
Malam itu, Intan terpaksa makan malam seorang diri, karna Setya harus lembur. Dan Setya mengatakan akan makan di kantor saja. Pukul 10 malam barulah Setya sampai di rumah. Intan terus menunggu Setya di ruang tengah sambil menonton TV. Saat mendengar suara mobil sang suami, Intan langsung saja bergegas ke depan.
"Kamu kok belum tidur sih sayang? Harusnya kamu tidur aja, aku gak perlu ditunggu juga gak apa-apa." Ucap Setya mendekati Intan yang berdiri di teras.
"Aku gak bisa tidur kalo gak ada kak Setya. Kak Setya beneran uda makan?" Tanya Intan penuh perhatian.
"Sudah. Sekarang, aku hanya ingin mandi lalu tidur." Ucap Setya lembut.
"Baiklah, Intan akan siapkan air panasnya." Ucap Intan sembari meraih tas sang suami.
Setelah mandi, Intan dan Setya segera bergegas tidur karna hari sudah semakin larut dan tubuh mereka juga sudah cukup lelah beraktivitas seharian.
Satu jam kemudian.
"Ehm, dimana Intan?" Gumam Setya saat tak melihat sang istri disampingnya.
Setya terbangun karna ingin ke kamar kecil, tapi saat dia membuka mata dia tak melihat Intan. Setya segera mencari ke kamar mandi, tapi tidak ada. Setya mencoba mencari di dapur barangkali Intan mau ambil minum, tapi juga tak ada.
"Intan? Sayang? Kamu dimana?!" Panggil Setya sembari mencari di seluruh rumah. Tapi hasilnya tetap sama. Intan tak ada.
"Intan?!!"
Satu jam sebelumnya, Intan yang baru saja terpejam mendadak terbangun. Tiba-tiba dia ingin makan tahu campur malam itu. Dia melihat sang suami yang sudah terlelap dan terlihat lelah disampingnya. Intan tak sampai hati membangunkan Setya.
Akhirnya, Intan memutuskan untuk pergi sendiri mencari tahu campur. Intan berjalan ke arah tempat satpam di depan kompleks rumahnya seorang diri malam itu.
"Lho, bu Intan? Kenapa malam-malam keluar sendirian? Pak Setya mana?" Tanya pak Yudi satpam berusia paruh baya yang bertugas malam itu.
"Suami saya sedang tidur pak, karna kecapekan setelah lembur. Saya gak tega buat bangunin." Jawab Intan menjelaskan.
"Lalu, bu Intan ada perlu apa malem-malem keluar begini? Di luar dingin, gak baik untuk bu Intan dan bayinya." Ucap pak Yudi perngertian.
"Saya tiba-tiba ingin makan tahu campur pak. Sebelumnya, saya pernah denger beberapa kali ada tukang tahu campur keliling kalo malem. Apa tukang tahu campurnya sudah lewat tadi pak?" Tanya Intan pada pak Yudi.
"Oh, lagi ngidam tahu campur toh. Belum lewat bu kalau jam segini. Biasanya lewatnya sekitar jam 12 malam." Jawab pak Yudi. Kemudian, Intan melirik jam di ruang satpam yang masih menunjukkan pukul 11.15 malam.
"Ya sudah pak. Saya boleh ikut disini untuk menunggu tahu campurnya ya pak." Ucap Intan penuh harap.
"Iya bu Intan boleh. Tapi, lebih baik bu Intan tunggu di dalam ruangan saya saja. Walau gak sehangat rumah bu Intan, tapi di ruangan saya cukup hangat dibandingkan disini." Ucap pak Yudi memberitahu.
"Baiklah pak, terima kasih." Jawab Intan ramah.
"Sama-sama bu Intan."
...****************...
Di rumah, Setya masih kebingungan untuk mencari sang istri yang tiba-tiba menghilang. Apalagi, Intan juga tak membawa ponselnya. Akhirnya, Setya memutuskan untuk menghubungi Dika. Barangkali, Intan ada di rumah mereka.
"Hallo Ka, apakah Intan pulang ke rumah?" Tanya Setya setelah Dika mengangkat panggilan darinya.
__ADS_1
"Sudah kak. Tadi, aku sudah mengantar kak Intan sampai rumah dengan selamat. Ada apa?" Tanya Dika bingung.
"Memang tadi Intan di rumah. Tapi, sekarang dia menghilang. Aku sudah mencari keseluruh rumah dan tidak ada. Barangkali, dia pulang ke rumah?" Ucap Setya dengan nada yang jelas terdengar panik.
"Hah, apa?! Kenapa bisa kak Intan menghilang?! Dia gak kesini sama sekali. Kalo dia kesini, pasti ayah sudah heboh." Jawab Dika yang mulai ikut cemas.
"Aku juga gak tahu. Saat aku terbangun mau ke kamar mandi, dia tiba-tiba saja sudah tak ada." Jawab Setya yang juga kebingungan.
"Baiklah, aku akan bantu cari. Aku akan hubungi Tasya dan Kak Setya coba hubungi kak Bayu, barangkali kak Intan ada disana." Seru Dika menyarankan.
"Ya, aku setuju. Hubungi aku secepatnya, kalau sudah ada kabar yaa.." Ucap Setya sebelum mengakhiri panggilannya.
Setyapun langsung menghubungi Bayu, begitu juga dengan Dika yang langsung menghubungi Tasya. Tapi, Intan tak juga ada disana. Ayah, bunda, mama dan papa juga ikut terbangun dan sama terkejutnya atas hilangnya Intan.
"Setya bagaimana sih?! Istrinya pergi masa dia gatau. Suami macam apa dia?!" Seru ayah merasa kesal dan khawatir dengan Intan.
"Sabar dulu sayang. Kita kan gatau apa sebenarnya yang terjadi. Jangan salahkan semua pada Setya. Lebih baik sekarang kita cari Intan lebih dulu." Ucap bunda dengan lembut untuk menenangkan sang suami.
Di rumah Bayu, Ifa juga ikut terbangun saat Bayu menerima panggilan dari Setya. Ifa juga ikut merasa cemas, karena menghilangnya Intan.
"Kak Bay, kita bantu cari Intan juga yuk. Aku juga jadi gak tenang ..."
"Kamu tenang dulu ya sayang. Setya dan yang lain pasti sudah mencari Intan. Ini sudah tengah malam, gak baik kalau kamu keluar malam-malam begini. Kamu istirahat aja ya, aku akan terus menghubungi Setya untuk menanyakan kabar Intan. Kamu percaya saja sama Setya, dia pasti bisa menemukan Intan." Ucap Bayu panjang lebar. Dia tak bisa membiarkan Ifa pergi di tengah malam seperti ini. Bagaimanapun, Bayu juga mencemaskan keadaan Ifa dan baby twin juga.
Akhirnya malam itu ayah, bunda, mama, papa, Tasya dan Dika segera menuju ke rumah Setya untuk menanyakan keadaan yang sebenarnya pada Setya secara langsung.
"Maafkan aku, aku terlalu lelap saat tidur karna baru saja pulang dari lembur. Sampai aku gak sadar kalau Intan pergi." Ucap Setya pada keluarganya.
Akhirnya, semua setuju untuk segera mencari Intan terlebih dulu. Mereka mengendarai mobil masing-masing dan menyusui jalanan untuk mencari keberadaan Intan. Mereka sama sekali tak ada yang berpikir untuk bertanya ke pos satpam. Padahal disana, Intan dan pak satpam sedang asyik menonton tv sambil menunggu tukang tahu campur lewat.
Sampai tengah malam, Intan tak juga ditemukan. Mereka semua segera kembali ke rumah Setya. Setya benar-benar terlihat frustasi dibuatnya.
"Intan sayang ... Kamu dimana sih?!" Gumam Setya frustasi. Bukan hanya dia tapi semua anggota keluarga juga masih terlihat panik karna Intan masih belum ketemu.
Bertepatan dengan itu, akhirnya tukang tahu campur yang di tunggu Intan akhirnya datang. Dia pun segera membeli dua bungkus tahu campur, tapi karna dia lupa gak membawa dompet, akhirnya dia mengajak tukang tahu campur untuk mengikutinya ke rumah agar dia bisa mengambil uang terlebih dulu.
Sesampainya Intan di depan rumah, dia cukup terkejut karna ada mobil ayah dan mertuanya. Intan takut terjadk sesuatu pada Setya karna dia sendiri juga lupa gak membawa ponselnya.
"Tunggu sebentar ya pak. Atau bapak bisa tinggal keliling kompleks dulu, saya akan ambilkan uangnya di dalam." Ucap Intan menyarankan. Akhirnya, tukang tahu campur memilih untuk keliling kompleks dulu.
Setelah itu, Intan bergegas memasuki rumahnya.
"Assalamu'alaikum, kak Setya?!" Seru Intan sembari memasuki rumahnya. Seketika Setya dan semua anggota keluarga menoleh ke arah Intan dengan wajah terkejut.
"Sayang?!" Seru Setya sambil berlari memeluk Intan.
"Kak Setya kenapa? Kakak baik-baik saja kan?! Kenapa semuanya ada disini malam-malam?" Tanya Intan khawatir.
"Aku baik-baik saja. Justru aku yang harus bertanya. Kamu dari mana saja?! Kenapa oergi sendiri?! Kamu baik-baik saja kan?!" Seru Setya dengan wajah yang terlihat sangat khawatir. Bahkan, matanya sudah memerah seperti menahan tangis.
__ADS_1
"Tuan putri ayah kamu kemana saja sayang?! Kamu gak apa-apa kan?!" Tanya ayah yang juga terlihat khawatir. Intan cukup terkejut saat mengetahui bahwa berkumpulnya keluarganya saat itu adalah karna dirinya.
"Maaf ... Maafkan Intan uda buat semuanya khawatir. Intan hanya ingin makan tahu campur. Tapi, Intan gak tega bangunin kak Setya yanh terlihat lelah. Jadi, Intan keluar sendiri dan menunggu di pos satpam tadi. Maaf ..." Ucap Intan lirih karna merasa bersalah.
Semuanya terlihat lega karna Intan gak kenapa-kenapa. Mereka juga seakan tersadar kenapa tak terpikirkan untuk mencari ke pos satpam juga tadi.
"Sayang, selelah apapun aku. Kalau kamu bangunin aku pasti bangun kok sayang. Lain kali kamu harus bangunin aku. Kamu tahu, aku sudah merasa hampir gila saat aku gak bisa nemuin kamu." Ucap Setya yang terlihat benar-benar kacau.
"Yang dikatakan Setya itu benar Intan sayang. Selelah apapun Setya. Kalau demi kamu dan calon anaknya, dia pasti akan bangun. Jadi, lain kali jangan pergi sendiri lagi yaa." Ucap mama lembut.
"Iyaa.. Maaf.. Hikss." Jawab Intan yang sangay merasa bersalah pada suami dan keluarganya.
"Sudah, kamu jangan nangis sayang. Kami gak marah sama kamu kok. Udah yaa.." Ucap Setya lembut sambil memeluk Intan untuk menenangkannya.
"Haiihhh... Ada-ada aja.." Gumam Dika sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
Tin.. Tin.. Tin..
Mereka semua terkejut saat mendengar suara klakson sepeda motor di depan rumah.
"Apa itu?!" Tanya Dika heran.
"Anu ... Intan belum bayar tahu campurnya. Tadi waktu keluar Intan lupa bawa dompet." Ucap Intan dengan wajah polos. Tentu saja itu malah menjadi gelak tawa bagi semuanya.
"Hahh. Ayah juga jadi ingin makan tahu campur. Lebih baik kita semua sekarang makan tahu campur sama-sama saja. Bagaimana?" Usul ayah untuk mencairkan suasana juga untuk mengembalikan suasana hati Intan agar tak bersedih lagi.
"Boleh juga.." Sahut papa.
"Benarkah?! Yeyy!!" Seru Intan senang.
Dan akhirnya, drama malam itu berakhir dengan makan tahu campur bersama..
.
.
.
Bersambung..
...----------------...
Maaf ya semua, jika alur dan kualitas cerita menurun. Mungkin terasa terlalu berlebihan atau monoton ...
Author sekarang lagi KKN, berangkat pagi pulang malam. Sampe rumah kadang uda cape dan langsung tidur ...
Untuk menulis jujur author cukup susah. Kadang juga sampe typo-typo karna ngantuk. Hehe..
Rasanya ingin hiatus sementara, tapi sayang kalo ceritanya menggantung ditengah jalan..
__ADS_1
Jadi, author akan usahakan selesaikan dulu cerita ini. Maaf, kalo kurang memuaskan 🙏🙏
...----------------...