
Malam nya Lian dan Nathan keluar pergi ke mansion Rayyan karna ingin makan salad buatan sang bunda . Yang diminta nya sore tadi
Lalu kedua pun menyempatkan mampir toko roti untuk membeli roti dan juga buah untuk di bawa kemansion sang kakak
" Ada lagi sayang " kata Nathan yang memakai kaca mata Untuk menyamarkan penampilannya ketika di toko roti Agar tak dikenali begitu juga Lian Yang memakai tudung kepala Karna tak ingin dikenali siapapun .
" Sudah cukup ayo pulang " kata Lian
Setelah itu keduanya pun pulang dan ketika berniat mengisi bensin mobil Nathan yang turun Langsung di todong seorang pria dengan sebilah pisau
" Berikan dompet mu "kata pria itu mengacam Nathan .Lian yang ikut turun Dan berada tak jauh dari Nathan pun menatap dua pria itu penuh selidik
" Cepat " kata pria itu membentak
" Bagaimana kalo aku tak mau " kata Nathan.
" ****..... " kata pria itu . Yang langsung ingin menusuk Nathan Dan Nathan cepat menghindari nya
Lian yang berdiri tak jauh dari Nathan pun siaga Ketika teman si pria mendekati nya .
Dan pria itu ingin menangkap Lian Namun Lian lebih dulu menyerangnya dan lalu menendang nya . Pria itu cukup kaget ketika Lian cukup brani melawan nya . Dan ia pun cepat bangun dan menyerang Lian
Perkelahian pun terjadi dan Nathan tersenyum ketika sang istri bergerak lincah menghajar pria itu dalam hitungan menit Begitu juga Nathan .Dan tak lama
Kedua pria itu terkapar di tanah
" Tuan nona, trimakasih sudah melumpuhkan mereka " kata pemilik toko roti datang menghampiri keduanya Yang sudah lama di ganggu dua preman itu Dan tak lama polisi datang menangkap ke dua pria itu Yang memang sedari tadi di perhatikan oleh si pemilik toko roti.
" Apa mereka sering menganggu ?" tanya Lian
" Iya nona mereka preman yang berada di wilayah ini Dan suka memeras kami dan setiap di polisi datang mereka kabur dan bersembunyi Lalu datang lagi lain waktu " kata pemilik toko
__ADS_1
" Ya tuhan ...... ya sudah sekarang nyonya aman kami pergi dulu " kata Nathan
" Ya tuan trimakasih nona trimakasih semoga perjalanan kalian menyenangkan " kata wanita paru baya itu .Karna memang toko itu dipinggir jalan jauh dari toko yang lain Tapi Lian dan Nathan hanya ingin menghindari keramaian Dan juga membeli untuk Menolong pengejar dollar untuk menyambung hidup mereka..Tanpa harus menawar.
" Ayo berangkat are you okey nona Ana ?" kata Nathan
" I,m okey tuan Nathan seperti nya perjalanan kita terhambat sedikit " kata Lian tersenyum sambil masuk mobil
" Yah begitu lah nyonya Nathan " kata Nathan terkekeh dan mencium pipi Lian
" Fokus tuan kita sedang di keramaian . Bisa bisa kau menabrak orang " kata Lian tersenyum .
" Baik nyonya " kata Nathan tersenyum Lalu kembali fokus menyetir mobil nya Menuju mansion Rayyan .
Setiba nya disana terlihat sepi karna semuanya sedang berkumpul di ruang tengah Sedang asyik ngobrol Dan asyik menikmati cemilan Untuk merencanakan liburan ke paris .
" Hai ..... wah rupanya kalian disini pantas di depan sepi " kata Lian
" Kenapa lama ?" kata Rayyan
" Ada hambatan sedikit di jalan " jawab Lian Sambil meletakan keranjang buah dan kotak roti Yang mereka bawa..
" Paling preman jalanan " kata Rayyan Yang tahu pinggiran kota kadang banyak preman yang cukup meresahkan .Karna padat nya kota new york Dan akan lebih mengerikan lagi bila ada mafia.
" Ya begitulah " kata Nathan.
" Sebaiknya kau hindari keluar malam Nat Kalo tidak ada kepentingan Apalagi kita jauh dari permukiman .Kau tak ingin istri mu dalam bahaya kan " kata papah Bian
" Ya pah " kata Nathan yang lalu ikut duduk bergabung dengan para pria
" Iya nak, kalo butuh apa apa Lian bisa telpon sebelum Nathan pulang kerja jadi bisa beli sekalian . Lebih baik berhati hati dari pada kejadian " kata bunda menambahi .
__ADS_1
" Ya bun " kata Lian
Karna memang berpergian malam sangat rawan Dan mereka juga lebih suka melakukan aksinya di malam hari Karna suasana malam mulai sepi Dan lebih banyak berdiam dirumah karna rutinitas pekerjaan yang melelahkan
Nathan dan Lian pun menginap di mansion Rayyan Karna di manapun sama Mereka punya kamar sendiri Dan Lagi pula Rayyan tak pernah membatasi sang adik untuk tinggal di manapun Senyaman mereka menginap .Tampa mempermasalah kan hal kecil karna Lian adik satu satunya Dan tak ada perebutan warisan dan Harta karna keduanya saling berbagi ..
" Apa musuh nya sudah tuntas " kata papah Bian
" Ya sebagian pah, sebagian lagi masih samar . Mungkin sedang berkamuflase karna takut. Aku hanya mengurus yang mengacam nyawa saja . Kalo hanya perang mulut dan bisnis sih santai . Tapi yang bahaya ketika mereka melebihi batas kewajaran . Hidup punya musuh itu ngak aneh di jakarta dan disini sama. saja Kita tak memaksa orang untuk menyukai kita bukan begitu pah ?" kata Rayyan
" Kau benar semua orang punya saingan Dan bagaimana cara kita menyikapi persaingan itu Laku kan dengan cara yang baik dan benar .Rival adalah ujian untuk kita memacu kemampuan . Tapi kita juga harus jeli melihat sampai mana kemampuan kita. Kalo kita punya kwalitas kita pantas menang .Kalo tidak ya introspeksi diri saja Tak perlu arogan hidup ini di buat santai .Kita tak mencari musuh Dan ketika ada musuh kira tak perlu takut toh rezekinya sudah digariskan masing masing . " kata papah Bian
" Ya pah Rayyan tahu itu , oh ya apa papah jadi mengajak besan ke paris besok " kata Rayyan .
" Ya sekali kali menyenang kan teman itu wajar toh putranya sempat hadir dalam hidup kita. Cuma takdir nya saja berbeda " kata papah Bian yang ingin menjaga silahturahmi tetap terjalin baik pada mantan besan nya itu Layak nya keluargga Walau Lian sudah menikah lagi. Namun lebih baik banyak punya kerabat dari pada musuh. Karna kita tak pernah tahu hidup kedepannya .
" Ya pah Rayyan mengerti " kata Rayyan tersenyum yang tahu papah nya sangat banyak punya teman dan sahabat apa lagi sang bunda yang mengumpulkan orang orang kepercayaan nya dari teman teman masa mudanya .Untuk membangun bisnis nya sekalian membantu orang orang yang lemah dan orang tak punya.
Keduanya pun lalu kembali kekamar nya masing masing Untuk beristirahat . Sedang kan Lian dan Nathan sedang asyik mengobrol dikamarnya tentang perkerjaan tadi siang
" Lalu apa dia merayu mu " kata Lian ketika Nathan menceritakan tentang Laura.
" Tidak sempat karna Aku menyuruh Margaret menemaninya ngobrol .
" Apa kau tak tertarik padanya tuan Nathan dia kan seksi " goda Lian
" Cih ....... akan lebih seksi bila istri ku ini sedang bugil " kata Nathan terkekeh
" Ya ampun kenapa tuan Nathan sangat mesum " kata Lian manyun
" Aish ..... cup ..... " kau ini . Aku lebih suka mesum pada mu saja itu sudah cukup bagi ku aku tak tertarik pada yang lain " kata Nathan sambil lalu menoel hidung Lian Entah mengapa ia senang bisa ngobrol dengan istri kecilnya itu . Apa lagi ketika lelah memikir kan pekerjaan Nathan sangat senang tidur dipangkuan Lian berlama lama Seperti pria yang ingin disayang dan dimanja. Walau diluar sana orang mengenalnya cuek dingin dan angkuh. Tapi Nathan sosok pria hangat dan ramah juga romantis. .
__ADS_1