Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Resiko punya pacar populer


__ADS_3

"Huhhhhffftttt..."


Intan dan Ifa bersamaan menghela nafas panjang sembari menyandarkan kepala ke atas meja. Saat itu mereka sedang di kantin dan akan makan siang. Tapi, mereka terlalu lelah untuk ikut mengantri. Mereka bukan hanya kelelahan dengan kegiatan ospek, tapi mareka juga kelelahan mendengar pertanyaan dari para senior wanita yang mengidolakan Setya dan Bayu.


"Rasa lelahku seperti bertambah 2x lipat." Seru Ifa lesu.


"Benar. Dan kita harus bertahan untuk beberapa hari lagi. Ahh!!" Imbuh Intan yang terlihat sangat letih.


"Hei, apa kamu gak pesan makanan? Mau aku pesankan?" Tanya Alex yang tiba-tiba mendekati Intan.


Intan mendongak dan menatap Alex yang sedang tersenyum padanya. Dengan malas Intan merubah posisiya menjadi duduk. Dia melirik Alex dengan pandangan jengah.


"Gak perlu. Kami bisa melakukannya sendiri. Pergilah dan nikmati makan siangmu. Jangan ganggu kami." Ucap Intan dingin.


"Hm, begitu ya? Aku sungguh gak keberatan kok kalau harus membelikan kamu dan temanmu makan." Seru Alex masih berusaha.


"Apa kau tuli?! Dia mengatakan gak perlu. Kalau kau gak keberatan, kami yang keberatan! Menganggu sekali." Sindir Ifa dengan nada tajam. Alex berusaha sabar menghadapi Ifa, agar ia tetap terlihat baik di mata Intan.


"Tidak pergi juga?!" Seru Ifa kembali bernada tajam.


"Baiklah. Aku tidak akan menganggu lagi. Tapi, kalau kalian butuh sesuatu katakan saja padaku." Ucap Alex sebelum pergi meninggalkan Ifa dan Intan.


"Hei, dia pacarnya Nurul bukan? Kenapa dia ada disini?" Tanya Ifa heran, setelah Alex menjauh dari mereka.


"Dia teryatata satu jurusan denganku. Dan bisa jadi kami akan sekelas nanti. Apalagi, dia sudah putus dengan Nurul." Jawab Intan yang terlihat lesu. Dia lelah harus menghadapi pengganggu seperti Alex.


"Waahh.. Kalau begitu jelas sekali niatnya ingin mendekatimu. Apa dia masih belum sadar juga, kalau dia itu masih kalah jauh dengan kak Setya?! Percaya diri sekali dia." Seru Ifa sambil mengingat perilaku Alex sebelumnya.


"Sudahlah abaikan saja dia, aku tak peduli. Apapun yang akan dia lakukan toh gak akan merubah perasaanku pada kak Setya. Hatiku ini sepenuhnya sudah terisi oleh kak Setya." Jawab Intan dengan senyum diwajahnya. Dia mengingat Setya dan senyumannya.


"Waaahhhh.... Mereka tampan sekali.!!"


"Benar. Apakah mereka senior kita?!"


"Ada apa itu ramai sekali?" Ucap Intan penasaran, karena melihat keramaian di pintu masuk kantin.


Intan dan Ifa memperhatikan keramaian itu dari tempatnya. Dan mereka sangat terkejut saat melihat Setya dan Bayu datang dan berjalan ke arah mereka. Intan dan Ifa saling tatap tak percaya.


"Sayang.." Ucap Setya yang sudah berada di samping Intan. Ia mengelus lembut puncak kepala Intan dengan sayang.


"Kenapa kalian disini?!" Tanya Ifa bingung.


"Kami membawakan makan siang utuk kalian. Kami tahu kalau kantin akan penuh, jadi kami membelikan makan dari luar dan membawakannya untuk kalian." Jawab Setya sambil menunjukkan bungkasan plastik ditangannya. Begitu juga dengan Bayu.


"Kamu pasti capek dan lapar kan?" Ucap Bayu lembut sambil menyentuh kepala Ifa dengan sayang.

__ADS_1


"Waaahhh. Senior-senior itu perhatian sekali. Mereka jauh-jauh datang untuk membawakan makan siang untuk kekasihnya."


"Beruntung sekali gadis-gadis itu."


"Mereka dari jurusan apa ya?"


Intan dan Ifa mendengar obrolan mahasiswi lain di kantin itu. Dengan cepat Intan menarik tangan Setya untuk meninggalkan kantin. Bagitu juga dengan Ifa yang menarik tangan Bayu. Itu semua tak lepas dari pandangan Alex. Dia menatap tak suka pada Setya.


"Hmm, jadi sampai sekarang mereka belum putus. Tapi, aku masih belum ingin menyerah. Gak mungkin cinta mereka masih sama besar seperti dulu. Mungkin saja mereka sudah mulai jenuh satu sama lain. Itu bisa jadi kesempatan untukku." Gumam Alex menatap kepergian Intan dan Setya.


"Kamu mau membawaku kemana?" Tanya Setya setelah mereka keluar dari kantin. Intan terlihat bingung mengamati sekelilingnya. Dia memang masih belum mengerti betul keseluruhan tempat yang ada di dalam kampusnya ini.


"Aku ingin membawa kakak ke tempat sepi. Seperti taman belakang di sekolah dulu." Jawab Intan sambil terus memperhatikan sekelilingnya. Ia masih bingung kemana harus melangkah.


"Ikuti aku.." Ucap Setya lembut, sembari menarik tangan Intan dan mengajaknya ke salah satu sudut kampus yang terlihat sepi.


Ifa juga mengikuti langkah Setya sembari terus menggandeng tangan Bayu. Sesampainya mereka di taman itu, Intan dan Ifa menatap tajam pada Setya dan Bayu.


"Kenapa kalian kesini, tanpa bertanya pada kami dulu? Kalian tahu betapa lelahnya kami menghadapi para penganggum kalian hari ini?" Intan.


"Dan sekarang kalian malah datang. Haih!! Kami pasti akan merasa lebih lelah berkali-kali lipat lagi.!!" Ifa.


Intan dan Ifa merengek dan terlihat benar-benar lelah. Membayangkan bagaimana antusias seniornya nanti akan bertanya pada mereka, apalagi sekarang teman seangkatan juga sudah tahu. Membuat Intan dan Ifa menjadi semakin lemas.


"Memang apa yang terjadi?" Tanya Setya khawatir saat melihat Intan yang terlihat benar-benar kelelahan.


Bayu yang juga mendengarkan itu pun menyandarkan Ifa dalam pelukannya.


"Maafkan kami ya, sudah membuat kalian kesusahan." Ucap Bayu sambil mengelus lembut rambut Ifa.


"Aku akan mengatasinya. Makanlah dulu bersama Ifa disini." Ucap Setya tegas.


"Apa yang akan kakak lakukan? Aku takut kalau kakak melawan mereka, kami akan terus menjadi sasaran selama ospek." Ucap Intan takut.


"Tenang saja. Aku tak akan membiarkan itu. Makanlah dengan tenang disini bersama Ifa. Aku dan Bayu akan menyelesaikannya ... Bay, ayuk!" Ajak Setya.


"Tunggu disini bersama Intan ya. Makan yang banyak." Ucap Bayu lembut sebelum berjalan mengikuti Setya.


"Kira-kira apa yang akan mereka lakukan ya?" Tanya Intan penasaran.


"Sudahlah. Percayakan saja pada mereka. Yuk, kita makan saja." Seru Ifa sambil membuka makanan yang dibawa oleh Bayu.


Tak berselang lama Setya dan Bayu pun kembali ke tempat Intan dan Ifa berada. Mereka kembali tepat saat Intan dan Ifa sudah menyelesaikan makannya.


"Sudah habis? Mau tambah?" Tanya Bayu sambil duduk disebelah Ifa.

__ADS_1


"Enggak perlu, aku sudah kenyang. Emang kakak mau membuatku gendut ya?" Seru Ifa dengan tatapan tajam pada Bayu.


"Enggak juga. Aku hanya ingin kamu gak merasa lapar lagi. Lagian, walaupun kamu gendut sekalipun aku juga gak mempermasalahkan itu." Jawab Bayu dengan senyuman.


"Huh! Gombal."


"Tadi apa yang kalian lakukan untuk menyelesaikan masalah senior-senior itu?" Tanya Intan penasaran.


"Oh, kami hanya menyampaikan keluhan kalian pada dekan, sehingga beliau menegur senior-senior itu yang mencampurkan kepentingan pribadi pada tugas mereka." Jawab Setya santai, sembari membukakan botol minum kemasan untuk Intan, tanpa Intan minta.


"Hah? Lalu bagaimana kalau senior-senior itu jadi dendam dengan kami? Mereka akan mengerjai kami habis-hanbisan." Seru Intan sudah membayangkan nasibnya.


"Tenang saja. Kami akan mengawasi kalian." Jawab Setya santai.


"Maksudnya?" Tanya Ifa bingung.


"Selama kalian ospek kami akan mengawasi kalian dan memastikan kalian aman." Jawab Bayu dengan senyuman diwajahnya.


"Tapi bagaimana? Kenapa bisa?" Tanya Intan masih tak paham.


"Kami sudah mendapatkan izin dari dekan untuk mengawasi kalian selama ospek. Yah, berjaga-jaga kalau senior-senior itu mengerjai kalian karna masalah pribadi." Jawab Setya menjelaskan.


"Berarti selama sisa hari ospek kedepan kak Setya dan kak Bayu akan terus menemani kami dan mengawasi kami, begitu?"


"Ya." Jawab Setya dan Bayu bersamaan.


"Kalian begitu menganggur ya?" Sindiri Ifa dengan menatap Setya dan Bayu bergantian.


"Memang. Tapi, sekarang kami memiliki pekerjaan lain. Tapi, pekerjaan yang menyenangkan. Kami bisa melihat kalian dari pagi sampai sore." Jawab Bayu senang.


"Kami juga bisa memastikan gak ada serangga yang mendekati kalian." Imbuh Setya dengan tegas. Intan tersenyum mengerti apa yang dimaksud serangga oleh Setya.


"Oh, kalau itu aku sepakat kak. Kak Setya harus waspada, karna sudah ada serangga yang berusaha mendekati Intan." Ucap Ifa memberitahu.


"Siapa?!" Tanya Setya terkejut. Baru sehari, sudah ada saja serangga yang mendekati Intan


"Dia mantannya Nurul. Kakak pernah bertemu dengannya dulu sewaktu acara reuni."


"Ohhh.. Bocah tengik itu! Lihat aja aku akan basmi serangga pengganggu itu." Ucap Setya dengan tatapan dingin yang menyeramkan. Intan menggenggam lembut tangan Setya untuk menenangkannya.


Aku tak akan membiarkan serangga macam apapun mendekati Intan! Aku akan basmi mereka semua!


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ...


__ADS_2