Cinta Terbaik

Cinta Terbaik
Jangan menguncir rambutmu..


__ADS_3

.. Hari Ujian ..


"Bagaimana, sudah siap ujiannya sayang?" Tanya bunda saat Intan sarapan.


"Bismillah, Intan sudah siap bunda. Semoga hasil belajar Intan selama 2 minggu ini membuahkan hasil yang bagus." Jawab Intan dengan senyuman.


Jujur saja, sebenarnya Intan tentu masih sedikit cemas. Tapi, mengingat 2 Minggu ini Ia sudah cukup memforsir dirinya untuk belajar. Ia berharap hasilnya bisa sesuai dengan usahanya.


Setelah sarapan, Intan bergegas pamit untuk berangkat. Tentu saja dijemput oleh Setya. Intan sudah tersenyum senang saat akan keluar rumah, sampai saat dia di depan pintu dia melihat wajah Setya yang terlihat gelisah. Intan menjadi sangat bingung dengan sikap Setya itu.


Apa yang menganggu kak Setya belakangan ini?


Kenapa dia selalu terlihat gelisah seperti itu?


Dan kenapa kak Setya tak mau membaginya denganku?


Intan memandang Setya dengan perasaan sedih. Karna, ia tahu bahwa Setya tengah menyembunyikan sesuatu sampai dia menjadi seperti itu. Intan meyakinkan pada dirinya, kalau mungkin Setya masih membutuhkan waktu untuk berpikir.


Setelah itu Intan menghampiri Setya dengan wajah yang dia buat ceria. Begitu pun juga dengan Setya, saat melihat Intan senyum lebar segera muncul di wajahnya.


Aku tak mau dia khawatir ... Intan-Setya.


"Sudah siap untuk pertempuran tuan putri?" Tanya Setya memastikan.


"Tentu pangeran. Aku percaya hasil tak akan menghianati proses." Jawab intan dengan senyuman.


Kemudian, keduanya segera menuju ke sekolah. Setya mengantarkan Intan sampai ke dalam kelasnya. Bahkan, dia juga menemani Intan sampai bel berbunyi.


"Kakak gak kembali ke kelas kakak?" Tanya Intan bingung, karna melihat Setya malah ikut duduk di sebelahnya.


"Kelas kita berdampingan. Aku tak akan terlambat menuju kelas ku. Aku masih ingin menghabiskan waktuku bersamamu." Goda Setya dan itu membuat Intan tersipu.


"Wah, pagi-pagi kalian uda berduaan terus sih!" Seru Ifa yang baru datang bersama Bayu. Ifa segera duduk di depan Intan, sedangkan Bayu berdiri disamping Setya.


"Apakah kau sudah siap?" Tanya Intan pada Ifa.


"Huaa ... Aku masih sangat takut. Aku takut soal ujian nanti lebih sulit sampai aku gak bisa mengerjakannya. Bagaima dong?!" Keluh Ifa yang merasa gugup.


"Kamu pasti bisa. Kamu sudah belahajar keras selama ini." Ucap Bayu sembari mendekati Ifa untuk mengelus lembut rambutnya. Ifa mendongak menatap Bayu, kemudian ia melingkarkan tangan dan menyandarkan kepalanya di tubuh Bayu.


Ting-Nong ... Ting-Nong

__ADS_1


Bel masuk berbunyi. Semua murid yang masih berada di luar kelas segera berhambur memasuki kelas. Setya sendiri sudah bersiap untuk kembali ke kelasnya. Bertepatan dengan itu Irhas datang dan segera duduk di samping Intan. Setya menatap tajam pada Irhas seperti memberi peringatan. Melihat tatapan tajam Setya, Irhas malah tersenyum. Senyum yang menjengkelkan bagi Setya.


"Aku pergi dulu ya. Semangat mengerjakan ujiannya." Ucap Setya lembut pada Intan sebelum dia pergi.


"Siap. Kakak juga yaa." Jawab Intan dengan senyum lebarnya.


Saat Setya akan keluar dia menatap Irhas dengan tajam sekali lagi. Dan sama seperti sebelumnya. Irhas terlihat santai dan menyeringai. Bayu juga mengamati dari tempat duduknya. Dia seakan bisa merasakan kegelisahan Setya.


Ada apa dengan dengan kak Setya ya? Kenapa dia menatap kakak disampingku ini seperti itu?


Hmm ... Apakah kak Setya cemburu, seperti pada Toni sebelumnya?


Tapi, kenapa aku melihat ini lebih dari cemburu ya? Ah ... Apapun itu aku akan menjaga jarak dengan kakak disebelahku ini, lagipula dia terlihat aneh juga.


Intan sedari tadi yang mengamati Setya, ia mengetahui ada perbedaan ekspresi saat Setya bertemu dengan Irhas. Walau tak tahu pasti apa penyebabnya Intan berinisiatif untuk menjaga jarak aman saja.


Setelah itu Setya keluar kelas. Intan tak mengedarkan pandangan ke isi kelas. Ia cukup terkejut saat melihat hampir semua kakak kelas di dalam kelas itu memperhatikannya.


Ada apa dengan semua kakak kelas ini? Kenapa mereka seperti memperhatikanku?


Hm ... Mungkin hanya perasaanku, mungkin mereka melihatku dan Ifa karna pacaran dengan kak Setya dan kak Bayu..


Tapi, kenapa aku merasa ada yang berbeda dari tatapan mereka ya?


Waw, lehernya sangat jenjang dan putih ...


Irhas memulai pikiran kotornya. Dia terpana dengan leher Intan yang menurutnya sangat indah. Intan tak menyadari kalau dia diawasi, karna ia ingin fokus untuk mengerjakan soal ujian saja.


Bayu memperhatikan gelagat Irhas dari jauh. Dia menyadari bahwa Irhas memperhatikan Intan yang sedang menguncir rambutnya dengan tatapan yang aneh. Ia yakin saat ini pasti Irhas sudah berpikiran kotor.


Setelah menguncir rambutnya, Intan segera mengerjakan soal ujian dengan fokus. Bayu juga mau tidak mau harus fokus untuk mengerjakan soal ujiannya sendiri. Irhas juga mulai mengerjakan ujiannya, namun sesekali dia memandangi Intan.


Semakin dilihat pacar Setya ini cantik juga ...


...****************...


Akhirnya, ujian hari pertama selesai. Bagi Intan Irhas masih terlihat biasa saja, tanpa tahu kalau sebenarnya Irhas sudah memperhatikan bahkan memfotonya diam-diam untuk memuaskan hasrat pribadinya.


Setelah ujian selesai, Bayu segera mengirim pesan pada Setya untuk melaporkan tindakan Irhas pada Intan. Saat membaca pesan Bayu, tentu saja Setya merasa sangat marah. Dia mengepalkan tangan dengan kuat untuk menahan emosinya.


Setelah kelas bubar Setya segera menuju kelas Intan. Dia melihat Intan tengah mengobrol dengan Ifa dengan rambut dikuncir kuda dan Irhas memperhatikan itu seperti yang Bayu katakan.

__ADS_1


"Yuk pulang!" Ajak Setya dan langsung menarik tangan Intan tanpa menunggu jawaban dari Intan.


Ifa yang melihat itu juga merasa bingung. Karna, ia melihat raut wajah Setya tak seperti biasanya, kali ini ia terlihat kesal.


"Ada apa dengan kak Setya?" Ucap Ifa pelan.


"Sangat protektif. Ini lebih mengasyikkan." Ucap Irhas dengan seringainya. Ifa yang tak sengaja mendengar ucapan Irhas, reflek menatap Irhas dengan pandangan bertanya.


"Ada yang mau kau tanyakan, cantik?" Goda Irhas sambil mendekati Ifa dengan pandangan yang menjijikkan bagi Ifa.


"Berani kau menyentuhnya. Akan ku patahkan tanganmu!" Seru Bayu yang tiba-tiba datang menghadang langkah Irhas yang akan mendekati Ifa.


"Heh.. Kalian berdua sangat mirip. Aku akan pergi. Sampai jumpa." Seru Irhas sebelum pergi meninggalkan Bayu dan Ifa.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Bayu khawatir.


"Aku tidak apa ... Ada apa dengannya kak? Aku tadi mendengar hal aneh darinya." Tanya Ifa bingung, jujur saat Irhas menatapnya sebelumnya ia merasa jijik sekaligus takut. Bayu tidak menjawab, namun ia terus menatap Irhas dengan tajam.


"Kak ada apa?! Ceritakan padaku!" Seru Ifa menuntut. Bayu menghela nafas panjang.


Di lain sisi, sebelumnya Setya menggenggam tangan Intan dengan erat. Langkah kakinya mengarah ke taman belakang tanpa ia sadari. Karna, tadi ia hanya ingin segera menjauhkan Intan dari Irhas saja. Intan sebenarnya bingung kenapa Setya seperti ini. Tapi, Intan memutuskan untuk tak bertanya dan membiarkan Setya membawanya.


Para murid yang masih belum pulang tentu menjadikan itu tontonan. Dimata orang lain mereka terlihat sedang mesra, namun sebenarnya keduanya sedang kalut dengan pemikiran mereka masing-masing.


Setelah sampai di taman belakang, Setya melepaskan genggaman tangannya dan menatap ke arah Intan. Ia berjalan mendekati Intan. Karna sedari tadi Setya hanya diam dan terlihat kesal, Intan pun reflek melangkah mundur saat Setya mendekatinya.


"Kak Setya, kenapa?" Tanya Intan bingung, ia menatap Setya dalam seakan mencari jawaban.


Setya tak menjawab dan terus mendekati Intan. Setelah jaraknya dengan Intan semakin dekat, ia mengulurkan tangannya pada Intan. Intan reflek menutup matanya sedikit ketakutan. Tiba-tiba rambutnya yang terkuncir kembali tergerai. Intan menbuka mata dan menatap Setya yang berdiri tepat dihadapannya.


"Jangan menguncir rambutmu." Ucap Setya pelan namun sorot matanya terlihat tegas.


"Ada apa sebenarnya dengan kakak?!" Seru Intan tegas. Ia menatap Setya dengan tajam menuntut jawaban.


"Maaf ..." Ucap Setya menggantung.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2