Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Pernikahan Ifa-Bayu


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu. Persiapan pernikahan juga sudah selesai. Dan esok hari sudah hari yang ditunggu oleh Ifa dan Bayu. Yah, besok adalah hari pernikahan mereka. Malam sebelumnya, Ifa meminfa Intan untuk menginap di rumahnya. Karena, Ifa ingin tidur bersama Intan. Akhirnya, malam itu Ifa tidur ditemani Intan dan mamanya. Ifa berada di tengah-tengah.


"Haahh.. Aku gak bisa tidur, rasanya masih seperti mimpi. Waktu cepat sekali berlalu, besok aku sudah akan menikah.. Kyaaa!!!" Seru Ifa sambil menutup wajahnya.


"Benar sekali. Waktu memang cepat sekali berlalu. Padahal, mama rasa baru kemarin Ifa belajar berjalan. Tapi, sekarang putri cantik mama akan berjalan menuju masa depannya. Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan memiliki imam dalam hidup kamu." Ucap mama dengan lembut.


"Mama! ... Makasih ya ma, sudah mengandung dan melahirkan Ifa ke dunia ini. Makasih juga karna sudah membesarkan Ifa dengan baik sampai Ifa sebesar ini. Makasih sudah jadi mama terbaik untuk Ifa." Seru Ifa sambil memeluk sang mama.


Mama juga membalas pelukan sang putri dengan erat, sembari menciumi puncak kepalanya dengan sayang. Intan yang melihat itu juga ikut terharu. Seketika, dia juga teringat orang tuanya.


Ayah dan bunda pasti merasakan hal yang sama seperti mama ... Mereka pasti juga sebenarnya berat untuk melepaskanku ... Tapi, demi melihatku bisa bahagia, mereka berusaha tegar dan tersenyum mengantarku menuju ke kebahagiaanku ...


"Intan.. Kenapa kamu menangis sayang?" Tanya mama yang melihat Intan menangis. Ifa pun juga menoleh pada Intan dengan bingung.


"Intan teringat pada ayah dan bunda. Seperti mama yang berusaha tersenyum walau berat untuk melepas Ifa. Ayah dan bunda juga pasti merasakan hal yang sama." Jawab Intan dengan suara lirih.


"Semua orang tua pasti akan merasakan hal itu sayang. Tapi, bagi orang tua, bisa mengantarkan anak-anak mereka menuju ke kebahagiaan mereka itu adalah kebahagiaan untuk kami. Jadi, kalian tenang saja. Mama dan orang tua Intan bahagia untuk kalian. Suatu hari nanti, kalian pasti juga akan merasakan hal yang sama." Ucap mama pengertian. Intan dan Ifa pun mengangguk mengerti.


"Sudah yuk, sekarang tidur. Apalagi kamu Fa, kamu mau mata kamu bengkak besok pagi?"


"Gak mau lah ma. Ifa ingin jadi yang tercantik besok!" Jawab Ifa dengan senyuman di wajahnya.


"Mangkannya, sekarang kita tidur."


"Siap!" Jawab Ifa dan Intan serentak. Kemudian, mereka pun mulai memejamkan mata untuk tidur.


...****************...


Keesokan harinya.


"Fa, aku pulang dulu ya? Nanti aku akan kesini lagi saat kamu sudah selesai di rias bersama semuanya." Ucap Intan saat Ifa akan mulai dirias.


"Kamu harus cepat yaa.. Aku sangat gugup!" Pinta Ifa penuh harap.


"Tentu. Kamu jangan tegang. Ini hari bahagia kamu. Rileks, supaya make upnya juga jadi cantik." Ucap Intan menenangkan.


"Huffftt. Yah, kamu benar ... Sudah sana kamu pulang dan cepat kembali." Seru Ifa sambil mendorong Intan pergi. Intan tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Ifa pelan untuk menenangkannya.


"Bu, tolong buat sahabat saya jadi wanita tercantik hari ini." Ucap Intan pada penata rias Ifa.


"Tentu saja mbak. Itu sudah menjadi tugas saya, jangan khawatir." Jawab penata rias itu dengan percaya diri. Intan tersenyum puas mendengarnya.


Setelah itu, Intan benar-benar pergi meninggalkan Ifa yang akan dirias.


"Mbak, wajahnya yang reliks. Jangan tegang." Pinta penata rias, karna Ifa terlihat tegang. Itu akan membuat make upnya tak maksimal.


"Maaf bu, tapi saya memang sangat gugup." Jawab Ifa memelas.


"Begini saja, coba mbak tarik nafas yang panjang, lalu coba bayangkan calon suami mbak. Bayangkan ekspresinya nanti saat melihat mbak menjadi wanita tercantik hari ini." Ucap penata rias memberi saran.


"Haaaa.... Hufffffttt..."

__ADS_1


Ifa pun mengikuti saran dari penata rias tersebut dan berhasil. Senyumpun manis langsung muncul di wajah Ifa.


"Nah, bagus sekali. Kalau begini, aura mbak Ifa jadi sangat terpancar. Saya mulai make upnya ya mbak."


"Ya. Tolong buat saya secantik mungkin."


Di tempat lain, sama seperti Ifa yang gugup, ternyata Bayu juga sangat gugup. Dia takut akan salah ucap saat ijab kabul. Dia terus mondar-mandir di kamarnya tak tenang.


"Kamu itu uda kayak setrika'an Bay. Mondar-mandir terus daritadi. Gugup?" Tanya papa mendekati sang putra.


"Iya pa. Bayu sangat gugup! Bayu takut membuat kesalahan nanti saat ijab kabul. Bagaimana dong?! Apa papa dulu gak kayak gini juga?!" Tanya Bayu pada sang papa.


"Tentu saja gugup! Tapi, coba deh kamu bayangin senyum calon istrimu saat kamu berhasil mengucapkan ijab kabul itu dengan lancar. Dia pasti akan sangat bahagia. Ijab kabul, itu adalah ikrar. Sumpah kamu kepada Tuhan untuk menjaga dan melindungi calon istrimu. Walaupun, gugup kamu harus bisa melakukanya. Tanamkan dalam pikiranmu, ini adalah bukti keseriusan kamu untuk memulai tanggung jawabmu sebagai seorang suami. Buat calon istrimu yakin dan bangga padamu." Ucap papa pengertian.


"Papa benar. Baiklah, Bayu akan berlatih lagi. Supaya gak ada kesalahan yang akan terjadi nanti." Jawab Bayu kembali bersemangat.


Setelah itu, Bayu dan seluruh keluarga besarnya segera berangkat menuju hotel tempat pernikahan mereka akan dilakukan. Ifa juga sudah selesai dirias di salah satu kamar yang sudah disewa disana. Dia terlihat sangat cantik. Dia sangat puas dengan hasil pekerjaan periasnya.


Kak Bayu pasti akan terpesona melihatku..


Intan, Setya dan sekeluarga juga berangkat menuju hotel. Di pintu masuk hall utama tempat acara pernikahan, dipajang beberapa foto prewedding Ifa dan Bayu, dengan gaya yang lucu.



Kemudian, di sepanjang jalan menuju ke tempat utama pesta, mereka dimanjakan dengan dekorasi yang sangat indah, dengan lampu-lampu dan bunga-bunga di kanan-kirinya.



Menuju pelaminan, sepanjang jalan mereka disuguhi dengan hiasan lampu seperti lilin di kanan-kirinya.




Dan tepat disalah satu sudut hall utama itu, sudah disediakan tempat berlangsungnya ijab kabul.



"Wah, ini benar-benar sangat indah. Ifa dan kak Bayu pasti akan menjadi orang paling bahagia hari ini." Ucap Intan menganggumi sekitarnya.


Intan terlihat cantik dengan gaun bewarna putih tulang yang sangat sesuai dengan dekorasi pernikahan Ifa itu.



"Tenang saja, seminggu lagi kita juga akan segera menjadi pengantin paling bahagia juga." Jawab Setya dengan senyuman diwajahnya. Setya juga tak kalah tampan. Sangat cocok bersanding disebelah Intan.



Mereka segera menempati kursi yang tersedia, karna acara akan segera dimulai. Di tempatnya, Bayu, penghulu, ayah Intan dan saksi sudah duduk di tempat yang sudah disedikan.


"Kau gugup?" Tanya ayah pada Bayu.

__ADS_1


"Sedikit om. Tapi, saya akan lakukan yang terbaik sampai tak ada kesalahan." Jawab Bayu mantap.


Tak lama kemudian, Ifa pun datang. Semua mata tertuju pada Ifa yang terlihat sangat cantik hari itu. Tak kecuali Bayu, dia juga sangat terpesona dengan penampilan Ifa, bahkan mulutnya sampai terbuka. Bayu segera bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan pada Ifa dan membantunya duduk di sebelahnya.


"Kamu sangat cantik, sayang." Puji Bayu dengan terus menatap Ifa.


"Kak Bayu berhenti menggodaku. Aku malu!" Seru Ifa yang tersipu karna Bayu terus menatapnya.


"Pak, ayo kita mulai saja ijab kabulnya. Saya sudah siap!" Seru Bayu mantap. Semua tamu undangan yang mendengar itu sampai tersenyum geli.


"Baiklah. Tolong jabat tangan ayahnya. Kamu harus menjawabnya dengan satu kali tarikan nafas." Ucap penghulu memberitahu.


"Iya, saya mengerti." Jawab Bayu yakin.


"Baik kita mulai ..."


"Bismillah hirrohman nirrohim ... Ananda Bayu Dzaky Pahlevi bin Ridwan Pahlevi Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Ifa Freya Faranissa binti Adi Firmansyah dengan maskawin berupa uang tunai sebesar 10 juta, satu set perhiasan emas dan seperangkat alat sholat, Tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Ifa Freya Faranissa binti Adi Firmansyah dengan maskawin tersebut, Tunai." Jawab Bayu mantap dan dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya penghulu.


"SAH!!"


"Alhamdulillah. Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Silahkan istri mencium tangan suami dan suami mencium kening istri." Ucap penghulu.


Ifa menatap Bayu dengan haru, ia mengambil tangan Bayu dan menciumnya. Setelah itu Bayu mencium kening Ifa dengan sayang.


"Pak, apa boleh saya cium dibagian lain?" Tanya Bayu polos.


"Itu nanti saja! Dasar bocah!" Seru ayah sambil memukul lengan Bayu.


"Ya maaf om. Hehe." Jawab Bayu dengan senyum tak berdosanya. Ifa saja sampai malu mendengar pertanyaan Bayu. Keluarga yang mendengar itu juga sampai tersenyum geli.


Setelah ijab kabul sah, mereka melanjutkan prosedur untuk menandatangi dokumen-dokumen nikah, foto dan berbincang dengan keluarga. Sampai saat jam resepsi akan dimulai, penata rias meminta Ifa dan Bayu agar segera berganti pakaian.


"Gaun dan jasnya sudah tersedia. Mas dan mbaknya ganti baju dulu. Kalau sudah panggil saya. Saya tunggu diluar. Nanti, saya akan menata rambut mbak Ifa lagi." Ucap penata rias memberitahu. Ifa pun tersenyum sebagai jawaban.


"Aku akan ganti baju di kamar mandi. Kak Bayu ganti disini saja, biar cepat dan gak saling menunggu." Ucap Ifa sambil mengambil guannya.


"Kenapa harus di kamar mandi? Disini saja bersamaku. Kita kan sudah sah jadi suami istri?" Goda Bayu dengan senyum diwajahnya


"Ehm, nanti saja!" Seru Ifa sambil berlari masuk kamar mandi.


"Dasar kak Bayu, mesum!" Gerutu Ifa di kamar mandi, jantungnya berdebar sangat kencang.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


#Gaess, maaf ya kalo ada salah dibagian ijab kabul ato tata cara nikahnya.. Author belum pernah ngalamin, itu sepengatuhan author aja😅🙏


__ADS_2