Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Merasa buruk..


__ADS_3

"Tapi, sayang. Gambar baby kita kok gini ya?" Tanya Bayu bingung sambil melihat foto USG di tangannya.


"Itu karna ... baby kita ada dua!" Jawab Ifa dengan senyuman.


"Apa?!


Flashback On


Saat Ifa dan mama tengah berbahagia setelah mendengar kabar kehamilan Ifa, tiba-tiba dokter kembali berkata ..


"Tapi bu, kandungan menantu ibu ..."


"Ada apa dok?" Potong mama panik.


"Gak ada apa-apa. Hanya saja, menantu ibu sekarang sedang mengandung bayi kembar, seperti yang terlihat di monitor. Ada dua janin yang tumbuh di dalam rahim menantu ibu." Ucap dokter tenang.



"Berarti saya akan langsung punya dua cucu?" Tanya mama antusias.


"Iya benar bu." Jawab dokter ramah dan senyum di wajahnya.


"Sayang, kamu dengar. Kamu akan punya dua baby sekaligus. Wah, Bayu boleh juga, nih. Hehe." Ucap mama dengan senyum diwajahnya.


Ifa jadi malu sendiri, mendengarnya. Namun, hal itu sama sekali tak mengurangi rasa bahagianya saat itu. Ifa sangat bahagia. Karna, Tuhan telah mengabulkan do'anya. Bahkan, lebih dari yang dia harapkan.


Flashback Off


"Wahh.. Aku langsung punya dua baby?! Ahh.. Aku jadi sangat penasaran jenis kelamin anak kita. Ganda putra, ganda putri atau campuran. Hehe." Ucap Bayu antusias.


"Sekarang belum keliatan. Nanti, kalo sudah keliatan kita cek ya kak. Supaya bisa siapkan nama juga untuk baby twin kita." Ucap Ifa dengan senyuman.


"Baiklah. Oh ya sayang, sekarang uda gak ada yang mau kamu makan lagi?" Tanya Bayu perhatian.


"Enggak deh. Ifa uda kenyang. Ifa mau pulang aja." Jawab Ifa dengan senyuman di wajahnya.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Bayu menuruti permintaan sang istri.


Sesampainya mereka di rumah. Bayu yang masih sangat bahagia langsung memeluk ke dua orang tuanya.


"Ma-Pa! Bayu akan jadi ayah. Dan langsung ayah dari dua baby!" Seru Bayu atusias.


"Iya, selamat ya nak. Sekarang, kamu harus jadi lebih dewasa lagi. Kamu harus jadi suami dan ayah yang siaga untuk Ifa dan baby twin kalian. Turuti semua keinginan Ifa dan selalu buat suasana hatinya bahagia." Pesan mama panjang lebar.


"Ingat Bay, jangan buat menantu papa bersedih. Kamu harus menuruti semua kemauannya." Imbuh papa serius.


"Baik ma-pa. Bayu mengerti. Bayu akan buktikan, kalau Bayu adalah suami dan calon ayah yang baik." Jawab Bayu yakin.


"Oh ya, lebih baik kalian pindah ke kamar bawah saja. Itu lebih aman untuk Ifa. Dan juga Ifa gak akan capek naik turun." Ucap mama menyarankan.


"Itu ide yang bagus. Akhir pekan ini, bantu Bayu pindah kamar ya pa." Ajak Bayu pada sang papa.


"Iyaa.."


"Uda Bay, lebih baik kamu ke kamar dan istirahat. Lihatlah istrimu sudah tidur di sana." Ucap mama sambil melihat Ifa yang ketiduran di sofa.


Bayu tersenyum mendekati sang istri. Dengan perlahan dia mengangkat tubuh sang istri untuk menuju kamar mereka.


"Sekarang, aku masih kuat mengangkatmu. Tapi, sebentar lagi sepetinya akan susah ... Hm, baiklah aku akan rajin olah raga dan latihan angkat beban. Supaya aku tetap bisa siap siaga menggendong Ifa walaupun perutnya sudah membesar nanti." Gumam Bayu selama perjalanan menuju ke kamarnya.


Setelah tiba di kamar mereka, dengan perlahan Bayu menidurkan Ifa di kasur. Kemudian, dia mengusap kepala Ifa dengan sayang.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, karnamu aku bisa merasakan kebahagiaan menjadi seorang ayah." Ucap Bayu lembut diakhir dengan kecupan di kening Ifa.


...****************...


Keesokan paginya.


Hoeekk.. Hoeekkk


"Sayang kamu gak apa-apa? Mau libur lagi aja hari ini?" Tanya Bayu yang khawatir melihat sang istri yang terus mual pagi itu.


"Ifa gak apa-apa kak Bay. Ini wajar terjadi saat wanita hamil muda. Apalagi pada trisemester awal. Dokter juga sudah berpesan, mungkin mual-mual Ifa akan lebih parah, karna Ifa hamil baby twin ... Tapi, gak apa-apa kok. Agak sore gitu sudah mendingan dan nafsu makan Ifa juga jadi naik seperti kemarin." Ucap Ifa menjelaskan dengan senyum diwajahnya yang terlihat sedikit pucat.


"Tapi, aku gak tega liat kamu begini sayang." Ucap Bayu sedih sambil mengusap peluh di dahi sang istri.


"Ifa gak apa-apa kak. Ini adalah kebahagiaan Ifa sebagai wanita. Kak Bayu cukup support dan selalu ada untuk Ifa aja, Ifa uda seneng banget kok. Dukungan kakak sangat berarti bagi Ifa." Ucap Ifa lembut, meyakinkan sang suami agar tak mengkhawatirkannya lagi.


"Baiklah kalau gitu. Aku akan mengantarmu, nanti siang aku juga akan makan siang bersamamu, pulang juga aku aka menjemputmu."


"Baiklah." Jawab Ifa dengan senyuman.


Setelah sarapan, mereka segera berangkat. Sebenarnya hanya Bayu yang sarapan karna Ifa masi terus mual. Jadi, mama membungkuskan beberapa buah-buahan segar dan roti bakar untuk Ifa. Saat sudah sampai di tempat kerja Ifa, Bayu kembali berpesan pada sang istri.


"Mulai sekarang, kurangi naik tangga. Pakai saja lift. Hati-hati saat berjalan atau di kamar mandi. Jangan lari-lari. Jangan angkat yang berat-berat. Ja ..."


"Uda-uda. Iya Ifa tau kok kak. Ifa akan lebih hati-hati mulai sekarang. Kakak fokus saja di pekerjaan kakak. Jangan sampai melamun lagi seperti kemarin. Kak Bayu harus professional dan jadi ayah yang membanggakan baby twin kita."


"Baiklah ... Sayang, anak-anak papa yang pintar. Jangan menyusahkan mama kalian ya." Ucap Bayu sambil mengusap lembut perut Ifa. Ifa sampai terharu melihatnya.


"Iya papa." Ucap Ifa sambil menirukan suara anak kecil.


Kemudian Ifa pun segera masuk ke tempat kerjanya. Sedangkan Bayu dengan senyum yang masih merekah segera menuju ke kantornya. Para pegawai wanita yang melihat itu cukup terpesona. Anai saja Bayu masih sendiri, pasti Bayu akan jadi incaran para karyawan wanita di kantor. Sesampainya Bayu di kantor, dia berpapasan dengan Setya yang juga baru datang.


"Apa ada berita baik? Senyummu itu sudah membuat keributan pagi-pagi begini." Tanya Setya bingung. Padahal, dia masih ingat betapa murungnya Bayu kemarin. Dan sekarang suasana hati Bayu seperti berbalik 180°.


"Apa?" Tanya Setya penasaran.


"Coba kau tebak. Hehe."


"Cepata katakan saja. Aku malas berputar-putar denganmu." Seru Setya kesal, karna Bayu tak langsung memberikannya jawaban.


"Saat ini ... Istriku Ifa ... Dia ... Sedang hamil.!!"


"Wah. Serius?! Kau mau jadi seorang ayah dong! Selamat ya!" Seru Setya yang juga merasakan kebahagiaan Bayu. Dia memeluk Bayu dengan senyum lebar.


"Iya! Makasih. Aku juga akan mendo'akanmu supaya cepat menyusulku dan Ifa." Ucap Bayu tulus.


"Ya. Itu harapan dan do'a kita semua." Jawab Setya dengan senyum di wajahnya.


Di kantor Ifa saat ini, dia sedang dilema untuk memberitahu Intan akan kehamilannya atau tidak. Dia sebenarnya ingin memberitahu Intan. Tapi, dia juga takut itu akan melukai Intan. Karna, sebelum ini dia dan Intan sama-sama sedang mendambakan malaikat kecil dalam hubungan rumah tangga mereka. Akhirnya, Ifa memutuskan untuk merahasiakannya dari Intan sementara waktu dulu.


Siang harinya, seperti yang dikatakan Bayu, dia pergi ke tempat kerja Ifa untuk mengajak sang istri makan siang bersama.


"Apakah mual-mualnya uda reda?" Tanya Bayu saat Ifa sudah memasuki mobil.


"Sudah kok kak. Buah yang dibawakan mama tadi juga sudah habis." Jawab Ifa dengan senyuman.


"Sekarang, kamu mau makan apa" Tanya Bayu perhatian.


"Hm, Ifa mau gado-gado." Ucap Ifa dengan mata berbinar.


"Baiklah. Yuk.."

__ADS_1


...****************...


Malam harinya di rumah Intan dan Setya, saat makan malam Setya mengungkit kehamilan Ifa pada Intan. Setya, kira Ifa sudah memberitahu Intan tentang kahimalannya, karna mereka sahabat.


"Sayang, seharian ini Bayu heboh sekali di kantor. Dia terus tersenyum lebar mengingat kalau dia akan menjadi seorang ayah. Apalagi, baby twin. Ifa juga pasti terus menghubungimu kan?" Tanya Setya dengan antusias.


"Ifa hamil?! Kenapa Ifa gak mengatakannya padaku?!" Seru Intan bingung.


"Ifa belum mengabarimu?" Tanya Setya memastikan.


"Iya kak. Hm.. Ada apa ya?" Gumam Intan bingung. Padahal dia sangat bahagia mendengar kabar itu.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Mungkin, Ifa masih sibuk. Atau dia masih mau cari momen untuk memberitahumu." Ucap Setya lembut.


"Iya, mungkin saja.."


Malam harinya, Intan tak bisa tertidur. Tiba-tiba ada perasaan sedih yang menyusup ke hatinya. Ia memang sangat bahagia dengan kehamilan Ifa. Tapi, tak dapat dipungkiri kalau dia merasa iri. Karna, dia sendiri belum diberikan amanah oleh Tuhan untuk mengandung. Tak disangka, air mata keluar dari mata Intan. Dia segera bangkit untuk ke kamar mandi. Agar tak membangunkan Setya.


"Kenapa aku jadi cengeng begini sih?! Harusnya, aku bahagia untuk Ifa dong. Kamu jahat sekali Tan." Gumam Intan dengan derai air mata. Perasaan iri yang ia rasakan saat ini membuatnya merasa sangat buruk.


"Sayang ..." Panggil Setya yang juga terbangun. Dia langsung masuk saja ke kamar mandi, karna tak dikunci oleh Intan. Intan sampai terlonjak kaget melihat Setya masuk ke kamar mandi.


"Lho sayang, kenapa kamu menangis?! Ada apa?! Ada yang menyakitimu?! Katakan padaku, aku akan ..."


"Intan gak apa-apa. Hikss.." Seru Intan sambil memeluk Setya erat. Dia menumpahkan kesedihannya pada Setya.


"Ada apa, sayang? Apa ada yang sakit? Atau ada yang menyakiti kamu? Katakan padaku.. Ku mohon. Jangan menangis seperti ini.." Ucap Setya lembut.


"Maafkan Intan ya kak. Maafkan Intan karna belum bisa jadiin kak Setya seorang ayah seperti kak Bayu. Intan ..."


"Sshhtttt ... Apa sih sayang?! Jadi karna itu kamu menangis begini?" Tanya Setya terkejut. Dia menatap mata sembab Intan yang jelas memancarkan kesedihan. Intan mengangguk dengan lemah.


"Sayang. Aku sama sekali gak mempersalahkan itu. Aku tadi hanya menceritakan kebahagiaan Bayu padamu. Tapi, aku sama sekali gak meyalahkan kamu ..."


"Tapi, kak Setya juga pasti ingin segera punya anak juga kan? Kita uda menikah hampir satu tahun ..."


"Sayang, dengarkan aku baik-baik. Memang benar aku juga ingin jadi seorang ayah. Dan aku rasa semua laki-laki yang sudah menikah juga mendambakan hal yang sama ... Tapi, aku sama sekali gak mempersalahkan itu. Apalagi menyalahkanmu atau menuntutmu untuk segera hamil juga ... Kenyataannya ada yang menikah lebih lama dari kita dan belum diamanahi Tuhan momongan juga ... Aku bisa menunggu, satu tahun, sepuluh tahun atau bahkan disisa umurku. Aku menikahimu bukan hanya untuk mendapatkan anak. Tapi, aku memang ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, sayang.." Ucap Setya lembut dan penuh pengertian.


"Intan juga ingin menghabiskan sisa hidup Intan bersama kak Setya ..." Jawab Intan sambil menatap Setya penuh keyakinan.


Kemudian, Setya membawa Intan ke dalam pelukannya. Kini dia tahu alasan Ifa tak memberitahu Intan akan kehamilannya. Karna, itu akan membuat Intan merasa sedih seperti sekarang ini.


"Sudah yuk, tidur lagi." Ucap Setya sembari membimbing Intan untuk kembali ke tempat tidur.


"Sudah ya, kamu jangan berpikir macam-macam. Dan tidur lagi." Ucap Setya sambil mengusap rambut panjang Intan yang tertidur di dekapannya.


"Ehm, kak Setya mau tidur?" Tanya Intan malu-malu. Setya paham dengan gerak-gerik sang istri.


"Sebenarnya sih iya. Tapi, bisa ditunda sih. Sekarang melayani istriku, sepertinya lebih penting." Ucap Setya dengan nada menggoda. Intan sampai tersipu dibuatnya.


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Gaess.. Kalau waktu Ramadhan kalian request update chapternya di jam sahur atau berbuka? Hehe..

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2