Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.

Deal Cinta Kontrak 1 Trilyun.
Bab 46 Terlambat...


__ADS_3

Nathan bingung harus menjawab apa..Karna tak mungkin ia berbohong pada grand pa.


"Em Liana.... eh .....Ana sudah pulang grand pa, Tadi pagi pagi sekali Nathan mengantar nya ke apartemen nya. Karna hari ini dia pergi kekampus " kata Nathan membuat alasan.


" Tapi kenapa ngak izin grand pa ?" tanya grand pa menatap Nathan penuh selidik


"Bagaimana bisa izin grand pa denganku saja tidak" bathin Nathan ngomel


" Anu grand pa , tadi buru buru takut telat, jadi Ana hanya titip.salam saja buat grand pa " kata Nathan gugup


" Ya sudah ayo sarapan " kata grand pa yang lalu duduk dikursinya.


Setelah sarapan Nathan bergegas berangkat ke kantornya. .Dia tak sabar bertemu Lian . Karna tadi malam Lian sudah meninggalkan nya begitu saja. Membuatnya bingung berhadapan dengan grand pa. Namun sesampainya dikantor Lian belum ada disana


Kantor masih sepi


"'Astaga .......dia kemana sih " guman Nathan .


Yang lalu duduk manis dikursinya. Sambil menunggu Lian datang ia pun membuka laptopnya.


Sedangkan di hotel Lian masih terlelap di atas ranjang.


" De......ngak kekantor sudah siang lho " kata Rayyan Yang meletakan sarapan diatas nakas untuk Lian.


Lian mengusap matanya dan lalu meraih ponselnya .Untuk melihat waktu.


" Astaga........ya Allah.......ih kak Ray kenapa ngak bangunin Lian sih , yah.......telah nih " kata Lian yang beranjak dari ranjang dan buru buru kekamar mandi. Sepuluh menit kemudian ia sudah keluar dengan pakaian yang sama karna lupa membawa pakaian.


" Aduh mana aku lupa bawa baju ya , kak ayo antar pulang ke apartemen. Lian lupa bawa pakaian untuk ngantor " kata Lian dengan wajah panik.


" Dari tadi sudah kakak ingat kan tapi masih saja merem , kebiasaan deh " omel Rayyan .Yang tahu kebiasaan adiknya itu.


" Lian pikir masih subuh " kata Lian yang langsung sholat dengan kilat khusus. Lalu mengambil tasnya.


" Ayo antar Lian ke apartemen " kata Lian


Mau tak mau Rayyan pun menuruti kemauan adik manja nya itu. Karna tak ia tak pernah tega. Membiarkan adik satu satunya itu kena masalah.


Rayyan mengantar Lian dengan mobilnya . Dan hanya 20 menit mereka sudah sampai di halaman parkiran apartemen Lian.


" Tunggu ya kak, Lian ganti baju, ngak kan lama kok" kata Lian yang bergegas turun lalu setengah berlari naik ke apartemennya Dan tidak sampai 10 menit sudah turun dan minta antar ke tempat magangnya.

__ADS_1


" Ayo kak jalan, nanti Lian beli sarapan dikantin kantor aja deh " kata Lian yang sudah masuk dan menutup pintu mobil.


" Makanya kalo alarm sudah bunyi , ya bangun kebiasaan " omel sang kakak.


" Habis nya ngantuk banget tadi malam kak" Kata Lian seraya melihat jam.


" Mudahan bos nya belum datang " guman Lian melihat jam


Rayyan hanya mengeleng .Melihat kepanikan adik kesayangan nya itu. Karna sudah biasa melihat adiknya itu panik dan terlambat bila dalam kondisi capek. Namun Rayyan hanya diam .Fokus membawa mobilnya menuju kantor dimana sang adik magang.


Tak lama kemudian Lian sudah sampai . Dan mencium hikmat tangan sang kakak


ketika hendak turun dari mobil.


" Trimakasih ya kak " kata Lian sambil melambaikan tangannya. Dan berjalan masuk menuju Lift ke lantai atas.


Ting..................


" Huh.......... sampai juga " kata Lian yang lalu menuju meja kerjanya .Karna dia sudah terlambat 15 menit. Lalu duduk sebentar mengatur nafas.


" Ana .........kenapa terlambat ? pergi kemana kamu semalam Dan kenapa pergi tak pamit ngak sopan " kata Nathan yang sudah berdiri didepan meja kerjanya. Yang membuat Lian kaget .


" Ya....ma ....maaf pa , itu......" kata Lian tergagap.


" Maaf pa , saya lupa " kata Lian terbata bata. bingung karna dia memang sengaja tak pamit. Kalo tidak , Lian yakin Nathan tak akan membiarkannya pergi. Dan ia akan tidur sekamar lagi dengan bosnya itu.


" Lupa ..........aish bisa bisanya orang sepintar dirimu mengatakan lupa " kata Nathan terlihat kesal


" Kemana kau tadi malam, dan dengan siapa? lalu apa yang kalian lakukan ?" tanya Nathan mencerca Lian .


" Astaga pa satu satu nanya nya , oh ya apa bapa kesini mau menanyakan jadwal sebentar ya pa " kata Lian yang mengalihkan perhatian Nathan .


Membuat rahang Nathan mengeras menahan kesal . Karna Lian sangat pintar mencari alasan . Jelas jelas tadi malam Nathan melihat profil pria yang menghubunginya .


" Pasti kalian menginap di hotel kan " bathin Nathan. Namun hanya dalam hati. Karna ia sudah menanyakan kemana Lian tadi malam pergi . Pada Grace dan Grace bilang Lian tak pulang ke apartemennya.


" Baiklah bawa keruangan ku " kata Nathan .Yang meninggalkan meja Lian dengan perasaan bercampur aduk .


" Huh.............selamat....selamat " kata Lian yang mengusap dadanya . Karna tak ingin Nathan terlalu mengusik kehidupan pribadi.


Lalu Lian pun mengecek ulang jadwal dan laporannya .Sebelum memberikan nya pada sang bos . Sesuai dengan data yang dikirimkan Dion.

__ADS_1


" Hai cantik......lagi apa ?" tanya Dion yang lewat .


" Hai kak , sedang menyiapkan laporan dan jadwal big bos kak " jawab Lian.


" Tumben telat, sampai wajah bos kusut tuh, kayanya dia kesal tapi ditahan " bisik Dion mendekati Lian. Karna sejak ia datang tadi ia sempat memperhatikan bosnya itu


" Masa sih kak, Lian ngak tahu " kata Lian .Yang tak mau tahu. Walau ia tahu pasti Nathan kesal karna ia pergi tak pamit tadi malam.


" Ya sudah kak Dion mau ke kantor manajer dulu ya , slamat bekerja "kata Dion tersenyum dan berlalu pergi.


" Ya kak " kata Lian . Lalu menyusun berkasnya dan menuju keruangan bosnya.


Tok....tok.....tok.......


" Masuk saja " kata Nathan .


Lian pun lalu masuk dan memberikan jadwal yang diminta bosnya .


" Ini pa " kata Lian.


" Duduk.....!!!!" perintah Nathan menatap tajam Lian.


Lian pun duduk tampa membantah . Dan mengambil nafas dalam.


" Aku mau tanya dimana kau menginap tadi malam " tanya Nathan sambil menelisik wajah Lian.


" Di hotel pa " jawab Lian singkat . Karna tak mungkin ia berbohong.


" Dengan siapa ?" tanya Nathan Lagi .


" Em......sendiri pa " kata Lian berbohong tak mungkin ia membawa kakaknya itu dalam masalahnya.


" Kau berbohong kan ?" tanya Nathan menatap Lian tajam.


Lian pun membuang nafas kasar .Karna merasa Nathan begitu kepo nya dengan kehidupan pribadinya


" Maaf pa, ini urusan pribadi saya , bapa adalah bos saya Dan kita tak terikat apapun . kita hanya terikat kontrak untuk bermain sandiwara. Tapi lepas dari itu. kita hanya atasan dan bawahan. Jadi bapa tak punya hak mengatur, dan tahu urusan saya " jawab Lian yang membuat Nathan terdiam.


Jleb............


" Tapi saya punya.........."'

__ADS_1


" Maaf pa saya harus bekerja membuat laporan.Siang ini bapa ada rapat kan !!" kata Lian lalu beranjak dari duduknya dan meninggal Nathan yang bertambah kesal dibuat.


" Aish ....bocah ini " kata Nathan meraup wajahnya kasar.


__ADS_2