
Akhirnya, hari yang dtunggu pun tiba. Pagi itu semua sudah bersiap untuk berangkat menuju villa keluarga Setya. Sebelumnya, mama Setya sangat antusias saat Setya mengatakan kalau keluarga Intan setuju untuk bergabung merayakan tahun baru bersama.
Mama Setya sudah sangat merindukan Intan. Semenjak kejadian yang menimpa Intan beberapa waktu lalu, Intan selalu berusaha menghindarinya dan masih belum mau menemuinya lagi. Tapi, mama Setya sama sekali tidak merasa tersinggung. Dia bisa mengerti apa yang dirasakan Intan, sampai Intan bersikap seperti itu.
Begitu juga dengan bunda Intan, dia terlihat sibuk mempersiapkan banyak hal. Dia ingin memberikan sesuatu yang pantas untuk keluarga Setya. Berbeda dengan para suami, mereka lebih tenang dan acuh tak acuh. Memang beda ya persiapan antara perempuan dan laki-laki kalau mau keluar. Lebih ribet perempuan tentu saja🙄✌️
Intan sendiri, sudah lebih menyiapkan hatinya untuk bertemu dengan keluarga Setya lagi, setelah kejadian waktu itu. Dia tak bisa menghindar lebih lama lagi. Lagian, dengan diundangnya keluarganya oleh keluarga Setya, membuktikan bahwa keluarga Setya sama sekali tidak mempermasalahkan kejadian itu.
Setelah semua barang bawaan mereka masuk ke bagasi mobil, tak lama kemudian Ifa dan Bayu sampai di rumah Intan.
"Assalamu'alaikum." Ucap Ifa antusias.
"Wa'alaikum salam. Ifa, kamu ikut mobil ayah saja ya ... Dan kamu juga boleh ikut di mobilku, sepeda motormu langsung saja masukkan ke garasi." Ucap ayah dengan nada datar.
"Baik ayah-om". Ucap Ifa dan Bayu bersama.
"Asyik, aku ada temen ngobrolnya! ... Kak Bayu, duduk sebelahku ya?!" Seru Dika senang saat tau Bayu akan satu mobil dengannya.
"Baiklah." Jawab Bayu santai. Tapi, itu membuat Ifa cemberut.
Sebenarnya, Ifa ingin duduk disamping Bayu selama perjalanan, tapi dia gak mungkin membantah itu sekarang didepan orang tua Intan. Alhasil, Ifa hanya bisa pasrah. Bayu yang menyadari perubahan ekspresi Ifa pun tersenyum geli.
"Kalau sudah semua, ayuk kita berangkat. Keluarga Setya pasti sudah menunggu." Ucap bunda lembut.
'Aku berangkat menuju rumah kakak. Tunggu aku yaa🤗❤️'
Intan mengirimkan pesan pada Setya, sebelum berangkat bersama yang lain menuju rumah Setya.
"Ma-Pa, Intan dan yang lainnya sekarang perjalanan kesini." Ucap Setya memberitahukan berita itu pada orang tuanya.
"Baiklah. Kita juga sudah siap. Lebih baik, kita menunggu di teras saja. Mama sudah tak sabar ingin kembali bertemu Intan!" Seru mama antusias.
"Waahh.. Lucu sekali kak! Ini boleh untuk Tasya ya?!" Ucap Tasya melihat gantungan ponsel Setya. Tasya juga berusaha melepas gantungan ponsel milik Setya. Setya yang terkejut langsung menarik ponselnya dari Tasya.
"Ada apa sih kak? Kakak apa gak malu pakai begitu?! Buatku saja ya?" Pinta Tasya masih terus merengek.
"Jangan yang ini. Nanti kakak belikan yag lebih lucu. Tapi, tidak yang ini. Ini sangat spesial." Jawab Setya sambil menatap beruang kecil gantungnnya. Mama yang paham maksud Setya pun hanya tersenyum dibuatnya.
Tak lama kemudian mobil rombongan Intan pun datang. Orang tua Intan segera turun untuk menyapa keluarga Setya Intan sendiri masih menyiapkan mentalnya didalam mobil sebelum menyusul untuk turun.
"Assalamu'alaikum." Ucap orang tua Intan saat memasuki teras rumah keluraga Setya.
"Wa'alaikum salam." Jawab keluarga Setya serempak.
"Saya mewakili keluarga saya, mengucapkan terima kasih karna sudah mengundang kami ikut ke acara keluarga anda pak." Ucap ayah Intan pada Papa Setya dengan sopan.
__ADS_1
"Tentu saja tidak masalah. Keluarga saya sangat senang bisa mengundang anda sekeluarga, apalagi mamanya Setya dan anak-anak. Mereka sangat senang." Jawab ayah Setya ramah.
"Tentu saja. Semenjak Setya ada hubungan dengan putri anda, saya sudah menganggap putri anda jadi bagaian keluarga kami." Tambah mama Setya antusias.
"Terima kasih, sudah menjaga putri kami." Ucap bunda lembut.
"Sama-sama. Senang bisa bertemu dengan anda Bu." Ucap mama sambil cipaka-cipiki dengan bunda Intan.
"Kak intan!!" Seru Tasya saat melihat Intan barusan turun dari mobil. Tasya segera berlari dan memeluk Intan dengan senang.
"Aku kangen sama kak Intan. Kenapa kak Intan jarang ke sini? Kakak juga jarang menghubungi ku?!" Seru Tasya manja.
"Ehm, maaf ya. Ada beberapa hal yang membuat kak Intan jadi gak bisa leluasa ke rumah Tasya." Jawab Intan sedikit bingung untuk menjawab.
Di dalam mobil Dika yang melihat seorang gadis seusianya memeluk sang kakak, menjadi bingung.
"Siapa gadis itu?" Gumam Dika dengan terus menatap Tasya.
"Intan sayang, tante sangat merindukan kamu. Bagaimana keadaan kamu, sayang?" Tanya mama Setya yang juga langsung memeluk Intan.
"Keadaan Intan baik tante. Tante bagaimana?" Tanya Intan sopan.
"Tante juga baik-baik saja sayang, tapi tante sangat merindukanmu." Jawab mama dengan sedikit cemberut.
"Tentu saja sayang." Jawab mama Setya dengan senyum lebar.
Ayah dan bunda saling tatap. Mereka baru pertama ini melihat bagaimana keluarga Setya memperlakukan Intan. Kini mereka tak lagi khawatir, karna mereka melihat sendiri bahwa Intan benar-benar diperlakukan dengan baik oleh keluarga Setya. Justru, ayah malah sedikit merasa tak enak karna masih sering cuek pada Setya. Ya, mau gimana lagi? Dia memang masih belum ingin menyerahkan putrinya pada siapapun.
Ifa dan Bayu juga memperhatikan interkasi kedua keluarga itu. Mereka juga senang melihat semua keluarga bisa saling menerima.
"Sepertinya, setelah ini aku harus memperkenalkan Ifa pada orang tuaku." Gumam Bayu pelan. Dia ingin keluarganya juga menerima Ifa, seperti mama Ifa yang menerimanya.
"Kalau sudah selesai, kita berangkat sekarang saja, supaya tidak terlalu siang sampai disana. Nanti kita puaskan lagi temu kangennya disana." Usul papa Setya.
"Iya Om-tante, segera berangkat yuk. Pengap nih dalem mobil." Seru Bayu dari dalam mobil. Dia mengeluarkan kepalanya dari jendela bersama Ifa.
"Bay, kamu ikut mobilnya Intan?" Tanya Setya pada Intan.
"Siapa gadis disebelah kak Bayu itu?" Gumam Tasya dengan dahi berkerut.
"Iya." Jawab Bayu singkat. Karna, tangannya dipegangi oleh Dika. Dia gak mau kalau Bayu sampai pindah ke mobil Setya. Dia mencari teman. Akhirnya, Setya mengangguk mengerti.
"Aku juga ingin ikut bersama kak Intan!" Seru Tasya manja. Mendengar Bayu akan satu mobil dengan gadis itu, membuat Tasya ingin juga satu mobil dengan Intan.
"Tasya sama mama-papa saja ya sayang. Di mobil kak Intan sudah banyak penumpangnya. Nanti kan bisa ketemu lagi di villa?" Ucap mama lembut memberikan pengertian pada Tasya.
__ADS_1
"Hm, baiklah." Ucap Tasya terlihat kecewa.
"Sebagai gantinya, nanti kita bisa sekamar waktu di Villa, sama temen kak Intan juga." Ucap Intan lembut.
"Serius? Janji ya?" Seru Tasya kembali bersemangat sambil mengangkat jari kelingkingnya pada Intan.
Aku akan menyelediki siapa gadis itu nanti.. Tasya.
"Iya, janji." Jawab Intan sembari menautkan kelingkingnya pada Tasya.
Setelah itu mereka pun segera menuju ke villa keluarga Setya. Perjalanan ke sana butuh waktu kurang lebih 3 jam lamanya. Diperjalanan Dika terus mengoceh dan bertanya banyak hal pada Bayu. Ia juga mengajak Bayu bertanding game. Mereka terlihat senang. Begitu pun juga dengan yang lain.
Akhirnya, setelah 3 jam perjalanan mereka telah sampai di villa keluarga Setya. Intan dan yang lainnya merasa takjub dengan villa itu. Pekarangan yang luas. Villa dengan 3 lantai. Lantai atas sebagai roftoop. Di sisi samping villa ada taman kecil dan kolam renang yang cocok untuk acara outdoor. Cocok sekali untuk acara tahun baru seperti sekarang. Apalagi udara dan suasana di dekat villa yang masih sangat asri. Dikelilingi kebun teh dan pegunungan yang masih hijau.
"Disini ada banyak kamar, semua bisa mendapatkan kamar masing-masing. Silahkan dipilih saja." Ucap mama Setya ramah.
"Intan kita sekamar saja ya?" Seru Ifa sambil menggandeng lengan kanan Intan.
"Kak Intan, kita jadi sekamar kan?" Seru Tasya sambil menggandeng lengan kiri Intan.
Ifa dan Tasya saling menatap tajam, tak mau mengalah.
"Baiklah, kita sekamar bertiga." Jawab Intan dengan senyuman geli, karna dia merasa kalau tengah diperebutkan.
"Kak Bayu, kak Setya, Dika juga mau sekamar dengan kalian!" Seru Dika berdiri ditengah-tengah Bayu dan Setya. Akhirnya, Bayu dan Setya pun mengangguk sebagai tanda setuju.
"Siapa dia kak?" Tanya Tasya pada Intan.
"Dia Dika adik kak Intan. Kalian sepantaran loh. Semoga kalian bisa akrab ya." Ucap Intan ramah. Tasya kembali menatap Dika yang sedang mengobrol dengan Bayu dan Setya.
Setelah itu mereka segera memasuki villa dan memilih kamar mereka. Para orang tua memilih kamar dilantai dasar. Sedangkan anak-anak memilih kamar di lantai 2 dengan balkon mengarah langsung pada taman samping villa itu.
Saat sedang membereskan barang di kamar, Tasya tak sengaja melihat gantungan ponsel milik Intan. Ia pun tersenyum, karna sekarang ia mengetahui alasan Setya tidak membolehkannya mengambil gantungan itu.
"Dasar kak Setya, bucin!" Guman Tasya dengan senyum geli. Tapi, ia juga senang karna Setya bucinnya dengan Intan yang baik dan cantik.
"Kak Intan memang cantik. Hm, gak salah sih kalau adiknya juga tampan ... Eh, tunggu! Apa yang ku pikirkan?! Gimanapun masih tetep ganteng kak Bayu!" Seru Tasya yang tersadar karna terus memikirkan Dika.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1