
Beberapa bulan kemudian..
"Semua kebutuhan kakak uda selesai aku siapin." Tanya Intan pada Setya yang sedang fokus menatap sang putri yang sedang tidur.
"Makasih ya sayang." Ucap Setya dengan senyum lembut.
"Fokus banget sih kamu kak?" Ucap Intan sembari mendekat ke arah Setya. Ia meletakkan dagunya di bahu Setya dengan maja.
"Aku kan mau pergi dinas ke luar kota. Aku bakal gak ketemu putri kecilku ini. Aku pasti sangat merindukannya. Haahhhh.. Aku ingin gak pergi." Gerutu Setya kesal.
"Haduh kak. Kakak kan hanya dinas tiga hari. Kalau ada yang denger omongan kakak, bisa dikira kak Setya tuh dinasnya berbulan-bulan." Ucap Intan sembari memutar matanya malas.
"Ya kan, sama aja. Tiga hari itu berasa tiga tahun, kalau gak bisa lihat putri cantikku ini, sayang!"
"Lalu, yang dikangenin bakal Nada doang? Gak bakal kangen sama aku?" Sindir Intan sambil mengangkat kepalanya dari bahu Setya.
"Kok gitu sih ngomongnya. Ya tentu bakal kangen kamu juga dong. Kamu cemburu nih sama Nada? Hehe." Goda Setya sambil memeluk Intan dari belakang.
"Bohong! Kakak kan sekarang lebih sayang Nada daripada aku." Ucap Intan sambil cemberut.
Intan sudah terbiasa melihat sang suami yang sangat menyayangi putri mereka. Sebenarnya, Intan gak masalah akan hal itu. Tapi, terkadang dia juga ingin diperhatikan Setya juga.
"Hahaha. Kamu gemesin banget sih sayang. Aku itu sayang sama Nada. Tapi, aku juga sayang sama kamu. Kalau Nada adalah darahku, kamu adalah jantungku. Tanpa kalian, aku gak bakal bisa hidup." Ucap Setya dengan lembut. Mendengar itu Intan pun kembali tersenyum.
"Uda ngambeknya? Senyum dong. Aku mau lihat senyuman kamu sebelum aku dinas."
Intan pun tersenyum dengan manis sambil menatap Setya. Setya juga ikut tersenyum melihat senyuman intan itu.
"I Love You ..."
__ADS_1
Cup.. Intan mencium sekilas pipi Setya.
"Love You more.." Jawab Setya sembari mencium bibir sang istri dengan sayang.
...----------------...
Hari keberangkatan Setya pun tiba. Seperti biasa, keberangkatan itu diwarnai dengan drama. Apalagi, kalau bukan karna Setya yang tak mau meninggalkan putri dan istrinya.
"Putri cantik ayah, ayah berangkat dulu yaa.. Muacchh.. Jangan lupain ayah yaa.." Pamit Setya pada Nada. Balita yang belum bisa bicara itu hanya menatap ayahnya dengan bingung.
"Gak bakal lah kak. Uda sana, uda ditunggin kak Bayu tuh. Cepet berangkat sana. Nanti kakak telat naik pesawatnya."
"Iya-iya. Aku akan merindukanmu, sayang." Pamit Setya sambil mencium kening Intan. Dan kedua pipi gembul sang putri.
Kemudian, Setya segera berangkat. Saat melihat Setya masuk ke mobil dan mulai menjauh. Nada pun berteriak-teriak seperti memanggil sang ayah.
"Ahhh.. Ahh... Huaaa.. Huhuhuhu.."
Setelah hari itu, setiap malam Nada tak bisa tidur. Dia terus merengek seperti merindukan sang ayah. Akhirnya, untuk mengobati rindu sang buah hati. Setiap malam Intan melakukan panggilan video dengan Setya.
Nada terus menatap sang ayah yang ada di ponsel. Begitupun juga Setya. Dia tak tega melihat sang putri seperti itu. Dia ingin sekali cepat pulang dan memeluk sang buah hati.
"Tuan putri ayah yang cantik. Ini sudah malam. Nada tidur yaa.. Bentar lagi ayah pulang kok. Kasian bunda sayang." Ucap Setya berusaha menenangkan sang buah hati. Tapi, balita itu hanya diam dan menatap sang ayah.
"Ahhh.. Ahhh.." Oceh Nada yang masih tak berarturan.
"Ayah juga kangen Nada."
"Ahhh.. Ahhh.. Yahh.. Yayah... Ayah..."
__ADS_1
"Nada?! Nada bicara apa tadi? Nada manggil ayah kan? Coba sekali lagi sayang." Pinta Setya dengan antusias. Intan juga terkejut mendengar kata pertama sang putri.
"Ayah!! Ayah!! Ayah!!" Ucap Nada dengan suara menggemaskannya.
"Intan sayang?! Kamu dengar kan?! Putri kita baru saja memanggilku. Kata pertamanya adalah 'ayah'. Bagaimana ini?! Aku sangat senang!!" Seru Setya terharu dengan mata berkaca-kaca.
"Iya kak. Intan juga dengar.. Sepertinya, Nada sangat menyanyangi kakak. Ayahnya.."
"Ayahh.. Ayah... Ayah.."
Malam itu pun menjadi salah satu malam bersejarah bagi keluarga kecil Intan. Mendengar kata pertama sang buah hati.
...****************...
Hai ... Haii...
Maaf ya semua, baru bisa buat bonus chapter sekarang. Author sangat sibuk..
Skripsi author belum selesai-selesai. Banyak yang perlu direvisi. Tapi, karna kangen menulis, author sempatkan nulis satu chapter. Yah, walaupun singkat, semoga bisa mengobati rasa rindu akan keluarga Intann..
Oh ya, author rencana punya projek baru setelah skripsi author selesai. Author uda mikirin buat judul cerita baru.. Tapi, isinya menyusul yaa. Hehe..
Taraaa... Itu judulnya dan gambaran covernya besok. Kalau penasaran, tungguin yaa..
Mungkin masih lama, tapi author usahakan akan segera rilis..
See you next time all๐ค๐
__ADS_1
NB : Tetep favoritin karya author, supaya tahu kalau ada update info yaa๐