Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Sangat menggemaskan!!


__ADS_3

Benar apa yang dikatakan Bayu. Indah memiliki banyak cara untuk memulihkan namanya. Sebelumnya dia dirumorkan masih memiliki perasaan pada Setya dan berusaha untuk merebut Setya dari Intan. Namun, rumor itu langsung terbantahkan saat Indah mulai berpacaran dengan senior kelas 12 yang merupakan pria tertampan di angkatannya. Berita itu pun tentu saja langsung meluas ke seluruh sekolah.


"Kak Indah benar-benar pintar cari sensasi ... Aku sangat kagum padanya." Seru Ifa sambil bertepuk tangan pelan.


"Sudahlah hentikan membahas kak Indah. Dia sekarang sudha bahagia dengan pilihannya." Ucap Intan mengingatkan.


"Hehe.. Iya, kamu benar." Jawab Ifa dengan senyum kikuk.


Pemberitahuan ditujukan kepada ketua kelas dan sekretaris, harap segera menuju ke aula sekarang juga 📢📢


"Tan, kamu atau aku yang pergi dengan Dharma?" Tanya Toni pada Intan, karna dia sama-sama sekretaris.


"Kamu aja deh. Aku lagi fokus nih." Jawab Intan tanpa mengalihkan pandangannya dari tugas yang sedang dia kerjakan.


"Yakin? Kamu gak mau ketemu pacar kamu?" Goda Toni, padahal dia sendiri masih memiliki perasaan pada Intan.


"Kami setiap hari bertemu. Tidak bertemu saat panggilan pun bukan menjadi masalah buat kami." Jawab Intan santai.


"Dasar!!" Gerutu Toni dan segera bergegas pergi dengan Dharma.


Alasan lain kenapa Intan tak mau pergi karna dia tak ingin berduaan dengan Dharma. Dia masih menghargai perasaan Linda dan usaha Dharma untuk memperbaiki hubungannya dengan Linda.


Dharma dan Toni segera menuju ke aula. Disana sudah banyak ketua kelas dan sekretaris dari kelas lain yang berkumpul, termasuk Setya. Setya yang sebelumnya tersenyum senang karna akan bertemu Intan, akhirnya merasa kecewa saat melihat Dharma datang bersama Toni.


"Kenapa malah dua bocah itu? Tumben bukan Intan yang datang?" Gumam Setya bingung.


"Berhentilah menggerutu. Kau setiap saat bertemu dengan kekasihmu. Tidak bertemu sekarang, tidak akan membuatmu mati." Sindir Indah yang terlihat muak dengan sikap Setya. .


Sebelumnya Indah memang berpacaran dengan senior kelas 12 untuk pelampiasan karna tak mendapatkan Setya. Namun, lama-kelamaan Indah menjadi benar-benar menyukai pacarnya sekarang. Maka dari itu melihat pria yang pernah dia sukai bertindak berlebihan karna tak bisa bertemu dengan kekasihnya hanya beberapa saat saja membuatnya muak.


"Bagiku setiap detik bersama Intan itu sangat berharga." Jawab Setya acuh.


...****************...


Setelah mendapatkan informasi dari guru, ketua kelas dan sekretaris segera membubarkan diri. Dharma dan Toni juga segera kembali ke kelas. Karna jam pelajaran belum selesai. Akhirnya, Dharma menunda memberikan informasinya dan menunggu sampai jam istirahat.


"Ton, ada informasi apa? Kenapa kau terlihat lesu?" Tanya Ifa yang penasaran sesaat setelah Toni duduk dibangkunya.


"Berita yang membuatku sangat malas!" Gerutu Toni dengan wajah yang ditekuk.


"Ada apa?" Tanya Intan yang ikut penasaran.


"Nanti kalian akan mendengarnya sendiri. Sudahlah, aku juga harus mengerjakan tugas pelajaran ini." Pungkas Toni mengakhiri pertanyaan dari Ifa dan Intan.


Setelah jam mata pelajaran berakhir. Dharma, segera menyampaikan informasinya di depan kelas sebelum teman-temannya membubarkan diri.


"Teman-teman tunggu sebentat, aku akan memberitahukan informasi dari panggilan tadi. Dua minggu lagi kita akan ujian tengah semester, jadi para guru mengharapkan kita bisa menyiapkannya dengan baik. Buka buku catatan kalian, aku akan mendiktekan jadwalnya." Ucap Dharma penuh wibawa.


"Ahh ... Akhirnya, aku tau apa yang membuatmu lesu. Ini juga hal yang tidak aku inginkan." Seru Ifa dengan wajah ditekuk sama seperti Toni. Sedangkan Intan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Tan, kita belajar bersama seperti waktu SMP dulu yuk. Nilai kita tidak boleh turun. Jika, itu terjadi kita akan disuruh putus. Aku gak mau pisah dari kak Bayu." Rengek Ifa cemas. Dia baru teringat syarat dari orang tua mereka yang harus tetap mempertahankan nilai dengan bagus.


"Baiklah. Aku juga tidak ingin putus dari kak Setya." Jawab Intan yang juga teringat ucapan bundanya.


"Wah, aku boleh bergabung? Kasihanilah temanmu ini, ya?" Ucap Toni memelas.


"Hahaha. Tentu Ton, tapi kamu tidak boleh bermalas-malasan, ok?" Seru Intan.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan jadi anak yang rajin!" Tekad Toni dengan sorot mata penuh keyakinan.


Ifa cukup khawatir melihat Toni akan bergabung, pasalnya dia tahu kalau Toni memiliki perasaan pada Intan. Walaupun, Ifa melihat Toni memang tak ada usaha untuk merebut Intan dari Setya sih. Tapi, dia tetap merasa khawatir.


"Kalian mau belajar bersama? Apakah aku boleh bergabung juga?" Tanya Dharma yang tak sengaja mendengar obrolan Intan dan Toni.


"Tentu ... Linda, kamu juga mau ikut belajar bersama kami?" Tawar Intan pada Linda yang hendak pergi ke kantin.


"Aku ..."


"Mau ikut ya? Kamu bisa bareng aku." Ucap Dharma perhatian.


"Ehm, baiklah." Jawab Linda malu.


"Kita akan belajar dimana?" Tanya Ifa.


"2 minggu waktu yang lama. Bagaimana, kalau kita buat bergulir untuk belajar di rumah kita?" Saran Linda. Dan yang lain mengangguk menyetujui.


Setelah diskusi selesai, mereka segera membubarkan diri. Intan dan Ifa juga menuju ke kantin. Disana Setya dan Bayu sudah menunggu, karna sebelumnya Ifa menghubungi Bayu untuk menyuruhnya duluan.


"Apakah memberi informasi selama ini?" Tanya Bayu penasaran.


"Oh tadi kami juga membahas untuk belajar kelompok." Jawab Ifa menjelaskan.


"Belajar kelompok? Dengan siapa saja?" Tanya Bayu dan Setya bersamaan.


"Kak Setya dan Kak Bayu kompak sekali sih? Hahaha." Ejek Intan sambil tertawa geli.


"Aku, Intan, Linda, Pak Ketu, Toni." Jawab Ifa santai sambil memakan gado-gado pesanannya.


"Baiklah aku ikut belajar kelompok kalian." Putus Setya yang terlihat serius.


"Ikut belajar kelompok kami? Kenapa?" Tanya Intan bingung.


"Yah, aku juga harus belajar kan. Lagian, aku juga bisa menjadi guru bagi kalian kalau ada yang dibingungkan nanti." Ucap Setya mencari alasan.


"Tapi ..."


"Bay, kamu juga akan ikut bersamaku kan? Kamu juga harus tetap menjaga nilaimu. Sekalian kamu bisa membantu Ifa belajar bukan?" Seru Setya memotong perkataan Intan. Dia menatap Bayu seakan memberi kode untuk menyetujui ajakannya.


Dia yang cemburu, tapi aku juga yang kena. Baiklah, karna aku sahabat yang baik maka aku akan mengikuti kemauanmu..


Gak ada ruginya juga, aku bisa lebih lama bersama Ifa ... Bayu.


"Baiklah. Aku juga akan ikut." Jawab Bayu pada akhirnya.


"Asyik!" Seru Ifa senang. Sedangkan Intan masih menatap Setya dengan curiga.


...****************...


Pulang sekolah.


"Kak Setya, aku mau makan ice cream." Ucap Intan dengan nada manja saat mereka hendak pulang.


"Baiklah. Kita mampir ke cafe sebentar untuk makan ice cream." Jawab Setya lembut.


Akhirnya mereka segera menuju ke cafe yang tak jauh dari kompleks rumah Intan. Disana dijual berbagai menu ice cream yang menggunggah selera.

__ADS_1


"Mau pesan apa kakak?" Tanya pelayan dengan ramah.


"Ice cream coklat mbak." Ucap Intan antusias.


"Hari ini kami ada paket spesial untuk pasangan kekasih. Dapat 1 ice cream jumbo dengan diskon 50%. Apakah kakaknya mau coba menu ini saja?" Tawar pelayan.


"Ice creamnya rasa apa mbak?" Tanya Setya mewakili Intan.


"Bisa request kakak. Mau rasa apa termasuk topingnya." Jawab Pelayan ramah. Mata Intan berbinar mendengarnya.


"Baiklah, kami ambil menu itu. Ice creamnya rasa coklat dengan toping babble dan cookies coklat ya mbak." Ucap Setya menjelaskan.


"Baik. Mohon tunggu sebentar." Ucap Pelayan ramah, sebelum meninggalkan meja Setya dan Intan.


"Terima kasih." Ucap Intan dengan senyum merekah lebar sambil menatap Setya disampingnya.


Mereka duduk bersebelahan di sofa dekat jendela yang menghadap ke arah area outdoor. Cafe saat itu cukup sepi, hanya beberapa muda-mudi saja.


Tak berapa lama kemudian pesanan mereka sampai. Itu benar-benar ice cream jumbo. Intan melihat ice cream didepannya dengan berbinar senang.


"Enakk..." Seru Intan senang.


"Makan perlahan saja, nanti tersedak." Ucap Setya lembut.


"Kak Setya juga makan dong. Aaa..." Ucap Intan sembari menyodorkan sendok berisi ice cream pada Setya. Dengan senang hati Setya menerima suapan dari Intan.


"Hmm ... Bagaimana suasana hati kak Setya? Sudah tidak cemburu lagi?" Tanya Intan denga senyuman.


"Uhuk ... Uhuk ... Cemburu? Siapa? Aku?" Tanya Setya bingung. Dia cukup terkejut mendengar pertanyaan Intan.


"Ya. Jelas sekali terlihat tadi. Kakak ingin bergabung di belajar kelompok kami, karna tak ingin aku dekat dengan dengan Dharma atau Toni kan?" Tebak Intan menggoda Setya.


"Baiklah, aku akui tadi aku memang cemburu. Memang benar aku gak mau kamu dekat dengan Dharma dan Toni ... Aku tak mengatakannya langsung, karna aku tak mau membatasi kamu. Jadi, itulah pilihanku untuk tetap bersamamu." Ucap Setya sambil menunduk merasa bersalah.


Satya takut egois karna membatasi Intan. Dia tetap ingin bisa Intan bisa bergaul dengan teman-temannya. Tapi, rasa cemburu membuatnya merasa tak nyaman. Intan tersenyum mendengar jawaban Setya.


Cup ...


Satu kecupan singkat mendarat dipipi Setya oleh Intan.


"Aku sama sekali tidak merasa terganggu dengan rasa cemburu kakak. Karna, itu menandakan kalau kakak memang sangat mencintai aku. Terima kasih." Ucap Intan dengan senyuman diwajahnya.


Setya juga tersenyum senang sembari memgang pipinya yang baru saja dicium oleh Intan. Setya melhat sekeliling kemudian ...


Cup ...


Satu kecupan sukses mendarat dibibir Intan. Intan cukup terkejut dengan tindakan Setya. Dia melihat sekitar dan merasa lega karna tak ada yang memperhatikan. Seketika wajahnya terasa memanas. Setya, tersenyum melihat wajah merona Intan.


Ah, sangat menggemaskan!! ... Setya.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2