Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Jalan-jalan bersama pacar (2)


__ADS_3

Pertandingan pun berlangsung. Ifa dan Bayu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Diantara keduanya tak ada yang mengalah. Bahkan partner yang lain saja terlihat sedikit kewalahan untuk mengimbangi permainan Ifa dan Bayu. Banyak gadis atau pemuda yang berkerumun untuk melihat pertandingan itu.


Karna, Bayu dan Ifa saat ini sedang bertanding para gadis dan pemuda disana mengira kalau mereka bukanlah pasangan kekasih. Sehingga, mereka saling berteriak mendukung jagoan masing-masing. Melihat banyak gadis yang mendukung Bayu, Ifa pun terlihat semakin kesal. Bayu pun merasakan yang sama.


Sampai saat Ifa akan menerima bola dari arah tim Bayu, kakinya terperosok dan ia pun terjatuh. Dia sudah melihat bola akan mengenaninya sedangkan partnernya agak jauh dari posisinya. Ifa pun sudah pasrah dan menutup matanya.


Bugh!


"Kamu gak apa-apa kan sayang?" Tanya Bayu lembut sambil memeriksa keadaan Ifa.


Sebelumnya, Bayu yang memang jaraknya paling dekat dengan net melihat Ifa terjatuh dan bola mengarah padanya, tanpa pikir panjang Bayu segera berlari dan memeluk Ifa sehingga bola volly itu mengenai punggunya.


"Oppa!!" Seru Ifa dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk Bayu dengan erat.


Ifa gak menyangka Bayu akan berlari dan menyelamatkannya. Pemandangan itu seketika membuat banyak gadis dan pemuda menjadi patah hati berjama'ah.


"Kalian gak apa-apa? Kalian mau lanjut atau berhenti?" Tanya salah satu tim penyelenggara pertandingan.


"Sepertinya saya dan pacar saya sudah lelah. Kami akan berhenti saja." Jawab Bayu sopan.


"Baiklah. Silahkan."


Akhirnya, Bayu mengajak Ifa untuk duduk agak menjauh dari kerumunan.


"Ini minumlah kalian. Kalian pasti lelah." Ucap Setya sambil memberikan dua gelas es kelapa untuk Ifa dan Bayu.


"Mengobrollah baik-baik. Kami akan jalan-jalan dulu.." Ucap Intan sambil menggandeng tangan Setya, meninggalkan Ifa dan Bayu.


"Kamu sungguh baik-baik saja kan? Apa kakimu terkilir?" Tanya Bayu sambil memeriksa keadaan Ifa sekali lagi.


"Aku gak apa-apa kak. Kaka Bayu yang gimana? Punggung kak Bayu sakit?" Tanya Ifa sambil menyentuh punggung Bayu dengan lembut.


"Yah, sedikit sakit sih. Coba kamu elus pelan-pelan." Ucap Bayu sambil tengkurap berbantal kaki Ifa. Persis seperti kucing. Ini sebenarnya akal-akalan Bayu saja untuk bermanja dengan Ifa.


"Dasar, kalau sakit kenapa lari dan menghadang bola itu sendiri." Seru Ifa sambil terus mengelus punggung Bayu dengan lembut.


"Walau aku tahu sakit, tapi demi menyelamatkan kamu tentu saja akan aku lakukan." Jawab Bayu sambil menoleh dan tersenyum pada Ifa.


"Dasar modus!" Seru Ifa sambil memukul pungung Bayu.


"Sakit, sayang!" Seru Bayu yang memang merasakan sakit. Bukan karna setelah terkena bola volly, tapi karna pukulan Ifa.


"Biarin!" Jawab Ifa santai. Dia sebenarnya tahu kalau Bayu hanya berpura-pura saja.


"Cabi sayang, aku masih bingung padamu tadi. Sebenarnya karna apa sih kamu kesal padaku. Ku rasa masalah gadis-gadis tadi sudah selesai. Kucingnya sudah ketemu dan mereka gak mencoba mendekatiku lagi. Lalu, kenapa kamu terlihat kesal?" Tanya Bayu yang masih bingung dengan kekesalan Ifa.


"Itu karna kak Bayu lah!" Jawab Ifa yang masih cemberut.


"Karna aku? Kenapa?" Tanya Bayu bingung. Dia merubah posisinya menjadi telentang dan menatap Ifa.


"Karna kak Bayu tersenyum saat melihat foto gadis itu." Jawab Ifa dengan wajah kesal dan tangan dilipat didada.


"Kapan aku tersenyum melihat fotonya?" Tanya Bayu bingung.


"Jangan pura-pura lupa. Saat dia menunjukkan foto kucingnya, kucingnya sedang digendong sama gadis itu. Dan kak Bayu tersenyum saat melihat foto itu." Jawab Ifa sambil menatap tajam Bayu.


"Hahaha. Jadi kamu kesal karna itu? Kamu cemburu karna itu?" Goda Bayu dengan tawa lebar, ia melihat wajah kesal Ifa yang terlihat menggemaskan.


"Kak Bayu gak lucu!" Seru Ifa kesal sambil memukul pelan dada Bayu. Bayu mengambil tangan Ifa dan menciumnya sekilas.


"Iya-iya maaf. Tapi, percayalah padaku aku sama sekali gak menyadari kalau kucing itu sedang digendong. Aku benar-benar fokus ke kucingnya saja. Bahkan, aku sudah lupa bagaimana wajah gadis tadi sekarang." Jawab Bayu menenangkan.


"Sungguh?" Tanya Ifa memastikan.


"Iya, cabiku sayang. Kamu gak percaya sama aku?" Tanya Bayu sambil menatap lembut Ifa.


"Percaya. Maaf sudah cemburu berlebihan." Ucap Ifa dengan nada sedih.

__ADS_1


"Gak masalah kok. Itu tandanya kamu bener-bener cinta sama aku. Asal kita saling percaya dan terbuka untuk menyampaikannya, semua kesalah pahaman akan terselesaikan." Jawab Bayu dengan senyuman. Ifa mengangguk dan tersenyum mendengar jawaban Bayu.


...****************...


Keesokan harinya.


"Kami akan berjalan-jalan di sepanjang jalan sana. Kami lihat kemarin banyak yang menjual pernak-pernik. Kalian mau ikut?" Tanya Setya yang akan pergi bersama Intan waktu itu.


"Gak kami disini saja. Nanti malam kami juga sudah merencanakan untuk jalan-jalan." Jawab Bayu santai.


"Apa nanti malam Ifa dan Kak Bayu gak merayakan tahun baru bersama kami disini?" Tanya Intan memastikan.


"Iya, kami ingin menghabiskan waktu bersama. Kami ingin pergi ke mercusuar disana itu." Jawab Bayu sambil menunjuk mercusuar tak jauh dari sana.


"Ehm, begitu. Baiklah." Jawab Intan dengan berat hati.


"Kalau gitu, kami pergi dulu." Pamit Setya sembari menggandeng tangan Intan dengan lembut.


"Kamu sedih karna Ifa dan Bayu gak menghabiskan malam tahun barunya bersama kita?" Tebak Setya memastikan.


"Ya, sedikit sih. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi mungkin ini memang kesempatan untuk bisa berdua saja sih. Kalau tahun baru sebelum-sebelumnya kan kita selalu bareng-bareng. Mungkin itu yang membuatku sedikit sedih." Jawab Intan dengan senyum kecil.


"Tenang saja kamu gak bakal merasa sedih kalau ada aku." Ucap Setya dengan senyum penuh makna.


"Hahaha. Dasar!"


Setelah itu mereka berjalan-jalan dan melihat berbagai pernak-pernik yang dijual disana. Melihat begitu banyak pernak-pernik cantik, tentu saja membuat Intan tak tahan untuk mencoba dan membeli banyak. Setya sama sekali gak mencegah Intan. Dia menuruti semua yang ingin dibeli oleh Intan.


"Waahh.. Aku gak menyangka akan membeli sebanyak itu?" Seru Intan terkejut saat melihat berbagai bungkusan yang di bawa Setya.


"Gak masalah, kalau masih kurang kita bisa membeli lagi." Ucap Setya santai.


"Wah-wah. Kakak sedang pamer padaku? Bagaimana kalau aku benar-benar membuat kakak bangkrut?" Tantang Intan dengan senyum diwajahnya.


Intan tahu bahwa Setya sudah membantu di perusahaan papanya dikala senggang dan tentu saja mendapat gaji, jadi uang itu uang dari kerja keras Setya sendiri.


Akhirnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan dan sesekali berfoto untuk mengabadikan momen itu. Apalagi, Intan dia gak tahan untuk gak mengabadikan foto Setya. Setya berdiri saja sudah seperti model.



"Kak Setya memang sangat tampan! Aku sampai masih gak percaya, kalau kakak yang sangat tampan ini adalah pacarku." Puji Intan saat melihat foto Setya yang baru saja dia ambil.


"Lalu, bagaimana aku membuatmu percaya kalau aku adalah pacarmu, hm?" Tanya Setya sambil mendekati Intan.


"Aku akan memandangi kak Setya setiap ada kesempatan!" Jawab Intan cepat, saat Setya terus mendekatinya.


"Baiklah, kamu harus melihatku lebih sering mulai sekarang. Dan akan aku pastikan kamu akan terus terpesona padaku." Ucap Setya dengan senyum diwajahnya.


"Hahaha. Baiklah."


"Kamu juga sangat cantik kok sayang. Sangat manis dan menggemaskan. Rasanya aku ingin terus memakanmu!" Ucap Setya sambil merapikan rambut Intan yang sedikit berantakan tertiup angin.


"Dasar modus! Ayo jalan lagi saja." Seru Intan dengan wajah bersemu merah, ia berjalan terlebih dulu dan meninggalkan Setya dibelakang.


"Intan!!" Panggil Setya dan Intan pun menoleh. Ternyata Setya mengambil foto Intan diam-diam juga.



"Cantik!" Gumam Setya saat melihat foto Intan.


...****************...


Malam harinya ..


Sebelum mendekati jam pergantian tahun, Ifa dan Bayu masih bergabung merayakan tahun baru bersama Intan dan Setya. Mereka membakar ikan dan berbagai menu lain yang mereka beli tadi sore. Saat jam menunjukkan 10 malam, Ifa dan Bayu berpamitan untuk jalan-jalan dan menuju mercusuar.


"Kami pergi dulu yaa. Jangan macam-macam disini." Ucap Bayu mengingatkan.

__ADS_1


"Ku rasa perkataan itu juga berlaku untukmu." Seru Setya dengan memutar bola matanya malas. Dia tahu dengan pasti apa batasan yang boleh dan tak boleh dilakukan.


"Aku hanya mengingatkan. Yuk, sayang kita pergi saja." Seru Bayu sambil merangkul bahu Ifa dan pergi meninggalkan Setya dan Intan.


"Apa kamu mau jalan-jalan juga?" Tanya Setya lembut pada Intan.


"Hm, gak perlu. Aku ingin menghabisakan waktu dengan tenang saja dengan kak Setya disini. Aku sudah cukup lelah karna jalan-jalan tadi." Jawab Intan sambil bersandar di bahu Setya. Setya tersenyum dan ikut menyandarkan kepalanya di kepala Intan.


Dilain sisi Ifa dan Bayu sedang berjalan menuju mercusuar. Disepanjang perjalanan mereka berulang kali berhenti menuju stan yang menjual beraneka ragam makanan juga pernak-pernik.


"Pantas saja, Intan tadi pulang membawa banyak bingkisan. Kalau seperti ini aku juga gak tahan untuk membelinya." Seru Ifa dengan mata berbinar.


"Kamu mau aku belikan seperti Intan tadi?" Tanya Bayu dengan senyum diwajahnya.



"Benarkah oppa mau membelikan semuanya untukku?" Tanya Ifa dengan senyum menggoda diwajahnya. Hal itu membuat Bayu jadi salah tingkah.


Kenapa dia begitu menggemaskan! ... Teriak hati Bayu saat melihat senyum Ifa.


"Oppa kenapa? Kenapa wajah oppa jadi merah begitu?!" Tanya Ifa menggoda.


"Apanya yang merah? Mungkin aku kedinginan." Jawab Bayu salah tingkah.


"Kalau gitu kita jalan saja. Aku gak terlalu tertarik untuk membelinya kok." Ucap Ifa sambil merangkul lengan Bayu agar tak kedinginan lagi.


Merekapun kembali meneruskan perjalanan. Akhirnya, setelah puas berkeliling, mereka menuju mercusuar, karna jam pergantian tahun akan segera datang.


"Wah, cantik sekali pemandangan disini." Seru Ifa saat mereka sudah sampai diatas mercuasuar. Ada beberapa pengunjung juga disana, tapi tak sampai berdesakan.


"Tapi bagiku yang paling cantik cuman kamu." Goda Bayu dengan senyuman diwajahnya.


"Gombal.! ... Tapi, aku senang bisa menghabiskan tahun baru disini bersama kak Bayu. Gak kerasa sudah 4 tahun ini kita bersama. Aku harap kita terus bisa bersama seperti ini .." Ucap Ifa sambil menatap Bayu dengan tatapan lembut.


"Tentu saja sayang. Kita akan terus bersama tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.." Jawab Bayu dengan senyum lembut.


Tak berselang lama, kembang api mulai menghiasi langit malam. Tanda sudah bergantinya tahun. Bayu menatap Ifa dengan lembut.



"Selamat tahun baru cabiku sayang.." Ucap Bayu pada Ifa dengan senyuman diwajahnya.


"Selamat tahun baru juga Oppa!" Jawab Ifa sembari memeluk Bayu.


Di tempat Intan dan Setya juga mereka menikmati nyala kembang api dan deburan ombak didepan mereka. Mereka saling bersandar dan menautkan tangan mereka.


"Selamat tahun baru my hero." Ucap Intan lembut sambil menatap Setya.


"Selamat tahun baru juga tuan putriku sayang." Jawab Setya sembari mencium tangan Intan yang sedang ia genggam.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


...Keadaan begitu tenang. Semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi, apakah semuanya akan tetap tenang seperti ini? Atau justru ini ketenangan sebelum badai? ......


...Kita akan segera mengetahui jawabannya di chapter-chapter selanjutnya ......


...So, kuy ikutin terus ceritanya☺️✌️...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2