Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Ayah


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan, setelah acara ijab kabul. Malam harinya diadakan resepsi pernikahan, dengan masih tema outdoor sesuai yang diinginkan Intan.




Ada dua dekorasi yang digunakan. Dekorasi pertama outdoor setengah terbuka, disini tempat pelaminan pengantin berada. Disampingnya ada dekorasi yang benar-benar terbuka. Tempat dimana pemusik berada. Di tengah-tengah taman juga dibuat seperti panggung lantai untuk acara dansa, sesuai susunan acara yang sudah dibuat.



Setelah berganti pakaian dan berias, Intan dan Setya segera menuju ke tempat acara dengan bergandengan tangan. Mereka berdua tampak serasi, seperti pangeran dan putri dari negeri dongeng.


"Wah, Setya makin tampan saja ya!!"



"Intan juga tak kalah cantik."



Para tamu undangan yang melihat penampilan Setya dan Intan malam itu pun saling berdecak kagum. Diantara tamu undangan itu juga ada murid-murid dan rekan-rekan kerja Intan. Intan sengaja mengundang murid-muridnya sesuai dengan permintaan mereka.


"Bu Intan. Ibu sangat cantik malam ini."


"Suami ibu juga terlihat sangat tampan!"


Seru beberapa murid Intan yang memberanikan diri untuk menyapa Intan dan Setya di pelaminan mereka.


"Makasih semua. Makasih sudah datang di pernikahan ibu ya." Jawab Intan dengan senyuman diwajahnya.


"Sama-sama bu. Bu, ayo kita foto." Pinta seorang siswanya.


"Baiklah. Ayo!"


Mereka pun berfoto beberapa kali. Baik di foto oleh fotografer yang sudah disewa Intan ataupun foto menggunakan ponsel muridnya masing-masing. Ada beberapa siswa yang meminta foto dengan Intan saja. Dan Intan sama sekali tak keberatan.


"Bu, kami juga mau foto sama suami ibu aja, boleh?" Tanya siswi Intan penuh harap.


"Hmm ..."


"Maaf ya semua. Sayangnya om hanya mau difoto kalo ada istri om. Jadi, kalau mau foto sama om bareng istri om juga yaa.." Jawab Setya dengan senyum diwajahnya. Intan juga tersenyum mendengar jawaban Setya itu.


"Ba-Baiklah ..." Jawab siswi-siswi Intan dengan nada kecewa.


Kemudian, silih berganti tamu undangan mengucapkan selamat untuk Intan dan Setya. Sampai Dika juga melakukan hal yang sama.


"Selamat untuk pernikahan kakak yaa .. Kak Setya, yang betah dengan kakakku yang bawel, suka buat orang khawatir, manja ..."


"Hei, kenapa kamu hanya mengatakan keburukanku sih?!" Seru Intan kesal.


"Emang sengaja. Kak Setya harus tahu keburukan kakak. Karna, kalau dia masih tetap bertahan setelah tahu keburukan kakak dia memang pantas untuk kakak. Tapi, kalau dia kabur setelah tahu keburukan kakak, maka dia gak pantas untuk kakak." Jawab Dika dengan menatap Setya tajam.


"Sebelum kamu mengatakan semua itu aku sidah tahu semuanya Ka. Aku tahu dia itu bawel, suka buat orang khawatir, manja, keras kepala ... Tapi, semua itu gak berenti buat aku cinta sama dia. Aku tetap ingin terus mengenalnya dengan dalam. Bahkan, aku semakin mencintainya. Aku ingin kita berbagi dan saling melengkapi." Ucap Setya sambil menatap Intan dengan lembut. Dika yang melihat itupun tersenyum puas.


"Baiklah. Pokoknya semoga kalian berdua selalu bahagia. Tolong jaga kakakku." Seru Dika dengan tegas.


"Tentu!" jawab Setya tegas.


"Kak Intan selamat yaa. Semoga kakak selalu bahagia. Kak Setya, kakak harus selalu buat kak Intan bahagia. Dan ... Cepet buatin aku ponakan yaa!" Seru Tasya antusias.


"Haha. Itu tentu saja. Tunggu sebentar ya. Kakak akan cepat mengolahnya." Jawab Setya sambil merangkul pinggang Intan. Intan sampai tersipu dibuatnya.


"Yey.. Tasya tunggu ya!" Seru Tasya kemudian dia berlalu bersama Dika untuk turun.


"Sayang, sepertinya sudah banyak yang menantikan keluarga baru diantara kita. Nanti kita langsung buat ya?" Bisik Setya dengan alis terangkat dan nada menggoda.


"Kak Setya, ih!" Seru Intan sambil mencubit pelan perut Setya.


"Aw, sakit sayang. Aku salah apa sih?" Tanya Setua polos.


"Kak Setya jangan bicarakan itu disini dong. Banyak yang lagi liatin kita. Dan karna omongan kakak wajahku jadi panas. Malu tahu!" Seru Intan kesal.


"Hahaha. Baiklah, kita bicarakan nanti saja, setelah acara selesai. Ok?" Goda Setya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kak Setya!!"


...****************...


"Selamat malam semua. Malam ini kita semua sedang dalam kebahagiaan untuk merayakan pernikahan mempelai kita, Intan dan Setya. Semoga kebahagiaan akan selalu tercurahkan untuk mereka. Secara roundon acara, sekarang kita memasuki waktu untuk acara dansa. Silahkan para tamu undangan dan mempelai segera menuju ke tengah taman yang sudah disediakan." Ucap mc acara.


Akhirnya, semua tamu undangan termasuk Setya dan Intan segera menuju ke tempat mc berada. Intan menatap bingung, ke arah mc. Karena disampingnya berdiri sang ayah.


"Ayah? Untuk apa ayah disana?" Tanya Intan bingung.

__ADS_1


"Selamat malam semua. Terima kasih hari ini sudah datang untuk merayakan pesta pernikahan putri saya, Intan. Gadis paling cantik malam ini. Saya masih tak menyangka putri kecilku sudah sebesar ini. Sekarang, dia sudah menikah dengan lelaki yang sangat mencintainya. Setya, ayah harap kamu bisa selalu mencintai dan membahagian putri ayah dengan baik ya ... Dan untuk tuan putri ayah, Intan. Tetaplah bahagia ya sayang. Kapanpun kamu butuh ayah, ayah masih akan selalu ada untuk Intan." Ucap ayah lembut, membuat Intan dan semua tamu undangan ikut merasakan haru.


"Sebelum menuju ke acara dansa. Saya ingin memberikan hadiah untuk putri kecilku. Saya ingin bernyanyi untuknya." Ucap ayah, yang kemudian perlahan musik mulai mengalun. Dan ayah mulai bernyanyi sambil menatap Intan dan Setya.


...----------------...


...🎶Look at the two of you dancing that way...


...Pandangi kalian berdua menari begitu...


...Lost in the moment and each other's face...


...Terpaku dan saling tatap...


...So much in love you're alone in this place...


...Begitu banyak cinta di antara kalian di tempat ini...


...Like there's nobody else in the world...


...Seakan tak ada orang lain di dunia ini🎶...


...----------------...


Sembari menyanyi, ayah mengingat perkataan Intan kecil yang menganggap ayah adalah segalanya.


...----------------...


...🎶I was enough for her not long ago...


...Aku belum lama bersamanya...


...I was her number one...


...Baginya aku nomer satu...


...She told me so...


...Begitu katanya...


...And she still means the world to me...


...Dan dia masih sangat berarti bagiku...


...Agar kau tahu...


...So be careful when you hold my girl...


...Maka berhati-hatilah saat kau gandeng putriku🎶...


...----------------...


Ayah menatap Setya dan Intan dengan senyum kecil diwajahnya.


...----------------...


...🎶Time changes everything...


...Waktu mengubah segalanya...


...Life must go on...


...Hidup harus berlanjut...


...And I'm not gonna stand in your way...


...Dan aku takkan menghalangi kalian berdua🎶...


...----------------...


Suara ayah mulai bergetar dan air mata mulai mengalir dari kedua matanya.


...----------------...


...🎶But I loved her first and I held her first...


...Tapi aku mencintainya lebih dulu dan kugandeng dia lebih dulu...


...And a place in my heart will always be hers...


...Dan sebuah tempat di hatiku akan selalu miliknya...


...From the first breath she breathed...

__ADS_1


...Sejak pertama kali dia bernafas...


...When she first smiled at me...


...Saat pertama kali dia tersenyum padaku...


...I knew the love of a father runs deep...


...Aku tahu cinta seorang ayah mengalir begitu dalam...


...And I prayed that she'd find you someday...


...Dan kuberdoa kelak dia menemukanmu...


...But it's still hard to give her away...


...Tapi masih berat rasanya tuk melepaskannya...


...I loved her first...


...Aku mencintainya lebih dulu🎶...


...----------------...


Intan dan semua yang mendengarkan nyanyian ayah juga ikut menangis haru. Seakan mereka bisa merasakan perasaan berat kehilangan seorang putri untuk merelakannya dengan lelaki yang dia cintai. Ini membuktikan seberapa besar cinta sang ayah.


Ayah menatap Intan sambil mengingat momen-momen yang sudah ia lalui dengan sang putri bersama.


...----------------...


...🎶How could that beautiful woman with you...


...Bagaimana bisa perempuan cantik itu bersamamu...


...Be the same freckle-faced kid that I knew...


...Persis seperti gadis kecil jerawatan yang kutahu...


...The one that I read all those fairy tales to?...


...Gadis yang kubacakan dongeng peri...


...And tucked into bed all those nights?...


...Dan menidurkannya di malam hari...


...And I knew the first time I saw you with her...


...Dan aku tahu sejak pertama kulihat kau bersamanya...


...It was only a matter of time...


...Hanya soal waktu🎶...


...----------------...


Ayah tersenyum hangat pada sang putri dan Setya yang sudah menjadi suami putrinya. Ayah menatap mereka seakan ingin menyampaikan perasannya.


...----------------...


...🎶Someday you might know what I'm going through...


...Kelak mungkin kau tahu apa yang sedang kurasa...


...When a miracle smiles up at you...


...Saat sebuah keajaiban tersenyum padamu...


...I loved her first ...


...Aku mencintainya lebih dulu🎶...


...----------------...


...I loved Her First _ Heartland...


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2