Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Akhir Bahagia


__ADS_3

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan panjang, Setya bisa sampak di rumah sakit sebelum Intan masuk ke ruang persalinan. Di sana semua keluarga sudah berkumpul. Setya langsung segera masuk ke ruang persalinan untuk menemani Intan.


"Kak Setya?!" Ucap Intan lirih dengan wajah pucat dan keringat yang memenuhi wajah cantiknya.


"Ya sayang. Aku datang. Terima kasih sudah bertahan yaa... Sekarang kita berjuang bersama." Ucap Setya dengan lembut. Dia menggenggam tangan Intan dan mengecupnya dengan lembut.


...---------------...


...Tak terasa waktu cepat sekali berlalu ......


...Semua hal sudah kita lewati bersama ......


...Dan kini kita tengah berjuang untuk malaikat kecil yang dititipkan Tuhan pada kita ......


...----------------...


Intan dan Setya mengingat momen-momen kebersamaan mereka. Mulai dari Setya yang ingin berubah untuk mendekati Intan. Intan yang mulai membuka diri untuk Setya setelah kegagalan cinta pertamanya.


Tawa, air mata, semua ujian dalam hubungan mereka sampai tahap ini. Mereka berayukur, karna mereka masih bersama.


...----------------...


...Terima kasih Kak Setya, karna sudah hadir dalam hidupku dan memberi sinar baru di dalamnya ......


...Terima kasih Intan, karna sudah hadir dalam hidupku dan memberiku arah untuk dituju ......


...Aku mencintaimu ......


...----------------...


"Oekk... Oekk... Oekk"


Suara tangis bayi menggema dalam ruang bersalin itu. Setya dan Intan bisa melihat sosok bayi mungil dan merah tengah menangis dengan kencang di gendongan sang dokter. Tanpa terasa air mata membasahi kedua mata orang tua baru itu.

__ADS_1


Dan disana Intan benar-benar merasakan kebahagiaan yang dimaksudkan bunda dan mama. Semua rasa sakit yang ia rasakan menghilang seketika dan berganti senyum kegembiraan.


"Terima kasih sayang.. Terima kasih sudah berjuang besamaku dan memberiku seorang putri yang sangat cantik." Ucap Setya sambil menciumi kening Intan dengan sayang. Intan hanya bisa tersenyum dengan air mata mengalir di kedua matanya. Dia tam dapat melukiskan perasaannya saat itu.


Setelah dimandikan dan dikenakan pakaian. Untuk pertama kalinya Setya menggendong putri kecilnya itu. Air mata tak tertahankan saat melihat wajah sang putri. Dengan suara gemetar, Setya mulai mengumandangkan adzan di telinga sang putri. Intan yang melihat itu juga tersenyum bahagia.


"Selamat datang di dunia sayang. Ini ayah. Mulai sekarang, ayah akan menjaga dan melindungi kamu dengan nyawa ayah sendiri." Ucap Setya pada putri kecilnya.


...****************...


Setelah itu Intan segera dipindahkan ke ruang rawat. Semua keluarga juga ikut bahagia melihat persalinan Intan yang lancar. Mereka juga senang melihat putri Intan yang terlihat sangat menggemaskan.


Ifa, Bayu dan baby twin juga sudah datang untuk melihat bayi cantik Intan. Semua sudah berkumpul untuk melihat kebahagiaan orang tua baru itu.


"Wahh.. Bayi kamu sangat cantik Tan. Dia sangat menggemaskan!" Seru Ifa saat melihat putri Intan dalam gendongan Intan.



"Iya dong. Dia cantik seperti ibunya." Jawab Setya sambil merangkul bahu Intan dengan bangga.


"Chu ... Chu ..." Ucap Ezra dalam gendongan Ifa saat melihat bayi Intan.


"Ada apa Ezra? Kamu mau cium adek?" Tanya Ifa pada sang putra. Memang saat minta cium Ezra akan mengatakan hal itu.


"Apa?! Gak boleh dong! Enak aja mau cium-cium putri cantikku." Seru Setya tak terima.


"Ih, kak Setya kok gitu sih?! Ezra kan masih kecil juga." Seru Intan yang gemas melihat tingkah sang suami.


"Tapi ..."


"Ezra mau cium adek bayi? Sini sayang.." Ucap Intan dengan lembut dan mengabaikan sang suami.


Kemudian, Ifa mendekatkan Ezra pada bayi Intan. Dengan lucunya Ezra mencium pipi merah bayi Intan dengan sayang. Dan setelahnya Ezra terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Duh-duh... Liat anak papa. Kelihatan seneng banget habis cium gadis cantik." Seru Bayu gemas melihat kelakuan sang anak.


"Au, Chuu.." Seru Ersya yang juga ingin mencium bayi Intan.


"Hahaha. Ersya juga mau? Sini-sini." Seru Intan dengan ramah. Berbeda dengan Setya yang terlihat sudah terbakar.


"Sudah-sudah acara cium-ciumnya!" Seru Setya mengambil alih sang putri dari gendongan Intan. Dia memeluknya dengan sangat posesif.


"Haahhh. Aku kasian dengan ponakanku. Dia mendapatkan ayah yang super posesif." Sindir Tasya melihat tingkah sang kakak. Setya yang mendengar itu tak memperdulikannya.


"Kak Setya, siapa nama putri kita?" Tanya Intan yang juga penasaran dengan nama yang sudah disiapkan oleh Intan.


"Oh ya nama. Apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk cucuku?" Tanya papa pada Setya.


"Tentu saja sudah. Aku sudah menyiapkan nama yang indah untuknya. Putri kecilku ini akan aku beri nama Nada Trisha Zahirah. Nada karna kehadirannya bagaikan nada yang mengisi kehidupanku dan Intan. Trisha yang berarti wanita terhormat dan Zahirah yang berarti bercahaya. Aku ingin dia bisa menjadi wanita terhormat yang bercaya dalam kehidupan kami dan bagi orang-orang yang menyayanginya." Ucap Setya sambil menatap sang putri.


"Nada.. Nama yang bagus.." Ucap Intan dengan senyum diwajahnya. Semua orang juga terlihat puas dengan pilihan nama dari Setya itu.


...----------------...


Nada ...


Sebuah nama dari malaikat kecilku bersama kak Setya. Nada adalah lambang cinta kami berdua..


Nada juga bukti rasa syukur kami pada Tuhan karna sudah mempersatukanku dan kak Setya..


Setelah hari ini, sebesar apapun cobaan yang akan kami hadapi untuk cinta kita..


Kami pasti bisa menghadapinya..


Karna aku selalu percaya akan ada pelangi setelah badai ... Akan ada jalan disetiap ujian..


...----------------...

__ADS_1


...~END~...


__ADS_2