Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Masalah perusahaan


__ADS_3

Lima hari kemudian, setelah keadaan Intan dan Ifa benar-benar pulih, akhirnya mereka sudah diperbolehkan untuk pulang. Hanya saja untuk Intan benar-benar dia tak boleh kecapekan dan terlalu banyak pikiran.


Sebelumnya, Ifa sudah tau kalau Intan sempat mengalami pendarahan karna terlalu terkejut setelah mengantarkannya ke ruang operasi untuk bersalin. Ifa merasa sangat bersalah pada Intan, tapi Intan juga sudah meyakinkan pada Ifa untuk tak memikirkannya, karna nyatanya keadaannya dan bayinya baik-baik saja sekarang.


"Hati-hati ... Kamu mau minum atau makan sesuatu sayang?" Tanya Setya lembut setelah menuntun Intan untuk duduk di sofa ruang tengah.


"Hmm. Aku ingin ice cream coklat kak. Yang kotak besar itu.." Pinta Intan dengan mata berbinar.


"Baiklah. Kamu tunggu di rumah sama mama dan bunda ya. Aku belikan dulu ... Bunda, mama nitip istri Setya yaa.." Ucap Setya sambil mengusap lembut puncak kepala Intan dan senyum pada kedua ibunya.


"Kamu tenang saja. Tanpa kamu minta, kami pasti akan menjaga Intan dan calon cucu kami." Jawab mama dengan senyuman. Setyapun tersenyum mendengarnya. Dia bisa merasa lega untuk meninggalkan Intan.


Hari itu Setya sengaja ambil cuti kerja untuk menjemput sang istri. Begitupun juga dengan Bayu. Kemudian, Setya segera bergegas menuju supermarket untuk membelikan pesanan Intan. Saat sudah membelikan pesanan Intan dan akan pulang, Setya mendapatkan telpon dari sang papa.


"Hallo Pa, Assalamu'alaikum. Ada apa?" Tanya Setya setelah mengangkat telpon dari papanya.


"Wa'alaikum salam. Apakah kamu sudah menjemput Intan? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya papa perhatian.


"Sudah pa. Intan sudah baik-baik saja. Sekarang dia ada di rumah bersama mama dan bunda. Setya sedang membelikan ice cream keinginan Intan di supermarket sekarang." Jawab Setya memberitahu.


"Syukurlah kalau begitu ... Hm, Setya. Pulang dan antarkan ice creamnya pada Intan ... Lalu ..."


"Ada apa pa? Kenapa papa ragu-ragu begitu? Papa ingin mengakatan apa pada Setya?" Tanya Setya bingung.


"Haahh.. Memang papa harus memberitahu kamu. Segeralah pulang dan datang ke kantor. Ada yang ingin papa sampaikan padamu." Ucap papa dengan suara lesu.


"Ada apa pa? Apa ada masalah?" Tanya Setya mulai curiga dengan nada suara sang papa.


"Datanglah dulu. Papa akan memberitahumu setelah kamu sampai di perusahaan."


"Baiklah kalau begitu. Setya akan segera datang." Jawab Setya sebelum mengakhiri panggilannya dengan sang papa.


"Ada apa ya dengan papa? Apa yang mengganggunya? Apakah ada masalah?" Gumam Setya selama perjalanan. Dia segera bergegas untuk pulang dan bersiap menuju ke perusahaan.


"Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikum salam. Mana ice cream Intan?" Tanya Intan dengan mata berbinar setalah melihat sang suami sudah pulang.


"Ini ... Makan sepuasnya, kalau kurang kamu katakan padaku yaa.." Ucap Setya lembut yang diangguki oleh Intan.


"Mama, bunda. Bisakah kalian disini dulu? Setya harus ke perusahaan sekarang. Setya masih khawatir kalau harus meninggalkan Intan seorang diri." Pinta Setya pada kedua ibunya.


"Tentu saja. Tapi, ada apa di perusahaan? Bukannya kamu sedang cuti hari ini?" Tanya mama bingung.

__ADS_1


"Hm, tadi papa menghubungi Setya. Katanya ada yang mau dikatakan pada Setya."


"Apakah ada masalah kak?" Tanya Intan khawatir.


"Aku masih belum tahu. Tapi, kamu jangan terlalu banyak pikiran. Kamu santai saja di rumah bersama mama dan bunda. Aku akan segera kembali." Ucap Setya menenangkan Intan, dia gak ingin Intan banyak pikiran lagi.


"Baiklah. Intan akan ambilkan baju dulu ..."


"Gak usah. Aku akan bersiap sendiri. Kamu makan ice creamnya saja. Nanti keburu cair." Ucap Setya dengan lembut.


"Ok. Kakak hati-hati yaa.." Ucap Intan dengan senyum lembut.


...****************...


Beberapa saat kemudian, akhirnya Setya sampai di kantor. Dia segera menuju keruangan sang ayah dengan lengkah cepat.


Tok ... Tok ... Tok


"Masuk!"


"Asaalamu'alaikum pa. Sebenarnya apa yag terjadi?" Tanya Setya setelah memasuki ruangan kerja papanya.


"Wa'alaikum salam. Duduklah dulu." Ucap papa pada putranya. Setya jelas sekali melihat ekpresi tertekan pada wajah papanya. Senyum yang dikeluarkan papa juga terlihat dipaksakan.


"Benar. Sebenarnya ada masalah. Proyek baru yang sedang kamu lakukan akhir-akhir ini sedang diambang kegagalan. Kita butuh dana yang cukup besar untuk proyek itu, tapi ... Manager yang kita percayai untuk mengelola keungan proyek itu melarikan diri dengan uang dana proyek ... Papa sudah menghubungi polisi dan intelejen untuk mencari orang itu. Tapi, dia seperti menghilang di telan bumi ... Dan karna masalah ini, kita mengalami kerugian yang cukup besar, bahkan mempengaruhi saham perusahaan ..." Ucap papa dengan lesu dan frustasi.


"Ada masalah sebesar ini, kenapa papa gak memberitahu Setya dari awal?" Tanya Setya tak habis pikir.


"Mana bisa papa kasih tau kamu. Kamu sedang fokus merawat Intan beberapa hari ini. Papa gak ingin mengganggumu dan berusaha menyelesaikan ini sendiri. Tapi, ternyata papa belum bisa." Ucap papa dengan eksprsi sendu.


"Papa tenang saja sekarang, Setya akan pikirkan cara agar proyek ini tetap bisa berjalan agar saham perusahaan juga bisa normal lagi. Setya juga akan memberitahu Bayu tentang masalah ini .. Tapi pa, Setya mohon ke papa jangan memberitahu ini pada Intan. Setya tak ingin membuatnya banyak pikiran lagi dan sampai mempengaruhi kandungannya lagi." Pinta Setya pada sang papa.


"Ya. Papa mengerti. Semoga kita semua bisa melewati masa krisis ini." Ucap papa penuh harap.


Setelah itu Setya segera menuju ke ruangannya dan duduk di meja kerjanya. Disana ada foto keluarga dan foto pernikahannya dengan Intan.


"Sayang, maaf aku harus merahasiakan masalah ini padamu. Aku tak mau membuatmu khawatir." Gumam Setya sambil mengelus foto Intan dengan lembut.


Kemudian, Setya segera menghubungi Bayu untuk berdiskusi dengannya. Bayu juga sama terkejutnya dengan Setya. Dia juga terpaksa harus meninggalkan Ifa dan kedua putranya untuk menuju perusahaan dan membahas strategi lebih lanjut dengan Setya. Sampai tak terasa jam pulang kerja sudah berlalu.


"Bay, aku gak tau apakah kau akan mengatakan masalah ini pada Ifa atau tidak. Tapi, jika kau akan mengatakan pada Ifa. Tolong beritahukan dia untuk merahasiakan ini dari Intan. Kamu tahu kan kondisi Intan? Aku gak ingin membuatnya banyak pikiran lagi." Pinta Setya pada Bayu.


"Kau tenang saja. Aku mengerti. Kita harus selesaikan masalah ini secepatnya. Agar tak banyak pihak yang dirugikan." Jawab Bayu dengan bijak.

__ADS_1


"Terima kasih Bay. Walaupun, kita sibuk. Kita usahakan pulang tepat waktu. Kita sambung pekerjaan di rumah. Aku harus menemani Intan di rumah. Dan aku tahu kalau kamu juga tak ingin jauh-juah dari baby twin."


"Kamu benar. Aku sepakat dengan usulmu." Jawab Bayu sepakat.


Setelah itu mereka segera pulang ke rumah masing-masing. Papa hari itu juga ikut ke rumah Setya, sekalian untuk menjemput mama. Di rumahnya sudah ada ayah, Dika dan Tasya.


"Assalamu'alaikum ..."


"Wa'alaikum salam." Jawab semuanya saat Setya dan pap sampai di rumah.


"Bagaimana keadaanmu sayang? Tadi ice creamnya kurang gak?" Tanya Setya mendekati sang istri dan mengusap puncak kepalanha dengan lembut.


"Aku baik-baik saja kak. Tadi, aku nitip Dika untuk belikan lagi. Hehe." Jawab Intan dengan senyuman.


"Pa, apa ada masalah di perusahaan? Kenapa tadi papa meminta Setya ke kantor padahal dia sedang cuti?" Tanya mama pada sang suami. Papa menatap Setya yang juga menatapnya.


"Enggak ada kok ma. Hanya ada dokumen yang perlu Setya periksa tadi." Jawab papa berbohong. Dia tak bisa mengatakannya di depan Intan saat itu.


"Oh, mama kira ada masalah yang terjadi ... Syukurlah kalau gak terjadi sesuatu."


Intan menatap sang suami diam-diam. Dapat dia lihat sorot mata Setya tak terlihat seperti biasanya. Bahkan, senyum di wajahnya juga tak terlihat baik-baik saja.


Apakah benar tak terjadi apa-apa? Tapi, kenapa seperti ada yang aneh dengan sikap kak Setya?!


Dan kalau benar terjadi sesuatu, kenapa kak Setya tak mengatakannya padaku? ...


.


.


.


Bersambung..


...----------------...


Maaf ya semua, kalo author kasih masalah lagi. Habis author bingung mau dibuat gimana nih kelanjutan ceritanya.


Kalo langsung lahirannya Intan juga kecepeten. Akhirnya, muncullah ide untuk masalah baru ini. Semoga gak mengecewakan yaa🙏


Mungkin kalo ada yang mau request ato saran kelanjutan kisahnya, sangatttt boleehhh... Gak ada larangan, bahkan author akan sangat berterima kasih..


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2