Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Jangan membuat putri kesayangan orang lain menangis..


__ADS_3

"Kakak!! Hari ini ayo jalan-jalan.." Rengek seorang gadis cantik yang tiba-tiba datang dan memeluk Setya dengan manja. Mata Intan membulat melihat itu.


Siapa dia? ... Intan


Intan menatap bingung pada gadis cantik yang tengah memeluk Setya dengan manja.


"Maaf, gak bisa hari ini ya." Jawab Setya lembut. Hal itu semakin membuat Intan mengerutkan alisnya.


"Dia, Tasya adiknya Setya." Ucap mama memberitahu Intan yang terlihat bingung.


"Ternyata, adik .. Hehe." Jawab Intan kikuk. Ia merasa malu karna pikiran yang sempat terbersit di otaknya. Setya tersenyum melihat Intan yang seperti tertangkap basah tengah cemburu.


"Oh, ada tamu? ... Wah, kakak cantik sekali. Kakak siapa?" Tanya Tasya yang terlihat mengaggumi Intan.


"Kenalkan dia pacar kakak. Intan." Ucap Setya memperkenalkan Intan pada adiknya. Intan tersenyum ramah menyapa Tasya.


"Pacar? Semenjak kapan? ... Kakak gak bakal ninggalin aku karna sudah punya pacar kan?" Tanya Tasya dengan takut.


"Mana mungkin. Kalian sama-sama berharga bagiku. Kalian punya tempat masing-masing dalam hatiku." Jawab Setya dengan lembut.


"Janji?" Tanya Tasya sembari menyodorkan jari kelingkingnya pada Setya.


"Janji." Jawab Setya sembari mengaitkan jari kelingkingnya pada dengan jari Tasya.


Kak Setya sangat lembut pada ibu dan adik perempuannya. Gak heran, jika dia juga sangat lembut padaku ... Intan


"Kak Intan, ikut Tasya ke kamar sebentar yuk." Ajak Tasya sembari menarik tangan Intan sebelum Intan menjawab.


"Tasya, kamu mau ngapain sama Intan?" Teriak mama khawatir.


"Tenang saja. Aku gak bakal apa-apain kak Intan." Seru Tasya yang terus menarik Intan menuju lantai dua, tempat kamarnya berada.


Akhirnya, Intan sampai di sebuah pintu yang bertuliskan 'kamar Tasya. Ketuk pintu sebelum masuk'. Disamping pintu kamar itu ada pintu putih bertuliskan nama Setya. Intan tersenyum melihatnya.


"Kak Intan mau lihat kamar kak Setya?" Tanya Tasya yang melihat Intan terus menatap kamar kakaknya.


"Tidak-tidak. Kita ke kamar kamu saja." Jawab Intan cepat. Ia sangat malu karna terpergok memandangi kamar Setya.


"Baiklah. Silahkan masuk." Ajak Tasya sembari membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Seketika, Intan melihat kamar yang cukup besar dengan nuansa didominasi bewarna pink. Di dinding kamar Intan dapat melihat beberapa poster foto boyband korea dan beberapa pernak-pernik lainnya.


"Kamu suka idol K-pop?" Tanya Intan mengamati poster dan pernak-pernik di kamar Tasya. Mulai dari gantungan kunci, gelang, boneka, dan masih banyak lagi.


"Saanggaaaaattttt!! ... Apakah kakak juga suka? Aku sangat menyukai mereka. Ini boyband favorit aku. Apakah kakak tau? Apakah kakak juga menyukainya?" Tanya Tasya beruntun.


"Maaf, aku tak terlalu suka boybandnya korea ... Tapi, aku suka liat dramanya." Jawab Intan merasa bersalah.


"Ah, benarkah? Sayang sekali ... Tapi, gak apa deh. Aku juga cukup suka drama korea. Hehe. Apa saja drama yang sudah kakak lihat?" Tanya Tasya bersemangat.


"Wah, itu banyak sekali. Bisa tak selesai kalau aku menyebutkannya satu-satu. Tapi, saat ini aku sedang melihat drama 'True Beauty' yang masih on going." Jelas Intan dengan antusias.


"Wah. Aku juga tahu itu. Dan aku team Han Seo Joon. Kalau kakak?" Tanya Tasya dengan antusias.


"Aku juga." Jawab Intan dengan bersemangat juga. Dan jadilah mereka menghabiskan waktu membahas drama dan segala macam tentang korea.


*Ada yang tau dramanya? Dan kapal mana kalian berada?🤭


"Tasya - Intan ... Sudah jam makan malam. Ayo makan bersama, makan malam sudah siap." Panggil Setya dari luar. Intan dan Tasya juga terkejut saat menyadari bahwa hari sudah beranjak malam bahkan sekarang sudah jam makan malam.


"Iya. Kami keluar." Jawab Tasya.


"Adadeh. Urusan perempuan. Yuk kak Intan, kita makan." Ucap Tasya sembari menggandeng lengan Intan untuk menuju meja makan. Setya menggelengkan kepala melihat tingkah sang adik. Namun, dia cukup lega karna melihat Intan yang terlihat ceria.


Di meja makan sudah ada papanya Setya. Dan ini baru pertama kali ia bertemu dengan papanya Setya.


"Malam om. Maaf saya telat menyapa." Sapa Intan sopan. Ia cukup gugup.


"Tidak apa. Apakah kamu menikmati waktumu disini?" Tanya papa ramah.


"Iya om, saya menikmatinya. Tapi, maaf saya sampai tidak membantu tante untuk memasak." Ucap Intan malu.


"Tidak apa. Kita bisa masak bersama lain kali. Intan harus sering-sering main ke sini ya." Ucap mama sambil duduk setelah selesai menata makanan di meja.


"Tentu tante. Kalau tidak merepotkan, Intan akan sering mampir." Jawab Intan dengan senyuman.


Setelah itu mereka semua segera menikmati makan malam. Suasana hangat menyelimuti makan malam hari itu. Intan merasa sangat senang, karna keluarga Setya menyambutnya dengan terbuka.


Setelah makan malam, Intan membantu mama Setya untuk membereskan meja dan mencuci piring. Sedangkan Setya menunggu di ruang keluarga bersama ayahnya.

__ADS_1


"Gadis pilihanmu cantik dan sopan. Hebat juga kamu." Puji papa pada Setya.


"Tentu saja. Aku kan anak papa. Aku gak bakal salah pilih sama seperti papa dong." Ucap Setya membanggakan diri.


"Setelah ini kamu harus menjaganya. Jangan membuat putri kesayangan orang lain menangis. Kalau itu terjadi, papa sendiri juga akan menghukummu." Seru papa menasehati.


"Tentu Pa. Aku akan menjaga dan menyayangi Intan seperti papa menjaga dan menyanyangi mama dan Tasya." Jawab Setya yakin.


Dilain sisi, Intan juga tengah mengobrok dengan mama Setya.


"Kamu dan Tasya tadi bicara apa saja sayang, lama sekali?" Tanya mama penasaran.


"Banyak hal tante, tentang kesukaan kami. Sampai kami tak menyadari waktu cepat sekali berlalu ... Intan tidak bisa seperti itu dengan adik Intan. Adik Intan malah sangat suka menganggu Intan." Jawab Intan dengan senyuman.


"Tapi, Intan sangat menyanyangi adiknya Intan kan? Tante lihat walaupun Intan bilang kalau adik Intan suka menganggu, tapi Intan terus tersenyum." Tebak mama.


"Ya tante, bagaimanapun dia adik Intan satu-satunya. Dia juga bisa jadi anak yang manis disaat-saat tertentu." Jawab Intan sambil mengingat sikap Dika yang justru bertingkah seperti kakak laki-lakinya.


"Tante juga yakin, kalau adiknya Intan juga menyanyangi kamu sayang " Ucap mama lembut dan dibalas senyuman oleh Intan.


"Hari ini Intan akhirnya tau, sikap lembut dan bertanggung jawab kak Setya berasal dari mana. Melihat sikap kak Setya pada keluarganya hari ini, membuat Intan merasa sangat bersyukur bisa bersama kak Setya ... Bahkan, sekarang Intan merasa semakin tidak percaya diri kenapa kak Setya memilih Intan diantara banyak gadis cantik lainnya." Ucap Intan pelan.


"Karna kamu adalah gadis yang mampu membuat Setya berubah. Setya dulu itu dingin dan cuek dengan lingkungan sekitarnya. Karna, dia sudah merasa memiliki segalanya dari kami. Tapi, semenjak dia kenal kamu dia perlahan berubah ... Tante, sangat berterima kasih padamu sayang." Ucap tante tulus. Namun hal itu membuat Intan bingung.


"Tapi, sedari awal Intan kenal kak Setya memang sudah ramah dan hangat tante. Bahkan, semua orang merasakan hal itu." Ucap Intan bingung.


"Bukan sekarang sayang, tapi dulu. Ini mungkin rahasia, tapi tante ingin memberitahu kamu. Sebenarnya, Setya sudah sangat lama menyukaimu sayang. Dari SMP dulu. Tapi, kamu tak menyadari itu karna Setya menyukaimu diam-diam. Kalau kamu ingat disetiap kamu sedih, bukankah selalu ada hal yang membuat kamu senang? Itu semua Setya yang menyiapkannya. Demi kamu, sayang. Dia sangat menyukaimu selama 3 tahun ini. Sekarang, bisa tante lihat kalau dia sangat bahagia bersama kamu ... Jadi, kamu tidak boleh merasa rendah diri. Karna, kamu adalah orang yang berarti bagi Setya." Ucap mama menjelaskan. Dan hal itu membuat Intan cukup terkejut.


3 Tahun?


Kak Setya menyukaiku selama 3 tahun?


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2