Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Perjodohan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Tak terasa kandungan Intan kini sudah menginjak tujuh bulan. Seperti Ifa dulu, kali ini keluarga besar Intan juga mengadakan acara tujuh bulanan untuk Intan. Intan dan Setya terlihat berseri dan bahagia hari itu. Mereka juga sudah tak sabar untuk menunggu kelahiran anak pertama mereka.


"Wah-wah.. Siapa yang ganteng-ganteng ini? Duh, kalian makin hari makin besar aja sih." Seru Intan saat melihat Ifa dan Bayu yang baru datang dengan Ezra dan Ersya dalam gendongan mereka.


"Assalamu'alaikum bunda. Kami datang.." Ucap Ifa dengan logat anak kecil.


Kedua bayi itu terlihat memperhatikan sekitar mereka yang ramai. Mungkin ini kali pertama mereka melihat banyak orang.


Di tengah-tengah itu, Ezra yang sedang dalam gendongan Bayu, mulai mengulurkan tangannya pada Intan seakan ingin minta di gendong.


"Duh-duh ... Ezra mau gendong bunda ya? Sini-sini.." Seru Intan mengulurkan tangannya pada Ezra kecil. Ezra dengan wajah gembira langsung meraih tangan Intan.


"Ezra dari kecil deket banget sama kamu ya Tan." Ucap Ifa melihat Ezra yang terlihat nyaman dan bahagia dalam dekapan Intan. Memang dari kecil, daripada Ersya, Ezra cukup dekat dengan Intan dan Setya.


"Hahaha. Mungkin dia menyukaiku." Jawab Intan sembari mencubit pipi Ezra dengan gemas.


"Gak boleh! Aku yang lebih menyukai kamu!" Seru Setya tak terima.


"Ih, kak Setya apa'an sih! Masa cemburu sama anak kecil." Seru Intan sambil mencubit lengan Setya pelan.


Tanpa mereka sadari Ezra kecil yang sedang dalam pangkuan Setya, mulai menepuk-nepuk pelan perut buncit Intan dengan tangan kecilnya.


"Eh, Ezra gak boleh sayang. Nanti dedeknya sakit." Seru Bayu menghentikan tingkah putranya.


"Gak sakit kok kak Bayu. Tangan kecil ini gak kerasa apa-apa." Ucap Intan memberitahu Bayu.


"Walau gitu jangan dibolehin Tan. Ntar, takutnya dikelepasan terus mukul dengan keras." Ucap Ifa menambahi.


"Kamu benar. Ezra, disini ada tuan putri kecil ayah. Jadi Ezra gak boleh pukul-pukul. Atau nanti Ezra yang ayah pukul ..."


"Kak Setya! Kok bilang gitu sih ..." Seru Intan saat melihat Ezra sedikit ketakutan melihat tatapan tajam Setya.


"Ezra sayang. Diperut bunda ada putri kecil. Ezra dan Ersya itu kayak pangeran untuk putri bunda. Jadi, Ezra gak boleh pukul-pukul ya. Putri itu harus disayang. Kayak bunda sayang sama Ezra." Ucap Intan pelan agar Ezra mengerti. Diakhir katanya, Intan mencium pipi gembul Ezra dengan sayang.


Seakan paham dengan apa yang dikatakan Intan, Ezra dengan polosnya ikut menciumi perut buncit Intan beberapa kali, sampai Intan merasa geli.


"Apa Ezra mengerti apa yang dikatakan Intan ya?" Tanya Bayu bingung.


"Sepertinya begitu. Huh! Aku gak sabar liat putri kamu lahir Tan. Dia pasti sangat lucu dan menggemaskan!" Seru Ifa antusias.


Yah, mereka semua sudah mengetahui anak dalam kandungan Intan adalah seorang putri.

__ADS_1


"Tentu saja. Putri kami akan cantik dan menggemaskan seperti ibunya!" Seru Setya sambil mencium sekilas pipi Intan.


"Oh ya! Aku tiba-tiba ada ide nih. Bagaimana kalau ... Kita jodohkan saja anak-anak kita! Supaya hubungan persahabatan kita bisa lanjut ke tingkat besan! ... Gimana?!" Seru Ifa antusias.


"Gak boleh!" Potong Setya cepat.


"Lah kenapa kak?" Tanya Ifa bingung.


"Iya. Memangnya kenapa dengan anak-anakku?! Mareka sangat tampan dan aku juga yakin mereka akan jadi pemuda yang hebat kelak. Bukannya kamu akan bersyukur mendapatkan menantu seperti putraku?" Ucap Bayu menambahi.


"Gak boleh! ... Kita masih belum tahu gimana besarnya nanti anak-anak kamu! Aku juga gak mau mengorbankan kebahagiaan putriku! Biar dia memilih. Tapi, tentu saja siapapun itu harus lulus dari ujianku!" Seru Setya tegas, diakhir kalimatnya dia menyeringai dengan wajah menakutkan sampai membuat Ersya yang kebetulan melihat itu jadi menangis.


"Huaaaaa.. Huuuuu"


"Ersya sayang. Cup-cup. Ayah serem ya? Duh, maaf ya sayang. Kamu pasti takut." Ucap Intan yang ikut panik melihay Ersya menangis.


"Tuh, baru gitu aja nangis. Putriku, barus dapet pemuda yang bisa menjaganya!" Seru Setya tetep kukuh dalam pendiriannya.


"Kak Setya, uda cukup! Ih, kakak buat Ersya takut. Dia kan masih kecil.!!" Seru Intan kesal. Setya memalingkan wajahnya dengan acuh.


Yah, sudah bisa ditebak memang bagaimana respon Setya saat mengetahui anak pertamanya adalah seorang perempuan. Dia bahkan sudah heboh sendiri menyusun rencana untuk menjaga putrinya itu. Yah, siap-siap putri kecil itu akan memiliki ayah yang sangat protektif padanya.


"Udah, kita akhiri pembahasan jodoh-jodohan ini. Mereka masih kecil, apalagi putriku juga belum lahir. Walau aku bahagia bia besanan sam kamu, tapi kebahagiaan anak-anak kita yang utama. Kalau salah satu putramu memang jodoh putraku, aku yakin mereka akan bersatu nanti. Kita lihat saja kedepannya." Ucap Intan dengan senyum manis.


"Baiklah. Aku juga setuju dengan apa yang kamu katakan Tan." Jawab Ifa setuju.


Malam harinya, Intan dan Setya sudah beristirahat di kamar mereka dan bersiap untuk tidur. Intan sedang bersandar di bahu Setya yang sedang membalas laporan dari beberapa pegawainya.


"Kak Setya ..." Panggil Intan dengan manja.


"Ehmm?"


"Kak Setya uda siapin nama untuk putri kita?" Tanya Intan sambil mendongak menatap Setya.


"Sudah." Jawab Setya dengan senyum diwajahnya.


"Benarkah? Secepat itu?" Tanya Intan tak percaya.


"Aku sudah mencarikan nama semenjak, aku tahu kalau anak kita adalah seorang putri." Jawab Setya sambil menyentuh lembut perut Intan.


"Wahh.. Siapa kak namanya?" Tanya Intan penasaran.


"Namanya ... RAHASIA!" Seru Setya dengan senyum misterius.

__ADS_1


"Ih!! Kak Setya, aku kan pengen tahu nama anak kita!" Seru Intan dengan wajah cemberut.


"Hahahaha. Sabar ya sayang. Bentar lagi kan kamu juga tahu."


Setelah mengetakan itu, tiba-tiba anak mereka memberikan tendangan-tendangan di perut Intan.


"Kak Setya, anak kita sepertinya juga uda gak sabar untuk tahu namanya." Seru Setya sambil mengarahkan tangan Setya untuk menyentuh perutnya agar bisa ikut merasakan pergerakan sang putri.


"Hm, putri ayah uda gak sabar buat tahu namanya ya.. Sabar ya sayang. Beberapa bulan lagi kamu akan ketemu ayah dan bunda. Nanti ayah pasti akan kasih tahu nama kamu. Sekarang, kamu baik-baik aja ya diperut bunda. Ayah sayang kamu.." Ucap Setya di depan perut Intan, kemudian dia menciumnya dengan sayang. Intan tersnyum mendengar ucapan Setya. Dia pun mengusap kepala Setya yang sedang mengajak bicara putri mereka.


Di tempat lain, Bayu dan Ifa juga sedang bermain dengan dua jagoan kecil mereka. Kedua bayi itu sekarang sudah bisa tengkurap dan itu terlihat sangat menggemaskan.



"Aku masih berharap jika salah satu putra kita akan berjodoh dengan putrinya Intan kak." Ucap Ifa sambil menatap kedua putranya.


"Hm, yahh.. Tapi, aku juga sedikit takut." Ucap Bayu ragu-ragu.


"Takut apa?" Tanya Ifa bingung.


"Takut, kalau ternyata kedua anak kita sama-sama menyukai putri Intan dan akhirnya mereka berseteru untuk mendapatkannya." Ucap Bayu mulai membayangkan yang enggak-enggak.


"Ehm, kakak benar sih. Hahh.. Ya sudahlah. Kita lihat saja nanti.." Ucap Ifa yang ikut tak mau memusingkan masalah percintaan anak-anaknya nanti. Yah, bagaimanapun sekarang mereka masih kecil. Bahkan putri Intan juga belum lahir.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


New Info📢


Karna besok Idul Fitri, besok libur dulu ya gaess..


Ceritanya akan dilanjut hari Jum'at😊👌


Author juga ingin mengucapkan Minal Aidzin Wal Fa Idzin.. Mohon maaf lahir dan batin..


Maafkan author ya kalau-kalau author ada salah. Itu semata-mata kekhilafan author sebagai manusia biasa..

__ADS_1


Semoga kita semua bisa kembali fitrah dan amalan kita semua diterima😇🙏


...----------------...


__ADS_2