Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Mengantar tamu


__ADS_3

Hari sudah berganti, Intan terbangun sebelum sinar fajar menunjukkan dirinya. Saat dia membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah Setya. Intan masih tak menyangka kalau sekarang dia sudah menjadi istri Setya dan setiap pagi dia akan selalu melihat wajah Setya seperti ini. Intan juga merasakan berat diatas tubuhnya, karna Setya memeluknya dengan erat sepanjang malam.


Tapi, ditengah kebahagiaan itu Intan mengingat sesuatu yang membuatnya menatap Setya dengan takut.


Ternyata semalam aku ketiduran ... Haduh, kak Setya ngambek kayak kak Bayu gak ya?



Intan menggeliat berusaha menyingkirkan tangan Setya dari tubuhnya. Dia ingin mandi untuk bersiap menunaikan sholat shubuh. Tapi, tiba-tiba tangan Setya semakin menarik tubuh Intan mendekat ke arahnya.


"Mau kabur?" Tanya Setya dengan mata masih tertutup.


"Ka-Kak Setya uda bangun?" Tanya Intan gugup. Jantungnya berdebar dengan kencang. Setya membuka matanya dan menatap Intan di depannya.


"Bagaimana aku gak bangun, kalo kamu gerak-gerak kayak gitu, hm?" Tanya Setya sambil menatap lekat mata Intan.


"Oh. Hehe. Maaf ... Ehm, gak apa-apa deh kak Setya ikut bangun. Kita harus sholat shubuh." Jawab Intan mengingatkan dengan harapan Setya bisa melepaskannya. Setya melirik jam di atas nakas yang masih menunjukkan pukul 4 pagi.


"Masih ada waktu. Aku masih menunggu penjelasan kamu untuk yang semalam lho sayang ... Kamu tahu betapa sedihnya aku saat liat kamu uda tidur duluan?" Ucap Setya dengan suara yang dibuat sedih dengan kepala tertunduk.


"Ehm, maaf. Tapi, kenapa kak Setya gak bangunin aku aja?" Tanya Intan bingung.


"Memang aku setega itu buat bangunin kamu yang uda tidur pulas banget?"


"Iya, maaf. Malam sebelumnya Intan begadang sama ayah. Ayah gak bisa tidur dan terus melihat album masa kecil Intan. Akhirnya, kita berbincang mengingat semua kenangan itu. Haahh.. Aku masih sedih mengingat ekspresi ayah." Ucap Intan dengan nada sedih juga.


"Sudah, jangan sedih yaa. Walaupun begitu, ayah pasti juga ikut bahagia untuk kamu sayang." Ucap Setya sembari mengusap rambut Intan dengan sayang. Intan tersenyum menanggapinya.


"Sekarang, bagaimana kalau kita mandi bersama saja?" Goda Setya sambil berbisik ditelinga Intan. Intan sampai merinding dibuatnya.


"Ka-Kak Setya, serius?" Tanya Intan takut-takut. Setya menatap ekspresi Intan yang terlihat tegang.


Setya tersenyum kecil, lalu ia menarik Intan mendekat ke arahnya dan mencium bibirnya dengan lembut. Intan tak menolak, jujur dia merasa nyaman dan merindukan ciuman Setya.


"Mandilah dulu." Ucap Setya setelah melepas ciumannya. Intan menatap Setya dengan bingung.


"Kenapa gak pergi juga? Atau kamu memang mau mandi denganku?" Goda Setya dengan senyum diwajahnya.


"Eng-Enggak. Aku duluan aja!" Seru Intan sambil bangun dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Setya tersenyum melihat tingkah Intan itu. Ini sudah pagi dia tak berniat berbuat lebih. Setya hanya menggoda Intan saja. Tapi, kalau sampai mereka mandi bersama, mungkin aka beda cerita.


Setelah mandi, mereka segera menunaikan sholat shubuh berjama'ah. Intan mencium punggung tangan Setya setelah mereka selesai sholat. Setya tersenyum hangat pada Intan. Dalam hati mereka masing-masing terucap syukur pada Tuhan karna sudah menyatukan mereka.


...****************...


Bandara


"Duh, mentang-mentang pengantin baru datengnya molor banget!" Seru Bayu kesal pada Setya dan Intan yang baru datang.


"Maaf kak Bay, kami tadi sarapan dulu." Jawab Intan merasa bersalah.

__ADS_1


"Sarapan apa'an sampe selama itu, emang kalian habis makan orang?" Gerutu Bayu kesal.


"Kak Bayu, uda deh. Kenapa sih?!" Seru Ifa yang heran dengan tingkah suaminya.


"Iri bilang boss!" Seru Setya dengan senyum mengejek.


"Siapa yang i ..."


"Yuk, sayang. Kita tinggalkan saja orang iri itu." Ucap Setya lembut sembari merangkul pinggang Intan untuk segera take off dari bandara.


"Hei Setya! Aku belum selesai bicara!" Teriak Bayu kesal.


"Udahlah kak Bayu, jangan marah-marah mulu. Lebih baik kita juga pergi atau akan ketinggalan pesawat!" Seru Ifa mengingatkan.


"Tapi ..."


"Gak ada tapi-tapi'an. Kalo masih mau teriak-teriak, aku pergi sendiri saja!" Seru Ifa sambil berjalan meninggalkan Bayu.


"Lho kok?! Tunggu, sayang ... Kamu gak bisa pergi sendiri. Ini kan bulan madu kita!" Seru Bayu sembari berlar mengejar Ifa. Ifa merasa malu dengan tingkah Bayu, karna sikapnya itu membuat mereka jadi pusat perhatian di bandara.


Di dalam pesawat, saat pesawat akan lepas landas, Intan merasa tegang. Pasalnya, ini kali pertama Intan naik pesawat.


"Tenanglah sayang. Gak akan terjadi apa-apa. Bersandarlah padaku. Aku disampingmu." Ucap Setya lembut sambil meraih kepala Intan agar bersandar di dadanya. Intan tersenyum dan merasa jauh lebih tenang. Dia balas memeluk Setya dengan erat.Bukan hanya Intan, Ifa juga merasa tegang. Untuk menenangkan Ifa, Bayu menggenggam tangan Ifa dan Ifa menyandarkan kepalanya di bahu Bayu.


Mereka berempat harus menempuh perjalanan jauh dengan waktu kurang lebih 8 jam'an. Waktu yang lama memang, tapi karna bersama mereka berempat sama sekali tidak merasa bosan. Mereka tiba di bandara Internasional Incheon pada malam hari, karna ada perbedaan waktu sebesar 2 jam antara negaranya dengan Korea selatan.


"Haahh.. Aku lelah sekali. Perjalanannya ternyata sangat lama." Keluh Ifa sembari meregangkan tubuhnya.


"Lebih baik, kita langsung ke hotel saja. Udara semakin dingin saat malam. Lebih baik, kita jalan-jalan besok pagi saja." Saran Setya sambil merangkul bahu Intan.


Semua menyetujui saran Setya. Akhirnya, mereka semua bergegas ke hotel yang sudah dipesan jauh-jauh hari. Mereka akan menginap di salah satu hotel terbesar dan cukup terkenal di daerah sana. Yaitu, hotel Grand Hyatt Seoul.



Setelah melakukan cek in di resepsionis, mereka segera menuju ke kamar mereka. Mereka memesan kamar bersebalahan di lantai yang cukup tinggi, agar bisa melihat pemandagan indah kota Seoul.


"Selamat malam." Ucap mereka saling berpamitan.


"Uwahh.. Pemandangannya sangat bagus!!" Seru Intan saat memasuki kamar mereka.



"Kamu suka?" Tanya Setya sembari memeluk Intan dari belakang.


"Tentu saja!" Jawab Intan cepat dengan senyum diwajahnya.


"Makasih ya kak, sudah ngajakin Intan kesini. Intan sangat senang!" Seru Intan lagi sambil mengalungkan tangan ke leher Setya.


"Cuman makasih aja? Hadiahnya mana?" Goda Setya sambil mendekatkan wajahnya ke arah Intan. Intan tersenyum mendengar pertanyaan Setya. Dia pun berjinjit dan mencium bibir Setya sekilas.


Cup!!

__ADS_1


"Makasih sayang.." Ucap Intan lembut.


"Hadiah seperti itu kurang sayang. Biar aku ajarkan memberi hadiah yang tulus padamu." Ucap Setya dengan senyum diwajahnya. Kemudian, dia mendekatkan wajahnya ke Intan dan mencium bibirnya cukup lama. Mereka berdua saling menikmati ciuman mereka.


"Sudah. Lain kali, kalau mau mengucapkan terima kasih padaku, seperti itu ya tuan putriku, sayang ... Sekarang, mandilah setelah itu kita istrihat." Ucap Setya sambil membelai lembut kepala Intan. Intan menatap Setya dengan bingung dan tak percaya, seakan bertanya 'Semudah itu kak Setya melepaskanku?'


"Aku tau apa yang kamu pikirkan. Tapi, aku gak akan melakukannya hari ini. Kita sam-sama lelah setelah penerbagan jauh." Ucap Setya yang melihat kebingungan sang istri. Intan pun kembali tersenyum, mendengar perhatian Setya padanya.


"Tapi ... Aku gak akan melepaskan besok. Jadi, bersiaplah sayang." Bisik Setya ditelinga Intan. Seketika, wajah Intan menjadi memanas.


"Hufftt.. Disini sangat panas. Aku mau mandi dulu." Seru Intan, sambil berlari meninggalkan Setya ke kamar mandi.


Di kamar sebelah.


"Sayang" Panggil Bayu pada sang istri yang asyik berfoto dengan latar belakang pemandangan kota Seoul malam itu.


"Hmm?" Tanya Ifa tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Sayang.." Panggil Bayu lagi.


"Hmm?"


Dan lagi-lagi Ifa hanya berdehem sebagai jawaban, tanpa menghentikan aktivitasnya. Bayu yang kesal segera mendekati Ifa dan memeluk Ifa dari belakang. Dengan manja Bayu menyandarkan kepalanya di bahu Ifa.


"Kamu kok cuekin aku sih?" Tanya Bayu kesal.


"Maaf-maaf. Habisnya, Ifa terlalu bahagia. Rasanya seperti mimpi Ifa bisa datang kesini. Makasih yaa.." Ucap Ifa lembut, sambil mengelus wajah Bayu dibahunya.


"Sama-sama sayang ... Oh ya, tamu kamu sudah pergi belum?" Tanya Bayu penuh harap.


"Hm, tamunya sudah berkemas. Sepertiya besok sudah pulang." Jawab Ifa malu-malu.


"Benarkah?! Yess!! Kalau begitu kita mandi bereng yuk!" Seru Bayu sambil mengangkat tubuh Ifa.


"Kak Bayu! Apa yang kamu lakukan?! Tamunya belum bener-bener pergi.!!" Seru Ifa terkejut saat tiba-tiba Bayu mengangkatnya.


"Gak apa-apa. Aku hanya mau mengantar tamu pergi aja kok. Aku gak bakal mengusirnya dengan paksa. Hehe." Jawab Bayu dengan senyum jahil. Kemudian, dia membawa Ifa ke kamar mandi.


"Kak Bayu!!"


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Guys, nanti sore ada lagi yaa .. Mumpung author lagi ada waktu buat nulis. Hehe 😁✌️

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2