Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Sepertinya Ifa cemburu..


__ADS_3

Setelah selesai membereskan barang-barang pribadi, kedua ibu sibuk menyiapkan bahan makanan untuk menu makan siang hari itu. Mereka juga menyimpan bahan masakan untuk nanti malam. Sedangkan para ayah sedang menyiapkan alat pemanggang dan menghias taman samping.


"Bunda-tente ada yang bisa Intan bantu?" Tanya Intan mendekati bundanya dan mama Setya yang terlihat sibuk di dapur.


"Tidak perlu sayang. Biar tante dan bunda yang mengurusnya. Intan bersenang-senang saja dengan yang lain." Ucap mama Setya ramah.


"Kak Intan, berenang yuk!" Ajak Tasya pada Intan.


"Berenang? Sayangnya, aku gak terlalu pandai berenang." Jawab Intan malu.


"Aku bisa mengajarimu." Seru Setya yang baru saja turun bersama Bayu dan Dika sudah dengan pakaian renangnya. Celana pendek dan kaos oblong.


"Tuh kan, kak Setya mau mengajari. Tunggu apalagi, ayuk ganti baju kak!" Seru Tasya sembari menarik tangan Intan untuk segera berganti baju.


"Aku juga akan mengajarimu. Cepat ganti baju." Bisik Bayu pada Ifa yang masih terdiam.


"Aku tidak bisa berenang sekarang." Jawab Ifa sambil menunduk.


"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Bayu panik yang membuat semua disana menatap Ifa dengan khawatir.


"Ifa sayang kamu sakit?" Tanya bunda mendekati Ifa.


"Enggak bunda. Ifa hanya gak bisa berenang sekarang." Ucap Ifa panik karna semua mengira dirinya sakit. Ia menatap bunda seperti memberikan isyarat alasan kenapa dia tidak bisa berenang. Akhirnya, bunda pun paham.


"Bayu, Ifa gak sakit. Hanya terkadang ada saatnya seorang wanita tidak bisa berenang. Kamu paham kan, maksud tante?" Ucap tante penuh penekanan seakan kata-katanya mengandung makna lain.


"Oh, i-iya ... Bayu paham, tante." Ucap Bayu terbata. Sekarang, ia tahu alasan Ifa tidak bisa berenang. Bayu pun merasa malu, Ifa pun sama sekarang wajahnya semerah tomat.


"Ak-Aku akan melihat Intan dan Tasya." Seru Ifa sambil berlari pergi.


"Sudah yuk, kita duluan saja!" Seru Setya mengajak Bayu dan Dika untuk menuju kolam renang terlebih dulu untuk mengalihkan topik.


"Papa-om, apa Setya dan Bayu perlu membantu?" Tanya Setya mendekati Papanya dan ayah Intan yang terlihat sibuk menyiapkan perlengkapan untuk acara nanti malam.


"Tidak perlu. Bukankah kalian ingin berenang? Kami bisa menyelesaikan ini sendiri." Jawab Papa datar.


"Sudah sana bersenang-senanglah." Tambah ayah Intan.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Setya kemudian mulai pemanasan sebelum berenang.


Tak lama kemudian, para gadis turun. Setya melambaikan tangannya pada Intan agar mendekatinya.


"Lakukan pemanasan dulu sebelum memulai berenang." Ucap Setya lembut. Intan pun mengangguk setuju.


"Kak Bayu, ajari Tasya berenang juga ya." Pinta Tasya dengan manja.


"Baiklah." Jawab Bayu dengan senyuman.

__ADS_1


Ifa yang tidak bisa berenang saat itu dan hanya bisa duduk diayunan tidak jauh dari kolam renang pun merasa kesal melihat Tasya yang terlihat mencari perhatian pada Bayu.


Sepertinya adik Setya itu menyukai kak Bayu! Aku tidak bisa membiarkannya! ... Seru Ifa waspada.


Setelah selesai pemanasan, mereka semua memasuki kolam renang yang cukup luas itu. Setya mulai mengajari Intan, begitupun Bayu yang mulai mengajari Tasya. Sedangkan Dika asyik berenang seorang diri.


"Aku akan memegangi kamu, kamu belajar gerakkan tangan dan kaki kamu ya. Seperti yang diajarkan dipelajaran olah raga." Ucap Setya lembut. Intan mengangguk mengerti.


Intan pun mulai menyiapkan posisinya. Setya dengan sigap menahan tubuh Intan di dalam air. Perlahan, Intan mulai menggerakkan tangan dan kakinya.


"Ya, seperti itu ... Terus, seimbangkan ya, aku akan perlahan melepaskanmu." Ucap Setya memberitahu.


Setelah ia rasa gerakan Intan mulai stabil, Setya mulai melepaskan Intan dengan perlahan. Dengan perlahan Intan mulai bergerak maju tanpa Setya. Namun, itu tak bertahan lama, karna lama-kelamaan Intan semakin tenggelam. Setya segera menarik Intan keluar dari air.


"Itu sudah bagus. Hanya perlu latihan sedikit lagi saja." Ucap Setya sambil memegangi pinggang Intan, jadi posisi mereka seperti berpelukan. Dari posisinya Intan bisa melihat dada bidang Setya dengan jelas yang terpampang karna kaos putih yang Setya kenakan basah. Intan pun merasa malu, wajahnya mulai bersemu merah.


"Kenapa? Sudah capek?" Tanya Setya khawatir melihat Intan yang diam saja.


"Ti-Tidak. Ayo kita latihan lagi saja." Ucap Intan terbata. Setya, semakin bingung dengan sikap Intan.


Bayu juga sibuk mengajari Tasya. Mereka terlihat sangat dekat. Ifa yang melihat itu pun merasa makin kesal.


Kak Bayu, sepertinya kamu sangat menikmatinya?! ... Ifa


"Kak Setya-Kak Bayu, aku bosan! Kalian asyik sendiri. Bagaimana kalau kita lomba berenang?!" Seru Dika yang mulai bosan karna hanya berenang seorang diri.


Tasya terlihat kesal dengan Dika, karna dia sudah menganggu momennya dengan Bayu. Ia menatap Dika dengan tajam. Tapi, Dika sama sekali tidak memperdulikan itu.


"Aku akan mendukung kak Setya!" Seru Intan antusias.


"Kalau aku akan mendukung kak Bayu!" Seru Tasya yang juga terlihat antusias.


"Huh.. Baiklah, walaupun aku tanpa pendukung aku pasti akan menang!" Seru Dika yakin.


"Siapa bilang Dika tidak punya pendukung. Aku akan mendukungmu, jadi semangatlah." Ucap Ifa mendekati kolam renang.


"Wah, makasih kak Ifa." Seru Dika senang.


Ia sengaja tidak mendukung Bayu, lagian Bayu sudah memiliki pendukung. Bayu menatap Ifa bingung, kenapa Ifa tidak menudukungnya? Terlebih ia melihat Ifa yang terlihat kesal.


"Kak Setya, Sepertinya ... Tasya menyukai kak Bayu deh." Bisik Intan pada Setya.


"Benarkah? Apa terlihat seperti itu?" Tanya Setya terkejut. Ia tak pernah mengamati sang adik. Ia kira sifat manja Tasya pada Bayu karna Tasya menganggap Bayu sebagai kakak sama seperti dirinya.


"Iya, menurutku itu sangat terlihat. Mangkannya lihatlah Ifa yang sudah kesal seperti itu." Bisik Intan lagi.


"Hm, kalau benar begitu. Sepertinya Tasya belum tau kalau Ifa adalah pacarnya Bayu." Gumam Setya menerawang.

__ADS_1


"Lama-kelamaan, Tasya akan mengetahuinya. Aku harap dia tidak terluka." Ucap Intan menatap Tasya. Ia tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, jadi dia sedikit mengkhawatirkan Tasya.


"Kak Setya-Kak Intan, jangan pacaran terus dong! Ayuk mulai lombanya!" Teriak Dika kesal.


"Iya. Baiklah." Jawab Setya yang mulai keluar dari kolam renang dan setelahnya ia membantu Intan.


Akhirnya Setya, Bayu dan Dika pun berdiri berjajar di tepi kolam. Dalam hitungan ke tiga, mereka pun dengan cepat memasuki kolam renang dan mulai berlomba. Awalnya Setya yang memimpin disusul Bayu, namun disaat-saat terakhir Dika berhasil melesat cepat memnyalip Setya dan Bayu, sehingga Dika lah yang menang.


"Yey! Dika kamu hebat!" Seru Ifa antusias. Sedangkan Bayu menatap Ifa dengan kesal, karna Ifa sama sekali tak memperdulikannya.


"Sudah main airnya. Sekarang waktunya makan siang. Cepat bersih-bersih dan makan." Panggil mama Setya.


"Baik!" Semua menjawab dengan serempak.


Saat semua mulai menuju kamar untuk bersih-bersih. Ifa memilih duduk kembali diayunan sambil bermain ponsel. Bayu yang melihat Ifa seorang diri pun, mencoba mendekatinya.


"Kamu kenapa tadi tidak mendukungku?" Tanya Bayu sambil duduk disebelah Ifa.


"Tidak mood saja, lagian Dika tidak ada pendukungnya." Jawab Ifa acuh.


"Kamu kenapa sih? Aku ada salah ya? Kenapa kamu terlihat kesal begini?" Tanya Bayu bingung.


"Tidak ada. Kakak lebih baik cepat bersih-bersih dan ganti baju. Udara disini cukup dingin, nanti kakak sakit." Ucap Ifa tanpa menatap Bayu.


"Kamu serius mengkhwatirkanku? Tapi, kenapa kamu sama sekali tidak menatapku?" Tanya Bayu yang semakin bingung.


"Huh, aku lapar. Aku pergi dulu untuk membantu bunda didapur." Ucap Ifa sambil berlalu pergi.


Bayu menatap kepergian Ifa dengan bingung. Ifa terlihat kesal, tapi dia tak mau memberitahunya, sehingga dia gak tau dia salah disebelah mana.


"Apa setiap wanita yang lagi PMS begitu ya?" Gumam Bayu bingung. Ia menduga labilnya Ifa saat itu karna sedang PMS. Bayu segera menuju ke kamarnya denga wajah lesu.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Setya saat melihat Bayu yang terlihat lesu.


"Ifa terlihat kesal padaku. Tapi, dia gak mau memberitahuku alasannya. Ini membuatku frustasi." Keluh Bayu.


"Sepertinya Ifa cemburu." Ucap Setya.


"Cemburu? Kenapa?" Tanya Bayu yang masih bingung.


"Intan tadi mengatakan padaku. Sifat Tasya padamu terlihat kalau dia menyukaimu. Kamu tahu kan wanita biasanya lebih peka dengan hal seperti itu. Ku rasa Ifa juga menyadarinya. Namun, karna Tasya adalah adikku, akhirnya dia tidak bisa bersifat tegas seperti biasanya." Ucap Setya menjelaskan.


"Oh, jadi begitu ... Terima kasih, sekarang aku tahu harus bersikap seperti apa." Seru Bayu kembali tersenyum. Sekarang dia mengetahui alasan kesalnya Ifa, sehingga ia bisa memperbaikinya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2