Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
My Hero


__ADS_3

Setelah kejadian itu, semua kembali berjalan normal. Putri sendiri sudah memutuskan untuk tidak mendekati Setya dan yang lainnya. Padahal, kali ini Intan dengan tulus memperbolehkan Putri untuk tetap bersama mereka. Tapi, Putri memilih menghindar. Dia masih begitu malu untuk menghadapi Setya dan yang lainnya.


Waktu sekolah pun juga terus berputar. Setya dan Bayu sudah mulai disibukkan dengan tugas-tugas akhir mereka. Seperti saat ini mereka, termasuk Intan dan Ifa juga murid yang lain tengah menyiapkan Ujian Tengan Semester.


"Kenapa waktu cepat sekali berputar sih? Rasanya baru saja kita masuk sekolah, sekarang sudah mau UTS aja. Ini menyebalkan!!" Keluh Ifa saat mereka sedang belajar bersama di perpustakaan.


"Sudah, berhentilah mengeluh dan belajar dengan baik." Sahut Intan santai.


"Kamu capek?" Tanya Bayu sembari membelai lembut rambut Ifa.


"Ehm, tapi Oppa pasti lebih capek kan? Lihat, wajah Oppa makin kurusan aja, lihat lingkaran hitam ini juga." Ucap Ifa sembari menakup wajah Bayu dengan kedua tangannya.


"Oppa?" Seru Intan yang merasa aneh saat Ifa memanggil Bayu dengan sebutan 'Oppa'.


"Ya, kenapa? Ada masalah?" Tanya Ifa santai tanpa memalingkan wajahnya dari Bayu. Bayu hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ifa.


"Tidak masalah juga. Hanya saja, aku sedikit geli mendengarnya." Jawab Intan sambil memeluk tubuhnya yang merasa merinding.


Walaupun, dia sering mendengar panggilan itu di drama, tapi entah kenapa saat mendengar Ifa menggunakan panggilan itu rasanya aneh


"Kau gak masalah dipanggil seperti itu?" Tanya Setya yang melihat Bayu biasa saja.


"Tentu saja. Itu kan panggilan sayang dari pacarku. Kenapa aku harus bermasalah. Ini jauh lebih baik daripada Cabiku ini harus melihat oppa-oppa yang lain. Lebih baik aku saja yang jadi oppanya." Jawab Bayu santai.


"Kakak sendiri dan Intan panggilannya masih sama saja. Hanya kadang-kadang saja panggil 'sayang'. Gak ada romatisnya." Sindir Ifa yang terlihat cuek.


"Menurutku, panggilan Intan itu sudah romantis. Karna, memang dia satu-satunya Intan yang bersinar dan berharga bagiku. Dia tak ternilai dan tak terganti oleh siapapun." Jawab Setya sambil menatap Intan dengan mesra.


"Bagiku panggilan kakak juga cukup romantis. Tempat aku bersandar dan membagikan semua rasa senang dan sedih dalam hidupku. Orang yang selalu ada untukku, menjagaku dan mencintaiku. My Hero." Jawab Intan juga membalasa tatapan mesra Setya padanya.


"Aih! Cahaya silau apa yang kalian pancarkan ini?! Berhenti memamerkan keromantisan kalian." Gerutu Ifa kesal.


"Kau sendiri juga begitu. Kenapa menasehati kami? Terserah kami dong mau romantis atau tidak." Jawab Intan santai sambil memeluk lengan Setya erat dengan kepala yang bersandar dibahu Setya. Ifa hanya memutar bola matanya malas.


...****************...


Hari ujian pun tiba. Setya mengantarkan Intan sampai di kelasnya untuk memastikan bagaimana adik kelas yang duduk bersama Intan nanti. Dia cukup lega karna yang duduk dengan Intan adalah perempuan.


"Sudah ya, kakak lihat sendiri kan aku duduknya dengan perempuan juga. Jadi, kak Setya bisa ke kelas kakak sekarang." Ucap Intan lembut, meyakinkan Setya untuk meninggalkanya.


"Baiklah kalau begitu. Belajar yang rajin ya. Nanti, setelah ujian kita beli ice cream." Ucap Setya lembut dengan mengelus lembut kepala Intan.

__ADS_1


"Siap. Kakak juga ya. Semangat!!" Seru Intan sambil mengepalkan kedua tangannya di udara. Setya yang gemas mencubit pelan pipi Intan.


Berbalik dengan Setya, Bayu kini yang merasa tak tenang karna Ifa duduk dengan pria lain. Bayu menatap adik kelas yang duduk dengan Ifa tajam.


"Kak Bayu uda ih, dia kan gak ngapa-ngapain. Berhentilah mempelototinya seperti itu." Ucap Ifa melihat Bayu yang terus menatap tajam adik kelas yang duduk disebelahnya, sampai Ifa bisa melihat adik kelas itu ketakutan.


"Aku hanya memperingatinya, supaya dia tidak macam-macam padamu ... Kamu dengar kan? Gadis yang duduk disebelahmu ini adalah pacarku. Jadi, jangan berpikir untuk merayunya. Ok?" Seru Bayu dengan nada tajam sarat akan ancaman.


"I-Iya kak. Aku tak akan berani." Jawab adik kelas itu ketakutan.


"Sudah kak Bayu. Sana kakak kembali ke kelas kakak aja. Dia sudah ketakutan seperti ini. Aku juga gak bakal kok berpaling dengan pria lain." Ucap Ifa berusaha mengusir Bayu dari sana. Ifa kasihan melihat adik kelas yang duduk dengannya itu.


"Baiklah. Kalau ada apa-apa, atau kalau dia berani macam-macam langsung kabari aku, ok?"


"Iyaa.. Sudah sekarang kakak kembali saja. Itu sudah ditunggu kak Setya." Seru Ifa sambil mendorong tubuh Bayu agar menjauh. Ahirnya, Bayu menurut dan pergi dari kelas Ifa menyusul Setya. Walau, sebenarnya dia agak tak rela.


"Maafkan dia ya. Ehm, Taufan? Kak Bayu memang cukup protektif, tapi dia sebenarnya baik kok." Ucap Ifa menenangkan adik kelasnya. Taufan hanya mengangguk kecil tak menjawab. Ia masih takut akan peringatan Bayu.


Dasar kak Bayu! Dia membuat Taufan sampai ketakutan seperti ini..


Haih, aku jadi berasa tak punya teman di kelas saat ujian seperti ini. Padahal temna sebangku tuh bisa diajak ngobrol dan becanda..


"Wah, kakak beruntung banget sih bisa pacaran sama kak Setya yang ganteng dan perhatian lagi. Kak Setya juga terlihat sangat mencintai kakak. Irinyaa.." Ucap Bunga adik kelas yang duduk bersama Intan.


"Tenang saja kak, aku tak seceroboh Putri yang ingin merebut pacar kakak terang-terangna begitu. Aku hanya mengaggumi kak Setya, seperti fans pada idolnya saja. Tidak sampai ingin memiliki kok." Jawab Bunga cepat, ia sungguh tak bermaksud ingin merebut Setya. Dia memang murni hanya menganggumi saja.


"Oh ya? Bagaimana keadaan Putri di kelas? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Intan khawatir. Karna dia sudah lama tidak berhubungan dengan Putri.


"Ehm, sebenarnya Putri ...."


...****************...


Di kelas sebelah, tempat Toni berada. Dia menatap adik kelas yang duduk disebelahnya dengan dingin. Sedangkan adik kelasnya itu hanya menunduk takut. Dia adalah Putri.


Kenapa dari sekian banyak kakak kelas, aku harus duduk dengan kakak ini sih..


Dia kan kakak yang kasar itu. Bagaimana ini?!


Putri merasa ketakutan karna harus duduk dengan Toni. Dia masih mengingat bagaimana perangai Toni yang keras saat orang yang dia sayang diusik. Dan dia sendiri pernah menjadi orang yang mengusik orang yang disayang itu. Mangkannya, dia sangat ketakutan. Apalagi, Toni yang terus menatapnya dengan tatapan sedingin es. Dia merasa akan bisa beku saat itu juga.


Tak ku sangka aku duduk dengan gadis ini. Sepertinya dia masih takut padaku.. Baguslah, aku bisa tenang beberapa hari ini untuk ujian tanpa ada yang menggodaku..

__ADS_1


Berbeda dengan Putri yang ketakutan. Toni sendiri merasa puas, karna dengan Putri yang ketakutan dia bisa fokus pada ujian dan tidak akan ada yang menggodanya.


"Eh-eh. Lihat deh pria yang duduk dengan Putri. Bukankah kakak itu yang bermain futsal?"


"Iya benar. Ah, dia cukup tampan juga. Gak kalah kok sama kak Setya dan kak Bayu."


"Benar. Dan sepertinya dia juga belum punya pacar. Jadi, mungkin kita punya kesempatan."


"Beruntung sekali Putri, wanita ular itu. Dia bisa duduk dengan cogan. Tapi, melihat sifatnya pasti tak akan yang mau lah dengan dia."


Toni samar-samar mendengar bisik-bisik teman Putri yang menjelek-jelakkan Putri. Dia melirik sekilas pada Putri yang tertunduk sedih.


Ada apa ini? Apa jangan-jangan dia dibully temna sekelasnya karna kejadian waktu itu?!


Toni merasa ada yang aneh dengan teman-teman Putri. Ia menduga kalau Putri dibully. Ia ingin menanyakan pada Putri secara langsung, tapi dia juga sadar itu bukan urusannya. Sehingga, ia mengurungkan niatnya itu.


Kembali lagi di kelas Intan.


"Apa, dibully?" Seru Intan terkejut setelah Bunga menceritakan kalau Putri di bully teman-teman sekelasnya karna kejadian itu.


Intan langsung merasa khawatir dibuatnya. Dia bisa membayangkan bagaimana perasaan Putri, karna dia sendiri juga pernah di bully sebelumnya.


"Apakah kamu juga membullya Putri?" Tanya Intan pada Bunga.


"Aku tidak ikut. Tapi, juga tidak melerai. Karna, aku rasa tindakan Putri yang ingin merebut pacar kakak memang salah. Jadi, aku.."


"Jangan seperti itu. Saat ini yang paling dibutuhkan oleh Putri adalah teman yang bisa selalu ada disampingnya. Jika dia sendirian, dia tidak akan bisa bertahan. Aku tahu rasa sakitnya di bully ... Aku juga tahu apa yang dilakukan Putri sebelumnya memang salah. Tapi, dia sudah meminta maaf dan tidak melakukannya lagi. Dia juga berhak mendapatkan kesempatan kedua. Aku juga sudah memaafkan Putri dan tidak mempersalahkan itu lagi. Jadi Bunga, kamu juga bisa memaafkannya." Ucap Intan penuh pengertian. Bunga terdiam dan berfikir.


Dia mengingat bagaimana teman-temannya yang lain membully Putri. Dia juga merasa kalau itu sudah berlebihan.


"Apakah aku bisa berdiri disampingnya?" Tanya Bunga memastikan.


"Tentu saja bisa. Kamu tahu, kalau Bunga melakukan itu. Putri pasti sangat senang. Dan dia pasti akan selalu mengingat Bunga sebagai salah satu orang terpenting dalam hidupnya." Jawab Intan dengan senyuman. Akhirnya, Bunga pun mengangguk mengerti. Benar kata Intan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk dimaafkan dan memulai dari awal.


Pantas saja kak Setya sangat mencintai kak Intan. Dia sangat baik dan berhati malaikat..


Hari ini aku juga resmi menjadi fans kak Intan..


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2