
Dengan langkah lebar dan cepat Bayu segera menuju ke aula tempat para murid tengah beristirahat setelah menyelesaikan misi mereka. Bayu mengedarkan pandangannya untuk mencari Rini. Sampai ia melihat Rini diantara teman-teman kelasnya. Bayu pun segera mendekati Rini.
"Ikut aku sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu!" Seru Bayu pada Rini.
"Eh, ciee. Ada apa'an nih?" Seru Nova salah satu temannya, yang kemudian diikuti oleh teman-temannya yang lain. Hingga Bayu menjadi pusat perhatian oleh semua murid yang ada disana.
"Ada apa Bay? Kamu ingin mengatakan apa padaku?" Tanya Rini dengan senyum malu-malu. Rini mengira Bayu akan menyatakan perasaan padanya, setelah sadar bahwa dirinya lebih baik daripada Ifa.
Bayu melihat tingkah Rini yang sama sekali tak merasa bersalah setelah mencelakai Ifa pun semakin merasa jijik. Semula ia ingin menanyakan secara pribadi tentang alasannya mencelakai Ifa. Tapi, sepertinya itu tidak akan sepadan dengan apa yang sudah dialami Ifa. Rini harus menanggung akibat dari perbuatannya.
"Huh! ... Apa kamu manusia?! Kenapa kamu bisa setenang ini, bahkan bisa tersenyum seperti itu setelah membuat seseorang celaka?!" Seru Bayu dengan nada tinggi dan tatapan tajam pada Rini.
Seketika teman-teman Bayu yang menyoraki Rini pun terdiam dan terlihat bingung. Semua murid yang mendengar perkataan Bayu juga menatap Bayu dengan bingung. Setya yang baru saja tiba di aula, hanya bisa menghembuskan nafas panjang melihat Bayu yang sudah bertindak.
"A-Apa maksud kamu Bay? Ak-Aku tidak tahu apa maksudmu." Jawab Rini pura-pura bodoh, namun sebenarnya ia mulai ketakutan.
Bayu semakin geram dibuatnya. Jika, ia tidak ingat bahwa Rini adalah seorang wanita, sudah dari tadi ia menghajar Rini.
"Aku gak nyangka ternyata wajahmu sangat tebal ya! Tidak perlu berpura-pura bodoh didepanku, kau lebih terlihat memuakkan!" Seru Bayu dengan penuh penekanan. Rini merasa sakit hati dengan perkataan Bayu, karna bagaimanapun Bayu adalah orang yang disukainya.
"Bay, kata-katamu keterlaluan! Apa salahku padamu?! Kenapa kau memperlakukanku seperti ini?!" Seru Rini yang mulai menangis. Semua murid mulai berbisik dan seakan meyalahkan Bayu yang terlalu kasar pada seorang wanita.
"Sudah jangan pura-pura tidak tahu! Katakan saja apa alasanmu mencelakai Ifa dengan mendorongnya ke tebing?! Kau tahu dia pacar Bayu bukan?!" Seru Setya dari pintu aula. Ia juga sudah muak dengan sandiwara Rini, hingga membuat Bayu yang akhirnya terlihat seperti penjahat disana.
Mendengar perkataan Setya, seketika semua murid menatap Rini dengan pandangan bertanya sekaligus mencela.
"Ap-Apa yang kamu katakan Setya! Aku tidak tahu apa maksudmu! Jangan menuduhku tanpa bukti.!!" Seru Rini masih berusaha membela diri.
"Bukti?! Ini maksudmu?!" Seru Bayu menunjukkan video rekaman di ponsel Intan.
"Walaupun, di video ini tidak terlalu jelas wajahmu, tapi warna dan model jaket yang kau gunakan saat misi tadi adalah punyamu. Tidak ada murid lain yang memilikinya. Apalagi, kau tadi berjalan masuk duluan sebelum Ifa, kau juga sengaja merubah jalur Ifa lalu mendorongnya ke tebing! ... Untung saja Ifa baik-baik saja. Kalau terjadi sesuatu padanya, aku akan menghajarmu, hingga melupakan kenyataan kalau kau adalah wanita!" Seru Bayu dengan tatapan tajam, sarat akan kemarahan.
"Wah, serius dia melakukan itu?!"
"Dia megerikan sekali sebagai seorang wanita!"
"Itu kan sudah masuk tindak kriminal."
"Apakah dia seorang psikopat?!"
Bisik-bisik para murid mulai menjelekkan Rini. Mereka memandang Rini dengan pandangan mengolok. Mereka menghujat perbuatan Rini yang mengerikan itu. Rini pun tak bisa mengelaknya. Ia menunduk sambil menangis. Harapanya mendapatkan Bayu, kini benar-benar sudah musnah.
"Aku tidak tahu salahku apa pada kakak! Aku tidak pernah mencelakai kakak, tapi kakak melakukan ini padaku? Apa alasan kakak?!" Seru Ifa yang baru saja datang dibantu oleh Intan dan Linda. Ternyata, kaki kiri Ifa terkilir, hingga tak bisa berjalan dengan normal.
Para murid memusatkan perhatiannya pada Ifa yang baru datang. Mereka melihat tubuh Ifa yang dipenuhi perban dibeberapa bagian. bahkan, ia tak bisa berjalan seorang diri. Ini semakin mengutkan perkataan Bayu sebelumnya.
Bayu yang melihat Ifa yang menyusulnya, walaupun keadaanya seperti itu membuatnya segera berlari ke arah Ifa dengan khwatir.
"Kamu uda baikan? Kenapa kesini? Beristirahatlah aku yang akan menyelesaikan masalah ini untukmu." Ucap Bayu khawatir, ia mengambil alih tugas Linda untuk membantu Ifa.
"Aku gak apa-apa. Aku ingin mendengarkan alasannya langsung dari mulut kak Rini.!!" Ucap Ifa tajam sambil menatap Rini.
Rini yang memang sudah tersudut karna semua bukti memang sudah mengarah padanya, akhirnya tak dapat mengelak.
"Aku muak denganmu! Aku sangat membencimu! Kenapa kau bisa mendapatkan Bayu semudah itu? Apa pelet yang sudah kau gunakan, huh?! Aku yang lebih dulu mengenal dan menyukainya, tapi kenapa kamu yang mendapatakannya?!" Seru Rini mengungkapkan perasaannya dengan emosi sambil menatap tajam pada Ifa.
"Karena, perasaan orang tidak bisa dipaksa. Aku berhak memilih orang yang aku suka, sepertimu yang memilih menyukaiku. Tapi, juga pilihanku untuk tidak memilihmu!" Seru Bayu tajam.
__ADS_1
"Aku tidak menggunakan pelet apapun. Aku hanya menggunakan ketulusan dan kejujuran. Aku menjadi diriku didepan kak Bayu, tanpa menutupi apapun. Sehingga, yang dicintai kak Bayu adalah diriku yang sebenarnya. Bukan, berpura-pura baik diluar tapi busuk didalam!" Jawab Ifa dengan nada mengejek.
Rini pun terdiam mendengar jawaban Bayu dan Ifa. Akhirnya, karna ia sudah benar-benar merasa dipermalukan, dia pun berlari keluar dari aula dengan menangis.
"Aku berharap semua ini bisa jadi peringatan buat siapapun yang ada disini. Kalau ada yang berani mengganggu orang yang ku sayang, aku akan membalasnya berkali-kali lipat!" Seru Bayu dingin.
"Itu juga berlaku untukku. Bukan hanya menganggu, sampai aku mendengar ada yang menjelekkan orang yang ku sayang, maka jangan salahkan aku jika aku akan bertindak kasar." Tambah Setya sembari merangkul bahu Intan.
Intan menatap Setya yang terlihat serius saat ini. Ia pun cukup terharu dengan perbuatan Setya padanya. Begitupun Ifa, ia juga merasa sama terharunya dengan Intan.
Mendengar peringatan dari Bayu dan Setya, akhirnya semua murid pun terdiam. Mereka cukup takut dengan aura mengerikan yang menyelimuti Bayu dan Setya.
"Kamu harus kembali beristirahat!" Ucap Bayu sembari mengangkat kembali tubuh Ifa untuk membawanya ke ruang medis.
"Baik komandan!" Jawab Ifa dengan senyum dibibirnya. Dia pun menyandarkan kepalanya dengan manja di dada bidang Bayu.
Setya dan Intan mengikuti dari belakang. Sedangkan Dharma, Linda dan Toni memilih ikut bergabung dengan yang lain untuk beristirahat. Karna, mereka terlebih Toni tidam ingin jadi obat nyamuk dari kedua couple itu.
"Terima kasih kak ... Aku mencintai kakak." Ucap Intan dengan senyum merekah diwajahnya.
"Terima kasih aja nih? Gak ada hadiah untukku?" Tanya Setya sembari menghentikan langkahnya.
"Hadiah? Kakak mau hadiah apa?" Tanya Intan bingung.
Setya tersenyum jail, kemudian ia mencondongkan wajahnya ke arah Intan. Lalu, ia menunjuk pipi kirinya tanda ia ingin dicium oleh Intan. Intan tersenyum geli melihat sikap manja Setya.
Cup ..
Intan pun mencium pipi kiri Setya.
"Terima kasih." Ucap Setya dengan senyum lebar. Kemudian ia kembali menggandeng tangan Intan untuk mengikuti Bayu dan Ifa.
Malam harinya waktu acara yang ditunggu-tunggu, yaitu malam api unggun. Intan sangat senang bisa mengikuti acara ini, terlebih karna Setya ada disampingnya.
Para murid sudah duduk didepan api unggun dan didepan api unggun itu tersedia panggung mini dengan lampu berpendar cahaya kuning yang indah. Panggung itu disediakan untuk para siswa yang ingin menyumbangkan penampilan malam itu.
"Sebenarnya, aku ingin bernyanyi untuk kak Bayu. Tapi, aku sekarang gak mood." Ucap Ifa sambil bersandar di bahu Bayu.
"Kamu cukup duduk disampingku saja, ini juga tidak buruk kok." Jawab Bayu sembari menggenggam tangan Ifa dengan lembut.
"Kamu ingin aku bernyanyi untukmu?" Tanya Setya pada Intan, setelah mendengar percakapan Ifa dan Bayu.
"Hm, apa gak masalah? Kalau kakak gak keberatan, aku ingin mendengar nyanyian kakak lagi." Ucap Intan dengan mata berbinar.
"Apa sih yang gak buat kamu ... Baiklah aku akan bernyanyi. Ingat kali ini jangan salah paham lagi, karna laguku kali ini benar-benar hanya buat kamu." Ucap Setya sambil mengusap pelan puncak kepala Intan. Intan pun mengangguk mengiyakan.
Akhirnya, Setya berjalan ke arah panggung mengatakan pada mc bahwa ia ingin menyumbang sebuah lagu. Setya meminjam gitar dari salah satu pengawas. Dia menunggu giliran untuk tampil, karna saat ini masih ada penampilan dari murid lain.
"Wah, liat Setya akan bernyanyi."
"Iya benar, aku sudah tidak sabar!"
"Wow, kak Setya akan menyanyi. Cie.. Ciee..." Seru Ifa menggoda Intan.
Intan hanya tersenyum senang dan menyiapkan kameranya untuk merekam penampilan Setya.
Giliran Setya sudah tiba, ia segera naik ke panggung dan tersenyum lembut pada Intan.
__ADS_1
"Hallo semua ... Malam ini aku akan menyayikan sebuah lagu untuk seorang wanita hebat, dia adalah kekasihku ... Intan." Ucap Setya dengan tetap menatap Intan.
Kemudian, perlahan ia mulai memetik gitarnya dan mulai bernyanyi ...
...🎶Memenangkan hatiku bukanlah...
...Satu hal yang mudah...
...Kau berhasil membuat...
...'Ku tak bisa hidup tanpamu...
...Menjaga cinta itu bukanlah...
...Satu hal yang mudah...
...Namun sedetik pun tak pernah kau...
...Berpaling dariku...
...Beruntungnya aku...
...Dimiliki kamu...
...Kamu adalah bukti...
...Dari cantiknya paras dan hati...
...Kau jadi harmoni saat kubernyanyi...
...Tentang terang dan gelapnya hidup ini...
...Kaulah bentuk terindah...
...Dari baiknya Tuhan padaku...
...Waktu tak mengusaikan cantikmu...
...Kau wanita terhebat bagiku...
...Tolong kamu camkan itu🎶...
Mendengar lirik lagu yang dinyanyikan Setya padanya, membuat mata Intan berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dengan perasaan yang disampaikan Setya lewat lagunya. Bukan hanya Intan yang merasakan, namun semua murid juga merasakan hal yang sama.
"Beruntung sekali kekasihnya bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari Setya."
"Ah, aku meleleh mendengarnya."
"Andai lagu itu untukku."
Setya terus bernyanyi dengan sama sekali tak melepaskan pandangannya dari Intan. Ia benar-benar menyampaikan isi lagu itu untuk Intan. Intan lah wanita terhebat yang diberikan Tuhan padanya, yang bisa merubah dirinya dan dia sama sekali tak ingin kehilangan itu.
Terima kasih, sudah hadir dalam hidupku ... Setya-Intan
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..