Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Tuduhan PHO


__ADS_3

Setelah kejadian itu Alex tak lagi berusaha mendekati Intan. Ia tahu perasaannya hanya rasa kagum dan tertarik sekilas saja. Sedangkan perasaan antara Setya dan Intan adalah benar-benar perasaan orang yang saling mencintai.


Hari itu Setya ada kelas sampai sore. akhirnya, Intan harus menunggu Setya. Intan memilih menunggu Setya di kafe yang terletak di depan kampusnya. Sekalian karna dia sedang ingin makan ice cream. Intan menikmati ice creamnya sambil membaca buku. Tiba-tiba ponselnya berdering, ada panggilan dari Setya.


"Hallo sayang, aku sudah selesai kelas. Kamu menungguku dimana?" Tanya Setya setelah Intan mengangkat panggilannya.


"Aku menunggu kakak kafe depan kampus. Aku sedang makan ice cream dan membaca buku. Kak Setya bisa langsung ke sini aja."


Kebetulan waktu itu Alex melihat Intan dari luar kafe. Ia melihat Intan dari jendela kafe. Akhirnya, Alex masuk dan ingin meminta maaf pada Intan untuk kejadian sebelumnya.


"Intan.." Panggil Alex.


Intan pun menoleh pada orang yang memanggilnya. Dilihatnya Alex berdiri di hadapannya.


"Alex? Apa yang kamu inginkan lagi?" Tanya Intan dengan pandangan tak suka.


"Bocah itu menghampirimu lagi?! Jangan tutup telponnya, aku akan segera kesana!" Seru Setya marah saat ia mendengar Alex kembali mendekati Intan, padahal beberapa hari ini dia seperti sudah tak akan bertindak lagi.


"Tenang saja. Aku kesini gak ada maksud mendekatimu atau memaksamu lagi. Aku hanya ingin menngucapkan maaf dan terima kasih padamu." Ucap Alex dengan senyum kecil. Intan menatap Alex bingung. Tapi, dia juga melihat gak ada kebohongan pada sorot mata Alex.


"Baiklah, duduk dan cepat katakan." Ucap Intan dengan pandangan sedikit melunak pada Alex.


"Aku minta maaf ya atas perbuatanku kemarin. Setelah mendengar perkataanmu, pacarmu juga temanmu aku jadi tersadar kalau aku memang salah. Mungkin perasaanku padamu cuman rasa kagum sesaat. Kamu memang benar aku gak bisa dibandingkan sama sekali dengan cinta dari pacarmu itu. Jadi, aku minta maaf dan terima kasih ya, sudah menyadarkanku." Ucap Alex tulus.


"Syukurlah kalo kau sudah sadar. Semoga nanti kau juga bisa mendapatkan gadis baik lainnya." Ucap Intan dengam senyum diwajahnya.


"Oh ya, kamu harus-hati dengan wanita yg bernama Meli. Dia beberapa kali menghampiriku dan menawarkan kerja sama untuk memisahkan kamu dan pacarmu. Sepertinya dia menyukai pacarmu itu." Ucap Alex memberitahu.


"Huh! Ular betina itu ternyata masih belum menyerah. Baiklah, makasih buat informasinya ya. Aku akan lebih waspada lagi."


Tanpa mereka sadari, diam-diam ada yang memfoto mereka di dalam kafe itu. Setelah berhasil mendapatkan foto Intan yang terlihat tersenyum pada Alex, dia segera mengirimkannya pada Meli. Meli yang mendaptkan foto itu tersenyum mencibir.


"Dasar wanita murahan! Kemarin saja sok gak mau didekati. Lihatlah sekarang dia terlihat sangat senang bersama pria itu. Lihatlah aku akan membongkar kedokmu itu!" Seru Meli, sambil memposting foto Intan dengan Alex di forum kampus dengan seringai di wajahnya.


Setelah mengobrol, Intan dan Alex memilih keluar bersama untuk menunggu Setya. Dari panggilan telpon, Setya mengatakan sudah akan sampai. Nada suara Setya juga sudah melunak tak semarah sebelumnya. Karna, Setya juga sudah mendengar semua yang dikatakan Alex.


Saat Intan di luar kafe, Intan melihat Setya diseberang jalan sedang tersenyum padanya. Intan pun melambaikan tangan dengan senang pada Setya. Tanpa sadar ia melangkahkan kakinya ke jalan raya tanpa melihat kondisi jalan saat itu.


Tin-Tin-Tin


"Aaahhh!!"


"Intan!!!!" Seru Setya saat melihat sebuah mobil melaju ke arah Intan.


Pandanganya terhalang oleh mobil itu. Setya bergegas menyebrang jalan dengan cemas.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Alex yang ternyata berhasil menarik tubuh Intan tepat waktu sebelum tertabrak mobil. Intan yang masih syok hanya bisa mengangguk.


"Intan, kamu baik-baik saja kan sayang? Apa ada yang terluka?" Tanya Intan khawatir sembari melihat kondisi Intan saat itu.


Intan mengangguk sebagai jawaban, dia masih linglung dengan apa yanh barusan terjadi. Setyapun langsung memeluknya dengan erat. Jantungnya seakan berhenti membayangkan Intan yang akan ditabrak tadi.


"Mbak, lain kali hati-hati.!! Kalau menyebrang liat-liat jalan dulu!" Seru pengemudi mobil dengan marah.

__ADS_1


"Maafkan kami pak. Lain kali, kami akan lebih hati-hati lagi." Ucap Setya mewakili Intan. Akhirnya, pengemudi itupun pergi meninggalkan mereka.


"Alex? Bagaimana denganmu?" Tanya Intan yang baru teringat kalau Alex menolongnya tadi.


"Ah, hanya lecet sedikit saja. Tak masalah." Jawab Alex sembari menunjukkan siku kirinya yang berdarah.


"Tapi, itu tetap harus dibersihkan. Kalau tidak akan infeksi. Lebih baik kita ke UKM saja sekarang." Seru Intan memaksa.


"Tapi .."


"Sudahlah, menurut saja." Seru Setya memotong ucapan Alex.


Saat hendak berdiri, Intan merasakan kaki kirinya sakit, hingga dia kesusahan untuk berdiri.


"Ada apa?" Tanya Setya khawatir.


"Sepertinya, kakiku terkilir saat jatuh tadi." Jawab Intan melihat kakinya yang mulai membiru. Tanpa basa-basi lagi, Setya langsung menggendong tubuh Intan.


"Kak Setya?!" Pekik Intan terkejut.


"Diam dan menurutlah." Seru Setya tajam pada Intan.


Intan pun diam dan menunduk seperti anak kecil. Dia memang salah kali ini, karena ceroboh. Akhirnya, dia hanya bisa menurut. Akhirnya, mereka semua pun pergi ke UKM untuk membalut luka Alex dan Intan.


"Terima kasih, karna sudah menolong Intan tadi." Ucap Setya tulus setelah luka di siku Alex diobati.


"Sama-sama. Siapapun itu, walaupun bukan Intan aku juga akan menyelamatkannya. Jadi, tidak perlu merasa sungkan." Jawab Alex santai.


"Baiklah. Tapi, terima kasih juga untuk peringatanmu akan Meli. Dia memang belum dicabut sampai ke akar." Ucap Setya kesal.


"Apa?!" Setya segera mendekati Intan dan melihat berita yang diposting oleh Meli di forum kampus. Setya tampak kesal dibuatnya. Alex juga melihat berita yang sama.


"Waniat sialan! Dia memanfaatkanku!" Seru Alex geram.


"Hm, dia bermain kotor ternyata. Untung saja aku sudah melakukan persiapan." Gumam Intan dengam senyum penuh makna.


"Apa yang kamu rencanakan?" Tanya Setya penasaran.


"Tentu saja memberikan klarifikasi." Jawab Intan sembari mulai mengetik sesuatu di ponselnya. Setya dan Alex hanya diam dan mengamati apa yang dilakukan Intan.


"Selesai.!!" Seru Intan dengan senyum puas.


"Wow! Kamu melakukan persiapan dengan baik." Seru Alex setelah melihat postingan yang dibuar Intan di forum kampus.


Setya pun mengambil ponsel Intan dan melihatnya sendiri. Ternyata tadi selama menelpon Setya, saat Alex datang Intan dengan sengaja merekam layar dan panggilan itu. Sekarang, semua orang tahu kalau Meli sudah berencana memisahkan Setya dan Intan.


"Aku gak menyangka kamu sehebat ini, sayang." Puji Setya sembari mencubit kedua pipi Intan dengan gemas.


"Pacarnya siapa dulu dong. Hehe. Aku harus jadi kuat dan berani untuk menghadapi gadis-gadis yang mencoba mendekati kakak. Seperti kakak yang menjagaku, aku juga akan menjaga kakak." Jawab Intan dengan senyum lebar. Setya tersenyum menanggapi perkataan Intan.


Alex melihat keromantisan dan keharmonisan hubungan Setya dan Alex yang saling percaya dan menjaga. Ia tersenyum kecil melihatnya. Karna, selama ini dia hanya memandang sebuah hubungan adalah perasaan sesaat yang akan menghilang dengn seiring berjalannya waktu. Tapi, melihat hubungan Setya dan Intan, membuat pikiran Alex mulai berubah.


Setelah itu mereka keluar dari UKM, Intan masih digendong oleh Setya. Setya benar-benar protektif tidak ingin Intan menggerakkan kakinya yang terkilir. Karna, malu jika harus digendong didepan, maka Intan meminta untuk digendong dipunggung saja. Setya tentu saja gak mempermasalahkan itu.

__ADS_1


Tentu saja apa yang dilakukan Setya menjadi pusat perhatian. Walaupun, Intan malu tapi dia hanya bisa menurut, jika tidak Setya pasti akan mengomelinya dan mengungkit terus kecerobohannya tadi. Lagian, setelah membaca berita dari Meli sebelumnya, Intan merasa gak buruk juga untuk digendong Setya. Rasanya justru itu akan menunjukkan pada semua orang, kalau dia adalah pacar Setya.


Di perjalanan mereka pun berpapasan dengan Meli yang sepertinya belum melihat berita sanggahan darinya. Meli berjalan dengan percaya dirinya mendekati Setya dan Intan.


"Setya! Apa kamu gak merasa dibodohi atau dipermainkan oleh wanita itu?! Dia itu wanita murahahan yang hanya mempermainkanmu. Tadi baru saja dia senyum-senyum dengan pria lain, sekarang malah bermanja-manja denganmu. Sungguh menjijikkan!" Seru Meli dengan nada megejek.


Mendengar itu Intan hanya tersenyum kecil. Berbeda dengan Setya yang merasa kesal karna Meli menjelek-jelekkan Intan. Intan melirik sekilas pada Setya, ia tahu Setya tengah menahan kekesalannya.


Cup ..


Dengan manja Intan mencium pipi Setya sekilas. Itu adalah cara paling ampuh untuk meredakan amarah Setya. Terlihat Setya sekarang sudah bisa tersenyum. Meli yang melihat itu semakin geram. Ia melotot tajam pada Intan.


"Kak PHO, jangan melototi aku seperti itu. Bagaimana kalau matamu lepas nanti? Kalau lepas nanti kak PHO gak bakalan bisa melihat keromantisanku dan kak Setya lagi.." Ucap Intan dengan senyuman.


"Kau memanggilku apa?!" Seru Meli tak terima. Ia tahu singkatan dari PHO adalah Perusak Hubungan Orang.


"Apa ada yang salah? Bukannya panggilan itu sudah menjadi rahasia umum? Aku, kak Setya dan bahkan semua orang di kampus tahu itu." Jawab Intan santai.


"Kenapa aku bisa jadi PHO? Niatku baik hanya ingin menunjukkan kedokmu didepan Setya. Kau itu gak pantas bersama Setya!" Seru Meli tajam.


"Lalu siapa yang pantas dengan kak Setya? Apa kakak?" Tanya Intan dengan wajah polosnya.


"Tentu saja." Jawab Meli sombong.


"Ohh, begitu. Tapi ... Apa kak Setya mau bersama kakak? ... My Hero, apa kamu mau sama kak PHO?" Tanya Intan manja pada Setya.


"Tentu saja gak mau. Hatiku kan sudah sepenuhnya milikmu tuan putriku sayang." Jawab Setya lembut.


"Tuh kak. Kak Setya gak mau tuh sama kakak." Ucap Intan dengan senyum mengejek.


"Setya! Buka matamu, kalau dia hanya wanita murahan! Jelas aku yang lebih baik dari dia! ..."


"Sudah cukup! Tutup mulutmu itu, selagi aku masih bersabar! Aku sama sekali tak suka ada yang menjelekkan Intan. Aku masih bersabar, jika aku tak ingat kau seorang wanita tentu saja aku sudah menghajarmu dari tadi." Bentak Setya dengan nada tinggi.


"Kak PHO, percaya diri itu baik. Tapi, kalau terlalu percaya diri juga gak baik ... Sebelum kakak menuduh orang sembarangan, lebih baik kakak memastikan kebenarannya dulu. Karna, apa yang kakak lihat sekilas bisa jadi bukan kejadian sebenarnya." Ucap Intan dingin dengan tatapan tajam pada Meli.


"Sekali lagi kau berusaha menjelekkan Intan atau mengangguku dan Intan, aku tak akan segan-segan lagi." Imbuh Setya tajam sebelum berlalu meninggalkan Meli.


Mahasiswa dan mahasisiwi yang melihat kejadian itu, saling berbisik membicarakan Meli. Meli merasa ada yang aneh, karna gam ada yang membelanya padahal dia sudah memposting berita yang menjatuhkan Intan. Ia segera mengecek forum kampus dan barulah dia melihat berita dari Intan. Seketika, dia merasa malu dan kalah.


Novi yang juga melihat itu dari jauh pun, menatao Meli dengan cibiran.


"Dasar bodoh! Cara seperti itu gak akan mempan! Cara paling ampuh adalah menghancurkan kekuatan terbesarnya." Gumam Novi dengan seringai licik.


Ia menatap Ifa dan Bayu yang juga melihat kejadian itu dikejauhan dengan senyuman diwajah mereka.


Tersenyumlah dengan puas Ifa, karna setelah ini kamu akan menangis karna perpisahan..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2