Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Mulai Curiga..


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Setya dan Bayu sama-sama disibukkan dengan masalah perusahaan saat itu. Mereka sudah berhasil menemukan pegawai yang membawa kabur uang proyek. Ternyata pegawai itu terpaksa melakukan perbuatan itu, karna terdesak. Anaknya sedang sakit keras dan dia butuh dana yang cukup besar. Saat ditangkap, dana proyek sudah digunakan. Sehingga, Setya tidak bisa menggunkannya lagi.


Akhirnya, Setya berusaha memikirkan cara lain untuk mendapatkan dana bantuan. Setelah beberapa hari berpikir, akhirnya Setya menemukan cara yaitu dengan meminta pinjaman pada perusahaan lain. Sehingga, semacam melakukan kerja sama bisnis. Dan nantinya hasil keuntungan proyek akan dibagi secara professional.


"Bay, nanti tolong kamu kumpulkan data perusahaan yang bekerja sama dengan kita. Termasuk perusahaan yang memiliki potensi untuk diajak kerja sama." Ucap Setya dengan bijak.


"Baik. Aku mengerti. Besok pagi aku akan menyerahkan padamu." Ucap Bayu bijak.


"Terima kasih. Maksimal sampai jam 10 pagi saja. Aku tahu, kau pasti lelah belakangan ini dan juga ingin menghabiskan waktu dengan si kembar."


"Kai benar. Apalagi, sekarang aku juga masih menyesuaikan jam biologisku. Si kembar suka sekali bangun tengah malam kalau lapar. Aku tak tega jika Ifa harus bangun sendirian." Jawab Bayu yang memang terlihat cukup lelah.


"Selangkah lagi kita akan bisa menyelesaikan masalah ini. Semoga kerja sama ini akan berjalan lancar. Aku juga ingin menghabiskan waktuku dengan Intan." Ucap Setya sambil memijit puncak hidungnya.


Setelah itu, mereka segera pulang ke rumah. Karna, jam pulang kantor sudah berlalu dari tadi.


"Hallo sayang, kamu ada ingin makan sesuatu gak? Aku sedang di perjalanan pulang sekarang." Ucap Setya lembut saat menghubungi Intan.


"Aku lagi gak ingin makan apa-apa kak. Kak Setya pulang saja, hati-hati di jalan yaa.." Jawab Intan perhatian.


"Yasudah kalau begitu. Tunggu aku yaa. Love you.."


"Lovo you too.."


Tak berapa lama kemudian, Setya pun sampai di rumah. Bisa dia liat sang istri sudah menunggu di teras rumah dengan senyum di wajahnya. Melihat senyum itu, seketika membuat rasa lelah Setya seperti terangkat.


"Kenapa nunggu aku di luar? Angin malam gak baik buat kamu.." Ucap Setya lembut sambil mengusap pipi Intan dengan sayang.


"Aku bosan di dalam. Makan malam juga audah siap dari tadi. Aku merindukan kakak.." Ucap Intan sambil berhambur ke pelukan Setya.


"Maafkan aku yaa. Aku gak bisa makan siang sama kamu belakangan ini. Waktu bersama kita sangat terbatas." Ucap Setya merasa bersalh sambil membalas pelukan Intan.


"Gak apa-apa kok. Kak Setya sepertinya sangat sibuk belakangan ini. Apakah benar gak ada masalah?" Tanya Intan sembari mendongak menatap Setya.


"Gak ada kok, hanya saja aku sedang mengurus proyek baru ... Sudah yuk, kita masuk. Kamu belum makan juga kan?" Tanya Setya mengalihkan topik pembicaraan.


"Belum. Aku kan nunggu kakak." Jawab Intan sembari bergelayut manja di lengan Setya.


"Yasudah, yuk masuk.." Ajak Setya yang diangguki oleh Intan.

__ADS_1


Maafkan aku sayang ... Nanti kalau masalah ini sudah selesai, aku janji akan kasih tahu kamu ... Ucap Setya dalam hati.


Malam harinya, saat Intan sudah terlelap. Seperti biasa Setya akan kembali bangun dan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja. Malam itu Intan terbangun dari tidurnya dan tak melihat Setya di sampingnya. Samar-samar dia mendengar suara keyboard dari ruang kerja. Dia segera kesana dan melihat Setya masih bekerja.


Kak Setya, sesibuk itu kah kakak sekarang? Benarkah kakak baik-baik saja dan gak sedang menghadapi masalah? ... Ucap hati Intan sambil melihat sang suami yang masih terjaga dan berkutat dengan komputer di depannya.


"Kak Setya ..." Panggil Intan sambil memasuki ruang kerja Setya.


"Lho sayang? Apa aku terlalu berisik dan membangunkanmu?" Tanya Setya yang langsung berdiri dan mendekati sang istri.


"Kakak masih kerja jam segini? Kakak gak istirahat? Apakah proyeknya gak berjalan dengan lancar?" Tanya Intan dengan khawatir.


"Eng ... Ada yang perlu aku periksa. Kamu tenang saja. Sudah selesai kok. Kita kembalo tidur saja yuk." Ajak Setya pada Intan dengan senyum lembut.


"Tapi ... Ehm, baiklah.." Jawab Intan pada akhrinya.


Sebenarnya, Intan merasa ada yang aneh dengan sikap Setya. Selama ini walaupun ada proyek baru tak pernah Setya sampai membawa pekerjaan ke rumah dan harus bekerja sampai tengah malam begitu. Hal itu membuat Intan merasa cemas pada Setya. Tapi, karna Setya seperti tak ingin mengatakan padanya, akhirnya Intan tak lagi mendesak Setya.


Sebenarnya, apa yang kakak sembunyikan dariku? ...


...****************...


"Ini pak daftar perusahaan yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan kita. Sedangkan berkas yang ini adalah perusahaan yang berpotensi bisa diajak kerjasama. Apalagi, perusahaan ini pak. Saya mendapatkan informasi, perusahaan ini memang sedang gencar untuk melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan dengan memberikan suntikan dana. Banyak perusahaan yang mengejar kerjasama dengan perusahaan ini." Ucap Bayu menjelaskan hasil temuannya.


"Begitukah? Coba aku pelajari dulu berkas ini. Jika memungkinkan, kita juga harus mencoba untuk mengirimkan pengajuan untuk kerjasama dengan perusahaan ini. Melihat dari proyek kita, sebenarnya prospeknya sangat besar. Hanya saja memang membutuhkan dana yang cukup besar."


"Kalau begitu, saya akan berjaga-jaga membuat perincian dana untuk proyek ini dan juga gambaran prospeknya."


"Boleh juga. Terima kasih ya Bay." Ucap Setya dengan senyum tulus.


"Sama-sama pak. Kalau begitu saya permisi." Pamit Bayu dan segera berlalu meninggalkan ruangan Setya.


Setelah itu Setya mulai mempelajari berkas yang diberikan Bayu padanya. Dia mencoba menghitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan itu. Dan akhirnya, dia memutuskan untuk mencoba mengajukan kerjasama dengan perusahaan baru yang dikatakan Bayu sebelumnya.


Setya segera menghubungi Bayu untuk membuat surat pengajuannya juga. Dan menghubungi perusahaan tersebut untuk membuat janji temu dengan manager perusahaan itu.


Tok ... Tok ... Tok


"Masuk.."

__ADS_1


Setya segera masuk ke dalam ruangan sang papa setelah mendapatkan izin darinya.


"Ada apa Setya?" Tanya papa saat melihat putranya yang datang.


"Saya hanya ingin memberitahu anda. Kalau saya akan mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan X. Saya melihat kalau perusahaan ini memiliki prospek untuk memberikan suplai dana yang cukup untuk membantu proyek kita." Ucap Setya menjelaskan dengan nada tenang.


"Benarkah? Hmm.. Kalau kamu sudah mempertimbangkannya, maka lakukan saja. Saya percaya dengan kemampuanmu." Ucap papa dengan senyum lembut.


"Baik. Terima kasih. Kalau begitu saya undur diri dulu." Ucap Setya sopan sebelum meninggalkan ruangan sang papa.


Kemudian, Setya segera menemui Bayu dan menanyakan apakah dia sudah berhasil menghubungi pihak perusahaan itu untuk membuat janji atau belum.


"Bagaimana Bay, apakah kamu sudah berhasil menghubungi perusahaan itu?" Tanya Setya oada Bayu.


"Sudah pak. Setelah makan siang ini, kita bisa menuju ke perusahaan itu." Jawab Bayu dengan senyuman di wajahnya


"Baiklah kalau begitu. Kita bertemu di perusahaan itu saja. Karna, semua sudah kita siapkan, aku ingin makan siang bersama istriku dulu hari ini." Ucap Setya dengan senyum lebar di wajahnya.


"Baik. Nanti, saya akan mengecek semua keperluannya lagi sebelum berangkat." Ucap Bayu mengerti.


Setelah itu Setya segera bergegas membereskan pekerjaannya yang tersisa. Kemudian, saat jam istirahat dia segera menuju ke sekolah Intan. Sebelumnya, Setya juga sudah melakukan order makanan jadi dia tak perlu lagi mampir untuk membeli makanan dulu.


"Hallo Sayang ... Kamu jangan makan dulu ya. Aku perjalanan ke sekolah kamu sekarang." Ucap Setya memberitahu Intan lewat panggilan telpon.


"Apa? Tumben kak Setya mau kesini? Seriusan?" Tanya Intan antuasias. Sudah lama sekali sejak dia bisa makan siang bersama Setya.


"Iya. Kebetulan, kerjaanku hari ini tidak seperti biasanya. Jadi, aku bisa makan siang bareng kamu. Tunggu aku yaa.." Ucap Setya dengan lembut.


"Baiklah. Oh ya kak, bisakah kakak membelikanku kelapa muda? Aku ingin minum itu sekarang." Pinta Intan dengan manja.


"Baiklah. Tentu saja. Ada lagi yang kamu inginkan?" Tanya Setya dengan lembut.


"Uda itu aja. Aku menunggu kakak. Hati-hati di jalan ya ... Muaaachhh.." Ucap Intan dengan perhatian sebelum mengakhiri panggilannya dengan Setya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2