
Katrina hanya terdiam ada rasa kesal dihatinya. Tapi kini ia sudah bisa melupakan semuanya. Karna memang dulu Rayyan hanya menganggapnya seorang teman . Dan tak lebih
Emma yang baru sampai dirumah sakit Langsung mencari ruangan dimana Lian dirawat.
"' Sepertinya di sebelah sana " kata Emma yang berjalan sambil melihat sekelilingnya.
Dan matanya melihat Katrina yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Bu katrina " kata Emma yang melangkah cepat kearah katrina duduk.
" Kak Rayyan sudah disini " kata Emma yang kaget.
" Emma kau mengenalnya " kata Katrina menatap Emma seakan meminta jawaban .
" Dia .. kakaknya Lian bu " kata Emma menjelaskan .
" Hah.........oh my good " kata Katrina kaget tak menyangka temannya itu kakak dari Lian
" Kenapa kau terkejut ?" kata Rayyan sambil mengernyitkan alisnya .Sambil menatap Katrina . Yang tak percaya kalo dia adalah kakak dari Berlian.
" Oh ya Lian nya dimana ?" kata Emma
" Dia di dalam masuklah " kata Katrin pada Emma. Emma pun lalu masuk kedalam dan
....ups........" kata Emma yang kaget melihat keduanya tertidur berpelukan.
"' Shut .... sini " kata Dion yang duduk dengan Alex. Lalu Emma pun menghampiri keduanya.
" Kenapa kak Dion sudah ada disini ?" tanya Emma yang menatap Dion dan Alex
" Iya lah kan Dion yang mengurus mereka " jawab Alex yang menarik tangan Emma untuk duduk disampingnya.
" Siapa yang mengabari mu ?" kata Alex melirik Emma.
" Kak Dion bu , tadi pas sepulang bekerja Apa mereka baik baik saja " kata Emma.
" Ya hanya luka sobek sedikit , tapi mobilnya hancur Dan terbakar sepertinya ada orang yang sengaja menyabotase mobil bos Nathan .Dan tadi polisi sudah menanganinya " jelas Dion.
" Astaga ........ " kata Emma menutup mulutnya yang melongo karna tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Lalu ....bagaimana bisa mereka tahu" kata Alex
__ADS_1
" Lian menyelamatkan bos dan Lian juga yang mengendalikan mobil itu kearah yang sepi agar tak memakan korban..Dan Lian melompat hingga mengakibatkan kakinya tergores duri dan sobek " kata Dion lagi.
" Ya ampun..... untung mereka selamat .Trus bagaimana bisa mereka tahu rem mobil blong " kata Emma . Sambil mengusap dadanya.
"' Ya karna sebelumnya Lian sudah memperingati bos Tapi bos Nathan tak percaya . Dan mengira Lian bercanda . Tapi sekarang semua ditangani pihak kepolisian dan sedang diselidiki. " kata Dion.
Alex dan Emma membuang nafas kasar mendengar cerita Dion . Dan untungnya luka Nathan dan Lian tidak parah.
"' Tapi ngomong ngomong ...kenapa mereka bisa tidur......" kata Emma menggantung.
" Hei... apa kau tidak tahu kalo Lian punya hubungan dengan bosnya " kata Alex menatap Emma. Yang dijawab gelengan oleh Emma. Karna dia memang tak tahu apapun . Dan juga Lian tak pernah bercerita Mengenai hubungan nya dengan bosnya.
" Shut ......." kata Dion yang melihat Nathan bergerak dari atas tempat tidur dan lalu terbangun karna mendengar suara berbisik bisik yang mengusik kupingnya.
Nathan pun bangun sambil memperbaiki selimut Lian. Lalu ketika berbalik.
" Kalian......." katanya kaget melihat ketiganya sedang duduk santai yang sedari tadi melihat keduanya yang tidur
"' Apa kami menganggu bos " tanya Dion .
" Tidak aku hanya kaget......" kata Nathan .
" Yang lalu mengambil sebotol air meneral diatas meja dan meneguknya sampai tandas.
" Gimana cerita nya , ceritakan apa yang terjadi " kata Alex yang menatap Nathan yang sudah duduk dikursi. Sambil melirik Lian yang masih terlelap karna pengaruh obat penenang.
" Panjang ..... besok aku akan menceritakan nya semua. Sekarang aku ingin kekantor polisi memberikan bukti Dion ayo ikut " Kata Nathan yang berdiri.
" Besok saja Nat, lihat kau belum menganti pakaian mu . Kau seperti pemulung saja kalo seperti itu. Apa kau tak malu kekantor polisi dengan baju sobek dan kucel begitu " kata Alexa . menatap Nathan.
" Iya bos masih banyak waktu yang penting semuanya sudah ditangani " kata Dion.
" Ya baiklah " kata Nathan yang lalu melihat Lian masih terlelap. Karna ia tahu pasti obat penenangnya cukup efektif saat tadi menjahit kaki Lian yang sobek cukup dalam.
" Apa lukanya dalam pa " kata Emma yang melihat perban dikaki Lian sampai lutut Yang tersingkap selimut . Karna celana panjang Lian harus digunting ketika para medis menanganinya
" Ya dia tersangkut kawat berduri " kata Nathan seraya melirik Lian kembali . Karna tak tega melihat Lian terluka.
Tak lama Rayyan pun masuk bersama Katrina yang membuat Nathan kaget karna Calon kakak iparnya itu juga datang.
" Rayyan bagaimana kau bisa tahu ?" kata Nathan
__ADS_1
" Ck......kau ini bagaimana bisa kau bisa membuat adikku celaka " kata Rayyan menatap Nathan tajam.
" Maaf ......kami tak tahu kalo mobilnya disabotase orang. Dan aku janji akau mengusut semuanya sampai tuntas .Dan memberinya pelajaran yang pantas "kata Nathan yang terlihat kesal.
" Bagus ...... itu yang kutunggu, Sekarang kalian pulang lah biar aku dan Emma yang menunggu nya disini " kata Rayyan
Yang membuat Nathan tak percaya kalo Rayyan mengusirnya .
" Hei...... ngak bisa aku mau menunggunya Aku........ " kata Nathan
" Pulanglah biar Berlian istirahat dengan tenang dia sudah aman kalian tak perlu khawatir Kalian bisa kesini lagi besok " kata Rayyan. memotong perkataan Nathan
" Baiklah ayo kita pulang Alex, Dion Nathan " kata Katrina .Yang mengajak semuanya untuk pulang . Agar Lian bisa istirahat.
" Kalian saja pasti kalian sudah lelah biar aku disini dulu " kata Nathan yang tak mau pulang .
" Nat....... sudah ada kakaknya yang menjaga juga Emma . Kau juga butuh istirahat lihat dirimu " kata Katrina.
" Nona Katrina benar bos sudah ada tuan Rayyan dan Emma besok kita akan kesini lagi bos " kata Dion.
"' Iya dia benar , lihat dirimu yang lusuh apa kau tak ingin mandi dan istirahat dirumah. Lian akan baik baik saja disini " kata Rayyan yang menyilangkan tangannya didada Sambil menatap Nathan . dengan lengan baju yang sobek juga celananya.
Nathan terdiam sejenak. Lalu menatap Lian Yang belum sadar. yang membuatnya tak tega meninggalkan gadis pujaannya itu. Tapi mengingat Rayyan ada disitu mau tak mau ia pun harus pulang untuk membersihkan diri.
" Baiklah ayo kita pulang " kata Nathan . Yang akhirnya berubah pikiran. Karna tak mungkin ia harus berdebat dengan Rayyan. Karna Lian butuh ruang untuk bisa istirahat dengan tenang.
" Baiklah ....... kami pulang Ray.... titip jaga Berliana untuk saudaraku " kata Katrin seraya menatap Rayyan.
" Dia adikku itu sudah kewajibanku pergi lah " kata Rayyan .
" Kami permisi tuan " pamit Dion.
" Ya terimakasih sudah perduli " kata Rayyan basa basi . Lalu mereka berempat pun keluar dari ruang rawat Lian.
" Emma pulang lah !! Biar kakak yang menjaga Lian .Kau bisa istirahat pulang karna kau pasti juga lelah kan pulang bekerja " kata Rayyan .
" Tapi kak ...." kata Emma bingung.
" Nanti Ayse akan kesini kau temani Grace dirumah. Karna Ayse ngak bekerja biarkan Ayse yang menjaganya . Kakak juga akan pulang setelah Lian sadar " kata Rayyan .
" Baik kak " Kata Emma. Yang memang juga lelah. Lalu berpamitan dan pulang menuju mansion Rayyan
__ADS_1
Sedangkan Grace kaget ketika Ayse memberitahu kan Lian kecelakaan.
" Kamu serius ay......." kata Grace tak percaya. Sedangkan Ayse sedang merapi kan baju Lian Untuk dibawa kerumah sakit.