
2 tahun kemudian.
"Apakah semuanya sudah siap?!" Tanya Intan pada seoarang pria paruh baya yang terlihat sedang mengawasi beberapa pekerja yang sedang sibuk mendekorasi sebuah kafe.
"Hampir selesai mbak. Tenang saja, persiapan pasti akan selesai sebelum makan malam nanti." Jawab pria paruh baya itu.
"Baik. Terima kasih atas kerja kerasnya ya pak." Ucap Intan ramah.
"Semuanya sudah beres kak, sekarang kita harus ke salon untuk acara nanti malam dong. Hehe." Seru Tasya sambil merangkul lengan Intan.
"Baiklah, tentu saja. Aku juga akan mengajak Ifa. Kita akan bertemu di mall X" Jawab Intan dengan senyuman diwajahnya.
Setelah mengirim pesan pada Ifa. Intan dan Tasya segera berangkat menuju ke mall tempat tujuan mereka untuk menuju salon langganan mereka. Di depan salon sudah ada Ifa yang berdiri sambil bermain ponselnya. Saat Ifa melihat Intan dan Tasya datang, dia segera melambaikan tangan dengan senyum lebar diwajahnya.
"Sudah menunggu dari tadi?" Tanya Intan saat sudah di depan Ifa.
"Enggak kok. Aku juga barusan sampai. Sudah yuk, sekarang kita memanjakan diri.!!" Seru Ifa antusias sambil menarik tangan Intan dan Tasya untuk memasuki salon.
Malam itu akan ada acara makan malam untuk merayakan dibukanya cabang baru perusahaan papa Setya di kota sebelah yang merupakan hasil kerja keras Setya dan Bayu. Sekaligus hari itu adalah ulang tahun Setya yang ke 25 tahun. Intan ingin menyiapkan penampilan yang spesial untuk Setya nanti.
Intan, Ifa dan Tasya melakukan perawatan tubuh dengan lengkap. Selain untuk acara nanti malam, memang mereka ingin memanjakan diri dari padatnya aktivitas selama ini. Intan dan Ifa sudah benar-benar menjadi wanita karir. Predikat kepengajaran Intan sudah mendapat pengakuan. Tahun lalu, Intan juga membuka tempat les hasil kerja sama dengan teman-teman kuliahnya dulu. Jadi 3 hari dalam seminggu, Intan juga akan mengajar les setelah pulang mengajar dari sekolah.
Sedangkan, Ifa tempat musiknya juga sukses dan berkembang pesat dengan jumlah murid yang cukup banyak. Bahkan, mulai dari tahun kemarin Ifa dipanggil untuk menjadi mentor sebuah acara musik yang diselenggarakan oleh salah satu tv swasta.
Tasya sendiri, sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Kini dia juga sudah mulai merintis karirnya untuk membuka kafe yang menjual berbagai dessert. Mereka bertiga adalah contoh wanita tangguh dengan karir gemilang. Tentu saja hal itu tak lepas dari kerja keras mereka selama ini.
...****************...
"Waaahh.. Cantik!" Seru Ifa dan Tasya bersamaan saat melihat Intan selesai berganti pakaian setelah selesai melakukan semua perawatan di salon itu.
"Makasih Kalian juga sama cantiknya kok." Puji Intan pada Ifa dan Tasya.
"Haha. Kalau aku mah sudah pasti." Jawab Ifa membanggakan diri.
"Hm, aku sudah tak sabar ketemu Dika, nanti." Seru Tasya antusias. Intan dan Ifa hanya bisa tersenyum geli mendengar ucapan Tasya.
Yah, dua sejoli itu masih dalam masa-masa bucin. Ehm, sebenarnya sampai sekarang Intan dan Ifa sendiri juga masih sama sih. Hahaha.
Setelah persiapan selesai. Mereka segera menuju ke kafe tempat acara diadakan. Tinggal beberapa waktu lagi sampai acara dimulai.
...****************...
Jam acara.
Setelah pulang kerja dan bersiap sebentar. Papa, Setya dan Bayu pun berangkat ke tempat acara. Di sana, semua tamu undangan sudah datang. Saat mereka bertiga datang, mereka disambut oleh tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu undangan yang datang. Tamu undangan juga hanya orang-orang terdekat saja.
"Selamat atas pembukaan cabang perusahaanya kak dan juga selamat ulang tahun." Ucap Intan yang sudah berdiri di samping Setya sembari memberikan buket bunga pada Setya.
"Makasih sayang." Ucap Setya dengan senyum diwajahnya. Kemudian, Intan membantu mendorong kursi roda Setya untuk menuju ke meja yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Setelah itu papa naik ke atas panggung yang sudah disiapkan dan mengucapkan beberapa kata sambutan untuk para tamu yang sudah datang. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan malam bersama.
"Selamat ya kak Setya, kak Bayu. Kalian luar biasa. Hanya dalam waktu 2 tahun, kalian bisa membuka cabang baru." Puji Bunga dengan antusias.
"Yah, lumayan lah." Ucap Toni terlihat acuh.
"Kak Toni, ucapin yang tulus dong!" Seru Putri sambil mencubit perut Toni, hingga Toni meringis kesakitan.
"Aww! Sakit tau sayang!" Seru Toni dengan cemberut. Semua yang ada disana sampai terkekeh geli.
"Ehm, oh ya. Karna semua sedang berbahagia, kami juga ingin menyampaikan kabar bahagia." Ucap Dharma menengahi keributan itu.
"Apa itu pak ketu?" Tanya Intan penasaran. Walau, sudah lewat beberapa tahun panggilannya pada Dharma juga masih sama.
"Kami ingin memberikan ini pada kalian." Ucap Dharma menyerahkan undangan pernikahan pada semuanya.
"Kalian akan menikah?!" Seru Ifa terkejut. Dia sama sekali tak menyangka akan mendapatkan undangan dari salah satu teman dekatnya terlebih dulu.
"Iyaa.. Resepsi akan diadakan awal bulan depan. Kalian harus datang yaa.." Ucap Linda sambil menunjukkan cincin lamaran dijari manisnya.
"Waahh... Selamat ya. Kami pasti datang dong!" Seru Intan yang tak kalah antusias. Dia juga ikut bahagia melihat hubungan Dharma dan Linda bisa bertahan sampai ke pelaminan.
"Bunga sayang. Mau menyusul mereka?" Tanya Robby menggoda Bunga. Dua tahun lalu, mereka akhirnya resmi jadian.
"Jangan macem-macem kau Rob! Aku menyutujui kau berpacaran dengan adikku, tapi aku masih belum memberikan izin untuk kau menikahinya! Kau harus melewati ujian dariku lagi." Seru Alex dengan tatapan tajam pada Robby.
"Haahhh.. Yaya, kakak ipar." Seru Robby sambil memeluk lengan Alex dengan manja. Tentu saja itu memicu gelak tawa bagi semuanya.
"Aku juga belum mau menikah kok. Kak Alex saja dulu yang menikah dengan kak Anisa." Ucap Bunga menggoda kakaknya.
"Itu gampang. Akan segera ku atur. Kalian semua akan segera mendapatkan undangan dari kami juga." Jawab Alex dengan percaya dirinya sambil merangkul bahu Anisa.
"Aku kan belum jawab mau terima kamu ato enggak." Ucap Anisa santai. Lagi-lagi itu memicu gelak tawa bagi semuaya.
Dika dan Tasya hanya bisa terdiam dan mengikuti alur pembicaraan orang-orang dewasa di depannya itu.
"Semenjak kapan obrolan ini berubah jadi pernikahan?!" Gumam Tasya sambil menggelengkan kepala.
"Kenapa, apa kamu mau menikah muda juga?" Goda Dika di telinga Tasya. Seketika wajah Tasya memerah karna malu.
"Dika berhenti menggodaku!" Seru Tasya dengan suara tertahan.
"Hahahaha." Dika hanya menjawab dengan tawa lepas. Seperti biasa dia masih sangat suka menggoda Tasya.
Bayu dan Setya terdiam melihat undangan dari Dharma dan Linda. Mereka sepertinya memikirkan sesuatu. Mungkin saja mereka malu, karna mereka mendapatkan undangan dari adik kelas terlebih dulu?! Entahlah apapun yang mereka pikirkan, author yakinkan kalau itu pikiran yang baik🤭
"Kak, Intan ke belakang sebentar ya?" Bisik Intan di telinga Setya. Setya pun mengangguk sebagai jawaban.
Tak lama kemudian..
Tess ... Tess ...
"Ehm, selamat malam semuanya. Maaf, Intan meminta waktunya sebentar yaa.. Karna, hari ini hari ulang tahun kak Setya, my hero. Jadi, Intan ingin memberikan penampilan langka dan spesial untuk kak Setya ... Kak Setya, lagu ini untuk kakak ..." Ucap Intan yang sudah berdiri di atas panggung dengan nada ceria.
Lampu kafe dipadamkan dan tersisa lampu panggung yang menyorot ke arahnya. Menjadikan Intan terlihat sangat bersinar malam itu. Setya sampai terpesona dan tersenyum melihat Intan.
__ADS_1
Setelah itu pemain musik memulai permainannya. Alunan merdu dari alat musik mulai terdengar. Intan tersenyum menatap Setya dan mulai bernyanyi. Intan menyanyikan lagu 'Sempurna' dari Andra and the Backbone. Lagu yang pernah Setya nyanyikan untuk ulang tahun ke 17 Intan dulu. Dan kini, giliran Intan yang bernyanyi untuk Setya.
...🎶Kau begitu sempurna...
...Dimataku kau begitu indah...
...Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu...
...Disetiap langkahku...
...Kukan s'lalu memikirkan dirimu...
...Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu...
...Janganlah kau tinggalkan diriku...
...Takkan mampu menghadapi semuaa...
...Hanya bersamamu ku akan bisa...
...Kau adalah darahku...
...Kau adalah jantungku...
...Kau adalah hidupku...
...Lengkapi diriku...
...Oh sayangku, kau begitu...
...Sempurna, Sempurna...🎶...
Selama Intan bernyanyi, pandangannya tak pernah lepas dari Setya. Dia menyampaikan perasaannya lewat lirik dilagunya. Intan mengingat semua kenangan manis dan pahit yang ia lewati bersama Setya. Dimana Setya yang selalu melindunginya dan membuatnya bahagia. Tapi, terkadang juga cinta Setya yang terlalu besar malah menyakitinya.
Intan juga tak akan bisa melupakan saat Setya mengalami kecelakaan dan koma selama setahun. Perasaan takut kehilangan, penantian, putus asa semua perasaan itu terbayar dengan kembalinya Setya dari kematian. Walaupun, Setya lumpuh tapi itu tak merubah perasaan Intan padanya. Bagi Intan, Setya tetaplah Setya. Lelaki paling sempurna yang ia cintai setelah ayahnya.
Semua orang disana yang mengetahui bagaimana perjalanan hubungan Setya dan Intanpun ikut terbawa suasana. Tak sedikit yang matanya bekaca-kaca. Bahkan, Ifa sudah menangis haru mendengar nyanyian Intan. Tak terkecuali Setya, dia sangat tersentuh dengan nyanyian Intan. Perasaan yang ingin disampaikan Intan berhasil dia rasakan.
"I love you, my hero ..." Ucap Intan setelah lagunya selesai.
"I love you too, tuan putriku sayang." Jawab Setya sambil membentuk love dengan tangannya untuk ditujukan pada Intan.
Aku sangat beruntung memiliki kamu Intan ...
Tunggulah, sebentar lagi. Aku akan segera membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih dari ini❤️
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1