
Lima jam kemudian ...
"Hmmm?" Gumam Ifa yang mulai sadar dari pengaruh obat bius sebelumnya.
Sayup-sayup dia mulai mendengar suara orang mengobrol dan gelak tawa beberapa orang. Perlahan ia mengedarkan pandangannya dan ia menatap keluarga juga suaminya tengah menggendong bayi kecil dalam dekapannya.
"Kak Bayuu ..." Panggil Ifa lirih. Bayu yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh. Dia terlihat sangat bahagia, melihat istrinya sudah sadarkan diri.
"Sayang, kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang sakit?" Tanya Bayu dengan perhatian. Yang lain juga menatap Ifa yang baru bangun.
"Ifa gak apa-apa ... Apa itu baby twin?" Tanya Ifa sambil melihat bayi mungil dalam dekapan sang suami.
"Iya sayang. Ini yang bungsu. Kamu mau gendong?" Tanya Bayu pada Ifa.
Ifapun mengangguk mengiyakan. Setelah itu, Rehan membantu menaikkan ranjang Ifa agar bisa menjadi sandaran. Kemudian, Bayu memberikan putranya pada Ifa. Bayi mungil itu menggeliat dari tidurnya dalam dekapan Ifa dengan mata yang masih terpejam. Dengan lembut, Ifa mengusap pipi merah sang putra dengan tangannya. Tanpa terasa air mata jatuh dari kedua matanya.
"Kak Bayu, Ifa resmi jadi seorang ibu sekarang .." Ucap Ifa dengan senyum bahagia diwajahnya.
"Iya sayang. Berkat kamu aku juga sudah menjadi seorang papa. Terima kasih yaa.." Ucap Bayu lembut sambil menyeka air mata Ifa.
" Selamat ya sayang. Mama gak menyangka putri kecil mama sekarang juga sudah mejadi seorang ibu." Ucap mama sambil membelai kepala sang putri dengan sayang.
"Makasih mama. Ifa masih perlu banyak belajar jadi orang tua yang baik dari mama dan semuanya." Ucap Ifa pada keluarganya.
Di kala semua sedang berbahagia saat itu, Intan dengan duduk di kursi roda datang dengan di dorong Setya diikuti oleh Dika dan Tasya dibelakangnya. Sebelumnya, Intan yang sudah merasa lebih baik meminta untuk bertemu dengan Ifa. Dia juga ingin melihat baby twin. Setya menyetujuinya, dengan syarat Intan harus menggunakan kursi roda.
"Sayang, kamu sudah baik-baik saja?" Tanya ayah mendekati sang putri.
"Intan sudah baik-baik saja ayah." Jawab Intan meyakinkan sang ayah.
"Memangnya ada apa dengan Intan? Kenapa kamu duduk di kursi roda dan menggunakan infus?" Tanya Ifa yang menatap Intan dengan bingung juga cemas.
"Aku gak apa-apa. Hanya sedikit syok tadi ... Sudahlah, lupakan bahas aku. Bagaimana keadaanmu juga?" Tanya Intan pada Ifa. Dia gak ingin membuat Ifa khawatir.
"Aku sudah baik-baik saja. Cuman sedikit nyeri dibagian luka bekas operasinya. Tapi, gak parah sih." Jawab Ifa dengan senyum diwajahnya.
"Syukurlah ... Mana baby twin. Aku mau liat." Seru Intan antusias.
"Intan, mau gendong?" Tanya mama Bayu yang sedang menggendong si sulung.
"Boleh tante?" Tanya Intan dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Tentu saja boleh. Kamu kan juga bunda mereka." Seru Ifa mengingatkan Intan.
Kemudian, mama Bayu membantu memindahkan si sulung ke pangkuan Intan. Intan begitu hati-hati menggendong bayi mungil yang masih memejamkan matanya itu. Pipi tambum dan kemerahannya membuat siapa saja ingin sekali mencubitnya.
"Lucu banget sih. Tembemnya sama kayak kamu Fa. Hehe." Ucap Intan sambil mengelus pelan pipi bayi mungil itu.
"Benar. Mereka juga sangat tampan." Ucap Ifa yang juga menatap putranya itu.
"Jelaslah. Siapa dulu papanya." Seru Bayu dengan bangga. Mendengar itu yang lain pun jadi memutar bola matanya dengan malas.
"Siapa nama mereka?" Tanya Tasya yang juga kelihatan gemas dengan kedua bayi kembar itu.
"Kak Bayu, siapa nama mereka? Kata kakak, kakak sudah menyiapkan nama untuk mereka kan?" Tanya Ifa pada Bayu.
"Ya. Aku sudah menyiapkan nama untuk kedua jagoanku yanh tampan ini ... Untuk si sulung, aku beri nama dia Ezra Abrisam Pahlevi. Ezra berarti penolong, aku berharap dia bisa menjadi kakak yang baik dan bisa diandalkan dan selalu menolong saudaranya. Sedangkan si bungsu Ersya Abrisam Pahlevi. Ersya berarti bersemangat dan cerdas. Aku harap dia bisa mengisi dan melengkapi hari-hari kita dengan kebahagiaan." Jawab Bayu dengan senyum diwajahnya.
"Lalu nama belakang mereka apa artinya?" Tanya Ifa penasaran.
"Kalau Abrisam sendiri berarti tampan dan lembut yang menggambarkan karakter mereka. Dan terakhir Pahlevi nama keluargaku yang berarti berani dan taat agama. Aku berharap mereka bisa menjadi anak yang sholeh dan dapat menjaga nama baik agamanya." Jawab Bayu lagi dengan senyum yang masih terus tersungging diwajahnya.
"Nama yang bagus." Ucap semua orang disana. Intan menatap bayi mungil dalam pelukannya dengan senyuman.
"Selamat datang Ezra." Ucap Intan dengan lembut.
Setelah cukup bermain dengan si kembar. Para orang tua akhirnya pamit untuk pulang. Sedangkan Bayu dan Setya tetap di rumah sakit menemani istri mereka masing-masing.
"Kalau butuh apapun, langsung kabari kami yaa." Ucap ayah sebelum pulang. Intan dan Setya mengangguk mengiyakan.
"Iya ayah. Intan mengerti." Ucap Intan dengan lembut.
Setelah itu, tinggallah Setya dan Intan di kamat rawat Intan saat itu. Hari sudah berenjak malam hari itu.
"Kak Setya sini, tidur sama Intan." Ucap Intan sambil menepuk ranjang sebelahnya.
"Kamu akan kesempitan sayang. Aku tidur di sofa saja gak apa-apa kok." Ucap Setya lembut.
"Gak mau. Aku mau kak Setya tidur disini, peluk Intan." Rengek Intan dengan manja.
"Haha. Baiklah." Jawab Setya pasrah.
Setya segera naik ke atas ranjang disamping Intan dan langsung menarik Intan ke dalam dekapannya. Di peluk Setya seperti itu, membuat Intan merasa nyaman dan terlindungi.
__ADS_1
"Kak Setya, setelah lihat baby twin. Intan jadi penasaran deh, kira-kira baby kita cewek atau cowok ya?" Tanya Intan sambil mendongak menatap sang suami.
"Dulu aku ingin seorang putra. Karna, jika aku punya putri, kasian anak kita, karna aku pasti akan sangat posesif padanya. Bahkan, mungkin lebih posesif dari ayah kamu dan papa." Jawab Setya dengan mengingat-ingat rencana pembullyan apa saja yang sudah di rencanakan Setya saat membayangkan dia memiliki putri dan putrinya akan menikah dengan pria lain.
"Lalu kalau sekarang bagaimana?" Tanya Intan penasaran.
"Kalo sekarang, aku tidak perduli lagi mau putra atau putri. Yang terpenting kalian berdua selalu sehat dan baik-baik saja, maka itu sudah cukup bagiku." Jawab Setya dengan lembut dan penuh perhatian. Intan sampai terharu dan kembali masuk dalam dekapan Setya.
Setya juga membalas pelukan Intan dengan erat. Masih ada rasa takut dalam hatinya jika mengingat kejadian hari ini. Dia tak membayangkan bagaimana jadinya kalau anak mereka hari ini tak dapat diselamatkan. Intan pasti akan merasa sangat hancur.
"Sudah malam istirahatlah.." Ucap Setya lembut sambil mencium puncak kepala Intan.
...****************...
Tengah malam saat Bayu juga tengah terlelap bersama Ifa. Tiba-tiba baby twin terbangun dan menangis. Ifa dan Bayu akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Duhduh.. Anak mama kenapa pada bangun tengah malam gini?" Ucap Ifa sambil mengangkat Ersya. Sedangkan Ezra sudah berada di gendongan Bayu.
"Mungkin mereka lapar ya?" Tanya Bayu berusaha mencari tahu kenapa kedua putranya itu menangis.
"Mungkin saja. Sudah beberapa jam yang lalu mereka minum ASI." Ucap Ifa yang bersiap untuk memberikan ASI pada Ersya. Setelah mendapatkan ASInya, Ersya mulai diam.
"Sayang, Ezra bagaimana? Dia juga terus menangis?" Seru Bayu yang kewalahan untuk menenangkan Ezra.
"Kemarikan kak. Bantu aku pegangi ya." Seru Ifa pada Bayu. Dia sekaligus memberikan ASI untuk Ezra dan Ersya dalam waktu bersamaan.
"Sayang, bagaimana jika kita konsultasi pada dokter. Kalau begini terus kamu juga akan kesusahan. Mungkin kita perlu susu bantuan untuk si kembar. Kamu kan juga setelah pulih pasti akan kembali bekerja kan?" Ucap Bayu yang melihat Ifa yanh kesusahan harus memberi ASI pada dua putranya sekaligus.
"Kak Bayu benar. Tapi, sebenarnya aku gak tega pada mereka. Aku ingin memberikan ASI ekslusif pada mereka." Jawab Ifa dengan sedih.
"Aku tahu sayang. Kan susu formulanya cuman sebagai bantuan. Kamu tetap bisa memberikan ASI eksklusif untuk mereka. Aku juga khawatir dengan kesehatanmu." Ucap Bayu lembut.
"Baiklah. Besok pagi kita diskusikan dengan dokternya." Jawab Ifa pada akhirnya.
Bayu dan Ifa menatap Ezra dan Ersya yang mulai terlelap lagi setelah kenyang meminum ASI.
"Haaahhh. Hari-hari dimana istriku akan dimonopoli si kembar akan mulai berjalan ..." Gumam Bayu melihat si kembar yang ada di dekapan mamanya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..