. Saat itulah Tasya baru melihat Sweater yang digunakan oleh Ifa dan Bayu ternyata adalah sweater pasangan. Matanya membelalak kaget.
"Haduh, kalian manis sekali sih. Setya-Intan kenapa kalian tidak membeli sweater pasangan juga seperti Bayu dan Ifa? Kalian pasti terlihat sama manisnya dengan Bayu dan Ifa." Seru mama Setya antusias saat melihat sweater pasangan Bayu dan Ifa.
"Bukankah kita juga sudah terlihat seperti pasangan. Warna baju kami senada dan lihatlah ini." Jawab Setya sembari menunjukkan gantungan ponsel miliknya dan Intan.
"Hahaha bagus ... Lucu sekali kalian ini. Serasa mama ingin kembali muda saja." Seru mama terlihat senang.
"Kak Bayu dan kak Ifa pacaran?" Tanya Tasya memastikan.
"Sejak kapan?" Tanya Tasya dengan suara yang mulai bergetar.
"Hm, sudah cukup lama. Bahkan lebih lama kita daripada Intan dan Setya." Jawab Ifa dengan senyuman manis.
Tasya merasa sedih, karna pria yang disukainya ternyata sudah memiliki kekasih. Ia pun berlari kembali menuju kamar. Setya segera mengejar sang adik.
"Ada apa dengan Tasya?" Tanya mama bingung.
"Ehm, tante. Sepertinya Tasya menyukai kak Bayu. Jadi, sekarang dia pasti sedang terpukul." Ucap Intan menjelaskan.
"Tasya menyukai Bayu? Kenapa tante gatau ya." Gumam mama Setya merasa kasihan dengan sang putri.
"Maafkan Ifa tante." Ucap Ifa merasa bersalah.
"Kenapa kamu minta maaf sayang? Kalian saling mencintai, jadi kalian memang harus bersama. Untuk masalah Tasya, biarkan dia sendiri dulu. Dengan begini, dia akan belajar menjadi lebih dewasa. Setya pasti bisa menenangkannya. Nanti, tante juga akan bicara pada Tasya. Kamu tidak usah merasa bersalah ya sayang." Ucap mama Setya lembut. Bayu juga menenangkan Ifa dengan merangkul bahunya.
__ADS_1
Dika walaupun terlihat acuh, namun daritadi dia diam-diam memperhatikan apa yang terjadi. Dia menatap tangga tempat Tasya pergi tadi dengan pandangan sedikit khawatir.
Di kamar, Tasya membenamkan wajahnya di bantal dan menangis terisak. Setya mengikuti Tasya dan duduk disebelahnya. Dengan lembut Setya membelai kepala sang adik dengan sayang. Merasa ada yang menyentuh kepalanya, Tasya pun mendongak dan menatap sang kakak.
"Hiks ... Kak Setya, kenapa ... Hiks ... Kakak gak bilang ... Hiks ... Kalau kak Bayu, sudah ... Hiks ... Punya pacar. Huaa!!" Ucap Tasya disela tangisnya.
"Kan kakak tidak tahu kalau kamu suka sama Bayu. Lagian, kalau kakak memberitahumu, memang kamu mau ngapain?" Tanya Setya lembut.
"Aku kan bisa menyatakan perasaanku lebih dulu, barangkali kak Bayu akan menyukaiku." Seru Tasya masih menangis.
"Itu tidak mungkin, karna Bayu hanya menganggap kamu sebagai adiknya sendiri, sama seperti kakak ke kamu. Dari dulu, dia gak pernah pacaran, karna gak ada gadis yang bisa membuatnya tertarik sampai membuatnya memutuskan untuk berpacaran. Tapi, semua itu tidak berlaku untuk Ifa. Entah, bagaimana caranya yang jelas Ifa telah berhasil menaklukan hati Bayu." Ucap Setya menjelaskan.
"Maka dari itu kak. Padahal, kalau dibandingkan bukankah cantikan Tasya kan? Tapi, kenapa kak Bayu lebih memilih kak Ifa?!" Seru Tasya kesal.
"Tentu bagi kakak, bagi papa dan mama, kamu yang paling cantik. Tapi, belum tentu bagi Bayu. Sama seperti, Tasya yang melihat pria tampan lain selain Bayu, Tasya pasti merasa tetap Bayu yang paling tampan bukan?" Tebak Setya.
"Benar juga sih." Jawab Tasya ragu.
"Kamu tahu kenapa seperti itu?" Tanya Setya dengan senyum diwajahnya. Tasya menggelengkan kepala tanda tidak tahu.
"Karna, Cinta. Kalau kamu sudah tulus menyukai seseorang, pasti dimatanya orang yang dicintai jauh lebih sempurna berkali-kali lipat daripada orang lain. Dan itulah yang dilihat Bayu pada Ifa, aku pada Intan dan Tasya pada Bayu ... Tapi, ingat walau bagaimanapun perasaan itu gak bisa dipaksa. Kamu gak bisa memaksa Bayu untuk menyukaimu." Ucap Setya bijak.
"Lalu aku harus bagaimana kak?" Tanya Tasya bingung.
"Move on dan cari pria lain." Jawab Setya dengan senyuman diwajahnya.
Move on? Bisa gak ya aku? hmm ... Tasya
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1