Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Ujian yang sesungguhnya..


__ADS_3

Setya menggenggam tangan Intan dengan erat, seakan takut jika ia memegang dengan lemah, Intan akan meninggalkannya. Setya mengajak Intan untuk meninggalkan kampus.


"Kak Setya, bukankah kakak ada kelas sore?" Tanya Intan saat Setya membukakan pintu mobil untuknya.


Setya tak menjawab pertanyaan Intan dan memilih untuk membantu Intan duduk lalu memasangkan sabuk pengamannya. Setelah itu mereka pergi meninggalkan kampus. Selama perjalanan Intan gak berani membuka suaranya sama sekali saat itu. Dia melihat Setya yang sedang emosi, bahkan Setya gak menjawab pertanyaannya tadi. Intan merasa bersalah pada Setya.


Aku pasti sudah meyakiti kak Setya ... Kak Setya pasti marah dan sakit hati karna aku bertemu dengan pria itu ... Ucap hati Intan sedih.


Setya mengemudikan mobilnya sampai ke hutan bambu. Setelah sampai disana, baik Setya atau Intan belum ada yang membuka obrolan. Suasana di dalam mobil itu terasa sunyi yang menyesakkan.


"Hikss ... Hikss ... Maaf ... Maafkan Intan kak! Maaf ... Hikss ..." Ucap Intan lirih dengan suara bergetar. Setya langsung menoleh pada Intan dan sangat terkejut saat melihat Intan menangis.


"Sayang, kenapa? Kenapa minta maaf? Kenapa kamu menangis seperti ini?" Tanya Setya bingung. Dia tak suka melihat Intan menangis seperti itu.


"Huaaaa!!"


Bukannya menjawab, Intan justru menangis lebih kencang dari sebelumnya. Intan sangat merasa bersalah pada Setya. Intan yakin saat ini Setya sedang marah dan kecewa padanya. Padahal, selama ini Setya selalu membuatnya bahagia dan gak pernah mengecewakannya. Rasa takut seketika menyelimuti diri Intan. Dia takut, Setya akan pergi meninggalkannya.


"Sayang, katakan padaku kenapa menangis? Apa dia menyakitimu? Atau aku menyakitimu? Apa ada yang salah? Ada apa? Katakan padaku, ku mohon!!" Seru Setya panik saat melihat Intan terus menangis.


"Maaf ... Maaf ... Maaf." Ucap Intan berkali-kali disela isak tangisnya. Setyapun memeluk Intan dengan erat dan menciumi puncak kepala Intan dengan sayang. Berharap Intan akan menghentikan tangisannya.


Setelah beberapa saat, akhirnya tangis Intan mulai reda. Walaupun, dia masih sesenggukan bahkan matanya masih sembab dan terlihat berkaca-kaca.


"Sekarang, katakan padaku. Ada apa, kenapa kamu menangis seperti itu? Kamu tahu kan aku gak suka melihatmu menangis.." Ucap Setya dengan sorot mata penuh kehangatan. Sorot mata yang sudah membuat Intan kembali membuka hatinya.


"Intan takut kak Setya akan meninggalkan Intan!" Jawab Intan dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Siap yang akan meninggalkanmu sayang? Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Tanya Setya bingung.


"Kak Setya pasti marah dan kecewa sama Intan kan, karna Intan ketemu sama dia. Dari tadi kak Setya diam saja, kak Setya mengabaikan Intan. Intan pasti buat kak Setya sedih ... Maaf ... Intan takut kak Setya ninggalin Intan. Intan gak mau! Jangan tinggalin Intan! ... Hikss." Jawab Intan dan kembali menangis. Setya terkejut mendengar jawaban Intan. Tanpa sadar sikapnya sudah membuat Intan menangis.


Padahal, Setya gak bermaksud seperti itu. Dia sebelumnya memang marah. Tapi, bukan pada Intan. Melainkan pada dirinya sendiri. Setiap kali melihat Bagas dia akan teringat kegagalannya melindungi Intan sampai membuat Intan sangat terluka sebelumnya. Dan Setya gak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Karna, rasa sakit dan kenangan buruk yang Intan rasakan dulu pasti akan tetap teringat oleh Intan.


"Maafkan aku, aku gak bermaksud membuatmu berpikir seperti itu sayang ... Aku memang marah, tapi itu bukan padamu, tapi pada diriku sendiri. Aku marah dan kecewa pada diriku sendiri. Karna, dulu aku gak berhasil melindungimu. Aku tahu dia adalah kenangan burukmu. Kenangan yang akan membuatmu kembali bersedih." Ucap Setya sembari menghapus air mata Intan dengan lembut.


"Jadi, maksudnya kakak gak marah sama Intan kan? Kak Setya gak akan ninggalin Intan kan?" Tanya Intan memastikan.


"Tentu saja sayang. Tentu saja aku gak bakalan ninggalin kamu. Bahkan, kamu minta sekalipun, aku gak bakalan ninggalin kamu. Aku gak bisa bayangin hidupku tanpa kamu. Karna, kamu adalah hidupku." Ucap Setya sembari mengusap lembut pipi Intan.


"Aku juga! Aku gak bakalan ninggalin kak Setya apapun yang terjadi. Bahkan, kalau kak Setya memintanya sekalipun!" Seru Intan kembali memeluk Setya dengan erat. Setya membalas pekukan Intan dan menciumi puncak kepala Intan dengan sayang juga.


"Apa kamu gak apa-apa tadi bertemu dengan pria itu? Lalu, kenapa dia ada disini?" Tanya Setya penasaran.


"Lain kali kamu gak boleh nangis seorang diri lagi tanpa aku, ok? Kalau bisa ku mohon jangan menangis lagi.." Ucap Setya dengan sorot mata penuh kehangatan.


"Gak akan lagi. Aku gak akan lagi menangis untuk pria itu! ... Mungkin, aku tadi terlalu terkejut karna tiba-tiba bertemu dengannya. Seakan-akan semua emosi yang tertahan selama ini meledak tadi ... Tapi, sekarang aku sungguh sudah gak apa-apa. Bahkan, memikirkannya yang begitu tak tahu malu memintaku mengobrol dengannya seperti tadi saja sudah membuatku muak!" Seru Intan dengan nada tajam dan sorot mata tidak suka.


"Baguslah.." Ucap Setya sambil mengusap lembut rambut Intan.


"Ehm, tapi aku harus bertemu dengannya setiap mata kuliah itu. Huh! Itu menyebalkan!" Seru Intan dengan nada kesal.


"Mungkin bukan hanya saat di kelas. Dengan kemunculannya sekarang, dia pasti sudah memutuskan untuk mendekatimu lagi. Mungkin, dia akan lebih sering mencari kesempatan untuk menemui kamu."


"Benarkah?! Tapi, untuk apa?! Dia pasti sudah lama mengamati kita?! Dan dia pasti juga sudah tahu kalau hubungan kita gak terpengaruh dengan orang luar. Lalu kenapa dia harus muncul lagi sekarang?!" Tanya Intan tak habis pikir.

__ADS_1


"Aku yakin dia merasa berbeda Intan. Aku yakin dia merasa lebih percaya diri, karna dia pernah ada dihatimu dan sangat kamu cintai sebelumnya. Dia pasti berpikir kalau kamu hanya menjadikanku pelampiasan setelah dia menolaknya. Pasti dia juga yakin bisa mendapatkan cintamu lagi."


"Gak mungkin! Apa dia gila berpikir aku seperti itu?! Mana mungkin aku kembali pada orang yang sudah membuangku dan sama sekali gak menghargai aku?! Kak Setya percaya pada Intan kan? Dihati Intan sekarang cuman ada kak Setya. Hanya kak Setya yang Intan cintai." Ucap Intan dengan mata penuh harap.


"Tentu saja sayang. Tentu saja aku percaya padamu. Kalaupun dihati kamu, aku belum sepenuhnya ada. Aku pasti akan berusaha lebih keras lagi untuk memasukinya." Jawab Setya dengan senyum lembut.


"Gak perlu lagi. Hatiku sudah penuh dengan kak Setya kok. Hehe." Jawab Intan sembari memeluk lengan Setya dengan manja. Setya juga terseyum mendengae jawaban Intan.


"Tapi sayang, mungkin kali ini akan jadi cobaan berat untuk hubungan kita. Kita harus berjuang bersama menjaga kepercayaan diantara kita. Kita harus tetap saling terbuka, apapun yang dilakukannya nanti, aku harap kamu bisa mengatakannya padaku. Jangan sampai kita terprovokasi oleh dia. Dan menyebabkan kehancuran hubungan kita." Ucap Setya dengan tegas. Sorot matanya juga memancarkan kesungguhan.


"Iya. Intan janji akan mengatakan semuanya pada kak Setya seperti tadi. Kita berjuang bersama ya kak." Ucap Intan dengan senyuman.


"Tentu saja sayang. Kali ini aku akan melindungimu tanpa celah. Aku gak bakal biarin dia menyakitimu seperti dulu." Jawab Setya dengan nada tegas. Intan tersenyum mendengar ucapan Setya itu.


Mulai hari ini ujian yang sebenarnya untuk hubungan Setya dan Intan akan dimulai ... Apakah mereka bisa mempertahankan hubungan mereka tetap utuh sampai akhir??


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Note : Persiapkan hati dan perasaan, beberapa chapter ke depan mungkin akan menguras emosi.. Maaf juga kalau gak sesuai ekpetasi😅🙏

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2