Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Drama bumil (1)


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu dengan cepat. Tapi, tidak bagi Bayu. Bagi Bayu tiga bulan terasa sangat lama. Bagaimana tidak, Ifa belakangan ini selalu saja meminta hal yang aneh-aneh darinya. Tak jarang, Bayu harus bangun dan keluar tengah malam hanya untuk membelikan sesuatu yang diinginkan Ifa. Seperti malam itu ...


"Kak Bayu! Kak Bayu! Oppa!!" Panggil Ifa sambil mengguncang tubuh suaminya itu agar cepat bangun.


"Hmm? Ada apa sayang?" Tanya Bayu yang masih setengah sadar.


"Ifa ingin ice cream!" Pinta Ifa dengan masih mengguncang tubuh Bayu agar bangun.


"Ice cream? Jam segini? Itu dingin lho sayang. Nanti kamu kena flu lho. Besok pagi aja yaa. Tinggal beberapa jam lagi pagi kok." Jawab Bayu yang masih memejamkan matanya. Sebelumnya dia melirik jam diatas nakas yang masih menunjukkan pukul 2 pagi.


"Gak mau. Maunya sekarang!" Rengek Ifa pada Bayu.


Tapi, karna terlalu lelah karna kerja lembur, Bayu tak kuat membuka matanya. Dia kembali terlelap dan mengabaikan Ifa yang terus merengek. Ifa merasa sedih melihat Bayu yang mengabaikannya. Dia pun keluar kamar dan berjalan ke ruang tengah.


"Papa kalian gak sayang mama lagi. Hikss.." Gumam Ifa sambil mengelus perutnya yang sudah cukup besar.


"Kalau kalian sudah lahir, jangan mirip papa ya nak." Pesan Ifa pada baby twinnya. Sebelumnya Ifa dan Bayu sudah mengecek jenis kelamin baby twin dan ternyata mereka adalah cowok. Ganda putra.


Bukan karna Ifa tak mengerti suaminya yang lelah. Tapi, bagi bumil keinginannya lah yang paling penting. Emosionalnya bumil apalagi dengan baby twin, sangat gampag terpengaruh. Mangkannya sangat penting untuk selalu membuat suasana hatinya membaik.


Seperti Ifa saat itu. Karna, penolakan sang suami, dia merasa kalau Bayu sudah tak mencintainya lagi. Ifa terus menangis di ruang keluarga seorang diri. Karna, kelelahan Ifa sampai tertidur disana. Pagi harinya, saat mama akan ke dapur, dia sangat terkejut saat melihat menantunya tidur disofa seorang diri.


"Ifa sayang. Nakk.." Panggil mama khawatir. Ifa mulai mengerjap dan bangun dari tidurnya.


"Mama ..."


"Kamu kenapa tidur disini sayang? Kenapa gak di kamar? Mana Bayu?" Tanya mama bingung.


"Mama.. Kak Bayu uda gak sayang sama Ifa lagi. Kak Bayu mau buang Ifa. Hikss.." Jawab Ifa lirih dan mulai menangis lagi.


"Lho, ada apa sayang? Kok tiba-tiba begitu?" Tanya mama bingung.


"Katakan pada papa, apa yang sudah dilakukan Bayu?" Seru papa yang juga baru datang melihat menantunya menangis.


"Ifa ingin ice cream. Tapi, kak Bayu gak mau beliin. Mungkin, permintaan Ifa aja yang berlebihan ya ma-pa? Seharusnya Ifa gak usah minta-minta ke kak Bayu lagi.." Ucap Ifa lirih dan semakin terisak.


"Jangan gitu sayang. Tentu saja kamu bisa minta apapun yang kamu mau dari Bayu. Dia suami kamu, sudah kewajibannya buat memenuhi keinginan kamu sayang." Ucap mama lembut.


"Benar kata mama kamu. Dulu, papa sewaktu mama hamil Bayu saja, gak pernah sekalipun papa gak menuhi apa yang diinginkan mama. Ini malah anak papa yang gak bisa menuhi keinginan kamu ... Tunggu disini, biar papa panggil dulu anak itu." Seru papa kesal.


Kemudian, papa segera ke kamar Bayu. Dilihatnya Bayu masih terlelap di balik selimut. Papa mendekati putra satu-satunya itu dengan geram.


"Bayu!" Seru papa dengan nada tinggi. Bayu yang tertidur langsung tersentak bangun.


"Hah?! Apa?! Ada apa?!" Ucap Bayu kelabakan.


"Ada apa?! Justru papa yang harusnya tanya padamu. Ada apa denganmu?! Papa kan sudah berpesan padamu sebelumnya, selalu buat Ifa bahagia. Kamu malah membuatnya menangis." Seru papa dengan kesal.

__ADS_1


"Ifa menangis? Papa bicara apa sih?! Kenapa Ifa menangis?! ... Tunggu, dimana Ifa sekarang?" Tanya Bayu bingung.


"Kamu benar-benar ya Bayu. Semalaman istrimu tidur di sofa kamu juga gak sadar?!" Seru papa menatap Bayu dengan kecewa.


"Tidur di sofa? Kenapa bisa?!" Seru Bayu panik dan langsung keluar kamar mencari istrinya. Bayu berlari ke ruang keluarga dan melihat Ifa masih menangis dipelukan sang mama.


"Sayang ... Ada apa ini? Kenapa kamu menangis seperti ini? Lalu kenapa kamu tidur di sofa sayang?" Tanya Bayu mendekati sang istri. Tapi saat Bayu mendekat seketika Ifa merasa perutnya bergejolak dan iapun berlari ke kamar mandi.


Hoeekk ... Hoekkk


"Sayang kamu kenapa?!" Tanya Bayu panik yang juga berlari ke kamar mandi.


"Jangan mendekat! Kak Bayu bau! Kalau kak Bayu mendekat aku selalu ingin mual." Seru Ifa yang masih merasa mual.


"A-Apa maksudnya sayang? Mana mungkin sampe begitu?!" Tanya Bayu bingung dia mencoba mendekati Ifa lagi dan..


Hoeekk ... Hoekkk


"Sudah Bay. Kamu ingin menyiksa istrimu lagi. Ini juga kesalahanmu sendiri, karna semalam gak mau nuritin ngidamnya Ifa, sepertinya anak-anakmu jadi kesal padamu. Akhirnya, setiap dekat denganmu Ifa akan mual. Sekarang, gak ada pilihan lagi, kamu harus mejaga jarak dari Ifa." Seru mama tegas.


"Ta-Tapi ma.."


"Gak ada tapi-tapi'an. Terima saja konsekuensi dari perbuatanmu sendiri." Seru papa menambahi.


"Sayang.. Maafkan aku yaa. Aku salah, seharusnya aku gak ngabaikanmu tadi. Maafkan aku yaa.." Pinta Bayu memelas pada Ifa.


"Lho, jangan gitu dong sayang. Maafkan aku yaa.. Bukan gitu maksud aku semalam ... Aku ..."


"Udah gak apa-apa. Mungkin kak Bayu uda lelah ngehadapin permintaan Ifa dan baby twin. Biar aja Ifa dan baby twin mandiri mulai sekarang." Seru Ifa sambil melangkah pergi.


"Sayang ..."


"Jangan dekati Ifa kalo gak mau Ifa mual-mual lagi." Seru Ifa tegas.


"Ma-Pa, apa yang harus Bayu lakukan sekarang?" Tanya Bayu bingung.


"Terima saja, itu juga kesalahanmu." Seru papa acuh.


"Gak ada pilihan lain selain menuruti permintaan Ifa saat ini. Tunggu sampe suasana hatinya dan keinginan untuk jauh dari kamu reda. Kalau kamu paksa deketin Ifa sekarang, kasihan istrimu nanti" Jawab mama memberitahu.


"Haaahhh.. Drama apa ini?!" Gumam Bayu tak habis pikir.


"Jangan terus mengeluh! Kamu pikir enak jadi wanita hamil?! Bayangkan saja kamu yang ada diposisi Ifa. Apakah memenuhi keinginan kecil yang dimintanya bisa sebanding dengan beratnya mengandung dan melahirkan nanti?!" Seru papa tegas.


Bayu pun menunduk dan seakan berpikir. Dia mencoba mencerna perkataan sang papa. Dan benar apa yang dikatakan papanya. Pengorbanan seorang wanita gak sebanding hanya dengan mengabulkan keinginan kecilnya saat hamil.


"Papa benar. Bayu harus meminta maaf yang tulus pada Ifa." Seru Bayu sambil berlalu ke kamarnya menyusul sang istri.

__ADS_1


"Sayang, kamu mau kemana?!" Seru Bayu bingung saat melihat Ifa mengemasi beberapa baju ke dalam tas besar.


"Ifa mau pulang ke rumah mama dulu. Ifa kangen sama mama. Lagian, Ifa juga masih belum mau dekat-dekat sama kak Bayu." Jawab Ifa acuh sambil terus mengemasi pakaiannya.


"Jangan gitu dong sayang. Jangan tinggalin aku. Aku memang salah. Harusnya aku beliin keinginan kamu. Maafin aku.. Tapi, tolong jangan tinggalkan aku, ya?" Pinta Bayu pada Ifa.


"Ifa kangen mama kak. Kak Bayu masih gak mau nurutin permintaan Ifa?" Tanya Ifa dengan nada tajam.


"Aku ... Tapi ..."


"Yasudahlah, kak Bayu memang begitu. Aku pergi sendiri saja!" Seru Ifa sambil melangkah pergi ke luar kamar.


"Sayang!!" Panggil Bayu sambil mengikuti Ifa.


"Jangan dekati Ifa!" Seru Ifa saat Bayu akan mendekatinya. Dia sudah mulai merasa mual lagi.


"Sayang, kamu mua kemana nak?" Tanya mama bingung saat melihat Ifa membawa tas besar di tangannya.


"Mama, Ifa mau pulang ke rumah mama Ifa. Ifa kangen sama mama. Lagian, sekarang Ifa masih gak mau deket-deket sama ka Bayu." Ucap Ifa dengan tatapan penuh harap pada sang mertua.


"Baiklah, kalau begitu. Tapi, habis sarapn dulu ya, nanti papa dan mama akan antar kamu ya sayang?" Ucap mama dengan lembut.


"Ehm, baiklah." Jawab Ifa mempertimbangkan.


"Tapi ..."


"Bayu, kamu mau buat istri kamu sedih lagi?" Seru papa pada sang putra.


"Enggak bukan gitu maksud Bayu ... Sayang ..." Panggil Bayu pada Ifa. Tapi, Ifa hanya melirik sekilas pada Bayu.


Haaahhhh.. Susah sekali nurutin bumil ini ... Belum lahir saja kedua putraku sudah memonopoli mamanya. Bagaimana jika mereka sudah lahir. Hmm... Gumam Bayu dalam hati.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Author : Maaf ya gaess, kalo dramanya alay. Aku gatau sih orang hamil tuh emosionalnya sampe kayak gimana. Cuman aku buat kayak gini soalnya, seru aja kalo nyiksa Bayu. Wkwk


Bayu : Thor, alamat rumahmu mana?! Pengen ku bom atom, serius!


Author : 😜😂

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2