Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Honeymoon


__ADS_3

Hari-hari mereka di korea masih terus beanjut. Hari ini mereka akan pergi ke Nami Island, yang cukup terkenal. Mereka semua menggunakan kereta untuk menuju ke sana. Semuanya tampak bahagia, tak kecuali Intan. Senyum selalu menghiasi wajah cantiknya.



"Aku gak sabar untuk sampai ke sana!" Seru Intan antusias.


"Sama! Nami Island, terkenal saat di drama Winter Sonata. Aku gak sabar melihatnya saat musim salju begini. Hehe." Imbuh Ifa yang tak kalah antusias.


Tak berselang lama, akhirnya mereka sampai. Di depan pintu masuk mereka disambut dua buah boneka salju yang mengenakn jubah merah khas perayaan natal. Jalan setapak penuh ditutupi oleh salju putih.



Kemudian dengan bersemangat mereka berjalan menyusuri tempat itu. Setya dan Bayu membawakan payung untuk pasangan merrka masing-masing. Berjaga-jaga jika salju turun dengan lebat.




Setelah puas menyusuri Nami Island, mereka kembali pulang dan menuju ke tujuan selanjutnya, yaitu Namsan Seol Tower yang terkenal dengan gembok cintanya.



Sesampainya, mereka disana. Intan dan Ifa terlihat sangat antusias untuk memasangkan gembok cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing.



"Aku harap cinta kita akan terkunci selamanya seperti gembok ini." Ucap Intan sambil menatap Sstya. Setya tersenyum hangat pada Intan, kemudian dia memeluknya erat.


Malam harinya, mereka menuju ke Banpo Bridge Park. Disana mereka akan disuguhi keindahan air mancur yang memancarkan warna reinbow dari lampu LCD. Sangat indah dan memanjakan mata.



Hari-hari berikutnya, mereka juga masih berjalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang terkenal di Korea. Seperti Coex Aquarium. Disana mereka bisa melihat banyak jenis hewan laut yang beraneka ragam.



"Baru di depan saja aku sudah sangat antusias. Ayo segera masuk!" Seru Ifa dengan semangat.


Mereka pun segera masuk ke dalam untuk menikmati aquarium raksaksa yang mengelilingi mereka. Intan dan Ifa terlihat sangat antusias.




"Wah, lihat ada ikan pari besar sekali diatas kita!" Seru Intan antusias saat seekor ikan pari kebetulan beranang di atasnya.


"Benar. Dia sangat lucu. Lihat dia seakan tersenyum pada kita!" Seru Ifa tak kalah antusias. Setya dan Bayu terus memperhatikan istri mereka masing-masing. Takut jika ada serangga yang tiba-tiba mendekat.


Di dalam aquarium juga sedang diadakan pertunjukan yang dilakukan para penyelam untuk menghibur pengunjung. Ada yang mengenakan baju mermaid, gaun natal, atau santa claus. Mereka cukup menikmati tontonan itu.



"Mereka bisa menahan nafas sangat lama di dakam air tanpa alat bantu pernafasan lho. Aku aja 2 menit uda pengap." Celetuk Ifa saat melihat pertunjukan mermaid.


"Mereka pasti sudah punya teknik pernafasan sendiri. Apalagi, mereka juga pasti sudah terbiasa melakukannya. Yah, sama saat kita berciuman. Awalnya aja kan seperti kehabisan nafas, tapi lama-lama enggak." Jawab Bayu dengan nada menggoda.


"Dasar. Vakum cleaner!" Seru Ifa sambil memalingkan wajahnya dari Bayu.


Tentu saja selain menikmati pemandangan, mereka juga mengabadikan momen mereka itu, sebagai kenang-kenangan yang akan terus mereka ingat.



Setelah dari Coex Aquarium, malam harinya mereka berjalan-jalan santai untuk mencicipi berbagai kuliner khas korea dan juga belanja beberapa pernak-pernik untuk oleh-oleh di Myongdong Street.




Seperti biasa, kalau bicara soal makanan Ifa terlihat sangat antusias. Tapi, tentu saja sebagai suami, Bayu selalu berusaha memberikan apapum yang diinginkan sang istri



Mereka juga menghabiskan malam tahun baru masih di kota Seoul. Mereka pergi ke Cheonggyecheon Stream, yaitu aliran sungai kecil ditengah kota. Sungai itu tampak sudah di hias sedemikian rupa untuk menyambut tahun baru. Lampu kerlap-kerlip bewarna putih menggantung indah diatas sepanjang aliran sungai seolah sebuah bintang yang rendah.


__ADS_1


Saat puncak malam tahun baru, mereka menonton kembang api di tepi Sungai Han. Saat mendekati jam pergantian tahun, semua yang ada disana mulai berhitung mundur dari angka sepuluh besama. Intan dan Ifa juga ikut menghitung dengan sangat antusias.


Yuhl ... Ah-Hope ... Yeodul ... Ilgup ... Yeosut


Dausut ... Net ... Set ... Dul ... Hana


Dorr !!!


Doorrrr !!!


Dooooorrrr !!!!



Pada hitungan kesatu, berbagai kembang api dengan berbagai warna menyembur ke langit malam. Pemandangan kembang api dari sana sangatlah indah.


"Selamat tahun baru istriku." Ucap Setya lembut.


"Selamat tahun baru juga suamiku." Jawab Intan dengan senyum diwajahnya. Setya mendekati Intan dan menciumnya dengan mesra. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ifa dan Bayu.


...****************...


Disisa hari yang ada, mereka memutuskan untuk melanjutkan bulan madu ke Pulau jeju. Mereka memesan kamar di hotel Regent Marine The Blue. Salah satu hotel terbaik di pulau Jeju.



Dari kamar hotel ini mereka bisa melihat indahnya laut pulau Jeju yang terlihat masih biru kehijau-hijauan. Sungguh memanjakan mata.



Di Jeju, mereka memutuskan untuk pergi ke Pyeongchang di Gangwon. Disana ada resort ski yang cukup besar. Disana mereka bermain ski dan bermain salju dengan puas. Tak lupa mereka juga naik kereta gantung diatas bebukitan yang terhampar salju putih dibawahnya



"Wah, ini tinggi sekali." Seru Ifa menatap bawahnya.


"Tapi pemandangannya juga sangat indah." Imbuh Intan dengan antusias.


Setelah puas bermain di resort ski. Mereka berpindah ke Tedy Bear Museum Safari. Di pintu masuk mereka sudah disambut oleh dua boneka beruang besar.





Intan juga terlihat sangat antusias dengan tedy bear dan semua boneka-boneka di museum itu.



"Mereka sangar lucu. Rasanya aku mau bawa pulang semuanya!" Seru Intan antusias.


...****************...


"Oppa! Ayo buruan!" Seru Ifa sambil menarik sang suami yang terlihat malas hari itu untuk berjalan-jalan.


Bayu lebih ingin menghabiskan waktu bersama Ifa di hotel saja. Tapi, Ifa bersikeras ingin jalan-jalan dan kuliner. Karna, esok hari mereka sudah harus pulang. Intan dan Setya sendiri hari itu memang hanya ingin menghabiskan waktu di hotel. Baru sore harinya, mereka berncana akan keluar.


"Sayang, hari ini di kamar aja yuk.." Bujuk Bayu memelas.


"Gak mau! Ifa mau jalan-jalan. Ini hari terakhir kita lho, oppa! Aku gak mau menyia-nyiakannya." Seru Ifa bersikeras.


"Tapi ..."


"Udahlah, kalo oppa gak mau nemenin Ifa. Ifa bisa pergi sendiri." Seru Ifa kesal dan langsung keluar dari kamar.


"Ifa!! Tunggu!!" Seru Bayu yang akan mengejar Ifa.


Tapi dia berhenti di depan pintu, karna baru sadar kalau dia hanya menggunakan jubah handuk. Bayu pun bergegas berganti pakaian dan mengejar Ifa.


"Dasar kak Bayu! Padahal ini kan hari terakhir. Huh! Biarin aja deh, aku bisa pergi sendiri. Mungkin aja nanti aku bisa ketemu oppa-oppa ganteng." Gerutu Ifa kesal. Dia pun berjalan di sekitarana hotel seorang diri sambil menikmati semilir angin laut yang dingin.


Tibalah Ifa di pusat perbelanjaan yang cukup ramai. Saat dia sedang melihat-lihat toko-toko penjual oleh-oleh disana, tiba-tiba ada nenek-nenek yang mendekatinya dan memarahinya. Ifa begitu kebingungan, apalagi diantak begitu pandai bahasa Korea dan si nenek juga tak bisa bahasa Inggris.


Haduh, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Semua orang sudah mulai mengerubungiku ...

__ADS_1


Ifa kelihatan bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Sampai datanglah Bayu dan langsung menghadang amukan nenek-nenek itu.



"Adakah yang bisa membantu menjelaskan apa yang dikatakan nenek ini pada istriku?" Tanya Bayu dengan menggunakan bahasa Inggris pada beberapa orang yang ada disana.


"Nenek ini mengatakan kalau istri anda telah berselingkuh dengan suaminya. Sampai suaminya pergi meninggalkannya." Jawab salah satu orang disana.


"Saya rasa ada kesalahan disini. Saya sedang melakukan perjalanan bula madu dengan istri saya. Dan ini pertama kalinta kami kesini. Mana bisa istri saya mengenal suami nenek ini?! Tolong bisakah anda menghubungi polisi atau apapun untuk menangani masalah ini?" Tanya Bayu sekali lagi dengan nada tegas.


"Tunggu! Maafkan saya. Saya anaknya. Saya lalai saat berbelanja dan meninggalkan ibu saya yang kurang sehat. Tolong jangan lapor polisi. Saya akan membawanya pergi dari sini." Jawab seorang wanita paruh baya dengan menggunakan bahas Korea. Orang yang tadi menjawab Bayu membantu menerjemahkannya untuk Bayu.


"Baiklah kalau begitu. Saya harap, hal ini tidak terjadi lagi. Baik pada istri saya atau pada orang lain." Ucap Bayu bijak.


Kemudian, Bayu menggandeng tangan Ifa da membawanya pergi dari sana. Bayu membawa Ifa ke tempat yang agak sepi dari keramaian. Ifa terus menunduk karna takut Bayu akan memarahinya.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bayu khawatir saat mereka sampai di tepi sebuah kaca besar.


Ifa mendengok dan menatap Bayu tak percaya. Karna, Bayu masih mencemaskannya dan tak memarahinya. Ifapun langsung berhambur ke pelukan Bayu.


"Maafkan Ifa ya kak. Ifa keras kepala dan uda marah-marah tadi. Padahal, mungkin kakak lagi beneran capek. Maaf yaa.. Hikss.." Ucap Ifa sambil terisak


"Sssttt. Kenapa sampai menangis begini? Aku gak marah sama kamu kok sayang. Harusnya aku juga coba memahami kamu. Sekaramg kamu baik-baik saja, itu saja sudah cukup buatku." Jawab Bayu lembut.


"Huhuhu..Makasih oppa! Sayang, oppa!" Seru Ifa dan semakin erat memeluk Bayu.


"Iya, aku juga sayang kamu. Tapi, janji padaku yaa. Lain kali gak boleh asal pergi gitu aja ya?" Tanya Bayu serius.


"Iya. Janji." Jawab Ifa sambil memeluk lebih erat sang suami.


Kemudian, Ifa dan Bayu pun berjalan-jalan bersama di sana. Sampai, ketika matahari mulai tenggelam, menunjukkan pemandangan yang indah sekali. Akhirnya, Ifa dan Bayu menghentikan langkah mereka dan menatap pemandangan itu bersama.



"Kak Bayu pemandangannya sangat indah, yaa.. Haah. Gak menyangka besok kita harus kembali." Gumam Ifa sedih.


"Tenang saja sayang. Kita bisa kesini lagi nanti." Jawab Bayu lembut.


"Wahh. Janji ya?! Aku akan menantikannya." Seru Ifa senang.


Di tempat lain, Intan dan Setya juga sedang berjalan-jalan bersama menikmati senja, setela h mengurung diri seharian di dalam hotel. Walau sudah 2 minggu di korea, Intan masih terus antusias.


Apalagi kalau ketemu orang korea yang tampan. Intan akan senyum-senyum sendiri seolah membayangkan kalau orang itu adalah aktor. Setya tentu saja tak suka hal itu.


"Sayang, kamu kok liatin pria itu terus sih?! Ada aku suami kami yang tampan ini lho. Kamu kok masih ngeliatin pria lain?" Gerutu Setya kesal.


"Hehe. Kak Setya emang paling tampan kok. Inta juga cintanya sama kak Setya aja. Cuman, kalo ada yang bening sayang lho kalo dibiarin. Hehe. Bayangin aja, Intan lagi menganggumi idola Intan." Ucap Intan dengan nada polos.



"Kamu ya. Sepertinya aku harus menghukummu!" Seru Setya sembari mendekatkankan tangannya pada Intan seolah akan menghukumnya.


Tapi, ternyata Setya hanya mencubi pelan pipi Intan. Inta saja sampai terkekeh geli setelah memejamkan mata khawatir.



"Huh! Kenapa kamu gemesin. Mana bisa aku menghukummu!" Gerutu Setya denga gemas.


"Suamiku ini kan emang yang paling baik. Hehe." Ucap Intan sambil memeluk Setya dan menatap matanya dengan manja.


"Pokoknya, kamu harus kurangin liatin pria lain selain aku. Emang kamu mau aku liatin gadis lain juga?" Tanya Setya serius.


"Enggak mau! Awas aja kalau kak Setya berani melirik gadis lain." Seru Intan dengan nada mengancam dan mata mendelik.


"Mangkannya, jadilah gadis baik dan menurutlah." Ucap Setya sambil membelai rambut panjang Intan.


"Ya, Intan mengerti." Ucap Intan dengan senyuman diwajahnya.


Dan mereka semua melaluli hari terakhir bulan madu mereka dengan bahagia.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2