
Yang membuat keduanya gelagapan . Lian langsung ingin turun dari pangkuan Nathan .Namun Nathan menahannya karna hanya Dion yang masuk. Dan Dion sudah tahu hubungan keduanya.
" Kau menganggu saja " kata Nathan .
" Lagian apa belum puas di rumah bos " kata Dion meletakan map diatas meja Nathan.
Sedangkan Lian bersembunyi di balik dada Nathan karna malu. Ketangkap basah Dion yang membuat wajahnya merah seperti kepiting rebus.
" Hahaha....... santai Li, maaf bila aku menganggu kalian berdua " kata Dion yang lalu melangkah pergi dan menutup pintu ruangan kembali.
" Dasar ....." kata Nathan
" Hah...... bapa bilang apa " kata Lian kaget.
" Lupakan " kata Nathan yang kembali mencium Lian
" Ih ..... sudah pa malu " kata Lian yang lalu turun dari pangkuan Nathan karna dia merasakan ada sesuatu yang mengeras dibawah sana.
" Kita belum selesai " kata Nathan yang ingin kembali meraih tubuh Lian. Namun Lian menghindar. Takut ia hilap dan tak terkontrol .
" Ngak " kata Lian
" Ayolah sayang " kata Nathan yang ingin memeluk Lian dan ....
Tok ......tok........tok.......
" Masuk " kata Lian yang lalu bergegas membuka pintu.
" Silahkan masak pa " kata Lian yang melihat manajer bagian keuangan itu berdiri mematung melihat Lian.
" Silahkan pa, saya permisi pa " kata Lian yang ingin kembali kemejanya. Karna itu kesempatan baginya kabur . Mumpung ada manajer yang menghadap bosnya itu.
" Ana .... berkas mu "Kata Nathan
" Iya pa " kata Lian bergegas berbalik mengambilnya berkasnya Dan pamit pada dua pria itu .Lalu bergegas pergi menuju mejanya
" Kenapa dia buru buru ?" kata manajer itu bingung Karna melihat wajah Lian yang bersemu merah.
" Dia gugup karna aku merayunya " kata Nathan cuek .
" Hahaha ..... pa Nathan bisa saja , tapi nona Lian cukup cantik dan menarik " kata Manajer tersenyum lalu duduk dihadapan Lian.
Nathan pun lalu memeriksa berkas yang di sodor kan bawahannya. Yang lalu langsung mengecek berkasnya.
" Apa bapa menyukai nona Lian ?" tanya pria itu. Yang membuat Nathan menatap bawahannya itu.
" Kalo iya kenapa ?" kata Nathan sambil kembali melihat berkas.
__ADS_1
" Dia terlalu muda pa, apa mungkin bapa bisa mengimbangi nya . Anak muda jaman sekarang masih labil dan itu terlihat pada nona Lian " kata pria itu.
" Sok tahu...ini sudah selesai " kata Nathan yang memberikan kembali Berkas bawahan nya lalu menandatangani nya
Pria itu pun tersenyum Lalu beranjak dari duduknya Dan lalu keluar dari ruangan Nathan lalu menghilang dibalik pintu. Sedangkan Nathan kembali berkutat dengan pekerjaannya.
*******
" Ana " kata Nathan ketika Lian hendak pulang .Dan meninggalkan meja nya
" Ya pa " kata Lian yang lalu berbalik badan menoleh pada Nathan yang menghampiri nya . Dengan senyum yang mengembang.
" Ikut dengan ku " kata Nathan yang langsung menarik tangan Lian menuju lift.
" Tapi pa, kan saya membawa mobil " kata Lian yang berjalan terseret karna ulah bosnya itu.
" Suruh Emma yang membawanya pulang " kata Nathan.Tanpa sekalipun melepaskan genggaman tangan nya di lift Sampai mereka berdua keluar dari lift Dan beberapa pasang mata memperhatikan keduanya
" Pa lepas pa , ngak enak dilihat orang " kata Lian. Namun Nathan tak perduli dan membawa Lian ke parkiran mobil .
" Masuk ...." kata Nathan ketika membuka pintu mobil untuk Lian..
" Pa besok saja ya pulang barengnya " kata Lian mencoba mencari alasan
" Ngak sekarang .......!!! " kata Nathan yang lalu ikut masuk dan menutup pintu. Lalu menghidupkan mesin mobil dan keluar dari halaman kantornya.
" Astaga ...... kenapa rem nya blong . ****..... " umpat Nathan yang membuat Lian kaget. Namun ia teringat seseorang yang ingin membuat Nathan celaka.
" Pa ..... bapa turun sekarang ..... pasti ini sudah direncanakan seseorang . Bapa lupa yang saya bilang tempo hari Ada orang yang ingin membuat bapa celaka " kata Lian.
" Astaga......dia pasti. gila " umpat Nathan yang masih mencoba membawa mobil ketempat sepi
" Bapa turun cepat, minggir.... pa biar saya yang bawa " kata Lian
" Tapi An, aku.....
" Cepat lompat pa, biar saya membawanya ketempat yang aman... " teriak Lian. Yang mencoba mengambil alih setir mobil.
" tidak Ana aku tak kan membiarkan apapun terjadi dengan mu . " kata Nathan panik.
" Bapa mau mati.... silakan Saya ngak mau biar saya yang melompat " kata Lian .
" Kau...... " kata Nathan bingung
" Cepat lompat pa , Saya akan melompat setelah bapa " kata Lian .Yang lalu membuka pintu mobil . Dan mengondisikan mobil berjalan lambat dipinggiran Agar Nathan bisa selamat
Nathan yang bingung pun mau tak mau menuruti Lian Kalo tidak mereka akan celaka. Lian lalu mendorong tubuh Nathan keluar ketika mobil melewati rerumputan .
__ADS_1
" Cepat pa " kata Lian yang lalu mendorong Nathan keluar dengan paksa karna Nathan ragu ragu.
" Aaaa........." teriak Nathan ketika jatuh di pinggir jalan .
" Dasar bos cengeng " maki Lian kesal yang lalu mencoba menguasai mobil yang terus melaju cepat
Lian pun bersiap ketika mobil semakin tidak terkendali karna didepan ada tiang besar dan pepohonan juga penyangga listrik
" Ini saatnya " kata Lian yang membuka pintu dan mobil terus melaju cepat ketika
Hup...........
Brakk........brakk ........
Di tempat lain Nathan meringis merasakan sakit di sikunya karna didorong paksa Lian .. " Auw....... sakit ....Lian " kata Nathan lalu meraih ponselnya disaku celananya Sambil berdiri dan menelpon seseorang. Banyak mobil yang lewat melihatnya heran karna Nathan berdiri di pinggir jalan. Dengan luka luka dan celana sobek.
Sedangkan Dion yang baru selesai rapat dikantor dengan dewan direksi langsung mengangkat ponselnya ketika melihat nama yang tertera sedang memanggilnya
" Ya bos " kata Dion.
" Hah ..... kecelakaan mana ?" kata Dion yang membuat semua orang kaget mendengarnya.
" Baik aku segera kesana" kata Dion menutup pembicaraan
" Nona Katrina bos Nathan kecelakaan bersama nona Lian " kata Dion yang bergegas pergi tampa perduli dengan para dewan direksi yang ikut kaget mendengarnya.
" Hah....... dimana kak " kata Alex kaget
" Ayo " kata Katrina yang membereskan berkasnya dan bergegas keluar dari ruang rapat. Mengejar Dion yang sudah lebih dulu pergi.
Sedangkan Nathan berjalan terseok seok kepinggir sambil mencari Lian kearah mobil yang di bawa Lian.
Sedangkan disisi lain Mobil berjalan lambat karna ada mobil yang menabrak bahu jalan dan terbakar. Lian yang melompat diatas rerumputan lebat meringis menahan sakit Karna salah mendarat ketika melompat dari mobil hingga membuatnya menghantam pagar berduri yang membuat kaki nya sedikit sobek .dan berdarah.
" Auw....... sakit" kata Lian merintih lalu mencoba bangun namun terasa lemas.
" Ana.. ....Ana ...... teriak Nathan dan Dion ketika sampai di tempat kejadian . Dimana mobil Nathan terbakar dan menabrak tiang penyangga lampu merah. Hingga membuat lalu lintas macet.
" Ana ..... kau dimana !! " teriak Nathan panik mencari Lian seperti orang gila berteriak teriak. Tampa perduli dengan lukanya. Sedang kan polsi yang datang ketempat kejadian Langsung mengatur lalu lintas yang di lewati . Agar tidak terjadi macet
" Pa duduklah biar aku yang mencarinya " kata Dion yang memang sudah melihat kondisi mobil karna tak ada korban
" Ana ..... kau dimana !! " teriak Nathan lagi sambil mencari kearah rerumputan yang lebat dipinggir jalan
" Pa ...... saya disini " kata Lian lirih namun terdengar jelas oleh Nathan.
" Ana . ......... !! " teriak Nathan yang melihat Lian
__ADS_1