Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Jalan-Jalan bersama pacar (1)


__ADS_3

Tak terasa satu tahun sudah Intan melewati masa kuliahnya. Semester genap pun akan segera selesai. Walaupun di awal dia harus menghadapi sedikit gangguan, belakangan kondisinya menjadi sangat tenang.


Semua mahasiswa di kampus itu sudah tahu hubungannya dengan Setya. Dan bagaimana Setya mencintainya, sampai gak ada lagi yang berani mendekat untuk menganggu mereka. Hal yang sama juga dirasakan oleh pasangan Ifa dan Bayu.


"Sebentar lagi liburan yaa ... Waktu seakan cepat sekali berlalu." Ucap Ifa dengan bertopang dagu dan senyum diwajahnya.


"Benar banget. Aku merasa sudah menjadi lebih dewasa sekarang. Hehe. Kita kan bukan siswa lagi tapi kita mahasiswa!" Imbuh Intan dengan bangganya.


"Hm, gadisku sudah dewasa ternyata.." Ucap Setya sambil mengusap kepala Intan dengan gemas.


"Benar kan? Aku sudah jadi lebih dewasa. Aku banyak berubah dari aku sebelumnya. Itu juga karna ada dorongan kuat untuk menjaga kakak dari ular-ular yang ingin mendekati kakak." Seru Intan menggebu. Bahkan, saat ini Intan bisa melihat ada beberapa gadis yang mencuri pandang pada Setya.


"Iya, kamu sudah bekerja keras." Ucap Setya dengan senyum lembut.


"Sebentar lagi liburan, apa yang akan kita lakukan ya?" Tanya Ifa sambil terlihat berpikir.


"Oh ya liburan. Pasti banyak waktu di rumah atau keluar ke tempat-tempat itu saja Membosankan!" Seru Intan lesu.


"Iya, itu sangat membosankan. Aku ingin mencari sesuatu yang baru!" Imbuh Ifa menyetujui ucapan Intan.


"Kamu mau liburan yang seperti apa?" Tanya Bayu sambil menatap Ifa dengan lembut.


"Hmm.. Entahlah, mungkin jalan-jalan bersama ke luar kota hanya dengan kita berempat saja? Selama ini kan kalau ke luar kota kita selalu bersama orang tua. Palingan juga ke villanya kak Setya. Ah, itu membosankan." Ucap Ifa lesu.


"Jalan-jalan ke luar kota ya? Hmm.. Mungkin bisa. Kita tinggal menyewa camper van aja. Kita bisa melakukan perjalanan ke luar kota 3 hari 2 malam saat tahun baru. Bagaimana?" Saran Bayu.


"Boleh juga. Aku ada kenalan yang menyewakan camper van. Aku bisa tanyakan padanya." Imbuh Setya.


"Wah, sepertinya mengasyikkan. Kita bisa ke pantai. Aku juga dengar, pantai X di kota Y kalau tahun baru cukup ramai." Seru Ifa antusias.


"Bagaimana menurutmu sayang?" Tanya Setya pada Intan yang hanya diam saja.


"Itu terdengar mengasyikkan ... Hanya saja, bagaimana aku meminta izin pada ayah?" Tanya Intan dengan nada putus asa.


Ia yakin sang ayah akan sangat sulit memberikan izin, apalagi dia pergi tanpa orang tua. Setya, Ifa dan Bayu pun seakan teringat sesuatu yang penting. Mereka serentak membayangkan respon ayah Intan mendengar rencana mereka. Mereka pun serempak menghembuskan nafas panjang.


"Jangan menyerah dulu! Kita kan belum mencoba untuk izin. Kita coba menjelaskannya pelan-pelan dulu pada ayah dan menjawab semua kekhawatiran ayah yang membuatnya menolak mengizinkan." Seru Ifa memberikan semangat.


"Benar yang dikatakan Ifa. Kita coba dulu saja, aku akan berusaha menjelaskan pada om. Kita coba sama-sama yaa.." Ucap Setya dengan senyuman diwajahnya. Intan pun ikut tersenyum dan akan mencoba izin pada sang ayah.


...****************...


2 minggu kemudian ..


"Yey, aku masih gak menyangka akhirnya kita benaran bisa pergi dong!" Seru Ifa antusias.


Saat ini Ifa dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju luar kota untuk menuju ke pantai X seperti rencana mereka. Sebelumnya dengan proses yang panjang akhirnya, mereka bisa mendapatkan izin dari ayah Intan.


"Iya, aku juga masih gak menyangka kalau ayah akan mengizinkan. Aku sangat senang!" Seru Intan dengan senyum lebar diwajahnya.


"Ini hasil dari kerja keras kita. Sekarang kita harus menikmatinya!" Ucap Bayu sambil merangkul bahu Ifa.


"Tapi, ingat kita tetap harus menjaga kepercayaan yang diberikan om pada kita. Supaya, om gak kecewa dan membiarkan kita pergi lagi nanti." Ucap Setya mengingatkan.


"Siap bos!" Jawab semua serempak.


Mereka menghabiskna waktu dalam perjalanan dengan ceria dan penuh senda gurau. Karna perjalanan ke kota X cukup jauh sekitar 3 jam perjalanan, terkadang Setya dan Bayu akan bergantian mengemudi. Saat Setya mengemudi, Intan dengan perhatian akan menyuapi buah-buahan yang mereka bawa. Setya menikmati momen itu dengan bahagia.


Gak lama kemudian, mereka sampai di pantai X. Malam tahun baru masih besok. Tapi, mereka sengaja berangkat hari itu untuk mendapatkan tempat. Karna, pantai itu selalu ramai. Saat mereka sampai saja, sudah ada beberapa camper van yang berjajar. Setya segera mencari tempat yang cukup bagus disana. Antar camper van ada jarak yang cukup sehingga bisa tetap merasa nyaman dengan acara masing-masing.


"Wahh.. Lautt!!!" Seru Intan dan Ifa senang.


Mereka berlari untuk bermain ombak bersama meninggalkan Setya dan Bayu untuk membangun tenda. Yah, Setya dan Bayu akan tidur di tenda sedangkan Intan dan Ifa akan tidur di dalam camper van. Setya dan Bayu juga menyiapkan tungku dan pemanggangan. Setya menatap Intan dari kejauhan yang terlihat gembira. dia pun ikut tersenyum senang.


"Kak Setya, foto aku!" Seru Intan dari kejauhan. Setya tersenyum mendengar itu dan ia segera mengambil foto Intan.


__ADS_1


"Cantik.." Gumam Setya saat melihat hasil fotonya.


Setelah puas bermain Intan dan Ifa menghampiri Setya dan Bayu yang sudah selesai menyiapkan semuanya.


"Wahh. Luar biasa!" Seru Ifa sambil mengacungkan kedua ibu jarinya pada Setya dan Bayu.


"Keren!" Imbuh Intan dengan wajah berseri.


Ifa dan Intan terkagum melihat hasil kerja Setya dan Bayu. Tenda yang indah berhias lampu-lampu kecil yang pasti akan menyala dengan indah saat malam. Intan dan Ifa sudah bisa membayangkannya.



"Tentu saja. Jangan remehkan kami.!" Seru Bayu bangga sambil merangkul bahu Setya.


"Baiklah. Sekarang giliran kalian yang istirahat, kami akan membeli makan." Ucap Ifa yang akan pergi bersama Intan.


"Biarkan kami saja. Kalian tunggu disini saja." Ucap Setya tak setuju dengan keputusan Ifa.


"Gak boleh. Kak Setya dan kak Bayu sudah capek mengemudi, terus juga sudah menyiapkan ini semua. Biarkan kami kali ini yang bekerja. Ok? Lagian, tempat makannya gak jauh dari sini." Seru Intan menolak usulan Setya.


"Baiklah. Tapi, hati-hati dan cepet kembali yaa.." Ucap Setya lembut.


"Kalian jangan sampai terpisah. Terus bersama!" Imbuh Bayu.


"Iya-iya kami mengerti." Jawab Ifa malas, kemudian ia menarik tangan Intan untuk segera pergi.


"Huh! Mereka terlalu berlebihan. Padahal, tempat makannya juga kelihatan dari sini." Gerutu Ifa kesal.


"Sudahlah, kak Setya dan kak Bayu melakukan itu karna perhatian pada kita. Nikmati saja." Ucap Intan santai.


Intan sudah pernah merasakan posesif yang lebih dari itu, mangkannya dia biasa saja. Setelah membeli makanan, Intan dan Ifa segera kembali ke tempat pacar mereka menunggu. Tapi mata Ifa membulat saat melihat ada beberapa gadis yang mendekati Bayu. Apalagi, Bayu yang juga terlihat biasa saja bahkan tersenyum ramah pada gadis-gadis itu. Dengan langkah cepat, Ifa segera mendekati Bayu.


"Kak Setya dimana ya? Kenapa hanya ada kak Bayu saja?" Gumam Intan saat mengikuti langkah Ifa.


Intan gak melihat Setya ada disana. Intan mengedarkan pandangannya dan melihat Setya tengah bermain kucing di dekat pantai. Ia pun berjalan mendekati Setya.


Cekrik!!


"Wah, manisnya!" Seru Intan senang melihat hasil foto Setya yang sedang memeluk kucing. Itu terlihat sangat menggemaskan.



"Kamu memotretku diam-diam?" Tanya Setya yang berjalan mendekati Intan.


"Hehe. Habisnya kakak terlihat menggemaskan. Ini kucing siapa coba, lucu sekali.." Tanya Intan sambil mengelus kepala kucing digendongan Setya.


"Entahlah, tadi dia berjalan ke tenda kita. Terus dia berlari kesini dan aku kejar." Jawab Setya sembari melihat kucing digendongannya.


"Dia sangat menggemaskan. Aku juga mau gendong." Pinta Intan dengan mata berbinar.


"Baiklah. Hati-hati." Ucap Setya sambil memberikan kucing itu pada Intan.


"Ah, punya siapa ya ini? Menggemaskan sekali." Seru Intan antusias.


"Menggemaskan dia atau aku?" Goda Setya sambil mencondongkan wajahnya ke Intan.


"Hm, menggemaskan kucing ini dong." Jawab Intan sambil berjalan menjauhi Setya.


"Benarkah? Coba lihat yang benar dulu." Seru Setya mengejar Intan.


"Gak mau. Sudah jelas masih menggemaskan kucing ini kok. Hahaha.."


Setya dan Intan akhirnya saling kejar-kejaran di pantai dengan bahagia. Berbeda dengan Ifa yang saat ini terlihat kesal.


"Baru aku tinggal sebentar uda banyak lalat yang datang ya?!" Sindir Ifa sambil menatap Bayu dengan tajam.


"Sayang, kamu sudah datang." Seru Bayu sambil berdiri dari duduknya mendekati Ifa.

__ADS_1


"Siapa mereka? Kenapa oppa senyum-senyum pada mereka?!" Tanya Ifa dengan nada tajam.


Kalau Ifa sudah memanggil Bayu dengan oppa, berarti Ifa sedang kesal dan dia sedang menunjukkan kepemilikannya pada Bayu.


"Mereka juga pengunjung disini. Gadis ini sedang mencari kucingnya yang kabur. Aku tersenyum, setelah melihat foto kucingnya yang menggemaskan." Ucap Bayu menjelaskan.


"Benarkah?" Tanya Ifa penuh selidik.


"Hm, yang dikatakan mas ini benar kok mbak. Kalau gak percaya ini foto kucing saya." Ucap salah satu gadis sambil menunjukkan foto kucing yang sedang gadis itu gendong.


Meong ...


"Mocha! Kamu kemana saja sih?! Aku mencarimu kemana-mana!" Seru gadis itu saat melihat kucing dipelukan Intan.


"Oh ini kucing mbak?" Tanya Intan memastikan.


"Iya, ini kucing saya. Terima kasih ya, sudah menemukannya." Ucap gadis itu tulus.


"Sama-sama mbak. Syukur bisa ketemu, lain kali hati-hati ya mbak." Ucap Intan ramah.


"Iya, tentu saja. Kalau begitu kami pamit dulu ya.." Ucap gadis itu sebelum pergi bersama temannya.


"Kamu masih marah padaku?" Tanya Bayu bingung yang masih melihat wajah kesal Ifa.


"Tau ah! Aku mau makan saja! Laper!" Seru Ifa sambil minggalkan Bayu untuk makan. Intan dan Setya saling tatap bingung.


Saat mereka semua sedang menikmati makan mereka, ada beberapa pemuda yang datang mendekat. Setya dan Bayu pun bersiaga dengan langsung merapatkan duduknya dengan pacar mereka masing-masing.


"Mas-mbak. Nanti sore akan ada lomba volly pantai disebelah sana. Kami masih kekurangan pemain. Mungkin mas-mbaknya mau bergabung!!" Tanya salah satu pemuda mewakili yang lain.


"Tidak ..."


"Aku mau ikut!" Seru Ifa sambil mengangkat tanganya.


"Sayang, kamu kenapa sih?" Tanya Bayu bingung.


"Aku ingin melawan kak Bayu. Ayo kita bertanding!" Tantang Ifa pada Bayu.


"Huh! Perlukah kita melakukan ini?" Tanya Bayu lesu.


"Tentu saja! Jangan-jangan kakak takut ya?" Sindir Ifa dengan senyum mengejek.


"Kenapa harus takut. Baiklah, aku terima tantangan kamu. Mas, saya dan pacar saya ikut. Tapi, jangan jadikan kami satu tim." Ucap Bayu pada pemuda tadi.


"Baiklah mas. Nanti berkumpul disana ya mas." Ucap pemuda itu sebelum beranjak pergi.


Sore harinya, akhirnya Bayu dan Ifa suda siap untuk bertanding. Mereka saling menatap tajam.



"Aku gatau apa yang masih membuatmu kesal. Padahal masalah gadis tadi sudah selesai. Jangan memaksakan dirimu." Ucap Bayu lembut. Dia tetap mengkhawatirkan dirinya.


"Gak usah mengkhawatirkanku. Kerahkan saja semua kemampuan kakak!" Seru Ifa dengan seringai diwajahnya.


"Baiklah aku gak akan sungkan lagi." Seru Bayu dengan senyum diwajahnya.


"Apa mereka akan baik-baik saja?" Gumam Intan yang cemas melihat perdebatan antara Bayu dan Ifa.


"Tenanglah. Mereka hanya bermain-main. Mereka gak bener-bener bertengkar kok. Kita nikmati saja pertandingannya." Ucap Setya dengan senyum menenngakan. Intan pun menganguk setuju.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2