Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Pernikahan Intan-Setya


__ADS_3

Malam hari sebelum acara. Intan yang memang memutuskan untuk tidur bersama orang tuanya, tengah malam terbangun dari tidurnya.


"Ehm, ayah kemana?" Gumam Intan bingung karna gak melihat sang ayah di sampingnya. Intan pun bangun dan mencari sang ayah. Sampai, Intan menemukan ayah di ruang keluarga seorang diri.


"Ayah?" Panggil Intan sembari mendekati sang ayah.


"Oh kamu kebangun gara-gara ayah ya?" Tanya ayah merasa bersalah.


"Enggak kok. Intan kebetulan kebangun aja. Ayah lagi ngapain?" Tanya Intan penasaran.


"Ayah gak bisa tidur. Entah kenapa aya jadi gugup memikirkan acara besok. Padahal, ayah juga yang nikahin Ifa kemarin. Tapi, kenapa ayah jadi gugup lagi sekarang." Cerita ayah pada sang putri.


"Haha. Ayah, santai saja. Lakukan seperti kemarin dengan tenang. Intan percaya kok sama ayah." Ucap Intan sambil memeluk lengan sang ayah.


"Iya. Ayah pasti gak bakalan ngecewain Intan." Jawab ayah sambil mengusap sayang rambut panjang sang putri.


"Oh ayah lagi liat-liat album foto Intan?" Tanya Intan saat melihat album masa kecil Intan di meja.


"Iya. Semakin mendekati acara pernikahan Intan, ayah jadi teringat masa-masa Intan masih kecil. Padahal, dulu Intan sekecil ini dipelukan ayah. Ayah, masih gak nyangka sudah besok putri ayah akan menikah."


"Ayahh.." Seru Intan sambil memeluk sang ayah.


"Coba deh, liat ini sayang, ini foto Intan sewaktu pertama kali sekolah ..



Kalo ini sewaktu ada lomba di taman kanak-kanak. Intan menang dan langsung lari ke ayah minta beliin ice cream coklat .."



"Ayah, kenapa ini Intan kelihatan centil sekali." Tanya Intan saat melihat foto masa kecilnya.



"Tapi, cantik kok sayang. Ini juga Intan masih kelihatan imut sekali saat ada acara lomba di SMP ..



Ini juga Intan lagi ngambek karna ayah telat dateng ambil rapot Intan.



Dari dulu putri ayah memang paling cantik. Sekarang juga tetap cantik. Dan ayah yakin, besok pasti akan jadi gadis tercantik." Ucap ayah dengan senyum lembut.


"Ayah, Intan sayang ayah. Terima kasih karna sudah jadi ayah terbaik buat Intan selama ini ya ayah. Ayah adalah ayah ter the best bagi Intan. Love yoo ayah.." Ucap Intan sambil memeluk erat sang ayah.


"Love you too, tuan putri ayah." Jawab ayah balas memuluk Intan. Dan akhirnya, kedua ayah dan anak itu teetidur di ruanh keluarga, setelah puas bernostalgia masa kecil Intan.


...****************...


Keesokan harinya, Intan dan sekeluarga segera menuju ke hotel tempat acara pernikahan Intan akan dilakukan. Sesuai dengan keinginan Intan, acara pernikahannya akan dilakukan dengan konsep outdoor. Ijab kabuk akan dihadiri oleh keluarga dekat saja. Baru acara resepsi akan dilakukan pada malam harinya.


"Apa kamu gugup sayang?" Tanya bunda pada sang putri saat Intan akan dirias.


"Sedikit bunda. Kegugupan Intan uda menghilang karna berbicara dengan ayah semalaman kemarin." Jawab Intan dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


Sedangkan, di rumahnya. Setya merasa sangat gugup sebelum melakukan acara ijab kabulnya sama seperti Bayu sebelumnya.


"Setya, releks saja. Semakin kamu gugup, kamu akan semakin mudah melakukan kesalahan. Percaya diri saja dan buktikan kesungguhannmu saat ijab kabulmu nanti." Ucap papa menasehati.


"Iya pa, Setya mengerti. Makasih." Jawab Setya dengan senyum diwajahnya.


Mendekati waktu ijab kabul, Setya sekeluarga pun segera menuju ke hotel tempat acara juga. Disana para keluarga dekat, seperti Ifa, Bayu dan keluarnganya juga sudah datang. Intan juga sudah selesai dirias.


Ifa dan Bayu juga sudah datang. Mereka juga terlihat sangat serasi sebagai pasangan baru.




Tempat ijab kabul sudah dihias sedemikian rupa dengan dekorasi bewarna putih yang menambah kesakralan acara pengucapan ikrar itu.



Setya sudah siap duduk di tempatnya dan terus menatap ke arah hotel menunggu kedatangan Intan. Sedangkan, semua keluarga dekatnya juga sudah duduk di tempatnya masing-masing.



Kemudian penghulu, ayah Intan dan para saksi datang dan menduduki tempatnya masing-masing.


"Kita sudah bisa memulai acaranya?" Tanya penghulu pada ayah Intan.


"Sudah." Jawab ayah singkat.


"Tapi, om. Intan belum disini?" Tanya Setya bingung.


"Intan mana ya?" Gumam Ifa bingung karna tak melihat Intan.


"Sepertinya Intan baru akan keluar setelah Setya berhasil mengucapkan ijab kabulnya." Jawab Bayu sambil tersenyum melihat ekspresi gugup di wajah Setya.


"Kasihan sekali kak Setya, dia pasti sangat gugup." Seru Ifa yang ikut melihat ekspresi Setya.


Tasya dan Dika juga melihat itu. Tasya justru tersenyum geli melihat ekspresi kakaknya itu. Berbeda dengan Dika. Dia juga bisa merasakan kegugupan Setya sebagai sesama pria.


"Dika, wajahmu kenapa serius sekali sih?" Bisik Tasya bingung.


"Aku hanya membayangkan, kalau aku diposisi kak Setya. Aku juga pasti akan sangat gugup. Ini adalah pembuktian keseriuasan seorang pria untuk mengambil alih tanggung jawab menjaga putri kesayangan orang lain untuk menjadi istrinya." Jawab Dika sambik terus menatap Setya dan ayahnya. Tasya tersenyum mendengar jawaban Dika. Diapun menggenggam lembut tangan Setya.


"Tenanglah. Aku yakin, kak Setya pasti berhasil mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar." Ucap Tasya menenangkan.


Intan di tempatnya juga ikut gugup melihat Setya dari rekaman yang dia lihat. Saat itu dia ditemani bunda dan mama.


"Kak Setya kelihatan gugup sekali." Ucap Intan khawatir.


"Kamu tenang saja sayang, Setya pasti bisa. Kita do'akan saja dari sini yaaa.." Ucap mama lembut.


Kak Setya, semangat! Kamu pasti bisa. Aku percaya pada kakak!


Kembali ke tempat acara.


"Bagaimana, kamu sudah siap?!" Tanya ayah Intan memastikan.

__ADS_1


Haaahhhh ... Huuffftttttt


"Bismillah. Saya siap om!" Jawab Setya dengan kesungguhan di matanya.


"Baik. Silahkan jabat tangan ayah calon istri anda." Ucap penghulu mengarahkan.


Kemudian, Setya pun menggenggam tangan ayah dengan erat. Ayah dan Setya saling tatap. Ayah dapat melihat kesungguhan di mata Setya.


"Tenanglah dan jangan gugup." Ucap ayah menenangkan. Setya cukup terkejut melihat itu. Ini kali pertamanya melihat ayah Intan selembut itu padanya.


"Baik om. Setya mengerti." Jawab Setya yakin dengan senyum diwajahnya. Rasa gugup yang menyelimutinya seakan terangkat, saat dia mendapatkan dukungan dari ayah Intan. Ijab kabul pun dimulai.


"Bismillah hirrohman nirrohim ... Ananda Setya Alif Alfarizi bin Dickiawan Jaladara Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Intan Naura Aisyahzaraa dengan maskawin berupa uang tunai sebesar 10 juta, satu buah rumah beserta isinya dan seperangkat alat sholat, Tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Intan Naura Aisyahzaara dengan maskawin tersebut dibayar, Tunai." Jawab Setya mantap dan dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya penghulu.


"SAH!!"


Setya, Intan dan semua orang menghembuskan nafas lega, karna Setya sudah berhasil mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar.


"Alhamdulillah. Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Silahkan istri bisa datang dan ikut bergabung kesini." Ucap penghulu memanggil Intan.


Intanpun dengan dituntun oleh bunda dan mama berjalan menuju ke tempat acara. Saat Intan datang, semua terpana dengan penampilan Intan hari itu. Setya juga sampai tertegun menatap Intan. Pandangan mereka bertemu.


Kak Setya ...


Hari ini kamu sudah membuktikan padaku, tentang kesungguhan cintamu padaku ...


Terima kasih karna sudah datang mendakatiku lebih dulu waktu itu ...


Terima kasih sudah membantuku keluar dari kegelapan hidupku saat itu. Kamu datang mengulurkan tangan dan menuntun ke cahaya baru ...


Sekarang, giliranku yang berjalan mendekat kearahmu ... Bukan hanya sebagai wanita yang kamu cintai, tapi sebagai istrimu ...


Aku berjanji akan selalu mencintaimu dalam sisa umurku ...


Ucap Intan dalam hati dengan terus menatap Setya sembari berjalan semakin dekat dengan Setya. Setya memang tak tahu keseluruhan kata hati Intan. Tapi yang jelas, Setya bisa merasakan rasa haru dan bahagia yang dipancarkan dari kedua mata Intan.


Setya berdiri dan mengulurkan tangannya pada Intan untuk membantunya duduk. Intan mencium punggung tangan Setya lembut. Kemudian, Setya mencium kening Intan dengan penuh cinta. Hal itu membuat tangis haru pecah dari keluarga mereka yang sudah mengetahui bagaimana perjalanan mereka sampai datangnya hari ini.


Banyak sekali ujian yang sudah mereka lewati. Mulai dari yang kecik hingga yang besar. Semua orang yakin, walaupun kedepannya mereka akan dihadapkan dengan ujian baru lagi. Setya dan Intan pasti akan bisa melewatinya. Karna, sebelum itu mereka sudah melewati ujian yang begitu besar.


"Aku mencintaimu Intan ..."


"Aku juga, my hero. Suamiku ..."


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2