Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Reuni - 1


__ADS_3

-Hari ujian pun tiba. Selama kelas 3 sedang berperang menghadapi ujian, kelas 1 dan 2 di liburkan. Intan dan Ifa mendapatkan kabar dari teman SMP mereka dulu, kalau akan diadakan reuni di sekolah. Intan dan Ifa pun memutuskan untuk datang, tentu saja setelah Setya dan Bayu mengizinkannya.


Mereka memang memperbolehkan Intan dan Ifa datang, karna tak ingin terlalu mengekang mereka. Namun, tentu saja keposesifan Setya dan Bayu tak tergantikan. Mereka begitu cerewet untuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Intan dan Ifa saat mendatangi reuni itu.


Flashbak On


"Kamu mau dateng ke reuni SMP itu?" Tanya Setya memastikan setelah Intan memberitahu Setya kalau angkatannya akan mengadakan reuni di sekolah di hari terakhir ujian Setya.


"Iya. Aku akan datang bersama Ifa. Kami sudah lama gak bertemu teman-teman. Aku juga ingin bertemu beberapa guru di sekolah." Jawab Intan dengan senyuman.


"Oppa! Aku boleh datang ke reuni itu bersama Intan ya?" Pinta Ifa dengan sorot mata penuh harap.


Begitu juga Intan yang saat ini menatap Intan dengan pandangan mengiba. Sejauh ini, kalau dia sudah mengelurkan jurus itu, Setya pasti tidak bisa mengelak.


"Kalau kamu seperti ini, mana bisa aku menolak, hm?" Ucap Setya sambil mencubit gemas pipi Intan.


"Apakah aku bisa menolak? Kalau ku katakan tidak, bukannya kamu akan terus merengek?" Jawab Bayu sambil menopang dagu dengan sebelah tangan menatap Ifa.


"Hehe. Benar sekali. Aku akan terus merengek sampai oppa mengizinkannya." Seru Ifa dengan senyum lebar.


Setya dan Bayu saling menatap seakan saling melemparkan pertanyaan apakah memperbokehkan Intan dan Ifa untuk datang. Lalu mereka kembali menoleh ke Intan dan Ifa yang masih menatap mereka dengan penuh harap. Akhirnya, Setya dan Bayupun mengizinkan mereka.


"Yey!" Seru Intan dan Ifa bersamaan.


"Tapi, ada syaratnya." Ucap Bayu menghentikan kesenangan Intan dan Ifa.


"Apa?" Tanya Intan dan Ifa bersamaan lagi.


"Kalian jangan berdandan. Pakai baju seadanya saja. Jangan terlalu cantik." Seru Setya tegas.


"Agak jaga jarak dengan laki-laki. Kalau bisa selalu ada dikeramaian saja." Imbuh Bayu.


Dan masih banyak lagi yang Setya dan Bayu ucapkan. Intan dan Ifa menunduk dan saing menatap.


"Sebenarnya mereka memperbolehkan kita pergi atau tidak sih?" Bisik Ifa gemas.


"Entahlah. Aku bosan mendengarnya. Kapan ini akan selesai?!" Jawab Intan lesu.


"Kalian mendengarkan atau tidak?" Tanya Bayu melihat Intan dan Ifa malah berbisik.


"Ya, kami mengerti.!!" Jawab Intan dan Ifa langsung.


Flashback Off


Reuni mereka diadakan siang hari, waktu jam istirahat ke dua. Ifa datang terlebih dulu, karna bus yang dia naiki datang lebih dulu. Di sekolah sudah ada beberapa temannya yang datang.


"Hallo, semua!" Sapa Ifa dengan senyuman.



"Hai, apa kabar? Makin cantik deh." Puji salah satu teman Ifa.


"Haha. Biasa aja tuh. Kabarku baik." Jawab Ifa dengan senyuman.


"Intan mana? Apakah dia gak datang? Kalian kan selalu bersama."

__ADS_1


"Sebentar lagi mungkin?" Jawab Ifa sambil melihat jam di ponselnya.


"Hai semua, maaf aku terlambat!" Seru Intan yang baru datang.


"Oh wow!! Ini beneran kamu Tan?" Tanya salah satu teman Intan.


Dia terkejut melihat perubahan Intan. Dulu Intan selalu menguncir kuda rambutnya dan terlihat acuh dengan penampilan. Tapi, sekarang walau pakaiannya sederhana auranya sangat jelas terpancar.


"Tentu saja ini benar aku. Apa ada yang aneh?" Tanya Intan bingung dan memeriksa penampilannya. Intan merasa gak ada yang salah. Dia sudah mengikuti perkataan Setya untuk berdandan seadanya saja.


"Tidak, kami hanya pangling saja melihatmu. Kamu terlihat berbeda. Semakin cantik saja, auramu begitu jelas terpancar!"



"Haha. Kalian bisa saja." Jawab Intan tersipu malu.


"Wah, siapa gadis cantik ini? Bolehkah aku berkenalan?" Tanya Amir yang tiba-tiba datang.


"Oh, ternyata kau Mir. Apa kau masih gak kapok aku tolak dulu?" Seru Intan memicingkan matanya pada Amir.


"Kamu Intan? Serius?!" Tanya Amir yang baru menyadari gadis didepannya adalah Intan.


"Ya! Dia Intan. Jauh-jauh kau dari dia, atau pawangnya akan datang kesini melabrakmu!" Seru Ifa sambil merangkul lengan Intan.


"Wah, kamu sudah punya pacar?! Sayang sekali. Tapi, aku jadi penasaran pacarmu itu seperti apa." Ucap Amir dengan sombong.


Tapi, Intan dan Ifa memilih pergi meninggalkannya dan sama sekali tidak memperdulikan Amir.


"Dia masih sama saja. Kapan dia akan lebih dewasa?!" Ucap Intan sambil menggelengkan kepalanya.


"Revan!" Seru Intan saat melihat Revan.


"Baik. Sangat baik. Bagaimana denganmu dan Niki?" Tanya Intan yang tidak melihat Niki bersama Revan. Niki adalah teman sekelas mereka, Revan dan Niki berpacaran waktu mereka kelas 3 dulu.


"Haha. Kami sudah putus cukup lama." Jawab Revan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Oh, maaf. Aku gak bermaksud." Seru Intan merasa bersalah.


"Santai saja, itu sudah masa lalu." Jawab Revan santai.


Setelah itu mereka semua menikmati waktu reuni mereka dengan gembira. Intan dan Ifa juga menemui guru-guru yang memang cukup dekat dengan mereka. Mereka semua menghabiskan waktu dengan bercerita banyak hal. Apalagi, sekarang Intan juga jauh lebih berani berinteraksi dengan orang banyak. Membuat teman-teman yang lain banyak mendekatinya. Apalagi aura Intan kini terlihat berbeda.


"Bukankah itu Intan? Wow! Dia berubah banyak. Dia seperti dewi. Bahkan lebih cantik dari Nurul dulu."


"Kau benar. Kenapa dulu kita begitu buta dan mengabaikan gadis secantik dia ya?!"


"Huh! Ini karna Nurul yang menghasut kita."


Teman-teman Intan yang dulu membully Intan juga merasa takjub dengan perubahan Intan. Mereka juga menyesalkan perbuatan mereka dulu sewaktu membully Intan.


"Bagaimana kalau kita meminta maaf dengan benar dengannya?" Seru salah satu dari mereka.


"Boleh. Yuk!" Jawab yang lain sepakat.


Akhirnya, mereka semua mendekati Intan untuk meminta maaf.

__ADS_1


"Anu.. Intan?" Panggil Ardi sebagai perwakilan teman-temannya.


Intan yang merasa namanya dipanggil pun menoleh. Ia cukup terkejut melihat teman-teman yang dulu membullynya. Seketika kenangam buruk waktu di bully melintas di benaknya.


"Ada perlu apa kalian?" Tanya Ifa tajam. Ia berdiri di sisi Intan begitu juga Revan berdiri disiai lainnya.


"Tunggu dulu. Kami hanya ingin mengucapkan maaf. Sepertinya dulu kami belum mengucapkannya dengan benar. Kami sudah sadar sekarang, kalau perbuatan kami dulu salah. Tolong maafkan kami." Ucap Ardi tulus.


Intan yang melihat mereka benar-benar menunduk dan terlihat menyesal pun menghembuskan nafas panjang.


"Tidak perlu mengungkit masa lalu lagi. Itu sudah berlalu dan juga tidak bisa diputar lagi. Aku harap kalian tidak mengulanginya saja." Ucap Intan dengan senyum kecil.


Dia tidak mengatakan sudah memaafkan, karna sejujurnya kalau dibilang sudah memaafkan juga tidak sepenuhnya. Bagaimanapun pembullyan itu cukup berdampak besar pada dirinya. Dia hanya berharap semoga tidak ada korban lain seperti dirinya.


"Tentu saja. Terima kasih Intan." Ucap Ardi tulus, kemudian berlalu pergi bersama yang lain.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Revan menatap Intan.


"Sekilas aku mengingat kejadian waktu itu. Tapi, aku baik-baik saja." Jawab Intan dengan senyum diwajahnya.


"Lama gak bertemu, Intan?"


Intan yang mendengar suara seorang wanita memanggilnya, kembali menoleh. Dan kini ia melihat Nurul berjalan mendekat kearahnya.


Dari semua orang, kenapa aku harus bertemu dengannya?! ... Intan


"Bagaimana kabarmu? Kau terlihat banyak berubah." Ucap Nurul dengan gaya angkuhnya.


"Kabarku sangat baik. Sepertinya, sekarang kamu tidak lagi menggunakan topeng dan menjadi dirimu sendiri?" Tanya Intan acuh.


"Haha. Kau jauh berbeda dari dulu. Sekarang, kau sangat berani. Tapi, aku tak yakin bahwa kau lebih beruntung dariku." Ucap Nurul dengan sombongnya.


"Oh." Jawab Intan acuh dan kembali mengabaikan Nurul.


Bagaimana bisa, dia tidak berubah sama sekali?! ... Intan


Nurul menatap Intan dengan geram. Sebelumnya, ia juga sudah kesal saat mendengar para lelaki yang memujanya kini malah memuja Intan. Bahkan, mereka membandingkannya dengan Intan. Nurul juga semakin kesal karna, para lelaki itu lebih menilai Intan jauh lebih unggul daripada dirinya.


"Kau pasti senang kan karna sekarang banyak lelaki yang memujamu. Tapi, walaupun begitu jangan sombong dulu, paling kamu belum punya pacar dengan sifatmu itu. Kau tahu, sekarang aku punya pacar yang sangat tampan dan sangat memujaku." Ucap Nurul dengan sombongnya. Dia terus mengoceh, padahal Intan sendiri mengabaikannya.


"Sudah cukup mengocehnya? Kalau, sudah aku ucapkan terima kasih padamu atas informasinya. Tapi, semua itu sangat tidak penting. Karna, aku tak tertarik dengan hidupmu, tapi tak ku sangka kau masih begitu tertarik dengan hidupku." Ucap Intan santai. Dia mengatakan itu tanpa menatap Nurul sama sekali.


Nurul kembali terlihat sangat kesal mendengar jawaban Intan. Apalagi, beberapa teman juga memperhatikannya dan mulai berbisik-bisik tentangnya. Dia menatap tajam pada Intan.


Maaf Nurul, kamu salah jika menganggapku masih sama seperti dulu.. Intan yang sekarang, tidak lagi mudah kau hancurkan dengan kata bualanmu itu!! ... Intan


"Teman-teman! Bagaimana kalau kita makan bersama dulu sebelum pulang?" Usul salah satu teman mereka. Akhinya, semua menyetujuinya.


Aku tidak akan kalah darimu Intan! ... Seru Nurul tak mau kalah.


Dia segera menghubungi kekasihnya untuk ikut datang ke reuninya. Dia ingin menunjukkan pada semua orang, kalau dia lebih beruntung dari Intan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2