
Setelah ujian tengah semester selesai, sekarang murid kelas 2 dan 3, harus melaksanakan kegiatan tengah semester, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tasya sedikit merasa sedih karna dalam kegiatan ini dia gak sekelompok dengan Dika. Bahkan, beberapa kali kelompoknya harus melawan kelompok Dika. Dika sendiri juga gak keliatan mau mengalah sedikitpun dengan Tasya. Dia melakukan kompetisi dengan serius.
Gak terasa dua hari telah berlalu. Besok pagi semua murid sudah harus pulang. Malam itu seperti biasanya, diadakan acara api unggun dan pementasan bagi siapa saja yang ingin tampil. Saat acara api unggun ini, mereka sudah gak terikat dengan kelompok mereka masing-masing. Jadi, mereka bisa bebas bergaul dengan semua teman-teman tanpa ada batasan.
Tasya melihat Dika duduk bersama teman-teman laki-laki kelasnya yang lain. Tiba-tiba datang seorang gadis kelas lain menghampiri Dika. Di membisikkan sesuatu pada Dika sebelum pergi. Gak lama setelah gadis itu pergi. Dika juga mengikuti gadis itu. Karna gak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya Tasya memilih untuk mengikuti Dika.
"Nia, aku mau kamar mandi dulu sebentar ya.." Ucap Tasya pada Tania.
"Mau ku temani?" Tanya Tania menawarkan.
"Oh, gak perlu. Aku bisa sendiri kok. Kamu tunggu saja disini ya. Aku akan cepat kembali." Seru Tasya sembari berlari menjauh dari Tania.
"Kemana mereka pergi?!" Gumam Tasya yang kehilangan jejak Dika dan gadis itu.
"Apa yang mau kau katakan?"
Samar-samar Tasya mendengar suara Dika, didalam hall utama. Dia mengintip dari celah pintu dan terlihat lah Dika sedang berhadapan dengan gadis yang tadi membisikkan sesuatu padanya.
"Hm ... Maaf sudah menganggu kamu Dika ... Sebenarnya ... Se-Sebenarnya aku menyukaimu!" Seru gadis itu sambil memejamkan matanya, karna takut. Sedangkan Dika sama sekali gak merubah ekspresi wajahnya.
Tasya yang juga melihat dan mendengar itupun, mencengkram kuat pegangan pintu. Ada sesuatu yang bergejolak dalam hatinya. Dia merasa kesal sekaligus sesak. Apalagi, dia melihat wajah Dika yang sama sekali gak berkutik mendengar pengakuan itu.
"Aku sudah lama memperhatikanmu Dika. Aku gatau semenjak kapan pastinya aku menyukaimu, yang jelas sekarang aku sudah benar-benar menyukaimu Dika ... Mau gak jadi pacarku?" Tanya gadis itu sambil menatap Dika takut-takut. Tasya yang mendengar itu juga ikut berdebar menantikan jawaban dari Dika.
"Maaf. Aku gak bisa menerima perasaanmu." Jawab Dika akhirnya. Tasya yang mendengar itu pun tanpa sadar juga merasa lega.
"Yah, begitu gak apa-apa sih. Aku memang sudah mengira begini ... Tapi, bolehkah aku tau apa alasannya. Apa kamu sudah menyukai gadis lain?" Tanya gadis itu penasaran.
Dika cukup terkejut mendengar pertanyaan itu. Sikap tenangnya sedikit menghilang, sekarang dia merasa sedikit gugup. Tasya yang mendengar pertanyaan itu kembali cemas untuk ikut mendengar jawabannya.
"Mungkin ... Aku juga masih belum yakin." Jawab Dika pada akhirnya. Dia menjawab sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Telinganya juga memerah karna malu.
Siapa gadis yang dimaksud Dika itu? Benarkah dia memiliki perasaan padaku? ... Ucap hati Tasya penuh harap.
"Sepertinya kamu menyukainya. Ekspresi wajahmu berubah saat membicarakannya ... Aku berharap kamu segera menyadarinya dan bisa bahagia. Ehm, kalau begitu aku harus pergi. Terima kasih Dika." Ucap gadis itu lembut, sembari beranjak meninggalkan Dika.
Tasya yang masih termenung memikirkan perkataan Dika tak menyadari bahwa gadis tadi berjalan ke arahnya untuk keluar dari hall utama. Tasya berjingkut saat gadis itu menarik pintu hingga ia terdorong ke depan.
"Ah, maaf!" Seru Tasya merasa bersalah. Dia seperti tertangkap basah sedang menguping.
Wajah gadis itu bersemu merah karna malu. Kemudian, dia pun berlari pergi. Dika sendiri yang menyadari kedatangan Tasya membulatkan matanya lebar sembari menatap Tasya. Dia sangat terkejut dengan kedatangan Tasya saat itu. Tasya menatap Dika, mata mereka pun bertemu.
Dengan perlahan Tasya melangkah mendekati Dika dengan langkah pasti. Entah bagaimana dia seperti mendapat keberanian yang mendorongnya untuk mengatakan perasaannya saat itu. Walaupun dia masih berdebar dan takut akan jawaban Dika, tapi tekadnya seakan sudah bulat.
"Ke-Kenapa kau disini? Semenjak kapan kau datang?" Tanya Dika yang tampaj salah tingkah.
"Maaf aku gak bermaksud menguping, tapi aku mendengar semua yang kalian bicarakna tadi." Jawab Tasya dengan senyum kikuk.
__ADS_1
"Hm, ternyata kebiasaan mengupingmu masih sama ya.." Sindir Dika yang berusaha mencairkan suasana.
"Sepertinya begitu. Tapi kamu juga tau kan, kebiasaan mengupingku itu hanya untuk orang-orang tertentu.." Ucap Tasya sambil menatap Dika penuh makna.
Apa yang dia coba katakan padaku? Orang-orang tertentu? Kalau dulu kak Bayu orang yang disukai, sekarang aku? Berarti apakah aku...? ... Gumam Dika dalam hati sambil menatap Tasya di depannya saat ini.
Jelas sekali ada yang berbeda dari Tasya. Biasanya saat Dika meledeknya, dia akan berteriak karna kesal. Kali ini Tasya justru menjawabnya dengan tenang. Itu membuat Dika semakin gugup.
"Dika, ada yang ingin ku katakan padamu ... Sebenarnya, aku sangat takut untuk mengatakannya. Aku takut ketika aku mengatakannya pertemanan kita akan berubah. Tapi, dengan berani aku ingin mengambil resiko itu.."
Kalimat Tasya terhenti, tampak Tasya menarik nafasnya dalam, seakan sedang mengumpulkan sebuah kekuatan. Dika terus menatap Tasya dalam dan menanti perkataan selanjutnya dari bibir Tasya.
"Awal kali mengenalmu, kamu itu orang yang nyebelin. Selalu membuatku ingin marah-marah. Tapi, tanpa sadar itu selalu membuatku melupakan masalahku dan merasa bahagia ... Setelah mengenalmu lebih jauh lagi, ternyata kamu orang yang perhatian. Walau dengan sikap dinginmu itu ... Aku masih ingat saat kamu membantuku di mall saat itu, untuk pertama kalinya kamu terlihat keren. Rasanya, aku ingin terus mengenalmu lebih jauh lagi. Mangkannya aku mengajakmu berteman, agar kita bisa semakin dekat ..."
Jadi, dia mengajakku berteman untuk semakin mengenalku lebih dalam? Bukan karna dia menolak untuk berhubungan lebih denganku? ... Seru hati Dika terkejut.
"Akhirnya, kita jadi teman dan aku semakin mengenalmu, aku terus memperhatikanmu dan menginginkan lebih ... Tapi, diantara kita aku merasakan ada sebuah penghalang besar, terlebih sikapmu padaku hanya karna balas budi ..."
Tidak!! Bukan seperti itu!! ... Teriak hati Dika, ia begitu terkejut saat melihat Tasya menunduk sedih.
"Ak-Aku ..."
"Dika, aku gak ingin lagi jadi teman kamu ... Aku ingin lebih! Jadi, mulai hari ini tolong lihat aku sebagai seorang gadis ya!" Seru Tasya memotong ucapan Dika, sembari menatap lurus ke mata Dika penuh harap.
"Tasya ... Aku ..."
"Apa yang sebenarnya terjadi?! ... Dia, barusan menyatakan perasaannya padaku?! ... Dia sungguh menyukaiku?!" Gumam Dika sambil mengacak rambutnya dengan bingung.
Dika menatap perahu kertas ditangannya sambil mengingat perkataan Tasya. Akhirnya, dia berlari keluar dari hall untuk mencari Tasya. Dia melihat diantara kerumunan teman-temannya yang lain, tapi Dika tak bisa menemukan Tasya dimanapun. Sampai, ketika dia mendengar suara yang begitu akrab ditelinganya ...
...----------------...
...🎶Perahu kertasku 'kan melaju...
...Membawa surat cinta bagimu...
...Kata-kata yang sedikit gila...
...Tapi ini adanya🎶...
...----------------...
Dika segera mencari sumber suara itu, dan dia biasa melihat Tasya sedang berdiri diatas panggung dan sedang bernyanyi menatap ke arahnya. Dika terpaku ditempatnya menatap Tasya yang terlihat cantik diantara lampu bewarna kekuningan diatas panggung itu.
Tasya juga menatap Dika dari tempatnya. Dimatanya hanya ada Dika. Seakan semua orang disana tak terlihat. Tasya meneruskan nyanyiannya.
...----------------...
__ADS_1
...🎶Perahu kertas mengingatkanku...
...Betapa ajaibnya hidup ini...
...Mencari-cari tambatan hati...
...Kau sahabatku sendiri🎶...
...----------------...
"Dika dengarlah laguku ... Ini perasaanku untukmu ..."
Dika yang mendengar nyanyian dan tatapan Tasya padanya, seakan bisa mengerti bahwa lagu itu untuknya. Itu adalah perasaan Tasya untuknya.
...----------------...
...🎶Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta)...
...Cita-cita (cinta-cinta)...
...Yang lama kupendam sendiri...
...Berdua 'ku bisa percaya🎶...
...🎶'Ku bahagia kau telah terlahir di dunia...
...Dan kau ada di antara miliaran manusia...
...Dan 'ku bisa dengan radarku menemukanmu🎶...
...----------------...
Dika aku mencintaimu .. Tasya.
Aku mengaku kalah Tasya, aku juga mencintaimu ... Dika
.
.
.
Bersambung ...
__ADS_1