Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Kucing garong


__ADS_3

"Pa-Pacar?!" Seru Novi mengulangi perkataan Bayu. Semua yang ada disana juga cukup terkejut dengan itu.


"Wah, itu pacar Bayu?"


"Dia cukup cantik juga sih. Sayang wajahnya gak terlalu terlihat karna dia memaki topi."


"Kalau, Bayu sudah memiliki pacar berarti Novi pelakor dong?"


Mahasiswa disana mulai berbisik-bisik mengenai Novi. Banyak dari mereka juga yang penasaran dengan wajah Ifa yang tak terlalu terlihat. Novi yang mendengar itupun merasa malu bercampur marah. Ia menatap Ifa tak percaya.


"Apakah kalian bisa membuktikan kalau kalian berpacaran? Mungkin saja kan itu cuma pura-pura." Tantang Novi yang masih belum mau menyerah. Ifa semakin kesal dibuatnya.


"Baiklah. Gak masalah." Jawab Bayu dengan senyum diwajahnya.


Cup..


Dengah gerakan cepat Bayu mencium pipi Ifa sekilas. Ifa terkejut dengan tindakan Bayu itu, mereka pun saling tatap penuh cinta. Saat Bayu mencium Ifa, para mahasiswi langsung berteriak histeris. Bahkan, Novi sampai kehilangan kata-katanya. Bukan hanya ciuman itu yang membuat Novi percaya bahwa Ifa adalah pacar Bayu. Tapi, juga dari cara Bayu menatap Ifa. Itu jelas tatapan penuh cinta.


"Sudah puas? Atau mau bukti yang lebih lagi? Aku akan senang hati melakukannya disini." Ucap Bayu sambil menatap Ifa menggoda. Seketika wajah Ifa bersemu merah mendengar ucapan Bayu itu.


Novi hanya diam tak menjawab. Dia sekarang merasa sangat malu. Sedangkan mahasiswa lain begitu penasaran dengan wajah Ifa. Karna, mereka tidak bisa melihatnya dengan jelas. Bayu yang menyadari banyak mahasiswa yang ingin melihat Ifa, ia segera memegangi topi Ifa agar terus menunduk. Dia gak ingin membiarkan mahasiswa lain melihat Ifa.


"Kalau sudah tidak ada kepentingan aku pergi dulu. Ayo sayang!" Ajak Bayu sambil menuntun Ifa berjalan dengan masih memegagi topi Ifa agar tetap menunduk.


"Ada apa sih kak? Kenapa aku harus menunduk?" Tanya Ifa bingung.


"Aku gak mau ada pria lain yang melihatmu. Kita pergi saja dari sini." Jawab Bayu posesif. Ifa gak marah sama sekali, dia malah tersenyum senang.


Melihat kepergian Bayu dan Ifa membuat mahasiswa-mahasiswi lain heboh dan masih begitu penasaran. Setya juga melihat itu dengan kesal, karena Bayu meninggalkannya sendiri dengan Meli yang masih disebelahnya.


"Bayu, kabur duluan. Haih.." Gumam Setya sebelum beranjak pergi.


"Setya, kalau begitu bagaimana kita berjalan bersama saja sampai ke tempat parkir?" Tanya Meli dengan senyum manis.


"Kak Setya, juga harus pergi.!!" Seru Intan sambil menarik tangan Setya menjauh dari Novi.


Akhirnya Intan juga memeilih keluar dari tempat persembunyiannya, setelah sebelumnya cukup lama memperhatikan Ifa dan Bayu. Ia sedikit takut untuk keluar karna akan ada begitu banyak orang yang menatapnya. Tapi, melihat keberanian Ifa, membuat Intan juga menjadi lebih berani.


Walaupun, Intan sudah terbiasa dengan tatapan penganggum Setya selama di SMA dulu. Tapi, tetap saja Intan masih merasa tak nyaman jika harus jadi pusat perhatian. Namun, kesabarannya juga habis saat melihat Meli masih berusaha mendekati Setya, maka dari itu ia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan menarik Setya pergi.


Sebelumnya Setya cukup terkejut melihat gadis bertopi juga menarik tangannya. Tapi, dari suara dan jam tangan couple yang dikenakan gadis itu membuat Setya langsung mengenali gadis itu yang tak lain adalah Intan. Akhirnya, Setya tersenyum senang.


"Siapa kau?!" Seru Meli sambil menahan sebelah tangan Setya.


Mendengar itu Intan langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Meli tajam.


"Lepaskan! Atau aku akan meminta kak Setya membuktikan juga siapa aku!" Seru Intan dengan nada dingin mencekam. Meli sampai terdiam melihat itu.


Setya tersenyum puas. Lalu ia menarik tangannya yang dipegang Meli dengan keras. Kemudian, ia berjalan mendekati Intan dan merangkul bahunya.


"Maaf, ternyata pacarku juga datang menjemput. Kami pergi dulu." Ucap Setya dengan penuh penekanan dan mulai berjalan pergi bersama Intan meninggalkan tempat itu.


Kepergian Setya dan Intan membuat mahasiswi disana semakin heboh. Mereka cukup tercengang melihat itu.


"Wow! Setya juga sudah punya pacar."

__ADS_1


"Aku belum melihatnya dengan jelas. Tapi, hatiku sakit kedua pria tampan itu sudah punya pacar."


"Benar. Berarti bukan hanya Novi yang pelakor, tapi Meli juga dong. Hahaha."


Mahasiswa-mahasiswi terus berbisik-bisik membahas kejadian tadi. Ada juga yang langsung mencoba mencari akun medsos milik Setya dan Bayu. Dari sana mereka akhirnya bisa melihat wajah Intan dan Ifa dengan jelas.


"Wah, ternyata mereka juga sangat cantik. Mereka memang pantas sih menjadi pacar Setya dan Bayu."


"Dan juga sepertinya hubungan mereka sudah direstui oleh kedua keluarga juga. Lihatlah mereka liburan bersama."


Meli dan Novi yang mendengar itupun merasa sangat geram. Mereka menatap kepergian Setya dan Bayu bersama Intan dan Ifa dengan tatapan tak suka. Harga diri mereka seakan tercabik-cabik karna hal itu.


...****************...


"Ada yang bisa menjelaskan, kenapa kalian bisa di kampus kami tadi?" Tanya Bayu dengan tatapan penuh selidik pada Intan dan Ifa yang tertunduk didepannya dan Setya.


Intan dan Ifa saat itu sedang disidang oleh Setya dan Bayu karna sudah diam-diam datang ke kampus mereka. Intan dan Ifa saling menyenggolkan siku mereka, untuk menyuruh salah satunya bicara.


"Kami butuh jawaban.." Ucap Setya mengingatkan.


"Tunggu dulu! ... Untuk apa kalian ingin tahu? Apa kalian ingin memarahi kami?" Seru Ifa dengan menatap tajam pada Bayu dan Setya.


Intan pun juga melakukan hal yang sama. Karna, dia sadar kalau dia memang tidak melakukan hal yang salah.


"Memang ada yang bilang kalau kami akan memarahi kalian?" Tanya Bayu santai.


"Lalu, untuk apa kalian bertanya seperti itu pada kami?" Tanya Intan bingung.


"Karna, kami khawatir dengan kalian. Bagaimana kalau kalian tersesat? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kalian di jalan. Kami sangat mengkhawatirkan itu." Jawab Setya dengan lembut.


"Kak Bayu benar juga sih. Tatapan mahasiswa tadi memang benar menjijikkan. Mereka juga sangat tidak sopan, menggoda gadis yang baru mereka temui ..."


"Intan!" Seru Ifa memotong ucapan Intan yang malah menceritakan kejadian tadi, padahal saat ini Setya dan Bayu sedang menyidang mereka.


Intan seakan tersadar dengan ucapannya sendiri. Intan dan Ifa serempak menatap Setya dan Bayu bergantian. Kedua pria posesif itu sedang menatap mereka tajam dengan wajah terkejut sekaligus kesal.


Habislah kita!! ... Intan-Ifa


"Apa?! Intan, apakah benar yang kamu katakan?!" Tanya Bayu memastikan, Setya juga menatap Intan menunggu jawabannya.


"Kamu gak apa kan? Apa mereka melakukan sesuatu padamu?" Tanya Setya khawatir sambil berdiri mendekati Intan untuk memastikan keadaannya.


"Siapa mereka? Dari jurusan apa mereka?!" Seru Bayu geram.


Intan dan Ifa hanya bisa terdiam melihat keposesifan pacar mereka itu. Mereka sama-sama menghembuskan nafas panjang dan berat seakan mengeluh.


"Hentikan!" Seru Intan dan Ifa bersamaan, karna sudah tak tahan lagi mendengar ocehan Setya dan Bayu. Seketika Setya dan Bayu pun terdiam.


"Intan gak apa-apa kak. Kami segera pergi tadi setelah kakak itu mulai gak sopan pada kami." Ucap Intan menjelasakan.


"Dan tentu saja kami gak tau jurusan apa mereka. Kami hanya tanya dimana gedung jurusan bisnis saja. Setelah mendapatkan jawaban kami langsung pergi." Sahut Ifa menjelaskan.


"Sungguh?" Tanya Setya dan Bayu bersamaan seakan memastikan.


"Tan, pergi saja yuk dari sini. Aku jenuh dengan mereka." Ajak Ifa sembari bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Ok." Jawab Intan menyetujui sembari bangun juga dari duduknya. Dia sendiri juga sudah lelah mendengar ocehan kedua pria itu.


Intan dan Ifa segera berjalan pergi dari kafe itu. Setya dan Bayu yang masih bingung dengan apa ynag terjadi, akhirnya memilih mengejar pacar mereka masing-masing.


"Tunggu!!"


...****************...


Hari senin


Suasana kelas Intan dan Ifa masih gaduh hari itu. Setelah melakukan upacara, sebagai rutinitas pasti setiap hari senin. Tak berselang lama akhirnya wali kelas mereka pun memasuki kelas.


"Selamat pagi, anak-anak. Duduk dan tenang sebentar, Ibu ada pengumuman untuk kalian." Ucap bu Dewi wali kelas mereka.


Para murid saling menoleh bingung sekaligus penasaran, apa pengumuman yang dimaksud bu Dewi itu.


"Apa ya pengumumannya?" Gumam Intan penasaran.


"Jangan bilang tes dadakan!" Seru Ifa sambil menggeleng cemas.


Belum terjawab penasaran mereka. Seorang siswa dengan paras yang tampan memasuki kelas mereka. Teman-teman wanita di kelas Intan pun langsung terpana melihatnya.


"Wah.. Siapa dia?!"


"Tampan sekali.."


Semua mulai berbisik menganggumi ketampanan pria itu. Intan dan Ifa juga menatap pria itu. Tapi, tidak muncul kekaguman pada diri mereka. Hanya rasa penasaran, kenapa ada siswa lain yang masuk kelas mereka?


"Apa dia murid pindahan ya?" Bisik Ifa pada Intan.


"Entahlah." Jawab Intan acuh.


"Anak-anak, ini teman baru kalian. Dia pindahan dari kota B. Ibu harap kalian bisa membantunya beradaptasi di sekolah ini ya." Ucap bu Dewi dengan senyum kecil.


"Hallo, salam kenal semua.. Perkenalkan namaku Robby. Semoga kita bisa berteman. Mohon bantuannya." Ucap Robby dengan senyum lebar diwajahnya.


Tentu saja itu membuat para gadis berteriak histeris. Apalagi, Robby dengan sengaja mengedipkan sebelah matanya pada para gadis itu.


"Kenapa melihatnya mengingatkanku pada Amir?" Gumam Intan.


"Sepertinya kita dapat teman kucing garong!" Ucap Ifa menatap Robby yang terlihat sengaja tebar pesona pada teman-temannya.


Intan dan Ifa saling menatap dan bergidik ngeri.


.


.


.


Bersambung..


>>Robby<<


__ADS_1


__ADS_2