Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Full Kiss


__ADS_3

Keesokan paginya, kamar Intan.


Sebelumnya, setelah menunaikan sholat shubuh Intan dan Setya memutuskan untuk kembali tidur. Karna, langit masih gelap dan mereka masih terkena jetlag setelah melakuka penerbangan panjang kemarin.


Ketika, cahaya matahari yang samar dibalik awan mulai memasuki celah jendela kamar, Setya terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah sang istri yang masih tertidur pulas disampingnya.


Setya memiringkan tubuhnya dan menopang kepalanya dengan sebelah tangan dan terus menatapi Intan. Tak lama kemudian, Intan juga mulai menggeliat dalam tidurnya dan akhirnya perlahan Intan mulai membuka matanya.


"Good morning, my wife." Ucap Setya lembut saat Intan sudah mulai bangun. Intan mendongak menatap Setya. Seketika senyum mulai muncul diwajahnya.



"Morning, my husband." Jawab Intan dengan senyum manis.


Setya terlihat senang dengan panggilan Intan padanya. Kemudian, dia menunjuk bibirnya dengan telunjuk. Intan menatap Setya bingung. Dia gak tau apa maksud Setya. Intan kira, Setya menuruhnya diam.


"Morning kiss sayang ... Aku mau dapet morning kiss dari kamu." Seru Setya yang gemas karna Intan tak kunjung paham apa permintaannya.


Intan tersenyum geli saat mengetahui permintaan Setya yang sebenarnya. Tanpa basa-basi lagi, Intan mendekati Setya dan mencium bibirnya sekilas.


"Lagi.." Pinta Setya.


Cup!!


"Lagi.."


Cup!!


"La ..."


Karna Setya terus meminta lagi dan lagi, akhirnya Intan mencium Setya agak lama. Mereka berhenti baru ketika mereka mulai kehabisan nafas.


"Lag ..."


"Udah. Intan laper!" Seru Intan yang merasa kesal dengan tingak Setya pagi itu.


"Baiklah, kita cari makan. Tapi .. Muach.. I love you." Seru Setya dengan mengecup bibir Intan sekilas sebelum pergi untuk mulai bersiap.


"Dasar kak Setya! Dia sudah seperti vakum cleaner!" Gumam Intan mengingat tingkah sang suami.


Di kamar sebelah juga terjadi hal yang sama. Bayu yang terbangun lebih dulu, terus mencuri-curi kesempatan untuk menciumi sang istri. Dari kening, pipi, hidung dan bibir. Semua Bayu lahap habis.


"Hmm. Kak Bayu, hentikan! Geli. Ifa masih mengantuk!" Seru Ifa masih dengan mata terpejam. Tapi, Bayu tak mendengarkan itu dan masih terus mengganggu tidur sang istri.


"Oppa!!" Seru Ifa kesal. Akhirnya, Ifa terpaksa membuka matanya dan menatap Bayu yang malah terlihat bahagia sembari menahan tawanya.



"Ya, sayangku?" Jawab Bayu dengan senyum tak merasa bersalahnya.


"Kenapa terus menggangguku?! Ifa masih ngantuk tahu!" Seru Ifa kesal.


"Ini uda terang lho sayang. Intan dan Setya mungkin sudah bersiap akan berkeliling. Kamu serius mau di dalam kamar aja? ... Sebenarnya, aku gak kebaratan sih. Hehe." Ucap Bayu dengan senyum menggoda.


Kantuk Ifa seketika langsung menghilang, dia seakan tersadar kalau saat ini dia sedang berada di korea. Ifa pun langsung bangun dengan semangat.


"Tentu saja aku mau keluar dong! Ayuk, oppa cepet siap-siap!" Seru Ifa sebelum berlari masuk ke kamar mandi.


"Jalan-jalan lebih penting daripada menghabiskan waktu denganku disini ternyata." Gumam Bayu yang merasa kesal.


...****************...


Setya dan Intan sudah menuju ke restoran tak jauh dari hotel. Mereka juga sudah membagikan posisi mereka pada Ifa dan Bayu, berjaga-jaga kalau mereka ingin menyusul. Intan dan Setya, sebelumnya memang gak mau menyusul, takut mengganggu waktu Ifa dan Bayu.



"Sayang, mau makan apa?" Tanya Setya sambil menatap Intan di hadapannya.


"Terserah deh, asal jangan terlalu berat." Jawab Intan.


Setelah itu, Setya memesankan sarapan untuk mereka berdua sesuai yang di request oleh Intan. Intan terus menatap Setya di hadapannya, sampai membuat Setya sedikit salah tingkah.


"Apa ada yang aneh dengan penampilanku, sayang? Kenapa kamu terus menatapku?" Tanya Setya bingung.


"Enggak ada yang aneh kok. Semua sempurna. Kak Setya sangat tampan. Uda cocok jadi oppa-oppa korea. Hehe." Jawab Intan dengan senyum manis.

__ADS_1



"Apa sih kamu itu. Sudah, cepat makan saja dulu." Seru Setya malu. Melihat Setya yang tersipu, tak membuat Intan berhenti, yang ada Intan semakin menggoda Setya.


Tak lama kemudian, Ifa dan Bayu datang bergabung dengan mereka.


"Aku pikir, kau tak akan keluar hotel hari ini Bay." Sindir Setya pada Bayu yang baru datang.


"Kenapa, iri?" Seru Bayu dengan sombongnya. Setya tak menanggapi pertanyaan Bayu dan lebih memilih mengobrol bersama Intan.


"Hari ini kita mau kemana kak?" Tanya Intan pada Setya.


"Ikuti saja aku. Aku sudah menyiapkannya untukmu." Ucap Setya dengan lembut.


"Baiklah. Aku sudah tidak sabar!!" Seru Intan antusias.


Kemudian, mereka segera menyelesaikan sarapan mereka. Dan setelah itu mereka menuju ke Gyeongbok Palace, Istana. Di sana mereka bisa melihat dan seakan merasakan kehidupan era Joseon di korea dulu.



"Wah, kita kayak lagi main drama kolosal deh. Hehe." Seru Intan antusias.


Tanah, atap, dahan pohon semua ditutupi salju bewarna putih tebal. Setiap mereka berjalan, tapak kaki mereka akan berbentuk. Intan dan Ifa sangat menikmati liburan mereka ini. Kemudian, salju pun turun cukup banyak. Menambah lapisan salju yang sebelumnya sudah ada.



"Apakah kamu kedinginan?" Tanya Setya khawatir pada Intan.


"Dingin sih. Tapi, gak apa-apa. Intan tetap senang." Jawab Setya dengan senyum diwajahnya.


Setelah puas berkeliling di Gyeongbok Palace, mereka segera menuju ke Everland Theme Park. Itu adalah taman hiburan terbesar yang ada disana. Intan dan Ifa sangat antusias mencoba berbagai wahana yang ada.



Seperti yang dilakukan Ifa dia terlihat begitu bahagia menaiki komedi putar.


"Oppa! Jangan lihatin terus, aku malu." Teriak Ifa sambil menunggang kuda diatas komedi putar.


"Kenapa harus malu? Aku suka melihatmu. Lagian, aku harus terus mengawasimu. Bagaimana nanti kalau ada yang menculikmu?" Seru Bayu pada Ifa. Ifa tersenyum mendengarnya.


Kalau Intan dia memang lagi tak mau naik komedi putar. Dia lebih memilih wahana-wahana lain dan mengabadikan momen kebersamaannya dengan Setya.


"Kak Setya sangat tampan!" Gumam Intan yang berhasil mengambil foto Setya diam-diam.



"Kak Setya! Ayo foto bersama!" Ajak Intan pada Setya. Mereka pun meminta tolong pada Bayu untuk memotretkan mereka.



Setelah puas bermain di Everland, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat sebentar, sebelum jalan-jalan lagi malamnya.


...****************...


Malamnya mereka pergi ke arena ice sketing di hotel. Sebenarnya, itu adalah kolam renang. Hanya saja setiap musim dingin, kolam renang outdoor itu akan berubah menjadi arena ice sketing.



Suasana dan pemandangan malam disana sangat indah. Pohon-pohon kering disekitar arena dihiasi dengan lampu bewarna keemasan. Menambah suasana keromantisan malam itu.



"Oppa, bisa main ini?" Tanya Ifa pada Bayu.


"Yah, sedikit-sedikit. Anggap aja lagi main sepatu roda." Jawab Bayu sambil membantu Ifa mengikat tali sepatu ice sketingnya.


"Tapi Ifa takut. Kalau jatuh bagaimana?"


"Jangan takut. Berpeganglah terus padaku. Walaupun jatuh, aku akan terus menjadi tumpuanmu." Ucap Bayu lembut.


Seperti yang dikatakan Bayu, dia terus menggenggam tangan Ifa dan mengajaknya berseluncur diatas es. Ifa yang awalnya tampak takut-takut, kini terlihat sangat menikmatinya.



"Ini menyenangkan!" Seru Ifa senang.

__ADS_1


"Tentu saja, apalagk bersama aku kan?" Goda Bayu dengan alis terangkat.


"Ya. Semua berkat, oppa!" Jawab Ifa dengan senyum manis.


Intan dan Setya tak mencoba bermain ice sketing, karna mereka berdua sama-sama tak bisa. Mereka lebih memilih berjalan-jalan di taman hotel yang juga tak kalah indah. Apalagi, salju mulai turun malam itu.


"Kamu gak apa-apa, gak nyoba bermain ice sketing?" Tanya Setya merasa bersalah.


"Iya, Intan gak apa-apa. Bisa menghabiskan waktu bersama kak Setya dibawah salju seperti ini juga gak buruk kok." Jawab Intan sambil menatap Setya yang terlihat tampan dibawah guyuran salju putih.



"Aku juga senang bisa menghabiskan waktu denganmu sayang." Ucap Setya sambil meraih sebelah tangan Intan dan memasukkannya ke dalam saku jaketya. Kemudian, mereka kembali berjalan bersama.


"Kenapa makin dingin ya? Apa karna semakin malam?" Tanya Intan yang semakin merasa kedinginan.


"Sepertinya begitu. Berikan tanganmu, biar aku hangatkan." Ucap Setya lembut sambil menghangatkan tangan Intan dengan mulutnya. Intan sampai tersipu dibuatnya.



"Lebih baik kita kembali saja ke hotel. Ini juga sudah malam." Ucap Setya lembut. Dan itu diangguki oleh Intan.


Ifa dan Bayu juga setelah puas bermain, mereka juga memutuskan untuk kembali ke kamar, karna udara memang semakin dingin. Saat Ifa dan Bayu sudah kembali ke kamar, Bayu memeluk Ifa dari belakang.


"Tamu kamu uda beneran pergi kan sayang?" Bisik Bayu ditelinga Ifa.


Walaupun, gugup sekarang Ifa tak lagi bisa meghindar. Dia berbalik dan menatap Bayu.


"Yah, dia sudah pergi." Jawab Ifa dengan wajah tersipu.


"Kalau begitu kamu gak bisa lari lagi sekarang." Ucap Bayu menggoda.


"Aku memang tak berniat untuk lari lagi." Jawab Ifa sambil mengalungkan tangan di leher Bayu.


Bayu tersenyum melihat tingkah Ifa. Dia berusaha terlihat berani, padahal Bayu bisa melihat dengan jelas kegugupan di mata Ifa.


"Aku mencintaimu, cabiku.." Ucap Bayu lembut sambil mendekat ke arah Ifa dan mulai menciumnya.


Di sisi lain di kamar sebelah.


Setelah sampai di kamar, Intan merasa hangat. Diapun melepaskan mantelnya dan duduk di sofa dekat jendela untuk melihat pemandangan malam kota Seoul. Setya juga ikut duduk disamping Intan dan merangkul bahunya, hingga Intan bisa bersandar padanya.


"Terkadang, saat kamu sedekat ini denganku aku masih merasa semua ini mimpi. Tak pernah aku menyangka aku bisa bersama kamu sayang." Ucap Setya lembut.


"Kenapa kak Setya merasa seperti itu? Seharusnya aku yang merasa seperti itu. Dari banyaknya gadis cantik, tapi kak Setya memilihku yang biasa ini. Dulu aku sangat takut kalau kakak akan meninggalkanku dan pergi dengan gadis yang lebih cantik. Tapi sekarang aku yakin kalau kak Setya gak bakalan meninggalkan Intan." Ucap Intan sambil menatap Setya disebelahnya.


"Baik dulu, sekarang atau nanti, aku gak akan pernah punya pikiran untuk meninggalkanmu sayang. Aku sudah sepenuhnya terikat denganmu ... Dan kamu harus berhenti berpikir kalau kamu itu gak cantik. Dimataku kamu yang paling cantik ... Lihatlah ini, mata kamu cantik, cup. Hidung kamu cantik, cup. Pipi kamu juga, cup. Apalagi ini ..." Ucap Setya dengan lembut sembari menciumi semua bagian wajah Intan dan akhirnya berhenti dibibir ranum Intan.


Mereka berciuman cukup lama. Perlahan Setya mendorong tubuh Intan dan dia yang berada diatas tubuh Intan. Intan menatap Setya dengan gugup.



"Intan, aku cinta kamu ..." Ucap Setya lembut dan kembali mencium Intan. Setya juga menggenggam tangan Intan dengan erat.



Dan yang harus terjadi maka terjadilah malam itu. Dibawah malam bersalju di Korea Selatan, dua pasangan itu akhirnya bersatu.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Author gak buat detail ya gaess. Author masih dibawah 21 tahun.. hehe..


Author juga gak tahu kan siapa aja yang baca, ntar kalo ada reader yang masih usia belasan kan gak baik🙄


Lagian, kalo diintipin mereka bakal malu gaess🤭✌️


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2