
Emma menatap Lian bingung Tapi ia tahu pasti Lian sudah memperhitungkan segalanya. Segala langkah yang Lian ambil .
" Kau yakin Li , Grace aman dan dia tak memenjarakan Grace " kat Emma.
" Ya sebab itu lah aku akan memastikannya " kata Lian yang menyelidiki juga kedua orang tua Lukas.
" Ya kuharap begitu Li, aku takut Grace ketakutan dan merasa terancam. " kata Emma.
" Itu tak akan terjadi Em " kata Lian santai karna ia yakin Lukas tak bisa menyentuh Grace karna ia bukti kuat menghancurkan Lukas Bila brani menyakiti sahabatnya itu.
" Ya sudah yuk balik kerja " kata Emma. Karna setelah makan keduanya langsung sholat.
Emma dan Lian pun kembali kemeja kerjanya . Bersamaan Nathan dan Dion pulang dari luar kantor
" Kalian sudah makan , ini buat cemilan " kata Nathan memberikan sebuah bungkusan untuk Lian.
" Trimakasih pa wah enak......." kata Lian Yang mengintip isinya coklat dan roti keju.
" Sama sama " kata Nathan melangkah kembali keruangannya.
" Slamat menikmati " kata Dion tersenyum.
" Ya kak " kata Lian tersenyum begitu juga Emma yang senang bisa kerja sambil nyemil. dikantor . Agar tidak terlalu tegang bekerja.
**********
Mobil Lian pun sampai di halaman Mansion Dan keduanya bergegas turun dari mobil
" Grace...... Grace.......!!" teriak Lian
" Grace.....!" Emma yang ikut berteriak.
" Apaan sih teriak teriak aku disini " kata Grace yang memakai baju santai sedang duduk memeriksa berkas yang menumpuk. Karena ia bekerja untuk mengoreksi berkas lama.
" Huh...... syukurlah kau aman " kata Lian yang duduk menarik kursi Begitu juga Emma. Yang ikut duduk menghadap Grace.
" Kenapa kalian berdua seperti dikejar setan saja " kata Grace yang masih merapikan kertas kertas sesuai tanggal.
" Hanya sedikit khawatir " kata Lian.
" Bukan nya kau bilang aku aman bila tak keluar Kenapa masih khawatir juga " kata Grace menatap Lian.
" Lukas sudah tahu kau tinggal disini " lata Emma.
" Hah.......... bagaimana bisa terus aku harus bagaimana Li " kata Grace kaget.
__ADS_1
' Sudah ku bilang kau aman selama kau tidak keluar dari pintu gerbang Dia tak akan berani masuk kesini tampa Izin" kata Lian.
" Syukurlah " kata Grace mengusap dadanya .
" Kau masih kerja " kata Emma .
" Iya sedikit lagi nanggung lagian ini pekerjaan mudah " kata Grace.
" Syukurlah paling tidak kau punya kegiatan dari pada gigit jari " kata Lian.
" Iya Li lagian aku bosan bila kalian semua kerja jadi aku harus pelan pelan saja mengerjakannya " kata Grace santai.
" Sudah aku mandi dulu ya " kata Emma
" Ya aku juga biar segar " kata Lian yang beranjak dari kursinya.
Sedangkan Grace kembali fokus dengan pekerjaan nya . Yang tinggal sedikit..Karna ia tak mungkin menganggur Apa lagi ia akan melahirkan Paling tidak harus ada pemasukan uang. Karna tak mungkin ia mengharapkan belas kasihan ketiga temannya . Apalagi Lian sudah banyak membantunya .
**********
Sedangkan di rumah sakit Lukas terdiam sendiri memikirkan nasibnya
"' Apa yang harus aku lakukan. Apa ....mungkin pria itu menyuruh Grace mencuri uang ku " kata Lukas berpikir.
" Sialan dia membuat ku gila. Rupanya ia ingin membalas ku . Baiklah aku lihat sejauh mana kehebatan mu Grace. Kau cukup brani menantang ku. Tapi aku salut kau cukup pintar dan bermain Elegan " kata Lukas Yang kini tak berkutik . Karna salah langkah sedikit saja Ia bisa bangkrut untung saja Nathan mau membantunya.
" Tapi bagaimana bisa ia tinggal di mansion itu " kata Lukas Yang lama memikirkan Grace . Yang sekarang membuatnya penasaran Dengan apa yang dilakukan Grace.
Di sebuah kamar Nathan baru saja menyisir rambutnya. Setelah mandi sepulang dari kantor. Dan keluar menuju ruang keluargga . Disana sudah ada mommy dan daddy nya yang sedang bersantai
" Kalian masih ribut ?" tanya daddy paul menatap putranya itu
" Tidak dia sedang sibuk dad " kata Nathan yang menjatuhkan bokongnya disofa empuk.
" Jangan lama lama membiarkan wanita ngambek.... dia bisa mencari penggantimu Apalagi dia masih muda " kata Mommy
" Tidak akan mom. Aku akan membuat perhitungan kalo dia macam macam Dia hanya milik ku " kata Nathan.
" Wow......... keren boy kau cukup tegas bagus itu. " kata daddy tersenyum.
" Cih ..... apa kau pikir dia tak bisa mencari yang lebih " kata Mommy
" Aish kau ini sayang jangan membuat putramu kesal dengan hasutan mu itu .Ana gadis yang baik tak mungkin Ana macam macam iya kan boy " kata daddy Paul memainkan alis matanya .
" Iya dad, aku percaya padanya. Dia gadis yang baik. Palingan juga nongkrong dengan teman temannya " kata Nathan . Yang tahu Lian bukan gadis liar
__ADS_1
" Kau yakin tapi seandainya ada pria yang menginginkan nya bagaimana ? Apalagi dia masih muda cantik dan ........yah .... masuk mommy cari yang lebih hot.
" Mom.....aku tak percaya dengan hasutan mom , Ana tak pernah begituan dan lagi dia tak biasa keluar malam ..Dia hanya biasa bersama ku " kata Nathan.
" Tapi kau masih perkasa kan nak ?" kata .Mommy mengoda.
" Mom......." kata Nahan melotot
" Hahaha ....... baiklah aku hanya menguji mu .....beruntung sekali Ana punya suami sepertimu yang percaya padanya 100 persen. Tapi apa kau slalu memuaskannya " goda mommy lagi . Yang membuat Nathan menelan saliva nya membayangkan tubuh mulus Lian .
" Boy ....... jangan kau ambil.hati omongan mommy mu itu. Dia hanya menguji mu. Jelas saja Nathan masih perkasa ya kan boy " kata daddy
" Itu pasti aku bisa membuatnya terkapar tiap hari " kata Nathan absurd .Padahal ia saja belum pernah melakukannya
" Hahaha.........itu harus boy " kalo tidak ia akan mencari kepuasan di luar sana. Apalagi bila kau sibuk. Dia masih muda dan sekali ia merasakan enak ia akan ketagihan bila kau tak memuaskannya " kata mommy .Yang membuat Nathan langung membuang Nafas kasar Memikir kan hal mesum bersama Lian. Yang membuat otak nya jadi error seketika.
" Tahu ah ....." Kata Nathan beranjak dari sofa.
" Hei kau mau kemana boy " kata daddy
" Mencari Ana ingin bercinta " kata Nathan yang meninggalkan Daddy dan mommy nya di ruang keluargga. Yang membuat kedua nya terkekeh.
" Kau ini senang sekali mengodanya " kata Daddy Paul.
" Ya harus sayang agar kita cepat punya cucu dan aku ingin menggendongnya. " kata Mommy Sheila. yang memang menginginkan anaknya itu memberinya cucu seperti teman temannya .
" Kita harus bersabar nikmati saja prosesnya " kata daddy Paul.
" Ya baiklah ....sayang apa perlu kita membuat adik buat Nathan. " kata Mommy terkekeh.
" Cih..... lebay sudah tua aunty mana mau Nathan punya adik bayi " kata katrina yang terkekeh. yang muncul tiba tiba
" Kalo begitu kau saja sayang beri kami cucu perempuan yang cantik " kata mommy .
" Aish pasangan aja belum dapat boro boro bikin bayi " kata katrina santai...
.
" Maka nya cepat cari....." kata daddy paul
" Sabar uncle ..... pasti jodoh ngak kemana " kata katrina
" Apa kau mau pakai jasa biro jodoh " tanya mommy .
" What ......no no aunty aku bisa cari sendiri " kata Katrina mengeleng..
__ADS_1