
Jam pulang kerja.
"Hallo sayang, kamu berangkat dulu bersama Dika dan yang lain yaa. Masih ada pekerjaan yang perlu aku selesaikan. Maaf yaa.." Ucap Setya lewat panggilan telpon.
"Oh begitu. Gak masalah sih. Pokoknya, nanti kak Setya hati-hati di jalan ya?" Seru Intan mengingatkan.
"Iya sayang. Aku juga janji akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat, supaya bisa segera menyusulmu." Jawab Setya lembut.
"Ya. Aku akan menunggu kakak." Jawab Intan sebelum memutuskan panggilan telponnya.
"Ka, aku bareng kamu. Kak Setya, nanti menyusul dia masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Intan pada sang adik.
"Ya." Jawab Dika singkat.
Kemudian, Intan dan rekan-rekannya segera berangkat menuju ke restoran yang sudah menjadi kesepatakan bersama.
"Selamat ulang tahun ya bu Intan. Ini hadiah dari kami, maaf tidak seberapa daripada traktiran makan malam ini." Ucap bu Leni mewakili yang lain.
"Terima kasih. Do'a dari kalian saja sudah dari cukup untuk saya." Jawab Intan dengan senyum ramah.
"Oh ya, tunangan ibu kemana? Kenapa belum datang?" Tanya salah satu rekannya.
"Sebentar lagi dia pasti akna datang. Tadi dia menghubungi saya, katanya masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan dulu." Jawab Intan memberitahu.
Tepat seperti perkataan Intan, tak lama kemudian, Setya datang dengan membawa sebuket besar bunga mawar untuk Intan. Auranya sangat terpancar semanjak dia memasuki restoran. Dan langsung saja dia jadi pusat perhatian di sana.
"Wah.. Wah.. Pangerannya bu Intan datang!" Seru bu Leni menggoda Intan. Intan sendiri pandangannya sudah terkunci juga pada Setya.
"Huh! kenapa dia semakin tampan saja?!" Gumam Intan yang terpesona melihat Setya.
"Malam sayang. Ini untukmu." Ucap Setya lembut sembari memberikan buket bunganya pada Intan.
"Makasih my hero." Jawab Intan dengan senyum manis.
"Ehem.. Ehem.."
"Oh maaf. Mari saya perkenalkan ini kak Setya tu ..."
"Calon suaminya." Potong Setya saat Intan akan berkata kalau dia adalah tunangannya. Setya meraih pinggang Intan dengan posesif.
"Ahahaha. Iya, perkenalkan dia calon suami saya. Kami aka segera menikah." Ralat Intan saat melihat tingkah Setya.
"Wah-wah. Selamat ya bu Intan, pak Setya. Kami tunggu undangan kalian berdua." Seru Lina antusias.
"Iya terima kasih. Untuk makan malam ini biar saya yang traktir, sebagai ucapan perkenalan dari saya. Silahkan, bapak-ibu kalau mau tambah pesanan. Atau mau bawa pulang juga tak masalah." Ucap Setya ramah.
"Terima kasih pak Setya. Tak hanya tampan, anda juga sangat dermawan." Puji salah satu rekan Intan. Setya menanggapi itu dengan senyuman.
"Kak Setya, kenapa jadi kakak yang traktir. Aku kan yang sudah janji akan traktir mereka?!" Bisik Intan kesal.
"Aku atau kamu itu gak ada bedanya sayang. Dompetku sekarang juga adalah milikmu. Kamu bebas menggunakannya untuk apapun." Jawab Setya kembali menggoda Intan. Intan sampai tersipu dibuatnya. Keromantisan mereka cukup menjadi tontonan rekan-rekan Intan.
"Hahh.. aku merindukan Tasya." Gumam Dika yang kesal melihat keromantisan sang kakak terus. Dia jadi merindukan Tasya dan ingin menggodanya juga seperti biasa.
Setelah selesai dengan acara makan malam itu, Setya mengajak Intan ke hutan bambu. Sudah sangat lama mereka tak kesana lagi, semenjak Setya lumpuh. Suasana malam itu sangat tenang. dengan cahaya bulan purnama di langit gelap. Seakan menuntun setiap langkah yang di ambil oleh Setya dan Intan.
"Sudah lama sekali ya sejak kita kesini?" Ucap Setya sambil memeluk Intan dari belakang. Dia mendekap Intan masuk ke dalam jaketnya, agar tak terkena dinginnya malam.
"Iya ... Dan tempat ini sama sekali tak berubah. Aku harap ke depannya juga masih seperti ini." Jawab Intan sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Setya. Ia merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Intan ..." Panggil Setya dengan suara lembut.
"Hmm?"
"Terima kasih ..."
"Untuk apa?" Tanya Intan bingung.
"Untuk segalanya ... Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, menjadi penyelamatku, menungguku, mempercayaiku dan terima kasih juga karna sudah mencintaiku."
Intan berbalik menghadap Setya dan menatap matanya lurus.
"Aku juga berterima kasih karna kakak sudah hadir juga dalam hidup Intan dan menjadi cahaya dan pelindung Intan. Terima kasih untuk cinta kakak yang begitu besar untuk Intan." Ucap Intan dengan sangat lembut.
Kemudian, Intan menyandarkan kepalanya ke dada Setya dan memeluk Setya erat. Setya juga membalas pelukan Intan sambil mengusap rambut panjang Intan dengan sayang.
...****************...
Akhir pekan.
Hari itu, setelah sekian lama karna kesibukan dengan karir masing-masing, akhirnya Intan-Setya dan Ifa -Bayu bisa kembali melakukan double date. Tapi, mereka bersepakat untuk mengenakan seragam sekolah SMA mereka dulu. Mereka ingin mengenang masa-masa remaja itu, sebelum mereka menikah.
Mereka, memutuskan untuk ke taman hiburan. Dengan pakaian mereka, mereka cukup menarik perhatian pengunjung disana. Sebenarnya, mereka masih sangat pantas mengenakan seragam SMA tapi, cukup aneh jika mengenakan seragam ke taman hiburan di akhir pekan. Jelas saja mereka cukup menjadi pusat perhatian.
"Sudah ku duga kita akan jadi pusat perhatian. Sepertinya aku sudah gak cocok pakai seragam deh." Seru Intan yang cukup malu dengan penampilannya saat itu.
"Kata siapa gak cocok? Kamu masih terlihat imut seperti dulu kok. Mereka yang memperhatikanmu pasti berpikir kalau kamu sangat manis." Ucap Setya dengan nada sedikit menggoda.
"Kak Setya, Ih. Aku tuh serius!" Seru Intan kesal.
"Lho, aku juga serius sayang. Kamu masih terlihat menggemaskan seperti dulu." Jawab Setya menyakinkan Intan.
"Kalau aku pakai apapun pasti kelihatan cocok." Jawab Setya membanggakan diri.
"Iya-iya, kakak yang paling tampan!" Puji Intan dengan senyum geli.
Berbeda dengan Intan yang masih merasa malu karna diperhatikan oleh banyak orang disana, Ifa dan Bayu terlihat sangat cuek. Mereka malah asyik berfoto bersama.
"Mereka terlihat sangat bahagia ya?" Ucap Intan sambil menatap Ifa dan Bayu.
"Kenapa hanya mereka? Kita kan juga bahagia, sayang." Seru Setya sambil merangkul bahu Intan.
"Hahaha. Iya, kita juga sangatt bahagia!" Jawab Intan sambil bersandar di bahu Setya.
...****************...
Setelah puas bermain, merekapun beristirahat di pusat kuliner di taman hiburan untuk makan siang bersama.
"Hahhh. Ini sangat menyenangkan!" Seru Ifa yang masih terlihat sangat bersemangat.
"Iya, kamu benar Fa. Kak Setya, setelah menikah apa kakak akan tetap mengajak Intan jalan-jalan berdua begini?" Tanya Intan sambil menatap Setya penuh harap.
__ADS_1
"Ehm, mungkin akan susah?" Jawab Setya namoak berpikir.
"Kok gitu?! Kenapa?!" Tanya Intan kecewa.
"Karna, cepat atau lambat setelah kita menikah nanti, kita bukan hanya berdua saja. Tapi, akan ada malaikat kecil diantara kita. Apa kamu tega meninggalkannya sendiri dan memilih jalan-jalan berdua saja denganku?" Goda Setya dengan alis terangkat.
"Dasar! Kak Setya selalu ada aja celah buat godain aku terus!" Seru Intan yang merasa malu.
"Eh, aku punya ide bagus deh!" Seru Ifa antusias.
"Apa itu?" Tanya Bayu penasaran. Intan dan Setya juga menunggu penjelasan Ifa.
"Melihat kita jalan-jalan begini, aku jadi kepikiran bagaimana kalau setelah pernikahan kita nanti, kita jalan-jalan bareng. Jalan-jalan pertama setelah menikah! Kita bisa double date kayak gini, tapi dengan status yang beda." Seru Ifa mengusulkan.
"Maksud kamu, bulan madu ya sayang?" Ucap Bayu dengan tatapan menggoda.
"Yah, mungkin. Aku gak peduli apa sebutannya." Seru Ifa sambil mengabaikan tatapan Bayu.
"Boleh saja. Aku setuju." Jawab Setya santai.
"Ehm, tapi kemana?" Tanya Intan bingung.
"Kamu mau kemana? Aku pasti akan mengabulkannya. Bahkan, kalau kamu minta ke luar negri aku juga akan mengabulkannya. Apapun yang membuatmu bahagia sayang." Ucap Setya sambil mengusap kepala Intan dengna sayang.
"Sungguh?! Kalau misal aku ingin ke korea bagaimana?"
"Yasudah, tinggal berangkat saja. Apa susahnya?" Jawab Setya santai.
"Beneran?! Kakak gak lagi bohong kan?!" Tanya Intan memastikan.
"Kenapa aku harus bohong sih tuan putriku sayang. Kalau kamu mau ke korea, ya kita berangkat saja. Kemanapun kamu mau pergi, aku akan menurutinya. Aku bisa minta cuti 2 minggu untuk bulan madu kita. Bagaimana?"
"Yey! Makasih my hero! Aku sangattt senang!" Seru Intan yang langsung memeluk Setya karna terlalu senangnya.
"Sama-sama sayang. Aku juga sangat menantikannya."
"Kak Bayu, Ifa juga mau ke korea bareng Intan!" Pinta Ifa dengan tatapan penuh harap.
"Yasudah, kita pergi bersama. 2 minggu full bulan madu di korea." Jawab Bayu dengan senyum di wajahnya.
"Yess!! Intan, kita bisa jalan-jalan bareng ke korea!" Seru Ifa antusias.
"Yah, kamu benar! Kali aja ya, kebutalan gitu kita nemuin ada yang syuting drama disana. Ah, pasti sangat menyanangkan." Seru Intan tak kalah antusias.
"Benar! Kita bisa liat oppa-oppa ganteng! Ahz aku jadi gak sabar!"
Setya dan Bayu saling tatap mendengar percakapan calon istri mereka itu. Dari tatapan mereka, seakan mengatakan hal yang sama 'Apa kita salah pilih tempat ya?' .. Hehe..
.
.
.
Bersambung..
Curhatan author :
Huhuhuhu.. Guys, author mau curhat. Tadi tuh author lagi nulis naskah, kelanjutan chapter kisah Intan ini .. eh tiba-tiba pas author ngetik keluar sendiri gitu dari naskahnya. Dan sedihnya tulisan author yang banyak itu gak kesimpen .. Kehapus .. Padahal uda lebih dari 1000 kata😭😭 Kalo gini, author jadi badmood nulis deh..
__ADS_1
Percayalah, ngumpulin feel dan menuliskannya itu gak mudah😭😭😭
Maaf kalo curhatannya receh.. Banyak ngeluh, dsb.. author lagi sedih nih.. Soalnya, kalo buat nulis ulang itu perlu waktu lagi, bentuk feel lagi.. Dan pasti gak bakal sama seperti sebelumnya.. Huhhh...🤧🤧