
Beberapa bulan setelah itu Setya dan Bayu benar-benar disibukkan dengan kegiatan belajar dan persiapan untuk ujian nasional. Sebelum ujian nasional tentu saja masih ada banyak ujian lain, termasuk try out dan banyak lainnya. Intan dan Ifa sendiri hanya bisa memberikan dukungan dan semangat untuk pacar mereka masing-masing. Sampai hari ujian pun sudah didepan mata.
Hari itu setelah beberapa ujian persiapan yang dihadapi Setya, akhirnya dia bisa menghabiskan waktu dengan Intan di tama belakang. Sebelumnya, Setya mengabari Intan terlebih dulu kalau dia sudah ada di taman belakang saat jam istirahat sekolah. Tentu saja, Intan segera menuju ke taman belakang untuk menemui Setya.
Saat Intan tiba disana, Intan bisa melihat Setya yang terduduk dengan menundukkan kepala. Intan berjalan perlahan mendekati Setya. Setya melihat sepasang kaki yang berjalan mendekatinya dan berdiri tepat didepannya. Dia mendongakkan kepala menatap Intan. Sebuah senyum seketika muncul diwajah tampannya.
"Kakak kenapa? Lihatlah wajah kakak terlihat sangat lelah, bahkan ada sedikit kantung mata." Tanya Intan sambil menelakup wajah Setya dengan kedua tangannya.
"Aku gak apa-apa ..." Ucap Setya sambil meraih salah satu tangan Intan dan mencium punggung tangannya sekilas.
"Kak, kalau ada yang mengganggu pikiran kakak katakan saja." Ucap Intan lembut dan penuh perhatian.
Setya menatap Intan yang kini tersenyum penuh kehangatan padanya. Akhirnya, Setya menarik tubuh Intan mendekat padanya. Setya membenamkan wajahnya dibahu Intan dan memeluknya dengan erat.
"Ada apa? Apa yang mengganggu kakak, hm?" Tanya Intan lembut sembari membelai lembut kepala Setya dalam pelukannya. Saat ini Setya terlihat kecil dalam pelukannya.
"Aku hanya sedikit takut untuk meghadapi ujian. Aku takut aku tidak bisa mengerjakannya dan mendapatkan nilai yang buruk." Ucap Setya dalam pelukan Intan. Dalam posisinya Setya bisa mencium aroma tubuh Intan yang membuatnya merasa tenang.
"Kenapa harus takut? Selama ini kan kakak sudah mempersiapkan dengan sungguh-sungguh. Aku yakin hasil gak akan mengkhianati proses kok. Kak Setya tenang saja ya, aku yakin kakak bisa. Aku akan selalu mendo'akan kakak." Ucap Intan lembut dan terus membelai kepala Setya dengan sayang.
Mendengar ucapan Intan, Setya bisa sedikit tersenyum dan merasa jauh lebih tenang. Ia melepaskan pelukannya dari Intan dan menatap wajah Intan dengan senyuman hangat.
"Terima kasih, sayang." Ucap Setya tulus.
Cup..
"Semangat, my hero! Aku yakin kamu bisa." Ucap Intan setelah mencium pipi kanan Setya sekilas.
Setya pun tersenyum dengan lebar. Ia menarik tengkuk Intan dan akan menciumnya, tapi Intan menolak dengan menurut bibir Setya.
"Ini di sekolah kak! ... Hm, lebih baik kakak istirahat saja sekarang. Kelihatannya kak Setya kurang tidur belakangan ini." Ucap Intan sambil duduk disebelah Setya.
Setya terlihat cemberut karna Intan menolaknya. Intan bisa melihat itu dan ia pun tersenyum geli. Setya menatap Intan dan ia memiliki ide. Ia mendorong sedikit tubuh Intan agar duduk diujung bangku, lalu dengan cepat Setya merebahkan tubuhnya disamping Intan berbantalkan kaki Intan.
"Kak Setya!" Seru Intan terkejut.
"Bukankah, kamu menyuruhku untuk beristirahat?" Tanya Setya dengan senyum menggoda. Kemudian, ia memejamkan matanya.
"Aku memang tidak bisa menolak kakak." Ucap Intan sembari membelai kepala Setya dengan lembut.
Setya semakin merasa nyaman dibuatnya dan tak lama kemudian nafas Setya mulai teratur, menunjukkan kalau dia sudah tertidur.
"Cepat sekali tidurnya. Kak Setya pasti sangat lelah ... Hm, wajah tidur kak Setya sangat tampan ... Alisnya juga sangat tebal." Gumam Intan menelusuri wajah Setya dipangkuannya.
15 menit berlalu, Intan bisa mendengar bel masuk berbunyi. Kak Setya memang sudah tak ada pelajaran. Tapi, dirinya masih ada pelajaran. Intan ingin membangunkan Setya tapi ia tak tega melihat Setya yang masih tertidur dengan pulas itu. Sampai ponselnya bergetar tanda panggilan telpon dari Ifa.
"Hallo." Ucap Intan setengah berbisik, agar tidak membangunkan Setya.
"Kamu dimana? Sudah bel dan bentar lagi guru mapel mau masuk loh." Tanya Ifa khawatir.
__ADS_1
"Hm, anu Fa. Bisa izinkan aku? Katakan saja aku dilep dan istirahat di UKS." Jawab Intan mencari alasan.
"Benarkah? Apa parah? Perlu ku temani?" Tanya Ifa khawatir.
"Tidak perlu. Ehm, sebenarnya itu alasan. Yang sebenarnya, aku sedang bersama kak Setya di taman belakang. Kak Setya sedang tidur dengan pulas, aku gak tega banguninnya." Jawab Intan merasa tak enak hati.
"Tinggalkan saja kak Setya, biar ku hubungi kak Bayu untuk menemani kak Setya." Ucap Ifa mengusulkan.
"Ehm, masalahnya kak Setya tidur dipangkuanku." Jawab Intan merasa malu.
"Oh, pantas saja! Ya sudah kalau begitu." Ucap Ifa.
"Baiklah, terima kasih." Jawab Intan sebelum memutus panggilan telponnya dengan Ifa.
"Kalau tau begitu, aku juga ingin menghabiskan waktu dengan kak Bayu tadi." Gumam Ifa yang sebelumnya berpisah dengan Bayu saat bel masuk berbunyi.
Setengah jam kemudian..
Setya menggeliat dalam tidurnya dan perlahan membuka matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah Intan yang serius menatap ponselnya.
"Oh, kakak sudah bangun?" Tanya Intan saat menyadari kalau Setya sudah bangun.
Setya tersenyum sebagai jawaban. Kemudian, ia segera bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk disebelah Intan.
"Berapa lama aku tidur?" Tanya Setya sambil melihat jam tangan dipergelangan tangannya.
"Hampir 1 jam. Apakah kakak sudah merasa baikan?" Tanya Intan melihat wajah Setya.
"Aku gak apa-apa kok. Melihat wajah tidur kakak membuatku senang." Jawab Intan dengan penuh senyuman. Setya juga tersenyum dibuatnya.
"Tapi, tunggu! Bukannya seharusnya saat ini kamu pelajaran ya?" Tanya Setya tersadar.
"Ehm, aku bolos. Hehe." Jawab Intan salah tingkah.
"Kenapa bolos, hm?" Tanya Setya sambil mencubit gemas kedua pipi Intan.
"Habisnya aku gak tega bangunin kakak. Kakak terlihat sangat nyenyak tidurnya." Jawab Intan dengan tatapan mengiba, sampai Setya tak bisa memarahinya lagi.
"Lain kali jangan diulangi lagi ya. Sekarang, ayo ku antar kamu ke kelas." Ucap Setya membelai rambut Intan dengan sayang.
"Baiklah, aku tidak akan mengulanginya. Tapi, kalau kembali saat ini tanggung kak. Sebentar lagi pergantian pelajaran, sekalian saja ... Aku masih ingin menghabiskan waktu dengan kakak." Ucap Intan sambil memeluk lengan Setya dan menyandarkan kepalanya di bahu Setya.
"Kamu ini ya, bandel banget.." Ucap Setya sambil mencubit hidung Intan gemas, tapi tak urung dia menghentikan Intan. Dia juga ikut menyandarkan kepalanya pada Intan.
"Kak Setya, setelah lulus dari sini kakak mau kuliah dimana?" Tanya Intan penasaran.
"Kenapa? Kamu mau mengikutiku?" Goda Setya dengan senyum jahil.
"Apa'an sih kak! Bagaimba aku bisa mengikuti kakak, aku sendiri saja belum tau mau melanjutkan kemana setelah lulus." Jawab Intan dengan helaan nafas panjang.
__ADS_1
"Hm ... kalau aku, mau ambil bisnis. Aku akan melanjutkan perusahaan papa."
"Bisinis? Hm, apakah kakak menyukainya?" Tanya Intan penasaran, kali ini dia menatap Setya dengan mata berbinar.
"Yah, melihat papa bekerja selama ini, beberapa kali aku datang ke perusahaan papa. Walaupun, hanya perusahaan kecil, aku merasa kagum dan ingin mengikuti jejak papa. Dari perusahaan itu papa bukan hanya bisa menghidupi keluarganya, tapi juga bisa membuat orang lain mendapat pekerjaan." Jawab Setya dengan senyuman. Intan juga melihat itu, barulah dia yakin bahwa Setya memang tidak dipaksa untuk mimpinya itu.
Membayangkan kakak mengenakan jas dan dasi setiap pagi kalau mau ke kantor, sepertinya menyenangkan! ... Ucap hati Intan.
"Kenapa senyum-senyum sendiri begitu?" Tanya Setya yang heran saat melihat Intan.
"Eng-Enggak ada kok. Haha." Jawab Intan gugup, ia juga merasa kedua pipinya mulai memanas.
"Sungguh?" Tanya Setya tak percaya.
"Iya. Aku hanya berpikir, kakak suda menemukan tujuan dan apa yang kakak suka. Sedangkan aku belum.." Jawab Intan menunduk sedih.
"Masih ada waktu untuk memikirkannya. Perlahan saja, pikirkan apa yang benar-benar kamu suka dan membuatmu senang menjalaninya. Aku akan mendukungmu." Ucap Setya lembut dengan senyum diwajahnya. Intan juga tersenyum lebar melihat senyuman Setya.
...****************...
"Enaknya, yang habis pacaran!" Sindir, Ifa saat Intan kembali ke kelas saat pergantian pelajaran.
"Tentu saja. Aku sangat bahagia, sudah lama aku gak menghabiskan waktu dengan kak Setya. Hehe." Jawab Intan tanpa merasa bersalah.
"Dasar! Kenapa gak ajak-ajak? Padahal aku juga sangat merindukan kak Bayu!" Seru Ifa kesal.
"Ini tanpa sengaja kok. Yah, keberuntungan yang menyenangkan." Jawab Inta santai.
"Terserah!" Seru ifa sambil memalingkan wajahnya.
"Oh ya Fa, apakah kamu tahu kemana kak Bayu setelah lulus dari SMA?" Tanya Intan penasaran.
"Kak Bayu akan melanjutkan ke bisnis bersama kak Setya. Dia akan membantu kak Setya menjalankan perusahannya." Jawab Ifa yang memang sebelumnya sudah diberitahu oleh Bayu.
"Hm, begitu. Kalau kamu?" Tanya Intan penasaran.
"Aku? Hm, kalau aku sih ingin ke musik. Walau awalnya hanya hobi, ntah kenapa aku ingin meneruskannya." Jawab Ifa dengan mata berbinar.
"Apakah kamu mau jadi penyanyi?" Tanya Intan terkejut.
"Tidak. Kehidupan artis itu melelahkan, aku gak tertarik sama sekali. Aku ingin membuat les musik setelah lulus atau juga bisa sebagai pembuat lagu." Jawab Ifa yakin.
"Hm, kalian semua sudah menemukan rencana masa depan kalian. Bagaimana denganku ya?" Gumam Intan sedih.
Apa yang akan aku lakukan di masa depan ya?
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..